Thursday, March 19, 2020

Dirumahkan Selama Perkuliahan, Bagaimana Tanggapan Mahasiswa Polibatam?





Menanggapi Surat Edaran No. 289/PL/III/2020, Polibatam mengadakan kuliah berbasis online dan menginstruksikan mahasiswa untuk tidak melakukan kegiatan di tempat keramaian. Selain itu, Polibatam juga meminta mahasiswanya untuk menunda kegiatan organisasi kemahasiswaan. Dalam hal ini, rapat organisasi bisa dilakukan secara online.

Namun setelah beberapa hari dijalankan, berbagai persepsi pro dan kontra mulai timbul. Kuliah online yang katanya kurang efektif, kegiatan organisasi yang terhambat, dan rapat secara langsung yang katanya lebih efektif daripada rapat online.

"Kalo tatap muka kan dijelasin pelan-pelan, ada kata kuncinya, maksudnya gimana. Kalo online kan kita yang mahamin sendiri," jelas Mayang, salah satu mahasiswa saat ditanyai pendapatnya mengenai sistem kuliah online ini. 

Mayang berharap apabila memang harus melaksanakan kuliah online, dosen juga harus memberikan panduan berupa video pembelajaran agar lebih mudah dimengerti.

Lain halnya dengan Rio, salah satu anggota BEM yang baru saja melaksanakan rapat online. Ia mengatakan, rapat online cukup efektif dalam menghadapi situasi seperti ini. "Bukan berarti dengan kita tidak saling bertemu, kita ga bisa diskusi, tetap bisa, salah satu nya dengan diskusi online gini. Jadi walaupun ada himbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah, kita masih bisa saling bertukar pikiran dengan teman-teman lain," ungkapnya. "Sebenarnya kendala ga ada sih, kita hanya perlu jaringan yang cukup memadai dan punya media grup chat. Cuma kalau kita ingin membandingkan dengan diskusi langsung, maka minusnya diskusi online ini kita cenderung kurang puas dalam menyampaikan pendapat, karena pasti ada banyak hal yang ingin dibicarakan tapi terbatasi dengan orang-orang lain yang juga mau menyampaikan pendapatnya, intinya ga sebebas kalau kita diskusi langsung," lanjut Rio lagi.

Destriani Kaban, Ketua PD El-Shaddai yang akan mengadakan program kerja (proker) UKM yaitu Perayaan Ulang Tahun dalam waktu dekat ini juga memberikan tanggapannya. "Kalau kita melihat ke sisi positifnya, hal ini bisa membuat setiap persiapan baik acara, dekorasi, dan persiapan lainnya akan lebih matang. Negatifnya, jarak antara perayaan dengan tanggal ulang tahunnya menjadi jauh dan beberapa kegiatan lainnya juga menjadi terhambat," jelasnya. "Dampak negatifnya dalam hal penyempurnaan acara contohnya adalah terhambatnya proses dekorasi yang dilakukan, beberapa latihan untuk hari-H kegiatan, seperti latihan pelayanan ibadah dan latihan untuk fragmen," lanjutnya lagi.

Covid-19 memang sudah mewabah dengan parah sehingga pemerintah memberi instruksi ke seluruh institusi pendidikan termasuk Polibatam untuk membuat kebijakan tersebut. Apalagi baru-baru ini sudah ada satu orang di Kepri yang positif terinfeksi virus ini. Kita semua berharap agar dunia cepat pulih dan bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa lagi.

Lalu bagaimana tanggapan kalian nih Paradiggers?

Narasumber: Fathia Mayang Sari (Mahasiswa Manajemen Bisnis), Muhammad Rio Nugroho (Staff BEM Polibatam), Destriani Kaban (Ketua PD El-Shaddai)
Reporter: Puput
Ditulis Oleh: Puput

0 komentar:

Post a Comment