Friday, October 9, 2020

Omnibus Law disahkan, Aliansi Mahasiswa Batam: "Lawan!"



Kamis, 08 Oktober 2020 massa dari Aliansi Mahasiswa Batam menggelar aksi damai untuk menolak omnibus law yang disahkan DPR dengan hanya satu malam pada Sabtu malam, 3 Oktober 2020. Pengesahan ini dinilai terlalu terburu-buru padahal Indonesia sedang mengalami wabah virus corona yang tak kunjung usai.

Muhammad Hafiz selaku korlap Polibatam mengatakan bahwa aksi ini didasari atas hasil kajian mahasiswa Polibatam yang menemukan beberapa poin-poin yang menyusahkan masyarakat dan para buruh. 

Presiden Mahasiswa Polibatam, Arinda Septiano menyebutkan bahwa ini kali ketua DPR mengesahkan Undang-undang yang sangat tidak pro rakyat dan tidak melibatkan elemen masyarakat, yang sangat merugikan ialah UU Ciptaker yang berhubungan dengan pesangon, gaji, dan cuti. Meskipun terdengar kabar bahwa adanya hoax atau kesalahpahaman dalam mengartikan maksud beberapa pasal, sebaiknya DPR RI segera mengklarifikasi pasal-pasal yg dianggap hoax agar mahasiswa dan masyarakat tidak terprovokasi akan kabar burung yang ada. 

DPRD Kota Batam memberi janji kepada Aliansi Mahasiswa Batam bahwasanya akan dikirimkan tuntutan ke DPR RI dan jika tembus ke DPR RI akan dikirimkan bukti ke kampus-kampus, tetapi jika tanggal 12 belum diterima ke DPR RI maka Aliansi Mahasiswa Batam sepakat untuk melakukan aksi yang kedua kalinya. 

Pada aksi damai tadi pagi terdapat sekitar 500 mahasiswa yang ikut serta, tidak hanya berasal dari kampus Batam melainkan terdapat mahasiswa dari kampus luar yang bergabung di aksi ini. Salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya yang berdomisili di Batam ikut serta dalam aksi ini, ia mengatakan bahwa keresahan di dalam hatinya timbul karena menurutnya pembentukan undang undang yang baik harus memenuhi asas tranparansi, kehati-hatian, dan keterbukaaan dengan partisipasi elemen masyarakat namun sudah dipastikan bahwa asas asas ini tidak terpenuhi di UU Ciptaker.

Meskipun sudah melakukan aksi damai tersebut, Presma Polibatam mengeluhkan bahwa meskipun tuntutan sudah terpenuhi, alangkah lebih etis jika melayangkan tuntutan langsung ke DPR RI. Seperti yang kita ketahui tidak hanya Aliansi Mahasiswa Batam yang melakukan aksi, BEM Universitas seluruh Indonesia serentak melakukan aksi damai ini.

Aksi kali ini dikabarkan tidak mendapat izin dari pihak kepolisian, namun Arinda menyanggah bahwa mereka telah mengajukan surat izin dari jauh-jauh hari, tetapi dari kepolisian menolak dengan alasan adanya virus corona. Jika kita lihat kembali di Batam sudah banyak event-event yang terselenggara dari pemerintah dengan alasan untuk menaikkan ekonomi. Lantas ketika kami sebagai mahasiswa ataupun perwakilan rakyat, apakah kami tidak boleh untuk menyuarakan aspirasi? Berapa banyak mulut-mulut mahasiswa yang akan kembali dibungkam saat menegakkan keadilan?

Aksi Damai Aliansi Mahasiswa Batam hari ini berlangsung hingga pukul 14.30 WIB dengan membuahkan hasil yakni bersedianya DPRD KOTA BATAM untuk menyampaikan poin tuntutan mahasiswa ke pusat yang di tandatangani langsung oleh KETUA DPRD KOTA BATAM dan perwakilan tiap Kampus yang ada di Batam.

Narasumber: Arinda Septiano (Presma Polibatam), Hafiz (Korlap Polibatam), Perwakilan Mahasiswa UB
Reporter: Raymeizard, Dimas Yoga
Ditulis oleh: Windy Wozzard
Sumber gambar: Dokumentasi LPM

0 komentar:

Post a Comment