Sunday, March 11, 2018

Pemuda dan Peradaban

Pemuda dan Peradaban
Oleh : Nur Eliza
Hasil gambar untuk soekarno beri aku 10 pemuda
         
Apakah yang terlintas di dalam benak dan pikiran kita ketika disebut kata Pemuda?
Sebagian besar diantara kita pasti berpikir bahwa pemuda adalah generasi penerus, generasi berikutnya dan pemuda adalah agen perubahan.
Namun, dengan kondisi pemuda saat ini dimana  moral generasi muda bangsa Indonesia berada dititik paling rendah. Terlihat dari keadaan dimana mereka para Pemuda lebih memilih pergaulan bebas, seks bebas, LGBT dan narkotika sebagai ajang untung bersenang-senang. Penyematan sebagai agen perubahan bagi pemuda amat tidak pantas. Sementara jika kita kaji lebih dalam lagi, Pemuda merupakan tonggak dari sebuah peradaban suatu bangsa .
Bisa kita lihat pada masa penjajahan, para pemuda rela mengorbankan  jiwa dan raganya demi mempertahankan bangsa Indonesia dari genggaman penjajah. Boedi Utomo, Trikora Dharma, Jong Java dan organisasi pemuda lainnya menjadi saksi atas perjuangan mereka. Hingga hasilnya, deklarasi proklamasi bisa dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan M. Hatta. Berbeda dengan keadaan pemuda pada zaman sekarang, yang masa mudanya dihabiskan untuk berfoya-foya.
Jika kita berkaca pada sejarah islam, kita akan melihat betapa banyak para intelektual muda yang berperan dalam kemenangan agama islam. Ribuan tahun lalu, Rasulullah sholallau’alaihi wasallam mengangkat Usamah bin Zaid yang saat itu berumur 18 tahun sebagai Komandan Perang memimpin para sahabat yang usianya jauh lebih tua darinya. Lalu, pada abad 14 dunia kembali dicengangkan oleh aksi seorang pemuda dengan ide fantastisnya. Pemimpin yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, yang ketika berusia 21 tahun
setelah sekian abad ummat Islam berusaha untuk menaklukkannya.
Beliau adalah Sultan Muhammad Al-Fatih, yang keberadaannya telah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya: “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].
            Tampak jelas bahwa peran pemuda dalam peradaban suatu bangsa amat sangat penting sampai-sampai Bung Karno, Presiden Republik Indonesia Pertama berkata “Berikan aku sepuluh Pemuda maka akan aku Guncang Dunia”.
Pemuda merupakan pilar kebangkitan bangsa. Dengan demikian, sungguh banyak kewajiban, tanggung jawab, dan Amanah yang harus ditunaikan dari seorang Pemuda. Upaya  menciptakan generasi muda yang tangguh dapat dilakukan dengan bimbingan orang tua, pendidikan dengan bimbingan dari guru dan di lingkungan masyarakat dengan mengadakan organisasi pemuda yang positif dan adanya pengawasan dari tokoh masyarakat.
Dari pemaparan diatas,  pemuda dituntut untuk berfikir, banyak bergerak, bekerja serta bijak dalam menentukan sikap, dan yang paling utama adalah maju untuk menjadi penyelamat juga hendaknya mampu menunaikan hak-hak rakyat dengan baik. Dan awal dari itu semua adalah kesadaran dari diri pemuda itu sendiri.

0 komentar:

Post a Comment