Monday, April 17, 2017

Rudal AS, Salah atau Benar?

LPM Paradigma, Batam - Baru-baru ini, dunia dikejutkan oleh serangan rudal-rudal militer Amerika Serikat ke pangkalan udara di Suriah pada Jumat (7/4) yang lalu. Tidak kurang dari 60 rudal Tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang, USS Porter dan USS Ross. Serangan ini sebagai respon atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah untuk menghadapi pasukan pemberontak.
Rudal AS, Salah atau Benar?


            Akibat dari serangan ini, dunia terpecah menjadi dua kubu, negara yang mendukung agresi Amerika Serikat dan menentangnya. Kebanyakan yang mendukung adalah negara-negara sekutu Amerika Serikat yang menjadi musuh bagi pemerintahan Bashar Al-Assad. Sedangkan yang menentang sebagian adalah pendukung pemerintahan Bashar Al-Assad.

            Serangan ini tergolong ceroboh dan mencerminkan arogansi Amerika Serikat dalam menanggapi berbagai konflik di negara lain. Penggunaan senjata kimia dalam perang memang melanggar hukum internasional, namun menyerang sebuah negara yang berdaulat juga termasuk pelanggaran hukum internasional.

            Kecerobohan ini sangat jelas karena Amerika Serikat melakukan serangan ini secara sepihak tanpa pertimbangan dari pihak manapun. Mereka melakukan agresi ini tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB, bahkan tanpa persetujuan kongres di negara mereka sendiri. Serangan ini dilakukan atas perintah langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

            Intervensi berupa kekuatan militer oleh Amerika Serikat terbukti tidak pernah menyelesaikan konflik. Contoh yang paling parah adalah Irak, dimana hingga sekarang masih menderita akibat perang yang berkepanjangan. Perang tidak pernah menyelesaikan masalah dan justru menambah masalah.

            Amerika sebagai salah satu negara adidaya apabila melakukan serangan sesuka hati mereka tentu berbahaya. Amerika memiliki banyak persenjataan canggih termasuk senjata pemusnah masal. Tidak bisa dibayangkan jika mereka tiba-tiba menembakkan nuklir ke negara lain.

            Serangan ini sendiri menjadi provokasi bagi negara-negara yang menjadi sekutu pemerintahan Suriah. Rusia dan Iran langsung mengerahkan kapal perangnya untuk mengawasi tindakan Amerika Serikat. Situasi ini justru menambah kegaduhan dunia internasional. Semua itu bisa menghancurkan hubungan negara-negara itu dan mengakibatkan perang dunia.

            Dunia tidak bisa terus mendukung tindakan Amerika Serikat walaupun atas dalih penghancuran fasilitas militer yang menjadi sumber serangan senjata kimia Suriah. Dunia harus lebih tegas dan menolak segala intervensi yang bersifat kekerasan. Jalur diplomasi harus selalu dikedepankan paling tidak pemberian sanksi ekonomi lebih baik dibandingkan pengerahan kekuatan militer.


            Namun di sisi lain penggunaan senjata kimia dalam perang hingga menyebabkan korban sipil tidak bisa dibenarkan. Suriah sudah semena-mena dan tidak pandang bulu menyerang warganya sendiri. Dunia internasional, termasuk sekutu-sekutu Suriah juga harus tetap tegas memberikan sanksi kepada Suriah. (ba)

0 komentar:

Post a Comment