Thursday, April 7, 2016

Pentingnya Gaya Hidup Sederhana bagi Mahasiswa

Peradaban manusia semakin lama semakin maju dan canggih. Perkembangan ini merupakan hasil dari proses globalisasi yang telah berlangsung sejak lama. Pengaruh itu telah mengubah seluruh lini kehidupan manusia begitu pula gaya hidup. Gaya hidup ini termasuk aspek yang perlu diperhatikan oleh setiap orang karena aspek ini tidak hanya menyangkut kepentingan pribadi tetapi juga berpengaruh terhadap kepentingan umum.
            Perubahan gaya hidup ini juga tidak lepas dari masuknya berbagai budaya asing ke Indonesia lewat berbagai media. Media ini dapat berbentuk berbagai macam misalnya film atau drama, internet, gaya hidup idola, dan lain-lain. Semua media itu sangat mudah diakses oleh siapa saja termasuk mahasiswa.
            Mengapa mahasiswa perlu memperhatikan gaya hidupnya? Mahasiswa selalu disebut sebagai orang yang berintelektual, aktivis, dan calon penerus bangsa. Mahasiswa selalu terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan masyarakat. Masyarakat dapat dengan mudah menilai perilaku dan gaya hidup mahasiswa sehingga bisa saja mempengaruhi kehidupan mahasiswa kedepannya.
            Sebagai bagian dari masyarakat, kita sebagai mahasiswa tidak boleh menunjukkan kehidupan mewah ala borjuis yang dapat memperlebar jurang kesenjangan sosial. Mahasiswa seharusnya dapat berperan untuk menghapus kesenjangan sosial itu. Oleh sebab itu mahasiswa harus menunjukkan gaya hidup yang sederhana.

Berikut ini adalah langkah-langkah hidup sederhana yang dapat kamu aplikasikan:
  • Untuk mengaplikasikan gaya hidup sederhana dapat dimulai dari penampilan dan gaya berpakaian. Walapun sebagian beralasan penampilan yang bagus dan menarik itu penting, tetapi tidak perlu terlalu mahal, bermerek, dan mencolok. Memakai aksesoris juga tidak perlu hingga berlebihan.
  • Sesekali gunakanlah angkutan umum ketika hendak ke kampus. Apabila banyak orang memakai angkutan umum baik berupa metromini, bus, ojek dan taksi, maka jumlah kemacetan dapat dikurangi. Perputaran uang di kalangan bawah juga akan meningkat. Menggunakan angkutan umum juga menjadi cara bagi mahasiswa untuk bersosialisasi dan berbaur dengan berbagai kalangan masyarakat.
  • Mengurangi penggunaan smartphone secara berlebihan juga penting. Smartphone terkesan mewah bagi beberapa kalangan. Selain itu, menggunakan smartphone di saat tertentu juga menimbulkan kesan apatis.
  • Mengurangi kebiasaan menghabiskan uang untuk shopping ketika jalan-jalan ke mal. Kebiasaan ini sangat tidak baik karena ini juga bagian dari kehidupan modern yang cenderung mendekati perilaku boros. Mahasiswa itu lebih baik apabila menggunakan uangnya untuk kegiatan bersifat sosial seperti bakti sosial, membantu saudaranya yang terkena musibah, aksi dan lain-lain. (BS)

0 komentar:

Post a Comment