Saturday, February 24, 2018

Wanita Happy

Wanita Happy
Oleh : Famela Nandita

Dunia SMA adalah dunia yang paling indah, dunia dimana aku di pertemukan dengan teman-teman yang selalu ada dalam hidupku bahkan bertahun-tahun setelah menanggalkan seragam putih abu-abu. Namun, itu adalah masa laluku. Dan sekarang, dunia yang ku hadapi adalah dunia yang juga menyimpan seribu kenangan yang tak kalah manis dari masa SMA ku. Aku di pertemukan dengan orang-orang yang berpendidikan dan berakhlak baik yang mungkin selalu ada dalam hidupku. Disini aku akan bercerita tentang teman di sekitarku.
            Awalnya, kita adalah orang yang tidak saling kenal satu sama lainnya. Bahkan dari kita ada yang berasal dari luar pulau tempat dimana kita berpijak saat ini. Kita sama-sama orang asing yang baru memulai perjuangan hidup. Sapaan sederhana dan jabat tangan mengawali percapakan dan perkenalan kita pada saat itu. Seiring berjalannya waktu, semua tingkah laku yang gokil, gila, dan gelak canda tawa yang kita ciptakan bersama seolah-seolah mengubah status kita dari orang asing menjadi sahabat. Hingga kita menamai diri kita sebagai Wanita Happy. Aku sendiri tidak tahu asal mula kenapa kami memberi nama seperti itu karena yang telintas hanyalah nama tersebut yang terdengar unik dan lucu. Karena salah satu dari anggota kami laki-laki yang selalu membuat kami happy. Wanita Happy terdiri dari tujuh orang, enam orang perempuan dan satu orang laki-laki. Aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mereka yang begitu baik, pengertian, tulus, dan perhatian. Dan Aku tak lagi ragu berbagi keluh kesah tentang berbagai macam permasalahanku kepada mereka, mulai dari perkara masa lalu ku, kuliah sampai pacar yang tak kunjung datang. Begitu pula dengan mereka yang mulai nyaman menceritakan lika-liku asmara sampai dengan masalah keluarga. Terkadang, aku berpikir apa yang membuat persahabatan kita terjalin erat. Namun, sikap mereka yang penuh canda tawa sangat pas dengan kebiasaanku yang memang tidak pernah mau ambil pusing dengan segala masalah yang ada kecuali masalah pribadi ku.
Berbagai tugas kuliah yang ada membuat kedekatan kita semakin erat. Kita sering terlibat dalam satu kelompok dan bahkan enggan untuk dipisahkan. Disetiap waktu luang atau waktu libur kita sering meluangkan waktu untuk keluar atau jalan bersama dan meciptakan obrolan spontanitas yang berujung tawa dan tangisan galau.  Selain itu, obrolan kita tidak berhenti ketika kita bertatap muka secara langsung,  melainkan di grup social media seperti Whatsapp, dan line. Digrup ini kita dapat meciptakan topik obrolan yang isi nya bisa macam-macam dan kebanyakan isi nya adalah hal-hal absurd yang kalo dilogika kan sebenarnya tidak masuk akal.  Semua hal yang belum di ungkapan ketika kita bertatap muka dapat kita tuangkan melalui grup social media ini, mulai dari diskusi tugas kuliah, diskusi untuk mengatur surprise ulang tahun salah satu dari kami, hingga curhat tentang masalah yang dihadapi.
            Terimakasih sahabat, telah menjadi bagian dari skenario yang tuhan berikan dalam hidupku. Aku berharap persahabatan kita tidak hanya sampai pada saat masa kuliah saja. Perjuangan kita masih panjang, banyak hal yang harus kita lewati bersama, mulai dari tugas kuliah hingga pada saat nya dimana kita akan menghadapi tantangan dunia akademik yang semakin berat yaitu dunia ketika kita mengerjakan skripsi. Skripsi adalah puncak dari segala hal yang kita pelajari selama bertahun-tahun. Aku harap kalian akan selalu ada ketika kita membutuhkan satu sama lainnya untuk menceritakan bagaimana perjuangan kita dalam menyusun skripsi nantinya hingga kita sampai pada titik pengorbanan yang terakhir dan berujung dengan kebahagian yaitu kita semua berhasil mendapatkan gelar sarjana dan lulus bersama. Dan aku selalu berharap bahwa masing-masing dari kita suatu saat nanti pasti akan sukses, dan kita akan bertemu lagi pada hari ketika kita sudah menjadi lebih baik dari hari ini. Amin..

0 komentar:

Post a Comment