SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Wednesday, October 26, 2016

Hidup Sehat Itu Mudah, Lakukan Ini Saja


LPM Paradigma, Batam - Gangguan kesehatan bisa muncul kapan saja, apalagi jika kita lengah terhadap gejala dan penyababnya. Tanpa kita sadari gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat merupakan faktor penyebab utamanya. Meskipun penyebab lain yang tidak bisa dihindari seperti faktor genetik dan pencemaran lingkungan.

Pola hidup sehat pada dasarnya merupakan satu kesatuan program kesehatan. Bila program berjalan lancar maka tujuan program akan lancar. Hidup sehat yaitu hidup tanpa gangguan masalah baik fisik maupun non-fisik.

Gangguan fisik merupakan penyakit yang menyerang tubuh seseorang. Sedangkan non-fisik, menyangkut rohani seseorang (jiwa, hati, dan mind). Pola hidup sehat adalah pola yang terfokus pada kesehatan, baik itu perilaku, makanan, bahkan gaya hidup yang sangat berpengaruh kepada kesehatan dan menuju hidup yang sehat. 

Berikut LPMTeam rangkum cara yang dapat dilakukan agar tetap sehat dan bugar:
  • Fresh air, good lungs
Untuk terhindar dari gangguan pernapasan, hiruplah udara yang bersih dan sehat. Udara pagi hari sangat baik bagi paru-paru Anda. Hindari merokok, asap kendaraan, debu. Bersihkan rumah dan ruangan kerja secara teratur, termasuk perabotan,kipas angin, AC.
  • Fresh water
Air mineral atau air putih adalah yang terbaik dari minuman apapun. Biasakan minum air putih 8-10 gelas perhari. Dengan begitu fungsi ginjal dan saluran kemih terjaga dan lancar. Direkomendasikan untuk minum air hangat dimalam hari dan air sejuk (bukan air es) di siang hari.
  • Konsumsi menu bergizi dan seimbang
Pilih menu bergizi, seimbang dan bervariasi. Banyak konsumsi sayuran hijau dan buah segar berserat tinggi. Kurangi atau hindari junk food atau fast food dan makanan olahan, serta kurangi garam dan gula. Biasakan sarapan pagi untuk menunjang aktivitas anda.
  • Seimbangkan antara istirahat, kerja, dan olahraga
Biasakan istirahat teratur 7-8 jam pada malam hari ,jangan sering begadang atau tidur terlalu malam. Jangan lupa berolahraga di waktu senggang. Olahragalah 2-3 kali per-minggu, selama 40-45 menit.
  • Kontrol kerja otak
Otak juga butuh istirahat. Jangan sampai mengalami stress yang berlebihan, karena memori otak terbatas. Lakukan kegiatan yang  rileks sehingga otak menjadi santai, misal melakukan hobi yang menyenangkan.
  • Hidup harmonis dan peacefull
Manusia merupakan mikrokosmos yang harus memenuhi alam sebagai makrokosmos jika ingin tetap sehat. Cobalah menjalani hidup harmonis, sebisa mungkin perkecil risiko stress emosional atau psikis. (ndah)

Cerpen: Hujan

Hujan
(Oleh:Desi Pipian Pujakusumo)



Tik..tik..tik.. Ah, hujan turun lagi. Aku bergegas lari untuk berteduh di pinggiran ruko. Aku sangat membenci hujan, bukan apa-apa, tapi ketika hujan turun seketika perasaan pedih itu menggelayutiku dengan sangat kuat. Bahkan aku merasa langit sedang menertawaiku ketika hujan turun. Aku memang gadis yang menyedihkan, masih terluka dengan kenangan yang pahit ketika ia memutuskan untuk pergi demi tujuannya yang menurutnya lebih baik ketimbang terus bersamaku. Tapi yang lebih menyedihkannya lagi, aku tidak bisa mengabaikan keinginan hatiku untuk terus menunggunya kembali.
            “Dek, kenapa bengong? Itu hujannya sudah reda,aku tersentak kaget oleh sapaan kakek yang sedari tadi duduk berteduh di sebelahku.
“Ah, sudah reda ya. Sampai jumpa kek, terimakasih sudah menyadarkan lamunan saya, hehehe,” aku tersenyum dan bergegas pergi karena pagi ini ada kelas Pak Sunyoto yang super killer.
Sesampai dikampus, ternyata Pak Sunyoto tidak hadir. Aku berjalan lesu menuju ke arah kantin. “Hey gadis kecil, ikut denganku!” tiba-tiba ada sesosok pria jangkung yang menarik tanganku dan memaksaku untuk mengikutinya. Dia menarikku ke cafe di samping kampusku. Aku masih menerka-nerka siapa lelaki ini,
“Hey, santai saja aku bukan penjahat. Mau kopi? Wajahmu itu sekarang terlihat sangat kusut, ah menyedihkan sekali,’’ laki-laki itu bicara dengan nada yang sok bersahabat dan seakan akan sudah mengenalku cukup lama.
“Siapa ya? Maksutnya apa ini tiba-tiba membawaku kesini, bukankah kita tidak saling mengenal?ucapku ragu. “Wah, aku sakit hati sekali mendengarnya, apa kau tidak pernah mendengar dari ayahmu, aku Iqbal Dirgantoro, calon suamimu,” wajahnya menyeringai dengan senyum menyungging penuh percaya diri.
            “Ah, jadi kau yang bernama Iqbal itu. Aku tidak pernah menyetujui perjodohan kita, jadi aku tidak pernah mau tahu tentangmu,Aku berdiri dan hendak meninggalkan laki-laki aneh itu.
 Hey-hey, beginikah caramu bertindak pada calon suamimu, duduk dan minumlah kopimu terlebih dahulu,lagi-lagi, dia menarik tanganku dan menyuruhku kembali duduk.
“Aku tahu kau tidak menginginkan perjodohan ini, tapi apa salahnya kita mencoba saling mengenal, tapi sejujurnya aku sudah mengenalmu lebih banyak dari yang kau tahu, jadi sekarang gentian kamu untuk mulai mencari tahu tentangku,dia mengedipkan matanya yang membuatku sangat jijik melihatnya. Aku segera menghabiskan kopiku dan bergegas pergi meninggalkannya.
            Mulai hari itu, laki-laki aneh itu terus mengikutiku. Dia selalu menjemputku ketika aku pulang kuliah, mengirimkan bekal makan siang lewat para pengawalnya yang didalamnya biasanya terselip surat yang sok romantis seperti “makan yang banyak ya gadis kecilku, calon istriku harus selalu sehat, salam dari Iqbal suamimu tercinta” dan itu membuatku ingin muntah. Hal itu membuat banyak teman-temanku merasa iri, karena menurut mereka si Iqbal itu sangatlah tampan, apalagi di tambah body goalsnya. Tanpa aku sadari aku mulai terbiasa dengan kedatangannya, karena setiap hari dia tidak pernah menyerah memberiku perhatian. Sebulan kemudian, dia tiba-tiba jarang datang menemuiku, bahkan aku sudah tidak pernah menjumpai pengawalnya yang selalu mondar mandir hanya untuk mencariku dan memberikan bekal makan siang. Dan hari ini, dia benar benar menghilang. Sudah tidak ada kabar darinya, aku tersenyum pahit dan berkata dalam hati “bukankah memang pasti seperti ini akhirnya?” ah, memang sendiri lebih baik.
***3 bulan kemudian***
Tin tin! Aku tersentak kaget karena jam 6 pagi dihari minggu ada klakson mobil yang terus berbunyi dari samping kamarku. Aku membuka jendela dan betapa kagetnya ternyata laki-laki gila itu sudah rapi dengan gaya sok swag dan senyum yang tersimpul sok ramah.
 Good morning gadisku! Cepat mandi sana, dandan yang cantik yaa, hari ini kita harus jalan jalan. dia berkata sambil nyengir. “What?! Hey, kita tidak pernah janjian sebelumnya, jadi cepat pergi sana! aku kaget karena sosok pria jangkung itu datang lagi dengan nada yang tanpa dosa .
“Wooo, ayahmu yang menyuruh kita untuk jalan jalan lhoo, so wake up and hurry up my girl!” lagi-lagi dia tersenyum lebar sok ramah. Dengan kesal aku menutup jendelaku dan bergegas mandi. Tapi hari ini dia memang tampak begitu keren, dengan kaos hitam polos dan jaket jeans birunya. Ah, segera ku buang pikiran gila itu dan akhirnya kami berangkat. Dia mengajakku ke pantai, seketika hatiku terasa pilu karena di pantai ini lah perpisahanku dengannya terjadi.
Tanpa sadar air mataku menetes sedikit demi sedikit. Aku enggan keluar mobil, tetapi laki laki gila itu malah menarikku. “Kau menangis? Apa karena kau bahagia bertemu denganku? Hey, ayolah jangan penuh drama, hahaha,” dia tertawa terbahak bahak. Meskipun aku tau dia hanya bercanda tapi candaannya benar benar mebuatku kesal .
Plak! Apa kau pikir lucu hah?! Kau pikir lucu aku menangis, kau itu benar benar menyebalkan!” aku menamparnya dan berlari  sekencang-kencangnya menuju pinggiran pantai sambil menumpahkan tangisku.
            Tiba-tiba ada tangan yang memelukku dari belakang dan tentu saja itu tangannya si Iqbal. Aku ingin marah dan berontak, tetapi hatiku menolak karena pelukan itu benar benar terasa hangat dan sedikit mengurangi kesedihanku.
“Hey, aku minta maaf. Aku memang sengaja mengajakmu kesini, aku ingin menghilangkan ingatanmu tentang dia, aku tahu semuanya, selama ini aku memperhatikanmu dari jauh, aku menunggumu selama ini, tolong cerdaslah sedikit Dyah, dan mulailah melihatku,aku tersentak mendengar pernyataannya, aku merasa begitu bodoh karena selama ini tak pernah membuka hati untuk yang lain dan malah meratapi sesuatu yang telah hilang.
Lalu aku memberanikan diri untuk bertanya, “kemana saja dirimu tiba-tiba menghilang,bukankah kau itu sama saja dengan dia yang seenaknya pergi begitu saja.
“Hmm, aku sengaja tidak memberitahumu, 3 bulan ini aku sibuk mengurus cabang baru perusahaan ayahku yang di Singapore, tapi meskipun aku tidak menghubungimu, sebenarnya setiap hari aku merindukanmu, bahkan aku menyuruh pengawalku untuk mengambil fotomu setiap hari secara diam diam agar kangenku terobati, dia berkata sambil mengelu elus rambutku.
Tanpa sadar tangisanku semakin keras, dia memelukku dan menghapus air mataku. tiba-tiba dia menggedongku menuju gazebo yang ada di sekitaran pantai. “Hey, apa-apaan ini, cepet turunin gak?!” aku membentak dengan wajah kesalku, tetapi dia tidak menggubris dan terus menggendongku menuju gazebo.
Semua mata melihat ke arah kami, tapi sepertinya dia tak peduli dengan hal itu. “Makanlah dulu, ini aku bawa bekal makanan kesukaanmu, handmade ku lhooo, haha,lagi-lagi dia tersenyum dan tertawa, tapi entah kenapa kali ini senyumannya terlihat sangat manis. Tak kuduga ternyata Iqbal jago memasak, masakannya benar benar lezat.
            Setelah makan, kami bermain air, saling kejar kejaran dan kali ini sungguh aku sangat bahagia dengan kedatangannya. Tik.. tik.. tik.. dan tiba tiba hujan turun, aku sangat sedih kenapa hujan harus turun di saat seperti ini.
“Ayo, cepat kembali ke gazebo!” Iqbal menarikku dan memaksaku mengikutinya. “Dyah, kau tidak menyukai hujan? Bukankah hujan itu anugerah, jadi jangan salahkan hujan, jangan membenci hujan, sejujurnya aku sangat menyukai hujan karena akan ada keindahan yang hadir setelah hujan.
Aku tetap diam dan tak bergeming. Setengah jam kemudian hujan pun reda, “Hey, hujannya reda, lihat itu ada pelangi, bukankah itu indah? Jadi kenapa kau sedih ketika hujan datang, padahal hujan membawa keindahan.
Aku mendongak dan melihat pelangi yang benar-benar indah. Aku baru menyadari selama ini hujan yang selalu aku benci adalah sesuatu hal yang indah. Tanpa sadar, aku menangis lagi, tapi kali ini tangisan yang bahagia. Aku melihat pelangi itu dengan mata berkaca-kaca dan dengan perasaan lega. Hujan lah yang mengantarkan kepergiannya, tetapi hujan juga lah yang menigirimkan penggantinya yang lebih baik kepadaku.
Terimakasih hujan, entah bagaimana nantinya  hubungan kami ini. Tapi aku tidak akan pernah lagi menyalahkan dan membencimu. Tuhan, maafkan aku yang telah lalai untuk mensyukuri anugerahmu. Angin semilir menerpa kami berdua dan kami saling memandang dengan senyuman penuh arti.