Saturday, February 24, 2018

Aku Hanya Ingin Taat

Aku Hanya Ingin Taat
Oleh : Puspa Kartikaning Wikono

Bismillahirahmanirahim…
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Sahabat ku yang dirahmati allah, ketahuilah setiap manusia pasti mempunyai masa lalu. Setiap manusia pernah memiliki masalalu yang kelam, bahkan dititik terhina sekalipun. Setiap manusia pun berhak untuk berubah, berubah meninggalkan masa lalunya demi masa depannya yang lebih baik. Aku pun pernah berada di masa itu, masa penuh kejahiliyahan. Masa dimana aku menutup diri dari syariat, masa dimana aku sering mengumbar aurat. Aku pernah di posisi itu, dimana aku menganggap yang benar adalah menjilbabi hati dahulu dari pada menjilbabi fisik namun akhlaknya masih berantakan. Masa dimana memakai jilbab ketat dan punuk unta menjadi tabiat. Masa dimana aku menganggap mereka yang gemar membicarakan perihal agama adalah orang yang ku anggap sok suci dan fanatic agama. Masa dimana aku berkubang dalam maksiat, menjadi aktivis pacaran padahal sebenarnya aku mengetahui allah melaknat. Astagfirullahalazim… betapa banyak dosa di masa lalu yang sangat malu bila dingat, betapa hinanya masa itu jauh dari syariat. Betapa malunya diri, sering meminta lalu allah kabulkan tapi diri masih lancar menggelar maksiat. Astagfirullahalazim.. ampuni hamba yaallaah, yang sering melupakan mu. Hingga saat ini allah menyadarkan ku, ia berikan ku hidayah yang tak pernah ku duga sebelumnya. Dimulai dari ia sadarkan ku bahwa aku terjebak cinta yang salah, terjebak dengan orang yang salah. Allah berikan hati ini kecewa, lalu di balik kecewa aku pun berfikir “betapa baiknya allah ia jauhkan dan tunjukkan aku dari cinta salah. Dari orang yang tak tepat. Dari orang yang hanya mengajak ku kepada maksiat” kemudian akupun merasa malu pada allah. Hingga aku memutuskan untuk berubah. Merubah segala sesuatu yang salah. Perlahan aku pun mulai hijrah, meninggalkan pakaian yang ketak dan hijab fashion kekinian.
Akan tetapi jalan hijrah tak selamanya mulus, allah menguji dengan caci dan maki manusia. Apakah hambanya tetap istiqomah dalam hijrah atau tidak. Banyak mereka yang berkata : “WIHH, KENAPA NIH BERUBAH? EFEK PUTUS CINTA YA?”
“APAAN SIH PAKE ROK KAYAK ANAK SMA!! JANGAN JANGAN ITU ROK SEKOLAHNYA DULU. HAHAHA”
“ITU JILBAB APA SELIMUT? LEBAR AMAT?”
“ALAH SOK ALIM, PALING JUGA NTAR BALIK LAGI!”
“SOK AGAMIS BANGET PADAHAL BARU HIJRAH”
“YAELAH NGAPA LU? TOBAT YAK”
“WAH TANDA TANDA NIH NGIKUT ALIRAN”
“PALING SOK HIJRAH CUMA BUAT NARIK PERHATIAN ORANG DOANG”
Sungguh hanya allah lah yang mengetahui bagaimana perih dan sakitnya hujatan dan caciaan bertubi tubi. Marah? Ya awalnya aku marah. Menangis? Sudah pasti!! Rasanya ingin menyerah dan menganggap semuanya adalah sia sia. Tapi ketahui lah, bahwa allah maha menguatkan. Aku teringat kisah Baginda Rasullulah Shallallahu Alaihi wa sallam, yang juga sama dalam hal menyebarkan agama islam. Dihina, dicaci dan dimaki bahkan di lempar batu sekali pun  Rasullulah Shallallahu Alaihi wa sallam tetap tak kenal lelah menyebarkan agama allah. Maka dari itu aku pun termotivasi untuk tetap terus melanjutkan hijrah ini. Biarlah keluarga menentang, lingkungan mencaci dan memaki tapi aku tetap bersama allah. Ketahuilah sahabat aku hanya ingin taat. Aku hanya ingin bertobat, memperbaiki masalalu yang penuh dengan maksiat.  Maka sampai hari ini pun allah masih menguatkan ku, aku pun berfikir untuk apa memikirkan penilaian manusia. Penilaian bukan berdasarkan pada mereka (manusia) melainkan pada allah. Insyaallah aku melakukannya lillahitala hanya karna allah.
Maka dari itu sahabat, hargailah proses hijrah seseorang karena engkau tidak pernah tahu seberapa sulitnya ia mencoba melupakan masa lalunya. Maka jangan pernah sedikit pun engkau ungkit masa lalunya, karena ia sudah tak lagi tinggal disana. Jangan hakimi aku karena masa laluku tapi rangkulah aku dalam perubahan mulia ini. Pesan untuk mu sahabat, jika engkau mengenalku sebelum hijrahku, maka bantulah aku untuk menutup aib-aib ku. Semoga allah selalu merahmatimu, dan memberikan hidayah kepada mu yang belum berhijrah. Ketahui lah kawan, dunia ini hanya sesaat, janganlah terpengaruh tipu daya muslihat. Akhirat lah nanti yang akan kekal. Lalu, sudah sampai mana kah persiapan mu  dalam  menuju kematian?
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh J

0 komentar:

Post a Comment