Friday, April 20, 2018

Hari Tanpa Bayangan

Hari Tanpa Bayangan


Fenomena Nirbayangan atau Hari Tanpa Bayangan terjadi pada Rabu (21/3) di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sesaat, daerah yang mendapatkan fenomena ini akan kehilangan bayangan karena matahari tepat berada di atas kepala. Namun, pohon yang rindang tetap memiliki bayangan.
Kepala LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa Hari Tanpa Bayangan terjadi karena kemiringan sumbu rotasi bumi terhadap bidang orbit bumi. Kemiringan itulah yang menyebabkan matahari tampak berubah posisi dari selatan ke utara, dan balik lagi ke selatan.
“Ketika posisi matahari di langit sama dengan lintang tempat suatu kota, pada tengah hari matahari tepat berada di atas kepala sehingga benda tegak bayangannya jatuh di dasar benda tersebut. Bayangan tidak akan tampak,” ujar Thomas kepada BBC.
Menurut LAPAN, fenomena ini dapat diamati di kota Pontianak, juga daerah lain yang dilalui garis khatulistiwa; misalnya Bonjol, Bontang, Riau, Parigi Moutong, Kepulauan Kayoa, Amberi, hingga Gebe.
Dengan adanya fenomena ini, menyebabkan terjadi perubahan musim wilayah di Indonesia. Hal itu ditandai dengan perubahan suhu du daerah lintang tinggi dan perubahan arah angin serta daerah pembentukan awan. Fenomena ini tidak menimbulkan perubahan percepatan atau gaya gravitasi bumi atau matahari. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 23 September 2018 mendatang.(As)


0 komentar:

Post a Comment