Sunday, October 1, 2017

Dosen Manajemen Bisnis Polibatam Latih Ibu-Ibu Buat Jus Anti Kanker

Membuat bros – Ibu-ibu tampak serius memperhatikan langkah-langkah membuat model bros


LPM Paradigma, Batam – Dosen-dosen jurusan Manajemen Bisnis Polibatam mengadakan pelatihan membuat aksesoris berupa bros, jus ubi ungu dan kelepon dalam Pengabdian Masyarakat hari Jumat (29/9) pukul 14.00 WIB di Kampung Melayu, Nongsa. Acara ini diketuai oleh Danar Irianto dan ditujukan untuk ibu-ibu Kampung Melayu sebanyak 25 orang yang terbagi dalam 5 kelompok.

Acara diawali oleh kata sambutan dari Ketua RW 008 Jailani dan Ketua Jurusan Manajemen Bisnis Dwi Kartikasari. Dalam sambutannya Jailani mengucapkan terima kasih kepada dosen-dosen Polibatam karena berkunjung ke Kampung Melayu. Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja namun terus berkelanjutan dalam kegiatan yang diselenggarakan kampung.


Kata sambutan – Dwi Kartikasari memberikan sambutannya didampingi RW 008 Jailani


“Kalau perlu semua ilmu yang ada disampaikan saja apalagi sekarang ini MEA”, jelasnya.

Sedangkan Dwi mengawali sambutannya dengan dua pantun yang disambut oleh ibu-ibu dengan gelak tawa. Dwi menyebut perkumpulan ini mirip seperti perkumpulan dengan keluarga. Dwi juga sangat berterima kasih kepada ibu-ibu telah ikut dan memohon maaf jika selama kegiatan ada kekurangan dari panitia.

Selesai pembukaan, acara langsung diserahkan kepada Sinarti dan Nanik untuk pelatihan bros. Kelompok yang telah dibagi dibimbing oleh satu dosen dan mahasiswa dengan 5 orang peserta. Mereka mulai menjahit potongan-potongan kain flanel membentuk bunga-bunga yang cantik sesuai model yang ditunjuk. Mereka dapat dengan cepat mempelajari model-model tersebut.

Terdapat beberapa masalah seperti genset yang mati hidup dan kekurangan peralatan. Namun panitia dengan sigap berjibaku mengamankan kendala dibantu dengan pemuda di lingkungan sekitar. Pelatihan bros berlanjut hingga waktu untuk makan dan shalat. Peserta tampak sangat bersemangat mengambil menu bertema seafood yang disediakan.

Acara selanjutnya yaitu pelatihan pembuatan jus ubi ungu yang berkhasiat sebagai pencegah kanker dan menjaga stamina tubuh. Bahan-bahan berupa ubi, serai, jahe dan rempah-rempah lainnya diramu oleh ibu-ibu dengan bantuan panitia sesuai dengan kertas petunjuk yang disediakan.

Jus ubi ungu – Seorang ibu terlihat menjaga rebusan jus ubi ungu kelompoknya

“Simpan kertasnya jangan sampai hilang”, kata salah satu ibu kepada rekannya.
Sisa-sisa perasan ubi itu juga dibuat kelepon diisi dengan potongan keju dan susu di dalamnya. Sambil menunggu kelepon matang mereka mulai memasukkan ramuan jus tersebut ke botol-botol yang disediakan. Botol-botol itu telah dikemas sedemikian rupa lengkap dengan merek dan segel sehingga siap untuk dijual. Semua hasil pelatihan ini kemudian diambil sampel untuk dinilai.

Pembagian hadiah – Pembagian hadiah juara I oleh Dwi kepada kelompok yang memiliki nilai terbaik


Acara diakhiri dengan pembagian bingkisan dan hadiah pemenang kepada kepada ibu-ibu. Mereka begitu bersemangat menerima hadiah yang diberikan. Mereka bahkan langsung membuka dan membagi-bagi hadiah berupa perlengkapan rumah tangga itu. Tawa dan canda terasa riuh menandai kepuasan dan kebahagian ibu-ibu. Mereka berfoto bersama dengan para dosen sekaligus menandai berakhirnya kegiatan pelatihan ini. Semoga pelatihan ini bermanfaat sekaligus mampu memberikan perubahan ekonomi bagi masyarakat. (bm)

0 komentar:

Post a Comment