SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Saturday, September 19, 2020

Clara Aksara (Part 3)

                                                                                        Sumber Gambar : Google 

Penulis : Jhony Ardiansyah 

Sesampainya, Agra menemukan pasukannya dan ternyata kondisi desa sudah dalam keadaan diserang. Tetapi, pasukan berhasil menahan agar tidak memasuki Desa Yama Nangsa. Agra melihat keadaan yang semakin kacau dan kalah jumlah, akhirnya membuatnya ingin memukul mundur pasukannya itu dan tetap ingin setidaknya mengalahkan lebih banyak pasukan lagi. Pertempuran tidak seimbang pun terjadi dan hari sudah semakin sore. Agra melihat sebagian besar pasukannya telah tewas. Nafsu Agra yang ingin menyelesaikan pertarungan seorang diri pun berhasil. Ia mengalahkan pasukan musuh dan memukul mundur mereka. Agra dan yang tersisa, yaitu tinggal lah dua rekannya yang menyarankan untuk kembali ke kerajaan. Agra dengan berat hati menolak dan memulangkan pasukannya yang tersisa itu untuk kembali ke kerajaan. Agra pun kembali ke tempat yang sudah dijanjikan bersama Clara tadi.

Clara yang mengetahui Arga penuh dengan luka pun menangis melihatnya karena ia juga tau bahwa pasukannya pun telah banyak yang tewas terbunuh. Akhirnya, Clara membersihkan luka di badan Agra. Mereka pun semalaman berdua tertidur hingga tak sadar bahwa pasukan Kerajaan Kerastera menyerang dengan seluruh kekuatannya hingga membuat Desa Yama Nangsa menjadi porak poranda. Agra dan Clara mendengar suara berisik dari arah Danau Merah, mereka pun bergegas pergi meninggalkan pohon besar itu dan mencari tempat yang lebih aman.

Namun, di tengah perjalanan rombongan pasukan musuh mengejar Agra dan Clara yang sudah tampak lelah berlari itu. Dengan suara gemuruh yang mengarah ke mereka, ternyata suara itu adalah hujan panah yang dilepasakan untuk membunuh mereka berdua. Agra yang mengetahui itu pun bergegas memasangkan baju tempur yang ia pakai, serta memeluk erat Clara. Tak lama setelah itu, ratusan anak panah menghujani mereka dan bersarang lah anak panah di tubuh Agra, darah mengalir dengan derasnya harapan untuk hidup ternyata tinggal lah hanya beberapa saat lagi.

Dari arah yang berlawanan, tampak pasukan besar Kerajaan Kumara menyerang balik. Dengan suara yang tertatih, Agra menjawab pertanyaan Clara yang belum sempat ia jawab. “Perang ini untuk membawa perdamaian. Ribuan nyawa berhak menjadi saksi dalam sejarah ini. Bukan kah kau dilahirkan disini? Lalu semua masyarakat disini adalah prajurit kerajaan, tetapi aku bukan lah pangeran yang sudah ku katakan kemarin”.

Clara pun hanya bisa menangis tersedu-sedu dan kata-kata yang terucap dari mulut Agra sudah mulai tertatih. “Terima kasih sudah menyelamatkanku dan pasukanku selama kami terlelap hingga tanganmu terluka”. Pelukan Agra mulai melemah dan berkata, “Baca lah surat ini. Kembali dengan selamat, kau harus berjanji untukku”. Tak lama, pasukan pun datang untuk menyelamatkan mereka berdua. Agra sempat menuliskan surat sebelum berkumpul dengan pasukannya pada waktu itu.

Sumpah Agra yang berisi "Akan ku ubah Danau Merah menjadi Danau Biru kembali". Di balik surat itu, terdapat ungkapan dari seorang hati Agra yang berisi: “Clara Aksara, jika kau melihat danau itu masih bercampur dengan darah, maka selamanya sumpah yang ku buat akan terus mengalir untuk selama nya. Aku ingin melihat senyummu lagi untukku, bukan sebuah tangisan. Aku ingin memelukmu, tapi bukan untuk terakhir kalinya. Hidupku sepenuhnya akan ku abadikan untuk kerajaan ini, tetapi hatiku sudah ku karamkan untuk mu. Jika kau memiliki perasaan yang sama denganku, aku akan mengucapkan terima kasih karena sudah mengabulkan sebagian dari mimpiku”.

Kemudian, pasukan yang datang untuk menyelamatkan mereka terlambat untuk menyelamatkan nyawa Agra yang sudah kehilangan banyak darah, pasukan besar itu langsung dipimpin oleh panglima tempur yang menggunakan strategi yang dibuat oleh Agra sebelumnya. Karena mendapat informasi dari dua pasukan yang selamat tadi, di akhir Clara terus menangis sambil mengatakan, “Lalu, untuk apa air mata ini jika aku tak memiliki perasaan yang sama untukmu?”

Agra seperti dapat melihat kematiannya sendiri yang persis dengan yang ia tuliskan. Di akhir surat, ia mengatakan "Adakah jalan keluar untuk ini Clara Aksara?"

                                                                        -Selesai-

Saturday, September 12, 2020

Clara Aksara (Part 2)

                             

                         

                              Sumber Gambar : Google 

Penulis : Jhony Ardiansyah 

Keesokan harinya, Agra sudah lebih dahulu terbangun dari tidurnya untuk membersihkan dirinya. Dia pun pergi ke arah Danau Merah dan melihat sosok gadis yang sangat cantik juga ramah. Lalu, Agra datang menghampiri dan bertanya, “Sedang apa kau disini?”. Kemudian, sang gadis yang bernama Clara Aksara itu menjawab, “Ini adalah desa kelahiranku. Aku kehilangan begitu banyak teman-temanku, bahkan orang tuaku pun ikut menjadi korban akibat perang yang kalian lakukan”, ucapnya sambil menampar keras ke arah pipi Agra. Lalu, Agra bertanya kembali, “Kenapa kau tak segera meninggalkan tempat ini?”

Gadis cantik itu pun semakin meluapkan emosinya kepada Agra dan menamparnya berkali-kali serta memukul keras hingga wajah Agra berdarah. Kemudian gadis itu berujar, “Untuk apa peperangan ini sebenarnya? Apakah ribuan nyawa selama ini masih belum cukup? Kerajaan hanya melindungi desa-desa yang dekat saja. Apakah kami terlalu jauh untuk jadi bagian dari desa kerajaan? Apakah kerajaan tak bisa mengirim pasukan ke Desa Yama Nangsa? Bukankah kau Agra sang Pangeran Seribu itu?”

Lalu, Clara memberitahukan yang sebenarnya, “Pergi lah, warga desa disini tidak suka denganmu, bahkan aku dengar mereka merencanakan pembunuhanmu malam tadi”. Agra melihat kearah tangan Clara yang berdarah, kemudian memegang bahu serta melihat tajam ke arah mata Clara. “Aku hanya bertanya dua hal kepadamu, tapi kenapa tak satu pun pertanyaanku yang kau jawab?”

Kemudian, di tengah-tengah pembicaraan mereka ada jeritan keras dari arah tempat Arga menginap sebelumnya. Agra dan Clara pun menghampiri pasukannya yang terdesak karena kalah jumlah dengan warga desa. Agra berteriak, “Aku adalah pimpinan mereka. Jika kau ingin membunuh mereka maka aku bisa menggantikan nyawa mereka”. Clara pun memeluk Agra yang tampaknya sedang ketakutan.

Warga desa beramai-ramai menghampiri Agra dan mengatakan, “Wanita yang disampingmu adalah musuh kami sekarang. Sejak malam tadi, ia berjaga untuk melindungi kalian yang sedang tertidur”. Salah satu dari prajurit pun berteriak, “Sadarkah kau sedang berbicara dengan siapa?”. Kemudian, Agra membentak prajurit itu, “Diam lah, kita tak ada urusan dengan warga desa. Masih ingat dengan kedatangan kita kemari? Aku perintahkan agar kalian berpencar dan melindungi tempat ini serta tunggu perintahku untuk memasuki wilayah lawan”.

Semua prajurit pun mulai berpencar. Tinggal lah Agra dan Clara di tengah-tengah kerumunan warga desa, “Hei tuan muda. Sesuai dengan janjimu, kau akan menggantikan nyawa mereka bukan?”. Agra pun bersiap-siap lari dan memukul pohon besar hingga tumbang, sehingga warga desa menjauhi pohon yang akan tumbang itu dan mendapati mereka berdua telah pergi.

Clara yang memandu pelarian akhirnya mengantarkan mereka ke tempat yang paling aman karena tak ada seorang pun yang pernah mengunjungi tempat itu. Bersandar lah mereka di sebuah batang pohon yang besar. Clara mengatakan, “Pertanyaanmu sudah terjawab oleh warga desa. Meninggalkan tempat ini sama saja aku meninggalkan cita-cita ayahku yang juga sebagai mantan pemimpin desa. Kerajaan bukan ingin meninggalkan kita, tetapi mereka ingin melindungi negeri ini. Bukti bahwa mereka berperang di perbatasan adalah bentuk dari pertahanan”.

Clara menambahkan, “Kerajaan Kumara memang tidak pernah sekali pun memprovokasi pihak lawan, justru sebaliknya Kerajaan Kerastera lah yang suka mengganggu warga desa seperti mencuri hasil kebun dan menculik gadis muda di desa Yama Nangsa ini. Aku sampai hapal setiap bulannya mereka datang ke desa ini pada jam berapa dan mereka pun bermalam di tempat ini”. Lalu, Agra menjawab, “Maaf, sudah membuatmu dan warga desa menderita karena kesepakan damai yang tak kunjung usai. Ini juga membuatku semakin ingin menghancurkan kerajaan seberang”. 

“Jadi, itu kah kedatangan kalian kemari?” Ujar Clara yg sambil tangannya di bersihkan oleh Agra mengangguk kan kepala nya. Clara pun memegang pipi Agra dan membersihkan luka di bibirnya dan bertanya kecil, “Apakah pangeran sepertimu bisa berdarah juga?” Sambil tersenyum senang.

Hari sudah semakin siang. Agra pun ingin segera berkumpul dengan pasukannya. Satu pertanyaan dari Clara yang khawatir, “Apakah kau sudah ingin bergegas? Hari ini adalah hari kedatangan pasukan Kerastera untuk mengacau di desa”. Sambil berdiri, Agra mengatakan, “Itu adalah tekad yang ku buat dan aku bukan pangeran dari kerajaan lagi karena sudah melawan perintah sang raja. Teruslah bersembunyi di tempat ini hingga semuanya menjadi kondusif dan kau boleh keluar dari sini. Aku akan kembali menemuimu”. Clara pun menatap cemas melihat kepergian Agra.


Apa yang akan terjadi selanjutnya nih paradiggers?

Nantikan di Clara Aksara (Part 3)

Sunday, August 30, 2020

Press Release - Mahasiswa Polibatam Lolos PKM Sistem Baru




    Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah dibuka kembali tahun 2020 ini. Pelaksanaan PKM ini meliputi 5 bidang yaitu (PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC), PKM- AI, PKM-GT, dan PKM-GFK. Pada tahun 2020 ini, LPM Paradigma berkesempatan mewawancarai salah satu peserta yang lolos PKM tahun 2020. 

    Putri Rahmatika Viani, mahasiswi jurusan Teknik Elektro dan program studi Teknik Mekatronika, merupakan salah satu dari 8 peserta yang berasal dari Polibatam yang berhasil lolos seleksi PKM tahun ini. Menurutnya, PKM tahun ini sistematis nya berbeda dari tahun sebelumnya, karena tahun sebelumnya itu dilaksanakan secara luring. Akan tetapi, saat ini masih dalam situasi pandemi jadi semua kegiatan PKM dilaksanakan secara online.

    Untuk tahapan mengikuti PKM itu sendiri, terdiri atas beberapa tahap meliputi tahap persiapan proposal PKM, tahap pengumpulan atau pengunggahan di simbelmawa, dan tahap seleksi. Kemudian jika sudah lolos tahap seleksi itu juga termasuk lolos tahap pendanaan. Ia juga menambahkan jika sudah lolos pendanaan seharusnya lanjut untuk membuat project yang diajukan melalui proposal tersebut, tetapi dalam situasi pandemi ini sistematika nya sedikit diubah dan diganti dengan pembuatan narrative review dan video saja, tahapan ini disebut PKP2 (Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM).

    Putri berhasil lolos tahap seleksi melalui pengajuan proposal yang berjudul “Identifikasi dan Optimalisasi Pemanfaatan Kulit Jengkol ( Pitchellobium Lobatum Benth ) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Tinta Organik Berbasis Citra Gambar”. “Proposal yang saya ajukan merupakan bidang PKM-P  jadi untuk projectnya tidak membuat video hanya saja membuat narrative text, kalau project video itu untuk PKM-KC, PKM-AI, dan lain-lainnya," ujar Putri.

    Ide yang mendasari ia mengajukan proposal tersebut adalah karena di Batam sendiri kulit jengkol tidak dimanfaatkan dengan baik dan hanya berakhir menjadi limbah saja. “Jadi daripada kulit jengkolnya menjadi limbah lebih baik diolah menjadi tinta yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi lingkungan,” ungkap Putri.

Penulis : Rahma A. Savarini
Narasumber : Putri Rahmatika Viani
Sumber Gambar : Dokumentasi LPM

Saturday, August 22, 2020

Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan

 

                                                    Sumber Gambar : Google 

Penulis : Arul Anwar Lubis 

    Siapa yang tidak mengenal mie instan, makanan cepat saji yang sangat mudah didapatkan dan memiliki rasa yang nikmat. Mie instan adalah jenis mie yang sudah dimasak, biasanya dijual dalam kemasan tersendiri atau dalam mangkuk. Namun, dibalik kemudahannya tersebut mie instan memiliki sejumlah resiko.

      Menurut penelitian yang di lakukan para ahli dari Baylor University dan Harvard University yang di publikasikan dalam Journal of Nutrition menghasilkan fakta mengejutkan bahwa jika kita rutin mengonsumsi mie instan, maka resiko untuk terkena penyakit jantungdan stroke bias meningkat dengan signifikan. Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi tubuh kita. Selain itu, di dalam mie instan juga terdapat kandungan lilin yang berguna untuk membuat mie tidak lengket satu dengan lainnya. Kandungan lilin dalam mie ini bias merusak system pencernaan kita karena baru bias dicerna oleh tubuh minimal dua hari.

    Mie instan juga ternyata mengandung natrium dan MSG yang mana zat tersebut merupakan zat berbahaya bagi tubuh, karena dapat memicu selkanker, menyebabkan tekanan daraht inggi, dan membahayakan lambung.

  Demikianlah bahaya mie instan yang sangat perlu kita waspadai. Cara mendapatkan dan menyajikannya memang instan dan tidak memakan waktu yang banyak. Kita juga tentunya sangat senang apabila dapat mengerjakan sesuatu yang instan, terlebih lagi untuk anak kos dimana mie instan ini sangat popular dan dapat menghemat pengeluaran bulanan. Namun, kita jangan pernah melupakan bahayanya bagi kesehatan karena kesehatan adalah hal yang utama dan sangat berharga dan kesehatan bukanlah sesuatu yang dapat kita beli.

Saturday, August 1, 2020

Clara Aksara (Part 1)



                                Sumber Gambar : Google

Penulis : Jhony Ardiansyah 

Pada zaman dahulu, hidup lah sosok pemuda bernama Agra Sara. Di kisah kan, dia adalah seorang yang pemberani namun juga pemalu. Tetapi, ia memiliki banyak sekali teman yang selalu bersamanya. Pada mulanya, ia adalah anak dari Kerajaan Kumara, julukan dari Agra adalah “Pangeran Seribu” karena ia memiliki berbagai cara dalam strategi khusus untuk pertempuran di bawah langsung oleh sang kakak.

Agra dan kakaknya bukan lah murni dari keluarga kerajaan. Mereka hanya lah anak dari keluarga yang sederhana yang diangkat langsung oleh raja kerajaan karena keahlian yang mereka miliki. Kehidupan di kala itu sangat lah tidak aman karena masih dalam perebutan kekuasaan wilayah. Namun, Kerajaan Kumara adalah salah satu kerajaan terkuat dan terbesar yang tidak suka memulai sebuah pertumpahandarah.

Tetapi, bukan kerajaan terkuat dan terbesar jika tidak memiliki musuh bebuyutan. Kerajaan dari negeri seberang adalah musuh dari raja pertama hingga sampai pada raja sekarang. Sebenarnya, kesepakatan damai sudah terbentuk sejak lama hingga pada akhir kekuasan raja pertama yang bernama Nirwangsa membuat kebijakan atau solusi, yakni jika Danau Biru adalah titik tengah dari perbatasan antarkerajaan, maka harus dikosongkan sehingga membentuk garis lurus yang panjang dan membelah kedua kerajaan sebagaiperbatasan. 

Sejak dulu, Kerajaan Kerastera lah yang memulai provokasi yang berujung pada peperangan panjang. Danau Biru yang semulanya indah, sekarang menjadi tempat pertumpahan darah yang tidak akan pernah terselesaikan. Kemudian, tempat itu dijuluki sebagai "Danau Merah". Di perbatasan, banyak prajurit perang yang gugur dan banyak pula warga yang tinggal disana sebagai korban tak bersalah. Kekacauan disana sudah menjadi tontonan bagi anak-anak di daerah perbatasan.

Raja pertama dari Kerajaan Kerastera yang bernama Noenalda pernah bersumpah, "Akan ku ratakan Kusuma dengan keturunannya", sebelum akhir ajal menjemputnya. Berbeda dengan Raja Nirwangsa, ia membalas sumpah itu dengan bersumpah, "Hingga Danau itu mengering pun itu adalah batasnya". Sumpah dari kedua raja ini dibawa hingga sekarang dan menjadi pengaruh besar di pikiran masyarakatnya. Panglima tempur kakak dari Agra mengatakan kepada sang raja, aku menunggu perintahmu untuk meluluhlantahkan Kerajaan Kerastera, bahkan Agra mengatakan, “Strategi sudah saya buat dan ini adalah yang terbaik untuk mengubur semua prajurit beserta sang raja”. 

Kedua kakak adik tersebut dibuat tidak percaya dengan apa yg diungkapkan sang raja kepadanya, “Aku adalah raja yang ke-25 dan pendahuluku adalah ayah dari ayahku”. Namun, mereka tak pernah benar-benar ingin meleburkan Kerajaan Kerastera. “Pada Bulan Februari tahun ini, aku menemukan dokumen yang berisi ‘Kedamaian memang tidak cukup dengan air mata’, tapi percaya lah. Dua ribu tahun lagi pun, aku siap menunggu perdamaian itu dan ini adalah sumpahku sebagai raja ke-18. Jika kalian ingin menghancurkan kerajaan, maka berarti kalian sudah menghancurkan mimpi dari para pendahuluku”, ujar sang raja yang masih memimpin itu.

Merasa tidak sepandang dengan raja, Agra yang kesal pun memutuskan untuk keluar dari kerajaan dan ingin menggunakan strateginya sendiri untuk menghancurkan yang ada di tekadnya. Tetapi, sang kakak berbalik untuk menghentikan adiknya yang berlarut emosi itu. Agra dengan beberapa pengikut setianya pun pergi meninggalkan kerajaan dan sampailah mereka ke perbatasan yang masih berpenghuni. Hari pun sudah memasuki sore. Sebelumnya, Agra telah menelusuri desa yang bernama Yama Nangsa itu. Dia benar-benar menyakinkan bahwa rencananya sesuai dengan apa yang ada dilapangan.

Desa yang sangat jauh dari kerajaan dan persis berada di ujung perbatasan memiliki cerita di balik jayanya lingkungan kerajaan yang sangat berbeda itu. Agra dan pasukannya pun memutuskan untuk bermalam di bawah pohon yang sangat besar dan di sekelilingnya dipenuhi semak belukar.


Apa yang akan terjadi selanjutnya nih paradiggers?

Nantikan di Clara Aksara (Part 2)





Thursday, July 23, 2020

Lensa LPM Paradigma 2020 Edisi 3 - Polibatam Sambut New Normal






























Thursday, July 16, 2020

Uniknya Wisuda di Polibatam dengan Konsep Drive Thru



Pada masa pandemi saat ini, Polibatam menggelar wisuda ke-20 Tahun 2020 dengan tema "Polibatam Tangguh"  yang dilaksanakan secara blended (campuran) antara daring (7/7/2020) dengan luring atau Drive Thru (16/7/2020). 

Sebelumnya para wisudawan/ti yang mengikuti wisuda Drive Thru ini diwajibkan mengikuti wisuda secara daring terlebih dahulu. Wisuda dengan konsep Drive Thru ini dipilih sebagai alternatif untuk melaksanakan wisuda dikarenakan lebih aman dan menghindari kerumunan, kemudian pelaksanaan tetap mengikuti protokol kesehatan, dan peserta wisuda tetap diwajibkan memakai masker dan panitia memakai face shield. 

Wisuda Drive Thru ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi 1 dari jam 09.00-10.30 dan sesi 2 dari jam 10.30-12.00 dan wisudawan/ti datang sesuai jadwal dan kloter yang sudah ditentukan. Teknis pelaksanaan wisuda Drive Thru dimulai dari kendaraan Wisudawan/ti berhenti di check point 1 kemudian panitia akan melakukan pendataan nama dan kloter Wisudawan/ti kemudian dilanjutkan dengan pengecekan suhu badan yang dilakukan oleh petugas. Selanjutnya kendaraan wisudawan/ti jalan sesuai dengan arahan panitia wisuda dan setelah wisudawan/ti melakukan final cross check di check point 2, wisudawan/ti akan dipanggil oleh MC dan kendaraan wisudawan/ti jalan menuju tangga utama kampus Polibatam dan berhenti di depan tangga utama lalu keluar dari kendaraan dan berjalan menuju Direktur Polibatam untuk pemindahan tali toga. Selanjutnya wisudawan/Wati berjalan menuju photobooth untuk berfoto bersama keluarga. 

Adapun kesan dari salah satu peserta wisuda yaitu Indriana dari Prodi Akuntansi, ia merasa senang kareba wisuda kali ini terasa unik walaupun berbeda dari tahun sebelumnya, lebih simpel , dan merupakan momen yang tidak terlupakan. Sama halnya dengan kesan dari salah satu panitia pelaksana yaitu Bapak Muhammad Faiz petugas point A yang bertugas untuk mengecek registrasi wisudawan/ti, ia juga merasa sangat senang dengan momen langka ini karena ini merupakan momen diluar rencana panitia tetapi mereka tetap mempersiapkan dengan baik dan terselenggara dengan lancar.

Narasumber: Muhammad Faiz
Penulis: Angelia Grace
Sumber gambar: Dokumentasi LPM

Friday, July 10, 2020

BRAIL Satu Lab Segudang Prestasi





Kamis, 02 Juli 2020 LPM Paradigma berkesempatan untuk mengunjungi salah satu lab yang ada di Polibatam yakni BRAIL. Apa itu BRAIL? BRAIL merupakan singkatan dari Barelang Robotic and Artificial Intellegence Lab. Awalnya tim robot ini sudah ada sejak tahun 2005, namun nama BRAIL sendiri baru resmi pada Tahun 2019.

BRAIL memiliki 6 divisi yang dibentuk untuk mengikuti perlombaan kontes robot Indonesia. Ada Indonesia ABU-Robocon Robot Contest, Indonesian Fire Fighting Indonesian Robot Contest, Indonesian Dance Robot Contest, Indonesian Flying Robot Contest, Indonesian Soccer Robot Contest, dan Indonesian Soccer Robot Contest atau Kontes Robot Sepakbola Indonesia terdiri dari dua bagian yakni humanoid dan meroda.

Selain divisi kontes tersebut, BRAIL juga memiliki divisi lain yang diperuntukkan untuk membuat project, terdapat project based learning yang dimana setiap mata kuliah langsung diimplementasikan di lab, sehingga mahasiswa bisa langsung belajar di lab tersebut. Contohnya adalah Robot Arm Sis Axis untuk menggerakkan lengan, robot manipulator dan lain sebagainya.

BRAIL pada awal pembentukannya merupakan lab untuk kegiatan non akademis, namun sekarang BRAIL juga digunakan untuk menunjang pembelajaran karena ada program based learning. Untuk project dimasa pandemi Covid-19 ini sedang dikembangkan yaitu Project Covid. Ada Robot UV, dinavigasikan dengan remote control yang digunakan di koridor-koridor Polibatam. Robot UV Box, mensterilisasi alat-alat yang akan digunakan untuk praktikum, baik sebelum digunakan maupun sesudah digunakan untuk menghindari dari jangkauan virus. Robot pendeteksi penggunaan masker, ketika ada orang yang tidak menggunakan masker robot tersebut akan otomatis memberikan informasi untuk segera memakai masker.

Selain itu ada disinfectant chamber yang digunakan untuk mensterilisasi tubuh ketika mahasiswa atau orang lain berkunjung di Polibatam.

BRAIL sendiri memiliki anggota yang berasal dari berbagai jurusan terutama Teknik Elektro baik Prodi Elektronika, Robotika, Instrumentasi, Elektronika Manufaktur, dan Mekatronika. Namun tidak menutup kemungkinan untuk jurusan lain seperti Teknik Mesin dan Manajemen bisnis untuk turut bergabung dengan BRAIL. Terbukti dengan adanya perekrutan anggota dari Manajemen Bisnis, dikarenakan BRAIL sendiri masih kewalahan dalam hal membuat laporan ketika ikut perlombaan serta menyusun laporan keuangan sehingga anggota yang berasal dari manajemen bisnis sangat dibutuhkan.

Prestasi BRAIL tidak perlu diragukan lagi, BRAIL pernah meraih juara 3 dan 4 divisi humanoid dalam kontes internasional di Kanada dan Jepang, serta meraih juara 1 dalam kontes nasional di Semarang. Tiap tahun BRAIL selalu membuka recruitment untuk anggota baru dengan tahapan seleksi, buat kalian yang tertarik, mari cari tau selengkapnya!

Narasumber : Pak Dodi
Sumber Gambar : Dokumentasi LPM
Penulis: Wii
Reporter : Dimas P. Yoga, Salwa Anisa

Wednesday, July 8, 2020

BRAIL Ciptakan Alat Ventilator Portable


Tim Robot Polibatam berkreasi untuk menciptakan alat untuk membantu melawan Covid-19, salah satunya yaitu Ventilator Portable. Alat tersebut diciptakan oleh Barelang Robotics and Artificial Intelegence Lab (BRAIL). Ventilator Portable merupakan alat yang berfungsi untuk membantu menyuplai oksigen ke pasien tanpa kontak langsung dengan alat maupun pasien. 

Dalam proyek pembuatan Ventilator Portable ini di buat oleh tim dari BRAIL Polibatam yang terdiri dari tiga orang yaitu Febri Alwan Putra (Prodi Mekatronika Semester 8), dan 2 rekan timnya yaitu Junito Suroto dan Taufik Tegar. Menurut keterangan Febri alat ini umumnya digunakan di Rumah Sakit yang menangani pasien terdampak Covid-19. Cara kerja alat ini yaitu menggunakan motor blower seperti vacuum dimana alat ini secara otomatis dapat memompa oksigen ke pasien. Penggunaan Ventilator Portable 1 unit hanya dapat digunakan oleh 1 pasien saja, tetapi dapat digunakan secara bergantian dengan cara mengganti filter oksigennya.

Proses pembuatan alat ini diperlukan waktu kurang lebih 4 bulan. “Terhitung mulai awal maret sampai akhir Juni kemarin, kami membuat Ventilator Portable ini,” ungkap Febri. Dalam kurun waktu 4 bulan tersebut tim ini sudah membuat 2 jenis Ventilator Portable. Untuk pemasarannya, nantinya alat ini akan dipasarkan ke rumah sakit jadi nantinya tim ini akan membuat lebih banyak alat Ventilator Portable jika ada pesanan dari rumah sakit. 

Menurut Febri kendala yang dialami selama pembuatan yaitu harus mempelajari ilmu medis terlebih dahulu karena pada dasarnya alat ini digunakan dalam dunia medis juga, jadi harus relevan dengan alat yang nantinya diproduksi. “Dan tentunya dalam pembuatan alat banyak melalui trial and error demi mewujudkan alat yang seperti ini," ujar Febri. Febri juga menambahkan untuk penggunaan alat ini nantinya akan dilakukan uji coba atau riset oleh tenaga medis dahulu untuk mengetahui uji kelayakan sebagai alat medis.  

Harapannya dengan diciptakan Ventilator Portable ini dapat membantu tenaga medis dalam merawat pasien Covid-19 sebagai bentuk kontribusi Polibatam dalam membantu pemerintah untuk menanggulangi pandemi ini. Tetap semangat dan terus berkarya BRAIL Polibatam.                              

Narasumber : Febri Alwan Putra
Sumber Gambar : Dokumentasi LPM
Penulis : Rahma A. Savarini
Reporter : Dimas P. Yoga, Salwa Anisa

Wisuda Virtual di Tengah Pandemi Covid-19





Politeknik Negeri Batam telah menggelar wisuda ke-20. Dengan tema “Politeknik Negeri Batam Tangguh”, wisuda ke-20 Tahun 2020 dilaksanakan melalui via Zoom pukul 10.00-11.15 WIB. Dilaksanakan secara daring pada tanggal 7 Juli 2020 di tempat masing-masing secara khidmat dengan menggunakan toga dan didampingi oleh orang tua, wali, atau keluarga.

Wisuda ke-20 Politeknik Negeri Batam dihadiri oleh Direktur Jendral Pendidikan Vokasi, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI Bapak Wikan Sukarinto, Direktur Polibatam Dr. Priyono Eko Sanyoto, Pembantu Direktur 1 Bidang Akademik Bapak Uuf Brajawidagda, Pembantu Direktur 2 Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Bapak Bambang Endrawan, Pembantu Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan Kerjasama dan Alumni Bapak Muslim Anshori, Jajaran senat, Kajur, Sekjur, Kaprodi, Dosen, staf, dan Orang tua wali wisudawan Politeknik Negeri Batam.

Rangkaian acara di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rasa bangga tidak henti dilanturkan oleh Direktur Polibatam atas pencapaian wisudawan/ti. Adapun arahan Dirjen Pendidikan Vokasi (DIKSI) RI Bapak Wikan Sukarinto, “jangan pernah puas atas pencapaian selama ini ketika anda semua menerima ilmu di Politeknik Negeri Batam, amalkan dan jangan pernah berhenti belajar." 

Pesan dan ucapan terimakasih diwakili oleh orang tua Niki Moktika yang merasa bangga karena bisa mengantarkan anaknya kepadan Politeknik Negeri Batam yang telah menjadikan putrinya lebih baik. “ini adalah awal baru bagi kita untuk menyongsong kehidupan dimasyarakat madani,” ucap Risky Sapriadi dalam menyampaikan Kesan dan pesan mewakili wisudawan 2020 Politeknik Negeri Batam. 

Acara ditutup dengan sesi foto online bersama, yang mengundang bahagia dan haru atas terselenggaranya wisuda daring ke-20 Politeknik Negeri Batam Tahun 2020. Pelantikan wisuda secara luring juga akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2020 mendatang. 

LPM Paradigma mengucapkan selamat kepada kakak-kakak wisudawan/ti ke-20 Tahun 2020. Akhirnya kerja kerasmu sampai lupa makan terbayar sudah. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua.

Sumber : Live youtube Polibatam TV
Penulis : Harfina Nur Rizky




Saturday, May 16, 2020

Lensa LPM Paradigma 2020 Edisi 2 - Kampus Di Tengah Pandemi