Thursday, July 12, 2018

Mahasiswa Polibatam Ingin Jadikan “Nongsa Poenya” sebagai Oleh-Oleh Khas Batam

Mahasiswa Polibatam Ingin Jadikan “Nongsa Poenya” sebagai Oleh-Oleh Khas Batam

Batam – Empat mahasiswa Politeknik Negeri Batam yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “Pendampingan Konsultasi dan Pendampingan Kewirausahaan Masyarakat Nelayan dan Inkubator Bisnis” melakukan pengabdian kepada masyarakat nelayan di RW 007 Teluk Mata Ikan Kampung Tua, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Minggu (24/6).

Dalam pelaksanaan program yang didanai oleh DIKTI ini, Lioni Asmirelda, Niki Moktika Dwi Megawati, Yokhebed Rajagukguk dan Yoseph Felix Rahardjo  ini dibantu oleh lima mahasiswa lain sebagai tenaga relawan dan didampingi dua orang dosen pembimbing. Mereka mengajarkan bagaimana mengolah hasil laut menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Nugget ikan rumput laut dan abon gonggong menjadi output dari pelaksanaan PKM – M. Terhitung 17 orang peserta merupakan istri nelayan dan ibu-ibu PKK wilayah setempat. 

Hal ini menjadi solusi tepat dengan kondisi tempat tinggal masyarakat Kampung Tua Nongsa yang berada di pesisir pantai Teluk Mata Ikan. Kerap kali ketika mendapat hasil laut berupa ikan, gonggong maupun kepiting yang banyak, masyarakat hanya akan mengonsumsi sendiri hasil laut yang didapat. Berangkat dari sinilah, kelompok PKM – M yang diketuai oleh Lioni ingin membantu menambah penghasilan masyarakat Kampung Tua Nongsa dengan mengajarkan istri – istri nelayan dan ibu – ibu PKK berwirausaha lewat bisnis nugget ikan rumput laut dan abon gonggong berlabel “Nongsa Poenya”.

“Kami ingin dengan adanya pendampingan ini, apa yang telah kami bagikan serta alat vacuum sealer yang juga kami inventariskan kepada masyarakat nelayan kampung tua nongsa membuat masyarakatnya mampu berwirausaha secara mandiri kedepan lewat bisnis makanan olahan hasil laut yang mereka dapat, bahkan mampu bersaing di pasaran menjadi oleh – oleh khas batam dengan gonggong sebagai icon-nya” pungkas Lioni.

Tak hanya proses pembuatannya saja yang mereka ajarkan, namun mulai dari menyusun rencana bisnis, pengemasan sampai pada pemasaran produk. Ditambah lagi, mereka merupakan mahasiswa berprogram – studi akuntansi sehingga juga turut membekali warga disana perihal pembukuan sederhana. Bagaimana cara mereka mencatat dan mengelola keuangan mereka kelak ketika menjalankan bisnis makanan olahan berbahan dasar ikan dan gonggong ini.

Masyarakat setempatpun mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan penuh antusias. Semua ibu-ibu yang hadir turun tangan mempraktekkan pembuatan nugget ikan dan abon gonggong. Mereka pun aktif bertanya selama kegiatan berlangsung. Bersamaan dengan kegiatan ini pula, bapak – bapak Kampung Tua Nongsa sedang mengadakan gotong royong pembersihan lingkungan, dan mahasiswa polibatam turut ambil bagian didalamnya. (yk)









0 komentar:

Post a Comment