SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Sunday, August 30, 2020

Press Release - Mahasiswa Polibatam Lolos PKM Sistem Baru




    Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah dibuka kembali tahun 2020 ini. Pelaksanaan PKM ini meliputi 5 bidang yaitu (PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC), PKM- AI, PKM-GT, dan PKM-GFK. Pada tahun 2020 ini, LPM Paradigma berkesempatan mewawancarai salah satu peserta yang lolos PKM tahun 2020. 

    Putri Rahmatika Viani, mahasiswi jurusan Teknik Elektro dan program studi Teknik Mekatronika, merupakan salah satu dari 8 peserta yang berasal dari Polibatam yang berhasil lolos seleksi PKM tahun ini. Menurutnya, PKM tahun ini sistematis nya berbeda dari tahun sebelumnya, karena tahun sebelumnya itu dilaksanakan secara luring. Akan tetapi, saat ini masih dalam situasi pandemi jadi semua kegiatan PKM dilaksanakan secara online.

    Untuk tahapan mengikuti PKM itu sendiri, terdiri atas beberapa tahap meliputi tahap persiapan proposal PKM, tahap pengumpulan atau pengunggahan di simbelmawa, dan tahap seleksi. Kemudian jika sudah lolos tahap seleksi itu juga termasuk lolos tahap pendanaan. Ia juga menambahkan jika sudah lolos pendanaan seharusnya lanjut untuk membuat project yang diajukan melalui proposal tersebut, tetapi dalam situasi pandemi ini sistematika nya sedikit diubah dan diganti dengan pembuatan narrative review dan video saja, tahapan ini disebut PKP2 (Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM).

    Putri berhasil lolos tahap seleksi melalui pengajuan proposal yang berjudul “Identifikasi dan Optimalisasi Pemanfaatan Kulit Jengkol ( Pitchellobium Lobatum Benth ) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Tinta Organik Berbasis Citra Gambar”. “Proposal yang saya ajukan merupakan bidang PKM-P  jadi untuk projectnya tidak membuat video hanya saja membuat narrative text, kalau project video itu untuk PKM-KC, PKM-AI, dan lain-lainnya," ujar Putri.

    Ide yang mendasari ia mengajukan proposal tersebut adalah karena di Batam sendiri kulit jengkol tidak dimanfaatkan dengan baik dan hanya berakhir menjadi limbah saja. “Jadi daripada kulit jengkolnya menjadi limbah lebih baik diolah menjadi tinta yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi lingkungan,” ungkap Putri.

Penulis : Rahma A. Savarini
Narasumber : Putri Rahmatika Viani
Sumber Gambar : Dokumentasi LPM

Saturday, August 22, 2020

Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan

 

                                                    Sumber Gambar : Google 

Penulis : Arul Anwar Lubis 

    Siapa yang tidak mengenal mie instan, makanan cepat saji yang sangat mudah didapatkan dan memiliki rasa yang nikmat. Mie instan adalah jenis mie yang sudah dimasak, biasanya dijual dalam kemasan tersendiri atau dalam mangkuk. Namun, dibalik kemudahannya tersebut mie instan memiliki sejumlah resiko.

      Menurut penelitian yang di lakukan para ahli dari Baylor University dan Harvard University yang di publikasikan dalam Journal of Nutrition menghasilkan fakta mengejutkan bahwa jika kita rutin mengonsumsi mie instan, maka resiko untuk terkena penyakit jantungdan stroke bias meningkat dengan signifikan. Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi tubuh kita. Selain itu, di dalam mie instan juga terdapat kandungan lilin yang berguna untuk membuat mie tidak lengket satu dengan lainnya. Kandungan lilin dalam mie ini bias merusak system pencernaan kita karena baru bias dicerna oleh tubuh minimal dua hari.

    Mie instan juga ternyata mengandung natrium dan MSG yang mana zat tersebut merupakan zat berbahaya bagi tubuh, karena dapat memicu selkanker, menyebabkan tekanan daraht inggi, dan membahayakan lambung.

  Demikianlah bahaya mie instan yang sangat perlu kita waspadai. Cara mendapatkan dan menyajikannya memang instan dan tidak memakan waktu yang banyak. Kita juga tentunya sangat senang apabila dapat mengerjakan sesuatu yang instan, terlebih lagi untuk anak kos dimana mie instan ini sangat popular dan dapat menghemat pengeluaran bulanan. Namun, kita jangan pernah melupakan bahayanya bagi kesehatan karena kesehatan adalah hal yang utama dan sangat berharga dan kesehatan bukanlah sesuatu yang dapat kita beli.

Saturday, August 1, 2020

Clara Aksara (Part 1)



                                Sumber Gambar : Google

Penulis : Jhony Ardiansyah 

Pada zaman dahulu, hidup lah sosok pemuda bernama Agra Sara. Di kisah kan, dia adalah seorang yang pemberani namun juga pemalu. Tetapi, ia memiliki banyak sekali teman yang selalu bersamanya. Pada mulanya, ia adalah anak dari Kerajaan Kumara, julukan dari Agra adalah “Pangeran Seribu” karena ia memiliki berbagai cara dalam strategi khusus untuk pertempuran di bawah langsung oleh sang kakak.

Agra dan kakaknya bukan lah murni dari keluarga kerajaan. Mereka hanya lah anak dari keluarga yang sederhana yang diangkat langsung oleh raja kerajaan karena keahlian yang mereka miliki. Kehidupan di kala itu sangat lah tidak aman karena masih dalam perebutan kekuasaan wilayah. Namun, Kerajaan Kumara adalah salah satu kerajaan terkuat dan terbesar yang tidak suka memulai sebuah pertumpahandarah.

Tetapi, bukan kerajaan terkuat dan terbesar jika tidak memiliki musuh bebuyutan. Kerajaan dari negeri seberang adalah musuh dari raja pertama hingga sampai pada raja sekarang. Sebenarnya, kesepakatan damai sudah terbentuk sejak lama hingga pada akhir kekuasan raja pertama yang bernama Nirwangsa membuat kebijakan atau solusi, yakni jika Danau Biru adalah titik tengah dari perbatasan antarkerajaan, maka harus dikosongkan sehingga membentuk garis lurus yang panjang dan membelah kedua kerajaan sebagaiperbatasan. 

Sejak dulu, Kerajaan Kerastera lah yang memulai provokasi yang berujung pada peperangan panjang. Danau Biru yang semulanya indah, sekarang menjadi tempat pertumpahan darah yang tidak akan pernah terselesaikan. Kemudian, tempat itu dijuluki sebagai "Danau Merah". Di perbatasan, banyak prajurit perang yang gugur dan banyak pula warga yang tinggal disana sebagai korban tak bersalah. Kekacauan disana sudah menjadi tontonan bagi anak-anak di daerah perbatasan.

Raja pertama dari Kerajaan Kerastera yang bernama Noenalda pernah bersumpah, "Akan ku ratakan Kusuma dengan keturunannya", sebelum akhir ajal menjemputnya. Berbeda dengan Raja Nirwangsa, ia membalas sumpah itu dengan bersumpah, "Hingga Danau itu mengering pun itu adalah batasnya". Sumpah dari kedua raja ini dibawa hingga sekarang dan menjadi pengaruh besar di pikiran masyarakatnya. Panglima tempur kakak dari Agra mengatakan kepada sang raja, aku menunggu perintahmu untuk meluluhlantahkan Kerajaan Kerastera, bahkan Agra mengatakan, “Strategi sudah saya buat dan ini adalah yang terbaik untuk mengubur semua prajurit beserta sang raja”. 

Kedua kakak adik tersebut dibuat tidak percaya dengan apa yg diungkapkan sang raja kepadanya, “Aku adalah raja yang ke-25 dan pendahuluku adalah ayah dari ayahku”. Namun, mereka tak pernah benar-benar ingin meleburkan Kerajaan Kerastera. “Pada Bulan Februari tahun ini, aku menemukan dokumen yang berisi ‘Kedamaian memang tidak cukup dengan air mata’, tapi percaya lah. Dua ribu tahun lagi pun, aku siap menunggu perdamaian itu dan ini adalah sumpahku sebagai raja ke-18. Jika kalian ingin menghancurkan kerajaan, maka berarti kalian sudah menghancurkan mimpi dari para pendahuluku”, ujar sang raja yang masih memimpin itu.

Merasa tidak sepandang dengan raja, Agra yang kesal pun memutuskan untuk keluar dari kerajaan dan ingin menggunakan strateginya sendiri untuk menghancurkan yang ada di tekadnya. Tetapi, sang kakak berbalik untuk menghentikan adiknya yang berlarut emosi itu. Agra dengan beberapa pengikut setianya pun pergi meninggalkan kerajaan dan sampailah mereka ke perbatasan yang masih berpenghuni. Hari pun sudah memasuki sore. Sebelumnya, Agra telah menelusuri desa yang bernama Yama Nangsa itu. Dia benar-benar menyakinkan bahwa rencananya sesuai dengan apa yang ada dilapangan.

Desa yang sangat jauh dari kerajaan dan persis berada di ujung perbatasan memiliki cerita di balik jayanya lingkungan kerajaan yang sangat berbeda itu. Agra dan pasukannya pun memutuskan untuk bermalam di bawah pohon yang sangat besar dan di sekelilingnya dipenuhi semak belukar.


Apa yang akan terjadi selanjutnya nih paradiggers?

Nantikan di Clara Aksara (Part 2)