Saturday, March 7, 2015

Pisahkan Duniamu Dan Duniaku


                 Tetesan rintik hujan mulai terdengar malam ini, aku termenung menatap jendela kamar ku bintang tidak lagi tersenyum bulan pun bahkan terselimut mendung. Aku menarik napas dalam-dalam aku teringat lagi akan bayang wajah yang hanya lewat di kehidupan ku, jangan kan untuk memegang erat bahkan menyentuh nya pun ku tidak bisa hanya kenangan manis sementara yang ditinggal kan nya,dan sekarang bahkan aku tak bisa menatap nya lagi, aku dan diri mu berbeda dan aku tak mungkin bisa memaksakan diri untuk menejar mu dan engkau pun tak kan mungkin bisa berhenti menunggu ku, tetapi mengapa kisah manis sementara itu masih teringat di benakku? tidak salah kah kau memberi kisah manis kepada ku? Itu yang  menjadi pertanyaan ku hingga sekarang.
            Beberapa bulan yang lalu aku mengenal sosok yang sangat ku kagumi sosok yang selalu tersenyum manis dengan tutur kata lembut tetapi dalam seketika semua itu menghilang dalam beberapa hari. Aku tidak menyangka mimpi ku jadi kenyataan walau pun agak sedikit berbeda jalan cerita nya, malam itu di saat hari pertemuan terakhir ku dengan mu aku bermimpi “aku menangis dirintikan hujan berteriak sekuat aku bisa sementara di hadapan ku sosok diri mu yang telah berlumur darah, dalam keadaan yang seperti itu engkau sempat mengucap kan kata kamu jangan nagis atau pun merasa kehilangan saat aku pergi bahkan jika bukan Karena kecelakaan ini aku pun akan pergi hidup ku tidak akan lama lagi, umur ku di target kan tinggal beberapa hari lagi, aku berusaha sekuat tenaga untuk hidup saat ku bertemu diri mu tapi takdir berkata lain mungkin ini lah akhir dari hidup ku maaf kan aku yang telah membawa mu kedalam kehidupan ku yang sulit ini” setelah berkata seperti itu engkau pun menghembuskan napas terakhir mu”. Aku tersadar dari mimpi ku haaaaahh  ki jangan tinggal kan aku. Malam itu aku tidak bisa tidur aku pun tergerak untuk keluar rumah mencari udara segar. Perlahan aku menuruni tangga dari kamar ku menuju pintu ruang tamu saat ku buka ternyata ada kiriman bunga mawar dan surat yang bartalikan pita merah,aku pun meraih surat itu dan membuka nya

Dear ica

Ca maafin aku mengirim surat ini udah larut malam,
ca aku minta maaf mungkin sore tadi adalah pertemuan terakhir kita, ada sesuatu yang kamu belum tahu  aku mengidap penyakit dari kecil dan penyakit itu udah menjalar keseluruh tubuh ku aku mungkin tidak akan bisa bertahan. Malam ini aku dan orang tua ku akan pergi keluar kota untuk mengobati penyakit ku tapi aku sendiri merasa tidak yakin aku akan sembuh, aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk hidup setelah aku bertemu dengan mu tapi mungkin takdir berkata lain sakit ini terlalu berat buat ku. Hanya keajaiban yang bisa menyatukan kita lagi, aku minta maaf telah membawa mu jauh dalam kehidupan ku,kau adalah hal yang paling berharga di hidup kubahkan saat aku akan bertemu dengan yang maha kuasa aku akan mengatakan terimaksih tuhan engkau telah memberikan hal yang berharga di hidup ku ini, saat aku tak lagi ada di samping mu tetap lah tegar jaga diri baik-baik,rawat lah mawar yang ku berikan saat kau merindukan ku lihat lah mawar itu karena kau akan merasa aku ada disamping mu.
hapus air mata mu ca  selamat tinggal
                                                                                                                                   
                                                                                                                                                          Rifki
           
           Aku terisak aku berharap itu hanya mimpi, saat itu aku sudah tak lagi sadar kan diri aku terbangun dan ternyata tubuh terbaring di rumah sakit apa yang terjadi pada ku ternyata semenjak kejadian malam itu aku pinsan selama 2 hari karena shock dengan kejadian buruk yang menimpa ku. Aku langsung memanggil mama ku dan menayakan di mana rifki teryata benar apa yang ku khawatirkan rifki telah pergi selama nya dari hidup ku.
             Aku kembali kerumah langsung menuju ke pemakaman nya sambil meneteskan air mata aku menaburkan bunga di atas pemakaman yang masih basah itu, ki aku merasa diri mu masih hidup dan selalu ada di samping ku.

            Malam ini aku mengingat kejadian yang telah berlalu sambil melihat mawar di dekat jendela kamar ku aku merasa diri mu masih hidup ki. Ki bisakah aku memisahkan duniaku dan dunia mu yang kini telah berbeda, aku menyayangimu. (Mustika)

0 komentar:

Post a Comment