SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Saturday, June 18, 2016

Ramadhan Tiba, Kolak Menjadi Takjil Primadona

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam, dimana seluruh umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Tidak terasa kita sudah memasuki bulan suci ini, saya yakin pasti banyak sekali yang sudah melakukan berbagai macam aktivitas unik yang hanya ada di bulan ramadhan seperti ngabuburit, berburu takjil untuk berbuka puasa dan sholat tarawih berjamaah.  Lalu, pasti juga ada yang sudah merencanakan untuk melakukan bukber alias buka bersama, dari buka bersama teman sekelas, buka bersama dengan teman lama, ataupun buka bersama dengan pacar. Ketika berbuka bersama pasti tidak akan bisa lepas dari satu kegiatan unik ini yaitu berburu takjil. Pada bulan puasa di pinggiran jalan akan banyak sekali menemui penjual yang menjajakan takjil untuk berbuka puasa. Salah satu takjil favorit untuk berbuka puasa adalah kolak.

Siapa sih yang tidak tahu kolak, masakan bercita rasa manis berbahan dasar santan kelapa, gula, isian pisang dan ubi ini selalu menjadi menu buka puasa wajib di setiap rumah. Jika teman-teman search di google, kolak pasti masuk dalam 5 takjil yang populer di bulan puasa.  Wah, begitu primadonanya kolak saat Ramadhan. Tapi apakah teman teman tahu asal usul kolak menjadi menu buka puasa? Saya mendapat informasi dari berbagai sumber dan merangkumnya, ternyata selain rasanya yang enak dan manis yang dapat mengembalikan energi yang berkurang setelah seharian berpuasa, ada makna lain mengapa kolak ini menjadi takjil istimewa di bulan Ramadhan.

Usut punya usut, ternyata kolak ini mulai dikenal saat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, dimana para ulama melakukan hal hal sederhana dalam menyebarkan Agama Islam dan Kolak menjadi salah satu medianya. Hal ini dilakukan supaya ajaran yang disampaikan lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat. Kolak sendiri berasal dari kata Khalik yang berarti sang pencipta langit dan bumi (Allah SWT). Sehingga, kolak diartikan dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta alam semesta. Tidak hanya itu ternyata bahan kolak juga tidak sembarangan dan memiliki makna tersendiri. Mulai dari pisang, yang paling umum digunakan untk membuat kolak adalah pisang kepok atau bisa di plesetkan menjadi kapok, ini berarti kita harus kapok atau harus bertobat. Sedangkan ubi yang dalam bahasa jawa sering disebut “telo pendem”  atau ketela yang terpendam memiliki arti mengubur kesalahan yang pernah kita buat.


Zaman dulu, kolak selalu disediakan mulai bulan Ruwah, bulan ini adalah bulan yang baik untuk umat Islam lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kemudian, kebiasaan ini berlanjut pada bulan setelahnya yaitu bulan Ramadhan dan di jadikan sebagai minuman untuk berbuka puasa. Sampai akhirnya, kini kolak menjadi takjil yang popular pada saat bulan Ramadhan. Nah itu dia alasan kenapa kolak menjadi takjil favorit untuk menu berbuka puasa. Semoga berguna dan dapat menambah pengetahuan teman-teman. Selamat menjalankan ibadah puasa dan tetap bersemangat hingga akhir bulan Ramadhan. (DP)

Sunday, June 12, 2016

Negara-Negara yang Memiliki Waktu Berpuasa Terlama

Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta dari segala hal yang dapat membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Seluruh umat muslim di dunia melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh karena puasa merupakan kewajiban umat muslim. Tetapi, tidak semua tempat memiliki waktu puasa yang sama. Beberapa negara harus menahan lapar dan dahaga lebih lama dari umat muslim Indonesia yang hanya berpuasa selama 13 jam. Berikut negara-negara yang memiliki waktu puasa terlama.

1.      Islandia (22 jam)
Islandia merupakan negara kepulauan yang memiliki penduduk muslim terkecil di dunia. Walaupun demikian, umat muslim di Islandia tetap melaksanakan kewajiban mereka yaitu berpuasa. Berbeda dengan negara lain, umat muslim Islandia harus menuntaskan sahur pada pukul 2 pagi dan berbuka pada tengah malam pukul 00.00. berarti umat muslim disana melaksanakan puasa selama 22 jam.

2.      Swedia (20 jam)
Tidak berbeda jauh dari Islandia, Swedia juga negara yang umat muslim merupakan minoritas yaitu hanya 5% dari populasi penduduknya. Jika puasa jatuh pada musim panas, maka mereka harus berpuasa selama lebih dari 20 jam.

3.      Alaska (19,45 jam)
Negara bagian Alaska memiliki sekitar 3000 kaum muslim yang kebanyakan bermukim di Anchorage. Seharusnya, mereka harus berpuasa sekitar 19 jam lebih  jika mengikuti waktu lokal. Tetapi, sebagian besar mengikuti waktu Arab Saudi yang memiliki waktu puasa lebih singkat.

4.      Jerman (19 jam)
Umat muslim di jerman kebanyakan berasal dari Turki dan Afrika Utara yang harus berpuasa selama 19 jam yaitu dari pukul setengah 4 pagi hingga jam sepuluh malam waktu setempat. Serupa dengan negara lain, umat muslim di Jerman akan melaksanakan sholat tarawih setelah berbuka puasa.

5.      Inggris (18,55 jam)
Inggris memiliki sekitar 2,7 juta umat muslim. Umat muslim disini harus berpuasa kurang lebih 18 jam lebih. Lamanya waktu puasa, dapat mengakibatkan bahaya kesehatan terutama untuk kaum manula. Karena itu, warga disini diperingatkan untuk menjaga kesehatan mereka.(YP)

Tuesday, June 7, 2016

BLM Gelar Seminar “Mencari Figur yang Ideal Untuk Kepri 2”

Narasumber dalam seminar "Mencari Figur yang Ideal Untuk Kepri 2"
LPM Paradigma, Batam - Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) telah menyelenggarakan seminar dengan tema “Mencari Figur yang Ideal Untuk Kepri 2” yang diselenggarakan pada (1/6) mulai pukul 14.30 – 17.30 WIB di Auditorium A Politeknik Negeri Batam. Seminar ini diisi oleh tokoh – tokoh terkemuka sebagai pembicara di bidang politik, ekonomi dan kesehatan. Mereka adalah Drs. Zamzami A. Karim, MA., DR. M. Gita Indrawan, ST., MM. BLM berharap dengan diadakannya seminar ini mahasiswa dapat mengetahui bagaimana sosok yang pantas menjadi Wakil Gubernur Kepulauan Riau.
Acara dimulai dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia oleh seluruh peserta seminar. Kemudian dilanjutkan pemberian kata sambutan oleh ketua panitia dan Bapak Bambang Hendrawan, pemaparan materi oleh narasumber, sesi tanya jawab dan diakhiri pemberian cinderamata oleh BLM. Narasumber juga memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa agar mengawal proses pemilihan Wakil Gubernur yang dilakukan oleh DPRD agar sesuai dengan keinginan masyarakat. (BS)


Sunday, June 5, 2016

Barelang Robotic Team Raih Juara 1 KRSBI 2016

Tim Robot Polibatam Juara 1 KRSBI 2016
LPM Paradigma, Batam  -  Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016 di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, 1-4 Juni.

Adapun tim yang turun dalam kategori ini yakni Barelang FC menang telak atas Eros dari PENS di laga final dengan skor 3-0, sehingga berhak atas gelar juara 1 dan piala bergilir KRSBI.

Tak hanya itu, Barelang FC juga berhasil memborong penghargaan strategi terbaik dan desain terbaik kategori KRSBI. Selamat! (***)

Daftar pemenang KRI 2016 klik disini
Sumber gambar: https://www.facebook.com/hanjaya.m

Wednesday, June 1, 2016

Mahasiswa “Belalang Kupu-Kupu”

Ilustrasi individu dalam organisasi
Perkuliahan itu identik dengan menuntut ilmu serta mengikuti organisasi, baik itu yang di dalam  maupun yang di luar kampus. Kedua hal ini harus sejalan dan tak boleh berat sebelah. Kuliah tanpa mengukuti organisasi sama halnya seperti makan kerupuk, tetapi hanya makan anginnya saja. Begitu juga halnya jika hanya fokus dengan organisisasi, ibarat sebuah pohon yang tak berdaun.
Dalam hal ini mahasiswa hanya mampu bersosialisasi tanpa memiliki dasar pendidikan yang kuat. Lantas apa tujuan mengikuti organisasi? Itu merupakan pertanyaan umum yang sering di tanyakan pada saat seorang mahasiswa melakukan wawancara untuk bergabung dalam sebuah organisasi kampus dan beragam jawabanpun muncul dari mahasiswa yang ditanyai hal tersebut. Dengan jawaban-jawaban “jitu” mareka berhasil meyakinkan sang penanya.
Oke, kembali ke judul awal, apa sih arti mahasiswa “belalang kupu-kupu itu?” ini bukan belalang kupu-kupu yang sering dinyanyikan di waktu kecil ya. Jika selama ini di kampus ada istilah mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang), ini untuk mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi. Dan kura-kura (kuliah-rapat), mahasiswa kura-kura ini aktif berorganisasi di kampus maupun di luar kampus, bahkan terkadang karena padatnya jadwal sampai harus menginap di kampus.
Mahasiswa belalang kupu-kupu ini dapat diibaratkan dengan mahasiswa yang mengikuti lebih dari satu organisasi, memang apa masalahnya mahasiswa mengikuti lebih dari satu organisasi? Toh mahasiswa itu juga yang bakalan menjalankannya dan mahasiswa tersebut merasa mampu. Well, itu memang bukan masalah selagi mahasiswa itu masih bisa membagi waktu terhadap organisasi yang diikutinya tersebut, dan jabatannya di dalam suatu organisasi tersebut hanya sebagai anggota biasa, bukan bagian intinya.
Lalu bagaimana jika mahasiswa yang diamanatkan untuk menjadi  petinggi atau inti dari satu organisasi mengikuti lebih dari satu organisasi? Tapi sebelum lebih jauh membahas hal tersebut, kembali lagi dasarnya. Sebelumnya telah penulis katakan, sebagian besar mahasiswa memiliki jawaban “jitu” pada saat wawancara memasuki ormawa (organisasi kemahasiswaan), tetapi apakah itu berasal dari hati nurani atau hanya sekadar ingin keren-kerenan saja dan menjadi populer dengan masuk ke ormawa tersebut? Atau hanya untuk mendapatkan sertifikat ormawa saja? Jawabannya hanya ada pada diri anda yang mengikuti ormawa, tanyakanlah pada diri anda.  
Oke, penulis tidak akan lebih jauh membahas alasan mahasiswa satu persatu.  Lanjut kembali ke pertanyaan penulis mengenai petinggi ormawa yang mengikuti lebih dari satu organisasi, salah satu contohnya misalnya kepala divisi ormawa A mendaftar ke dalam ormawa B yang lebih bergengsi. Untuk apa coba? Bukannya jika hal itu terjadi pelaksanaan tugas dan kewajiban yang di pegang oleh sang petinggi ormawa tidak akan berjalan sempurna dan hanya setengah-setengah? Bukankah salah satu tujuan berorganisasi untuk melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat? Jadi untuk apa lagi mengikuti lebih dari satu organisasi?

Penulis sangat berharap dengan tulisan ini dapat menggugah kesadaran mahasiswa kalau berorganisasi bukan untuk keren-kerenan, tapi untuk berkarya dan mengabdi kepada. Lebih dari itu, penulis juga berharap pembaca dapat terbuka hatinya dan kesadarannya betapa pentingnya mengikuti organisasi tanpa mengesampingkan pendidikan formal, karena pendidikan itu penting dan akan sempurna jika dibarengi dengan organisasi. Maju terus Ormawa Politeknik Negeri Batam demi tujuan-tujuan yang mulia. Salam Pers Mahasiswa! (RW)

Sumber gambar : https://akar16.wordpress.com/category/ilmu-komunikasi/komunikasi-organisasi/