SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Friday, March 31, 2017

Bargaining itu Penting dalam Jurnalistik

LPM Paradigma, Batam – LPM Paradigma mengadakan acara Sharing and Join bersama alumni LPM Paradigma di Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Kamis (30/3) pukul 17.00 WIB. Acara ini menjadi salah satu program kerja yang diadakan oleh pengurus periode 2017 untuk meningkatkan silaturahmi dengan alumni sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan seputar jurnalistik kampus

Cuaca hujan dan suasana yang dingin tidak menghalangi semangat alumni untuk datang. Beberapa alumnus yang datang yaitu Nurul Mahfud, Jessica Olivia ketua LPM periode 2013, Bandi ketua LPM periode 2015 dan Arif Safrimawan ketua LPM periode 2016. Alumni dan kru duduk bersama dengan rapat layaknya keluarga besar.

Foto Bersama Kru LPM Paradigma 2017 dengan Alumni

Acara berlangsung dengan santai namun tetap interaktif antara kru dan alumni. Banyak yang dibagikan oleh para alumni berupa cerita pengalaman, tips – tips dan saran. Bahkan saling bertukar alamat email dan blog untuk saling berkunjung. Sharing juga dilakukan sambil menyantap konsumsi yang dibagikan panitia.

Pada kegiatan ini Mahfud menjelaskan pentingnya peran LPM Paradigma dengan melakukan Bargaining dengan manajemen ketika mengangkat isu seputar kampus. Melalui isu – isu tersebut jika dikonfirmasi kepada pihak manajemen diharapkan respon yang didapat akan membawa perubahan bagi kampus.
“Itulah apa yang kita lakukan memberikan hasil bagi kampus,” jelasnya diamini oleh alumnus lainnya.

Poin penting lainnya yaitu mengajak kru – kru LPM untuk lebih rajin menulis. Karena pengurus – pengurus sebelumnya tulisannya pernah tembus dan dimuat di media massa. Menulis tidak harus dalam bentuk berita namun dapat sesuai Passion si penulis seperti opini, ficer dan cerpen.
Sayangnya karena keterbatasan waktu kegiatan inipun berakhir. Acara ini sendiri diakhiri dengan salam pers dan sesi foto bersama. Semoga dengan acara ini hubungan kru dengan alumni LPM tetap terjaga dengan baik dan tetap saling mendukung demi kemajuan LPM Paradigma. Pers Kampus Tak Akan Mampus! (bm)

Wednesday, March 29, 2017

Resensi Film Kimi No Nawa

Anime yang tayang perdana pada tahun2016 lalu ini, masih membekas dibenak sebagian orang yang pernah menontonnya. Bagaimana tidak?, anime besutan Makoto Shinkai ini seperti yang kita ketahui, sukses meraih lebih dari Rp 1,1 triliun sejak debutnya pada bulan Agustus tahun lalu.

Resensi Film Kimi no Nawa
Film Kimi No Nawa atau dalam versi bahasa inggrisnya, Your Name ini, menceritakan tentang kehidupan seorang gadis bernama Mitsuha dan seorang anak lelaki bernama Taki. Mitsuha sendiri adalah seorang anak yang tinggal didesa yang tenang sedangkan Taki tinggal dikota Tokyo dengan segala hiruk pikuknya.

Pada awal film ini kita akan disuguhkan dengan perilaku kedua pemain utama yang membuat kita bingung, dimana keduanya saling bertukar jiwa setelah tidur, sehingga terasa seperti mimpi. Namun dengan seiring berjalannya waktu, kedua pemain utama ini pun tersadar bahwa hal tersebut bukanlah mimpi belaka. Setelah mereka mengetahui hal ini, mulailah keduanya saling membuat catatan – catatan untuk satu sama lain saat proses pertukaran jiwa berlangsung. Hal ini pun secara tak sadar membuat mereka semakin dekat.

Dibagian pertengahan film ini, kita diperlihatkan fenomena yang membuat proses pertukaran jiwa kedua pemain akhirnya berhenti total. Semenjak saat itulah keduanya merasa resah yang akhirnya membuat mereka saling berusaha menemukan cara agar dapat menemukan keberadaan satu sama lain. Namun hal ini bukannlah perkara yang mudah, dikarenakan keduanya terpisah oleh perbedaan dimensi waktu. Sehingga pada bagian ini pula, kita dibuat agar dapat memahami film ini bukan hanya dengan hati namun juga pikiran, karena kita harus dapat mengikuti perbedaan dimensi waktu yang terjadi sehingga tidak akan bingung dengan jalan ceritanya.


Film ini pun tidak ketinggalan seperti film – film Makoto Shinkai sebelumnya yaitu 5 Centimeters per second dan Garden of Words,  dikemas dalam visualisasi yang sangat apik dan indah, terutama dibagian klimaks yang pada akhirnya mempertemukan mereka walau hanya sebentar. Tidak lupa juga, soundtrack film ini yang sangat sesuai. Namun jangan takut, untuk bagian ending, film Makoto Shinkai yang satu ini memiliki ending yang pastinya sesuai dengan harapan banyak penonton. 

Tuesday, March 28, 2017

Raja Negeri Wali Dunia

 “yakkk! Sudah berapa kali harus aku katakan padamu,ini semua tidak akan berhasil kenapa kau tak pernah mendengarkan ku” bentak seorang lelaki separubaya yang menggunakan jas,yang sering ku sebut sebagai guru.

“tidak! berada di atas adalah sebuah mimpi yang telah menjadi obsesi ku,harus ku akui itu,namun jika aku harus berada di sana dengan cara kotor seperti itu bahkan ketika aku sekarat jangan! Jangan pernah melakukannya atas nama ambisi ku”jawab ku dengan mata berkaca-kaca
“Yak”bentak nya diiringi dengan hentakan tangan di atas meja yang bunyi nya cukup untuk membuat ku terkejut.

“kau harus lihat kekuatan ku,ini adalah milikku dan izinkan aku berada di atas mu, tugas mu hanya mempercayai ku dan aku berjanji untuk merubah kehidupan kita menjadi lebih baik” itu yang ingin aku kata kan kepada mereka semua yang meragukan ku dan masih mengganggap bahwa mimpi-mimpi kami hanyalah sebuah dongeng sebelum tidur belaka dan satu hal lagi yang aku ingin kau mengingat nya bahwa aku tak akan mengatakan “aku mengetahui kelemahan dan sisi gelap mu,kau harus turun dan menjadi tangga agar aku bisa berada di atas sana” ungkap ku penuh dengan tekat dan membungkuk kan sedikit badan ku lalu begegas keluar dari ruang kerja nya.
Aku berjalan mengiri lorong yang hanya di terangi beberapa lampu,hingga cahaya nya pun bahkan tidak terlalu terang,namun wajah manusia-manusia bodoh itu sudah terlihat di ujung lorong.wajah itu terlihat tidak asing bagiku,wajah yang selalu memberi ku alasan kenapa aku harus hidup sampai sekarang dan berusaha melawan dunia.

“ yakkk! Siapa kau?” teriaknya wanita seumuran dengan ku tepat di depan wajah ku
“Kemana Aldo kami?”lanjut seorang laki laki di sampingnya
“Ini melelahkan,ini benar-benar melelahkan kenapa kalian tidak mengerti? Ini sudah diluar batas kemampuan ku” jawab ku lalu terduduk di lantai entah lah aku merasakan kaki ku bahkan tak kuat untuk melanjutkan ini.

“hidup dan masa depan Lebih dari 70 ribu jiwa di letakkan di pundak kita,dan ketahuilah ini juga benar-benar melelahkan untuk ku,aku mengerti bagaimana rasanya diragukan,ditertawakan,dan aku juga tahu bagaimana rasanya dilihat sebagai seorang yang tidak berguna tapi...kita harus merubah hukum alam ini,ini tidak benar aku ingin membuat semua orang percaya,tanah ini bisa menjadi daerah yang layak di lihat”ucapnya lirih.

Aku tertegun mendengar ucapan nya perlahan ku berani kan mengangkat wajahku dan ku tatap dalam-dalam matanya,aku bisa melihat ada tekad kuat dalam dirinya,mata yang selama ini meyakini aku,febi,danil,dan rayen.
“kita harus merubah sistem yang salah ini,rakyat menderita dimana mana,anak anak kecil menangis di sepanjang jalan karena kehausan,bagaimana mungkin ini terjadi pada kita sedangkan kita adalah lumbung uang di negeri ini,bagaimana mungkin kepala keluarga kehilangan pekerjaan sedangkan kita adalah kota industri di negeri ini”jelas febi

“berdirilah kumohon,masih banyak yang bisa kita lakukan.”pinta danil padaku
Aku perlahan bediri dan menatap wajah 4 manusia bodoh itu,aku mengenal mereka ketika kami masih di bangku sekolah dulu entah aku bahkan lupa bagaimana dulu caranya hingga kami bisa menjadi sahabat seperti sekarang ini,namun itu bukan lah hal yang penting buat ku,namun satu hal yang ingin aku katakan kepada dunia “aku bangga hadir sebagai aldo diantara mereka”
...

“Aku mohon padamu,pangilkan wartawan kesini”
“kenapa kau sangat yakin dengan ini,bukan kah para petinggi daerah sudah jelas-jelas menentang mu,dan bahkan surat yang kau kirim untuk negara pun tak kunjung di balas oleh orang nomor 1 di negeri ini,ku sarankan engkau dan teman-teman mu sebaiknya berhenti sudah,sampai di sini saja mimpi kalian aku mengatakan nya bukan karena aku tidak mempercayai kalian,namun aku khawatir jika ini masih berlanjut para petinggi itu tidak mungkin diam saja ketika sisi gelap mereka akan diketahui oleh seluruh negeri” ucapnya berusa membujukku

“mengapa kau tak mempercayai kami? Bukan kah kau tahu yang sedang memperjuangkan nasib rakyat di daerah ini adalah 2 hakim,1 dokter,1 pengacara dan keponakan tersayang mu?lalu apalagi yang kau cermaskan?aku yakin betul negara ini belum kehilangan keadilan”ucapku tegas

“hidup kau bahkan teman-teman mu sudah berada di unjung tanduk tidak kah kau melihatnya,kau tahu semenjak ayah dan ibu mu telah pergi ketika kau baru berumur 5 tahun mereka menitipkan kau sepenuhnya padaku,tidak kah kau mengerti bagaimana hancurnya hati ku ini ketika melihat semua orang memperlakukan mu seperti sampah di negeri sendiri?”teriaknya lalu diiringi tangisan.

“aku mengerti dan aku sangat mengerti itu dengan baik,namun percayalah aku akan merubah keadaan yang tidak masuk akal ini,dan masalah surat yang ku ajukan pada presiden itu aku yakin salah satu pejabat daerah lah yang menggagalkannnya,dan sekarang ini adalah ide terakhir yang kami punya kami bahkan tak tahu apa yang harus kami lakukan jikalau ini tidak juga merubah apapun”
“apa rencanamu?”

“kau tidak perlu mengetahuinya aku tidak ingin lagi membuatmu sedih,namun aku mempunyai satu permintaan bawa teman mu yang berprofesi sebagai wartawan itu kesini untuk menemui kami”
“baiklah aku akan coba menghubunginya,terakhir kali aku menelpon ia mengatakan bahwa ia ingin mendapatkan sebuah berita besar untuk menaikan jabatannya”

Beberapa minggu kemudian,kami berkumpul di ruang kerja kami
“hari ini teman bibiku yang berprofesi sebagai wartawan itu datang”ucapku pada mereka
“ada apa dengan wajahmu itu daniel?”tanya rayen
“aku hanya binggung, yang aku lakukan ini adalah tindakan yang benar karena aku akan membongkar suatu kejahatan yang dilakukan pejabat negara dan itu memang sudah tugasku sebagai hakim,namun disisi lain aku akan menjadi seorang anak yang sangat duraka karena aku membongkar aib ayahku sendiri”ucapnya pelan
“aku mengerti,dan tak ada satupun obat yang bisa aku berikan pada mu untuk meredakan rasa sesak di dadamu itu,namun aku percaya ia juga bangga padamu”ucap febi menenangkan
Tak lama kemudian terdengan suara ketukan pintu dari luar
“Biar aku saja yang membukanya”ucap rahma seraya berjalan menuju pintu
“selamat pagi,saya wartawan nisfu yang telah membuat janji pada anda dan teman-teman anda bukan?”jawab seorang yang sedang mengendong kamera dan bersetelan jas dengan ditemani 2 orang temannya
“silahkan masuk”tawar rayen
“ini pertama kalinya saya datang kemari,saya adalah teman dari salah satu bibi kalian kami bertemu ketika kami sama sama berada di bangku kuliah dulu,dan kemarin ia memberitahuku bahwa ada sebuah berita yang sangat bagus untuk diliput,kebetulan aku sangat memerlukan berita itu untuk karir ku”ucapnya

Akhirnya kami pun menceritakan kejadian yang sesungguhnya padanya
“ini benar-benar diluar dugaan ku,ini adalah berita yang luar biasa sekarang langsung saja kita mulai sesi tanya jawabnya”pintanya
“kau pertama”pinta daniel padaku,sambil memelukku erat “kami mempercayaimu”
“pertama-tama siapa nama anda?”tanya nya
“Aldo,Reynaldo”jawabku
“Sekarang apa yang ingin anda katakan pada seluruh orang yang ada di luar sana?”
“saya hanya ingin bapak presiden dan pejabat lain nya diluar sana melihat,melihat kami yang berada di sini setiap hari,setiap menit bahkan setiap detik selalu saja ada anak kecil yang menagis karena kelaparan ini jelas tidak masuk akal bapak sendiri tahu bahwa kami adalah lumbung uang kami tidur di atas padi,kami menginjak tanah yang mengandung emas,dan kami berenang di lautan yang menghubungkan beberapa negara maju,namun kenapa masih banyak sekali anak-anak yang bahkan menangis kerena lapar dan haus? Pertanyaan yang dulu dan sampai sekarang masih mengganggu pikiran aku dan teman-teman ku,kami berusaha selama bertahun-tahun merubah keadaan itu beratus-ratus cara telah kami lakukan,tak ada yang percaya,tak ada yang mendukung,mereka hanya mengganggap kami sedang menceritakan sebuah dongeng ditertawakan,dipermalukan,dihina!kami berada di gunung berlian milik negeri ini,namun bukan kami yang menikmatinya,orang-orang asing yang membawa sekoper besar uanglah yang memilikinya,jikalau anda mempunyai sedikit saja waktu luang saya mohon dengan sangat agar anda sudi kiranya menginjakkan kaki di tanah kami ini,daerah yang menjadi tanah kelahiran kami.”ucapku seraya diiringi tetesan airmata.
Aku tak tahu kapan nisfu mulai menyiakan berita itu di tv,namun beberapa minggu kemudian hari yang selalu kami tunggu tunggu akhirnya setelah 15 tahun hari itu datang....

Hari itu tepatnya pada tanggal 10 february,suara beberapa helikopter mendarat di depan kantor pajabat daerah dan tak lama kemudian keluar lah beberapa pejabat daerah dan diiringi polisi berbadan tegap,kami ber 5 saling berpegangan tangan menyaksikan itu.
“Tenang lah semua akan baik-baik saja”ucap febi seraya memegang tangan daniel yang mulai bergemetaran.
Tak lama kemudian seorang lelaki tua yang tak asing keluar dari kantor pejabat
“Tak ku sangka kau tumbuh menjadi hakim yang bijaksana,lakukan...lakukanlah tugasmu bila kau malu bilang saja kau bukan anakku,maaf kan aku karena menjadi ayahmu”ucapnya seraya berkaca-kaca
Tanpa menunggu waktu lama daniel seraya memeluk ayah nya erat
“Tidak...aku bahkan ingin menunjukan keseluruh dunia bahwa kau adalah ayahku,aku bangga menjadi anakmu jangan khawatirkan aku ayah,aku belajar banyak hal dari ayah,ayah pernah mengatakan bahwa aku harus kuat dan tanguh seperti rajawali,lihat aku ayah ini adalah rajawali kecil mu,dan sekarang ia bisa terbang tinggi”jawab nya lirih

Air mata kami pun mulai bercucuran dengan derasnya melihat adegan tersebut,semenjak berita itu tersebar aku dan teman-teman ku di beri kuasa oleh orang nomor 1 di negeri ini untuk memajukan daerah kami,kami mulai membangun bandar udara,mempercantik pantai-pantai,membuat tempat wisata,serta pabrik-pabrik agar tak ada lagi kami dengar suara tangisan.dan sampai sekarang pun kami melambangkan itu semua dengan rajawali,agar orang-orang tahu betapa kuat dan tangguh nya kami.

“Rajawali tahu kapan ia harus terbang meunjukan semua kekuatan dan menantang angin”