Wednesday, February 24, 2016

Rio Haryanto, Manor Racing dan Mahasiswa Polibatam

Rio Haryanto di kokpit jet darat Manor Racing
f.sport.okezone.com

Masih hangat bahkan masih panas diperbincangkan. Anak muda kelahiran Solo jadi kontestan pertama dari Indonesia di ajang balap jet darat tercepat sejagat, Formula 1. Siapa dia? Tak lain tak bukan adalah Rio Haryanto. Mulai dari orang tuanya, abang-abangnya, keluarga bapaknya, keluarga ibunya, kawan-kawan sepermainannya, pacarnya (mungkin), tetangganya, menpora dan stafnya, presiden dan wapres beserta stafnya girang bukan kepalang. Bahkan kita-kita yang hanya mengenal si Rio lewat dunia maya saja sampai ikutan bangga.
Kita mesti berbangga. Soalnya, menembus kejuaraan dunia macam F1 bukan perkara main-main. Butuh dedikasi, skill dan biaya yang tidak sedikit untuk sampai kesana. Buktinya, tengok saja si Rio Haryanto ini, dia sudah membalap sejak usia dini dan melalui semua tahapan menuju F1. Mulai dari tingkat daerah, nasional hingga asia sudah ia ikuti. Bahkan Rio berhasil menduduki posisi keempat klasemen GP2 (kompetisi dibawah F1) musim 2015, sehingga kursi F1 untuk musim 2016 pantas ia dapatkan.
Tim asal Inggris bernama Manor Racing jadi tempat Rio berlabuh. Sempat terkatung-katung nasibnya akibat kurangnya dana untuk menebus satu kursi di Manor Racing, akhirnya Rio resmi diperkenalkan sebagai pembalap kedua tim tersebut minggu lalu dan akan turun full season di F1 musim 2016! Luar biasa bukan? Tentu! Dengan embel-embel pembalap muda berbakat dan wakil pertama Indonesia tentunya pencapaian Rio untuk menjangkau F1 sangat luar  biasa dan patut diapresiasi. Meski Manor Racing bukanlah tim dewa sekelas Ferrari atau Mercedes, bergabungnya Rio Haryanto adalah suatu hal yang prestisius bagi kita semua karena seperti yang telah dikatakan tadi, F1 bukan kompetisi ecek-ecek. Butuh tekad baja hingga biaya yang luar biasa mahalnya untuk mewujudkan itu. Dan Rio Haryanto berhasil melakukannya.
Memang perjalanan Rio di F1 baru akan dimulai. Tapi bukan berarti kita sebagai mahasiswa Polibatam tak bisa mengambil hikmahnya. Bahwa setiap usaha keras pasti membuahkan hasil, bahwa setiap kesempatan sekecil apapun bisa diambil, bahwa nasib buruk suatu saat akan berbalik. Dan masih banyak diantara kita mahasiswa Polibatam yang belum sepenuhnya menyadari itu. Contohnya seperti kasus dibawah ini :
1.      Mahasiswa A : Aku masuk Poltek terpaksa karena gak diterima di kampus …..
2.      Mahasiswa B : Aku salah masuk jurusan. Sebenarnya aku mau masuk jurusan ....
Diatas beberapa kasus yang sering terdengar di kalangan mahasiswa Polibatam. Ini pandangan yang salah besar. Justru bisa berkuliah di perguruan tinggi manapun, jurusan apapun adalah sebuah nikmat yang harus disyukuri karena tak sedikit diluar sana anak-anak putus sekolah. Bukan sebaliknya, mengeluh dan menyalahkan keadaan.
Well, tulisan ini bukanlah untuk menggurui. Hanya sekedar untuk membagi pikiran penulis saja terkait dengan fenomena beberapa mahasiswa di kampus kita yang merasa dirinya berada di kampus dan jurusan yang salah. Buang jauh-jauh perasaan salah kampus dan salah jurusan itu. Tetaplah bersyukur meski tak berada di kampus dan jurusan yang diinginkan Jadilah seperti Rio Haryanto yang tak kenal lelah perjuangannya. Karena siapa tau, tuhan punya rencana luar biasa untuk kita. Salam! (***)


0 komentar:

Post a Comment