SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Saturday, May 16, 2020

Lensa LPM Paradigma 2020 Edisi 2 - Kampus Di Tengah Pandemi
























Wednesday, April 22, 2020

Polibatam Distribusikan APD Guna Melawan Covid-19


Sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam melawan virus yang sedang mewabah di Indonesia, Politeknik Negeri Batam untuk pertama kalinya mendistribusikan beberapa APD (Alat Pelindung Diri) ke beberapa fasilitas kesehatan (Faskes Pratama), puskesmas, dan rumah sakit yang ada di Kota Batam dengan jumlah total 151 faskes. Pendistribusian ini dilakukan secara bertahap yang dimulai dari awal April sesuai dengan stok hasil produksi hingga saat ini masih berlanjut.

Untuk produksi beberapa APD seperti face shield dan masker dilakukan sejak akhir bulan Maret. Hingga saat ini Polibatam sudah membagikan APD berupa Face Shield sebanyak 1000 (untuk faskes pratama, puskesmas, dan rumah sakit di Kota Batam), masker kain sebanyak 1000 lembar serta Hand Sanitizer sebanyak 40 liter dan 310 botol (untuk masyarakat yang kurang mampu/terdampak Covid-19). Selain itu, Polibatam juga memproduksi beberapa APD lainnya seperti baju Hazmat, Bilik Sterilisasi, Ventilator Portable & Robot UVC, Aplikasi Self-Risk Assessment, WebGIS, dan Konten Multimedia “Pencegahan Covid-19 untuk Masyarakat” yang baru selesai dirilis.

Gerakan ini dikoordinasi oleh P2M Polibatam dan menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya di Kepulauan Riau. Menurut Yosi Handayani selaku ketua pembina distribusi APD dana untuk memproduksi barang APD ini dari realokasi dana penelitian dan pengabdian masyarakat di P2M, realokasi bahan habis pakai jurusan, dan donasi yang dikumpulkan oleh Ikatan Alumni (IA Polbat) sebesar Rp16.180.000, serta open donasi dari masyarakat via rekening donasi yang diposting di media sosial. "Dalam proses pembagian  APD dikoordinasi oleh tim donasi yang dibentuk oleh Polibatam (dosen dan staf) dan disupport oleh relawan dari mahasiswa," ungkap Yosi Handayani.

Untuk jumlah relawan yang turun membagikan berjumlah 6 orang.  Perekrutan relawan dari mahasiswa dilakukan melalui via Whatsapp yang dikoordinir oleh ketua kelas masing – masing. “Kendala yang dialami saat distribusi di lapangan yaitu ketika mencari alamat faskes pratama yang berjumlah 85 faskes. Banyak yang tidak diketahui posisi lokasinya” tambahnya.

Dengan pendistribusian APD diharapkan dapat melawan penyebaran Covid-19 dan tentunya bermanfaat bagi petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan menanggulangi wabah ini. Tetap jaga kesehatan dan terapkan social distancing sesuai dengan himbauan pemerintah. Semoga wabah ini cepat berlalu ya, Aaminn.

Sumber berita : @polibatamofficial
Narasumber : Yosi Handayani
Reporter : Puput
Penulis : Rahma A. Savarini
Sumber Gambar : Dokumentasi Relawan

Thursday, April 2, 2020

Tanggapi Dukungan HMI Terhadap Omnibus Law, Jurnalis LPM Progress Diserang


Kami LPM Paradigma Politeknik Negeri Batam dengan ini mengecam tindakan pengeroyokan yang diterima oleh anggota Pers LPM Progress dalam tulisan opininya dan meminta kasus ini diusut sampai tuntas.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, jagat maya juga dihebohkan dengan tindakan anarkis dari kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Persiapan FTMIPA Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) pada Minggu (22/03/2020) yang melakukan pengeroyokan kepada salah satu pewarta LPM Progress yang berinisial ARM serta beberapa rekan LPM Progress lainnya. Tindakan kekerasan ini dipicu oleh tulisan ARM yang berisi opininya terkait HMI yang mendorong DPR mengesahkan RUU Omnibus Law.

Dilansir dari inisiatifnews.com dalam beritanya yang berjudul “HMI Dorong DPR Sahkan Omnibus Law” dalam konferensi pers HMI Komisariat Persiapan FTMIPA Unindra yang digelar di Kedai Avicena, Jl Raya Tengah Nomor 4, Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2020). Dengan jelas HMI Komisariat Persiapan FTMIPA mendukung penuh pengesahan RUU Omnibus Law oleh DPR. Menurut mereka, langkah pemerintah yang satu ini merupakan langkah yang hebat menuju Indonesia maju.

Opini ARM yang kontra menuai kecaman dari pihak HMI Komisariat Persiapan FTMIPA Unindra dan mereka meminta pihak LPM Progress menurunkan opini tersebut. Awalnya, sebelum melakukan pertemuan langsung dengan ARM, beberapa orang yang mengaku kader HMI Komisariat Persiapan FTMIPA Unindra mendatangi kos dari YF yang sebelumnya merupakan sekretariat LPM Progress. Beberapa orang yang datang mengenalkan dirinya sebagai Aidil yang kemudian sebagian YF kenal ada juga Remon (Ramadin), Ismail Nurlamba, Kevin, Abdul, Nasrul Matdoan, dan lainnya.

Mereka kemudian menanyakan keberadaan ARM yang kebetulan memang sedang tidak berada di tempat. Oknum yang mengaku kader HMI tersebut mulai bersikap provokatif yang mengancam dan memaksa LPM Progress untuk menurunkan tulisan yang ARM buat serta memanggil ARM datang malam itu juga. Namun penggerudukan itu berakhir karena akhirnya YF menelepon dan ARM berjanji untuk bertemu pada Minggu (22/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Pada Minggu (22/3/2020), ARM ternyata mengonfirmasi bahwa baru bisa datang pada pukul 15.00 WIB. Akhirnya pertemuan pun diundur. Dalam hal ini, ARM berkoordinasi dengan Ramadin (Remon) terkait pertemuan. Remon meminta agar ARM datang berdua saja dengan YF, Pimpinan Umum LPM Progress. Setelah ARM menyetujui, disepakatilah pertemuan pada jam 19.00 WIB di kampus B Unindra.

Pada pukul 19.00 WIB, ARM dan YF serta beberapa rekan dari LPM Progress (RMA, RA, dan ZW) bertemu HMI Komisariat Persiapan FTMIPA Unindra. Pertemuan HMI Komisariat Persiapan FTMIPA Unindra diwakilkan oleh Riyad Kurniawan Gusung (Wan Gusung), Remon (Ramadin), Ismail Nurlamba, Kevin, Abdul, Hamri, dan lain-lainnya. Awalnya, mereka bertemu untuk membicarakan tulisan ARM yang dimuat di website LPM Progress. LPM Progress menawarkan Hak Jawab dengan memberikan ruang pihak HMI Komisariat Persiapan FTMIPA Unindra untuk dapat membantah tulisannya dengan tulisan yang bisa diterbitkan di website LPM Progress.

Pukul 19.14 WIB diskusipun mulai memanas, pihak HMI tidak terima atas penjelasan dan tulisan itu. Lalu ada beberapa orang yang belakangan dikenal namanya yaitu Irfan dan Hayat. Irfan lalu mengancam ARM dengan menyatakan akan menunjuk dan membawa parang. Beberapa orang pun mulai mengerumuni ARM dan tidak lama ARM dipukul dari arah belakang.

Sempat dilindungi dan menarik ARM dari tempat kejadian, ARM terus dikejar dan banyak masa yang tidak tahu datangnya mulai mengeroyok. Wajah ARM pun dipukuli lagi yang menyebabkan bagian bibirnya sobek. Rekan LPM Progress mencoba untuk melindungi ARM dari pukulan Hamri, Hayat, Irfan, Ismail, dan beberapa orang lainnya (sekitar ada 20an orang) akibatnya mereka pun ikut diserang secara membabi-buta. YF, ZW, RA, dan RMA diserang serta menderita kerugian materiil dan immateriil.

ARM bersama rekan LPM Progress pun menyelamatkan diri dan berlari menjauhi area. Beberapa warga yang melihat kejadian tersebut pun berusaha untuk melerai. Akan tetapi, Hamri, Irfan, dan beberapa orang lainnya masih mengejar. Irfan mengerjar ARM dan YF dengan menggunakan motor, dan berteriak akan membunuh ARM. Akibat dari pemukulan tersebut, ARM pun terluka dan dibawa ke RS terdekat untuk ditangani.

Berdasarkan kronologi kejadian di atas, dapat kita ketahui bahwa kebebasan pers dalam menyampaikan opini masih belum mencapai target. Pengeroyokan ini adalah salah satu bentuk aksi kecaman yang dilakukan oleh beberapa oknum yang kurang dewasa dalam menyikapi opini kritis. LPM Paradigma selaku salah satu UKM Persma turut berdukacita dan menyayangkan kejadian ini. Ditambah lagi dengan pihak HMI yang nyatanya enggan memberikan penjelasan terkait permasalahan ini.

Dalam rilis pers ini, LPM Paradigma menyatakan sikap yaitu:
1. LPM Paradigma mengecam tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum Kader HMI Komisariat Persiapan FTMIPA Unindra.

2. LPM Paradigma menuntut agar kasus ini diusut sampai tuntas sehingga pelaku bisa ditindaklanjuti dan diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka.

3. LPM Paradigma bersedia mengawal pengusutan kasus ini dari awal.

4. LPM Paradigma menuntut pemerintah untuk lebih menegaskan hak-hak pers dan menegakkan aturan tentang kebebasan berpendapat

5. Dalam hal ini, apabila ada ketidaksetujuan tentang suatu opini, masih ada hak koreksi, hak jawab, dan hak tolak, sehingga seharusnya oknum-oknum yang bersangkutan tidak main hakim sendiri.

6. LPM Paradigma meminta dukungan dari seluruh civitas kampus Politeknik Negeri Batam untuk mengambil sikap dan menunjukkan solidaritas sesama mahasiswa terkait tindakan pengeroyokan anggota LPM Progress.

7. LPM Paradigma juga mengajak seluruh masyarakat untuk melek terhadap kasus ini dan turut serta mengawal sampai tuntas.

Sumber: https://lpmprogress.com/post/siaran-pers-kronologi-tindak-kekerasan-yang-dilakukan-oknum-hmi-komisariat-unindra
Ditulis oleh: Puput

Thursday, March 19, 2020

Dirumahkan Selama Perkuliahan, Bagaimana Tanggapan Mahasiswa Polibatam?





Menanggapi Surat Edaran No. 289/PL/III/2020, Polibatam mengadakan kuliah berbasis online dan menginstruksikan mahasiswa untuk tidak melakukan kegiatan di tempat keramaian. Selain itu, Polibatam juga meminta mahasiswanya untuk menunda kegiatan organisasi kemahasiswaan. Dalam hal ini, rapat organisasi bisa dilakukan secara online.

Namun setelah beberapa hari dijalankan, berbagai persepsi pro dan kontra mulai timbul. Kuliah online yang katanya kurang efektif, kegiatan organisasi yang terhambat, dan rapat secara langsung yang katanya lebih efektif daripada rapat online.

"Kalo tatap muka kan dijelasin pelan-pelan, ada kata kuncinya, maksudnya gimana. Kalo online kan kita yang mahamin sendiri," jelas Mayang, salah satu mahasiswa saat ditanyai pendapatnya mengenai sistem kuliah online ini. 

Mayang berharap apabila memang harus melaksanakan kuliah online, dosen juga harus memberikan panduan berupa video pembelajaran agar lebih mudah dimengerti.

Lain halnya dengan Rio, salah satu anggota BEM yang baru saja melaksanakan rapat online. Ia mengatakan, rapat online cukup efektif dalam menghadapi situasi seperti ini. "Bukan berarti dengan kita tidak saling bertemu, kita ga bisa diskusi, tetap bisa, salah satu nya dengan diskusi online gini. Jadi walaupun ada himbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah, kita masih bisa saling bertukar pikiran dengan teman-teman lain," ungkapnya. "Sebenarnya kendala ga ada sih, kita hanya perlu jaringan yang cukup memadai dan punya media grup chat. Cuma kalau kita ingin membandingkan dengan diskusi langsung, maka minusnya diskusi online ini kita cenderung kurang puas dalam menyampaikan pendapat, karena pasti ada banyak hal yang ingin dibicarakan tapi terbatasi dengan orang-orang lain yang juga mau menyampaikan pendapatnya, intinya ga sebebas kalau kita diskusi langsung," lanjut Rio lagi.

Destriani Kaban, Ketua PD El-Shaddai yang akan mengadakan program kerja (proker) UKM yaitu Perayaan Ulang Tahun dalam waktu dekat ini juga memberikan tanggapannya. "Kalau kita melihat ke sisi positifnya, hal ini bisa membuat setiap persiapan baik acara, dekorasi, dan persiapan lainnya akan lebih matang. Negatifnya, jarak antara perayaan dengan tanggal ulang tahunnya menjadi jauh dan beberapa kegiatan lainnya juga menjadi terhambat," jelasnya. "Dampak negatifnya dalam hal penyempurnaan acara contohnya adalah terhambatnya proses dekorasi yang dilakukan, beberapa latihan untuk hari-H kegiatan, seperti latihan pelayanan ibadah dan latihan untuk fragmen," lanjutnya lagi.

Covid-19 memang sudah mewabah dengan parah sehingga pemerintah memberi instruksi ke seluruh institusi pendidikan termasuk Polibatam untuk membuat kebijakan tersebut. Apalagi baru-baru ini sudah ada satu orang di Kepri yang positif terinfeksi virus ini. Kita semua berharap agar dunia cepat pulih dan bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa lagi.

Lalu bagaimana tanggapan kalian nih Paradiggers?

Narasumber: Fathia Mayang Sari (Mahasiswa Manajemen Bisnis), Muhammad Rio Nugroho (Staff BEM Polibatam), Destriani Kaban (Ketua PD El-Shaddai)
Reporter: Puput
Ditulis Oleh: Puput

Sunday, March 15, 2020

Sidang Paripurna, Pembahasan RUU KM Polibatam



Sabtu (14/03/2020), DLM mengadakan Sidang Paripurna di ruang 402 Gedung Utama Polibatam, yang bertujuan untuk menetapkan draf menjadi Rancangan Undang-Undang (RUU). Dalam hal ini, DLM mengundang seluruh Ormawa Polibatam. Sidang Paripurna adalah salah satu tahapan dalam penyusunan Undang-Undang Dasar (UUD) yang termasuk dalam Sidang Pembicaraan Tingkat III. "Jadi bertahap prosesnya (pembentukan UUD) dari internal Komisi III, internal DLM, dengan seluruh ormawa, lanjut lagi ke mahasiswa umum," jelas Jordan selaku Pimpinan I sidang Pleno. "Kalau sudah terbentuk RUU, baru bisa disahkan di KTTM nanti menjadi UUD," lanjutnya.

Sidang Paripurna ini terdiri dari dua Sidang Pleno. Sidang Pleno pertama menjelaskan peraturan dan tata tertib sidang, dan Sidang Pleno kedua yang berisi tentang pembahasan draf RUU hingga menjadi RUU. 

Tujuan diadakannya sidang ini adalah untuk menguatkan seluruh suara ormawa terkait RUU KM Polibatam sebelum disampaikan ke mahasiswa umum ataupun ke Pudir III Bidang Kemahasiswaan.

Penyebutan sidang yang 'tertutup' sebenarnya dikarenakan tidak diundangnya mahasiswa umum dalam sidang kali ini, hanya melibatkan DLM dan seluruh ormawa. "Tertutup itu di lingkup pesertanya saja. Karena hanya melibatkan DLM, Ormawa, dan segala pihak yang terlibat dalam proses pembuatan UUD KM ini," ungkap Jordan.

Menurut Charles, Ketua Umum DLM 2020, DLM memang belum mensosialisasikan terkait apa fungsi dan tujuan sidang ini. "Memang jadi kesalahan kami yang belum mensosialisasikan Sidang Paripurna ini. Mungkin kedepannya kami bisa melakukan sosialisasi ke Ormawa-ormawa terkait sidang ini sendiri," jelas Charles saat ditanya mengenai masih banyaknya Ormawa yang belum memahami apa itu Sidang Paripurna.

Namun, sidang ini tidak dapat diselesaikan hingga akhir dan mengalami penundaan akibat perwakilan dari beberapa UKM yaitu PD El-Shaddai, PEC, LPM, dan BLUG tidak dapat mengikuti persidangan hingga akhir.

Menurut Ghufron Ramadhan, salah satu peserta, sidang ini terlalu bertele-tele dan memakan waktu yang panjang. Memang hal ini didasari dengan sistem demokrasi di Indonesia, namun untuk mengesahkan satu pasal saja seharusnya tidak butuh waktu yang lama.

"Sebenarnya yang dibutuhkan dari Undang-undang itu adalah tujuan pasal per pasal, bukan hanya sekedar kata-katanya saja. Kalau dibandingkan dengan sistem demokrasi di luar, contohnya di Inggris itu lebih efektif. Dimana pemerintah mereka memang menyediakan oposisi untuk memperbaiki dan mengoreksi draf itu sendiri. Hal ini akan lebih efektif karena kita langsung tahu yang mana yang pro dan kontra. Sistem ini juga bisa menghemat waktu," jelasnya. 

Narasumber: Charles Dwi Kurnianto (Ketua Umum DLM 2020), San Clay Jordan S (Pimpinan I Sidang Pleno), dan Ghufron Ramadhan (Peserta sidang)
Reporter: Raymeizard
Ditulis oleh: Puput
Sumber gambar: Dokumentasi LPM

Monday, March 9, 2020

Gathering Ormawa, Sudahkah Semua Menyatu?






Minggu (8/03/2020), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Batam telah menyelenggarakan Gathering Ormawa yang bertempat di Lapangan Futsal Politeknik Negeri Batam. Gathering Ormawa yang bertemakan "Polibatamku Keluargaku" ini dihadiri oleh sejumlah Organisasi Mahasiswa yang ada di Politeknik Negeri Batam.

"Acara ini merupakan acara yang bertujuan untuk memupuk persaudaraan antar Ormawa. Saya berharap dimulai dari kegiatan ini bakal ada kegiatan lain yang bertujuan untuk menyatukan semua Ormawa, dan saya menginginkan agar semua Ormawa bisa saling tegur sapa dengan Ormawa lain," ujar Didin Ambari, Panitia Gathering Ormawa 2020.

Bisma Khairunnas, salah satu peserta acara tersebut mengungkapkan bahwa ia sangat senang dengan Gathering Ormawa tahun ini, dikarenakan panitianya bukan hanya berasal dari BEM saja melainkan dari perwakilan Ormawa Politeknik Negeri Batam.

Seperti yang Didin katakan sebelumnya, tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menyatukan semua Ormawa di Polibatam.

Lantas apakah acara ini sudah mencapai "goals" yang diharapkan tersebut? Kenyataannya, Gathering Ormawa ini belum menyatukan semua ormawa. Karena terlihat peserta acara masih duduk berkubu dan tidak berbaur dengan Ormawa lainnya. Selain itu, penampilan juga masih mewakili dari masing-masing Ormawa bukan kolaborasi dari Ormawa-ormawa yang ada. Para peserta juga masih terlihat malu dan enggan untuk bertegur sapa dengan yang lain. Suasana yang kurang kondusif juga semakin membuat Gathering Ormawa ini terlihat belum mencapai tujuannya.

Narasumber : Didin Ambari (Perwakilan HME sebagai Panitia Gathering Ormawa), Bisma Khairunnas (Anggota DLM 2020)
Reporter : Rahma Auriel Savarini
Ditulis oleh : Windy Wozzard
Sumber Gambar : Dokumentasi LPM Paradigma

Saturday, March 7, 2020

Polibatam Open House 1.0 Ready for The Next Generation






Sabtu (07/03/2020), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  Politeknik Negeri Batam menggelar acara Polibatam Open House 1.0 dengan tema "Polibatam to The Next Generation". Acara ini diselenggarakan di Auditorium Politeknik Negeri Batam. 

Polibatam Open House 1.0 merupakan kegiatan perdana yang diadakan oleh BEM. Kegiatan ini terbuka untuk umum akan tetapi lebih difokuskan kepada siswa/i SMA/SMK. 

"Tujuan membuat acara ini untuk mengenalkan kampus Politeknik Negeri Batam dan jurusan yang ada, juga bagaimana dinamika ketika memasuki dunia perkuliahan dan bagaimana prosedur pendaftaran untuk masuk ke Politeknik Negeri Batam." Ungkap Arinda Septiano sebagai Presma Polibatam.

Acara ini diisi dengan sesi 1 seminar pengenalan  jurusan yang disampaikan oleh dosen perwakilan dari masing-masing jurusan. Bapak Budi Sugandi (pemateri dari jurusan Teknik Elektro), Bapak Cahyo Budinugroho (pemateri dari jurusan Teknik Mesin), Bapak Agus (pemateri dari jurusan Teknik Informatika), Ibu Yulinda (Pemateri dari jurusan Manajemen Bisnis). Kemudian, sesi 2 talkshow mengenai alasan mengapa masuk Polibatam dan jurusan yang dipilih juga pengalaman selama mengikuti perkuliahan dari masing-masing ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan.

Menurut ketua pelaksana, Athifah Nur Asjad, tujuan diadakannya Polibatam Open House 1.0 ini untuk menjelaskan bagaimana cara pendaftaran untuk masuk ke Politeknik Negeri Batam dan juga mengenalkan jurusan dan prodi yang ada guna memperkecil angka salah jurusan bagi calon mahasiswa/i baru. 

Dalam acara ini juga terdapat stand dari masing-masing jurusan yang bertujuan untuk sharing tentang kegiatan yang dijalani dalam jurusan dipilih, ini merupakan kerjasama yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan.

Harapan kedepannya dari panitia dengan diadakannya kegiatan ini peminat untuk masuk ke Politeknik Negeri Batam lebih banyak dan angka salah jurusan dapat berkurang. 

Tanggapan dari salah satu peserta acara ini, Putri Nur Rahma (siswi dari MA USB Filial MAN Batam), kegiatan ini sangat menarik dan juga seru dan membuat siswa/i jadi tau jurusan dan program studi yang ada di Politeknik Negeri Batam dan tertarik untuk masuk disalah satu jurusan yang ada yaitu Teknik Mesin.

Kesan dari peserta, acaranya harus lebih tepat waktu lagi agar materi yang disampaikan dalam seminar lebih banyak lagi waktunya dan harapan dari peserta kedepannya kegiatan ini dapat dibuat lebih besar lagi dan mencakup seluruh daerah di Kepri ini.

Friday, March 6, 2020

Tidak Disampaikan di Senat Terbuka, Kemanakah Larinya Aspirasi Mahasiswa?




Rabu (4 Maret 2020) telah dilaksanakan Rapat Senat Terbuka Pemilihan Direktur Politeknik Negeri Batam Tahun 2020. Setelah itu, diadakanlah senat tertutup sesuai dengan rangkaian acara tahap penjaringan, untuk menghasilkan tiga orang bakal calon direktur. Tiga orang calon direktur yang berhasil lolos tahap penjaringan ini adalah Bapak Uuf Brajawidagda, S.T., M.T., Ph.D., Bapak Bambang Hendrawan, S.T., M.S.M., dan Bapak Muhamad Zaenuddin, S.Si., M.Sc.

Namun, dalam rangkaian acara Senat Terbuka, tidak ada penyampaian pertanyaan maupun aspirasi mahasiswa secara langsung kepada para bakal calon direktur oleh senat. Padahal, sebelumnya mahasiswa sudah mengumpulkan aspirasi melalui BEM yang kemudian diberikan kepada Senat. Hal ini sontak membuat para mahasiswa bertanya-tanya, kemanakah larinya aspirasi mahasiswa tersebut?

Menurut Bapak Sudra Irawan selaku Ketua Panitia Pemilihan Direktur Tahun 2020, aspirasi dan pertanyaan mahasiswa sudah disampaikan di senat tertutup tempo hari. "Kami senang sekali membacanya, ada sampai 118 halaman. Hal ini juga sudah disampaikan ke direktur kita dan ketiga bakal calon direktur terpilih, semuanya membaca. Tidak hanya aspirasi mahasiswa, ada dosen juga. Semuanya sudah kami sampaikan untuk kebaikan kita bersama." Ungkapnya.

"Sesuai judulnya, kan ini hanya penyampaian visi misi, jadi tidak ada tanya jawab. Kemudian juga jika diadakan sesi tanya jawab akan terlalu lama dan biasanya jawaban bakal calon direktur ini tidak terbuka. Kita ingin sih, penyampaian aspirasi ini dilakukan secara tertutup dan untuk satu orang saja. Jadi benar-benar fokus ke satu orang." Lanjutnya lagi.

Beliau juga menyampaikan peraturan terkait penyampaian aspirasi ini tidak wajib dilakukan secara langsung. "Menurut hasil keputusan rapat senat juga keputusannya adalah penyampaian aspirasi itu dilakukan satu arah saja." Jelasnya lagi.


Narasumber: Bapak Sudra Irawan, S.Pd.Si., M.Sc. (Ketua Panitia Pemilihan Direktur Politeknik Negeri Batam 2020)
Reporter: Salwa Anisa
Ditulis oleh: Puput
Sumber gambar: Dokumentasi LPM

Wednesday, March 4, 2020

Kompetitor Internasional dari Polibatam





Polibatam sedang naik daun setelah beberapa waktu lalu berhasil menjuarai kompetisi internasional SEASAC (South East Asean Sales Competition). Kompetisi se-Asia Tenggara ini dilaksanakan di Maha Sharakam, Thailand pada tanggal 25-29 Februari 2020. SEASAC merupakan salah satu project dari Perusahaan Erasmus+ yang melombakan kompetisi berupa cara menawarkan, mempromosikan, hingga konsumen mau melakukan "bussiness to bussiness" kepada perusahaan dengan skala internasional.

Afifah, salah satu mahasiswi yang mewakili Polibatam mengaku bahwa persiapan mereka untuk perlombaan ini sudah cukup lama. "Asalnya kaprodi kami, Pak Rahmat memberikan informasi kepada ketua kelas untuk menyampaikan bahwa setiap kelas yang memiliki mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik untuk mengikuti kelas ini. Lalu ada seleksi dulu dari pihak kampus. Mulai kelasnya sekitar bulan Oktober. Lalu ada tes seleksi dari Poltek sekitar bulan November. Kemudian untuk persiapan karantina kami lakukan di sekitar awal Februari." Jelasnya.

Menurut pengakuan Yuniarti, juara I SEASAC, perjalanan mereka sangat melelahkan. "Berangkat jam 04.00 pagi sampai jam 12.00 malam. Memang capek diperjalanan sih." Ujarnya. 

"Motivasi awalnya sih tertarik liat di Open Recruitment SEASAC itu. Kan apalagi ada tulisannya ada kesempatan ke luar negeri. Itu sih tujuan utamanya. Lalu kan ingin mengetahui juga apakah teknik salesnya atau marketingnya ini sama nggak sih sama yang biasanya? Ternyata tidak. Ada skill-skill tertentu yang harus dimiliki seorang sales apalagi ini lingkupnya internasional." Ungkap Afifah saat ditanya mengenai motivasi untuk mengikuti perlombaan internasional ini.

Yuniarti juga mengungkapkan motivasinya mengikuti acara ini. "Sebenarnya ngga ada motivasi tertentu, sih. Pengen cari pengalaman baru, karena didaftarin sama wali dosen, dan berpikir oh, ngga ada ruginya sih ikut acara ini." Ungkapnya.

Menurut Afifah, kegiatan yang ia ikuti ini bemanfaat banyak bagi dirinya. Saat mengikuti kompetisi ini, mereka tidak dikenakan biaya sepeser pun. Ia juga mendapat banyak relasi, terutama dari negara lain dan pengalaman serta ilmu yang berharga. Sebagai tambahan, sertifikatnya juga mampu menambah poin kelulusan dan sebagai penambah nilai kita saat kita melamar pekerjaan.

Afifah juga berharap agar mahasiswa Polibatam ikut andil dalam kompetisi kompetisi internasional semacam ini, terutama yang masih berada di tahun awal mereka berkuliah karena manfaat yang didapat akan sangat banyak. "Nggak hanya dari jurusan MB (Manajemen Bisnis) saja kok yang boleh ikut. Dari Informatika, Elektro, dan Mesin juga boleh ikut kompetisi ini, asalkan memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik, karena ini kompetisi internasional." Jelasnya.

Berbeda dengan Afifah, menurut Yuniarti, kemampuan Bahasa Inggris tidak menjadi faktor utama dalam penilaian kompetisi ini. "Pas masuk final, saya baru sadar sih kalau kemampuan Bahasa Inggris bukan jadi faktor utama penilaian kompetisi ini. Kan namanya "business to business", jadi kita harus tau strategi negosiasi, cara kita "deliver" produk yang kita tawarkan ke klien kita. Kita punya waktu 15 menit dan waktu itu harus dipergunakan sebaik mungkin." Jelasnya. 

"Perasaannya ya seneng bangetlah, ngga nyangka bisa juara satu. Karena semester 5 itu ya memang lagi kosong dan cuma mengisi waktu luang aja. Apalagi yang ikut kompetisi itu kan jago semua Bahasa Inggrisnya. Dan juara satu di Thailand itu gak nyangkalah pokoknya." Ungkapnya saat ditanya perasaan sebagai pemenang internasional mewakili Indonesia.

Yuniarti juga berpesan kepada mahasiswa Polibatam yang ingin mengikuti kompetisi ini. "Pengalamannya banyak banget, selain itu dapat pelajaran yang nggak diajari di kampus. Ini juga dapat melatih komunikasi kita, terutama di dunia kerja. Wajib banget dicoba tahun depan. Tahun depan di Bandung sih, katanya. Pokoknya bakal dapat banyak pengalaman banget sih dari ini." Ungkapnya. "Yang penting improve bahasa Inggrisnya, kalau ilmu lainnya bisa kalian dapatin di course yang akan kalian ikuti sebelum lomba." Lanjutnya saat ditanya persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum mengikuti kompetisi ini.

Nah, bagaimana Paradiggers? Tertarik untuk jadi perwakilan Polibatam di kancah nasional maupun internasional juga?

Narasumber: Afifah Siregar (Mahasiswi perwakilan Polibatam dalam kompetisi SEASAC), Yuniarti (Juara I Kompetisi SEASAC)
Reporter: Salwa Anisa
Ditulis oleh: Puput
Sumber gambar: Dokumentasi pribadi Afifah



Sunday, March 1, 2020

Lensa LPM Paradigma 2020 Edisi 1 - 2020 Energi Baru