Thursday, March 12, 2015

Prinsip Kesetaraan Di Tengah Perbedaan


Oleh : Shinta Wahyu Hati - Dosen Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Batam

Tidak Terasa saya sudah empat tahun lebih di Batam, sebelum saya datang ke Batam saya mencari tahu tentang Batam melalui Internet dan bertanya pada teman seperti apa Batam?. Sesampainya disini saya banyak menemukan kemajemukan diantaranya suku, agama, dan budaya. Bisa dikatakan Batam ini merupakan tempat bertemunya berbagai keragaman yang ternyata mewujudkan keeratan sebagai satu wilayah miniaturnya Indonesia. Banyak dari berbagai daerah di Indonesia datang ke Batam karena Batam memilik daya tarik yaitu banyak industry, potensi maritim, jalur perdagangan dunia dan secara geografis perbatasan dengan Singapura.

Kemajemukan dan keragaman dalam sosial masyarakat yang ada di Batam selalu membawa dinamika perubahan. Masyarakat Batam juga sangat menjunjung nilai-nilai kesetaraan diantara berbagai perbedaan. Menurut Wikipedia kesetaraan sosial adalah secara tata politik sosial di mana semua orang yang berada dalam suatu  masyarakat atau  kelompok tertentu memiliki  status yang sama. Masyarakat yang hidup di Batam memiliki kesetaraan sosial dengan  hak yang sama di bawah  hukum, keamanan, memperolehkan hak suara, mempunyai kebebasan untuk berbicara dan berkumpul. Masyarakat di Batam juga memiliki hak dalam akses mendapatkan  pendidikan yang layak dan layanan kesehatan yang sama.

Kemajemukan di Batam tidak lepas dari adanya sejarah dan letak geografis, tidak bisa dipungkiri bahwa faktor yang menyebabkan kemajemukan dan keberagaman di Batam adalah perbedaan, etnis, agama, bahasa, dan sifat kedaerahan yang dianggap sebagai ciri khas dalam kehidupan masyarkat sosial. Pada Hakekatnya manusia adalah sederajat dan sama di hadapan Tuhan yang tidak boleh setiap orang untuk membedakan. Bahkan secara khusus negara mengatur yaitu di Pasal 27 ayat 1 dalam UUD 1945 mengakui adanya kesetaraan


Kesetaraan dalam keberagaman adalah dimanika sosial sekaligus sebagai kekuatan dan kekayaan sosial bahwa di Batam memiliki etnik ragam tradisi dan bahasa yang berbeda dari daerah asal tetapi tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Tidak dipungkiri bahwa terkadang keberagaman juga dapat berpotensi konflik, sehingga diharapkan setiap individu masyarakat di Batam untuk bisa bijaksana menyikapi. Upaya dan solusi yang dapat dilakukan adalah pembangunan dan pemberian program yang nyata untuk semua lapisan masyarakat. Kita sebagai warga masyarakat di Batam berupaya mengembangkan sikap yang saling menghormati dan menghargai berbagai kareterisitk masyarakat, mengembangkan sikap positif yang dapat merangkul sesama tanpa menimbulkan perbedaan yang bisa mengakibatkan perpecahan. Adanya saling kesadaran untuk menerima dan mengenal perbedaan sikap dari golongan dan suku yang lain.


Mari kita jaga Bhinneka Tunggal Ika dalam Persatuan Indonesia.

Jayalah Indonesia - Jayalah Batam


0 komentar:

Post a Comment