Tuesday, February 24, 2015

Tak Terduga



TAK TERDUGA
Karya: Para Yulia
Hari ini, tepatnya pada tanggal 04 Febuari 2015 aku mengalami sebuah peristiwa yang membingungkan, peristiwa yang jarang aku dapat. Saat itu aku terus berfikir-fikir dan tidak menyangka dengan kejadian yang aku alami ini. Rasanya itu seperti mimpi. Hehe....
            Kejadian itu ialah ketika ada suara laki-laki yang memanggil namaku tepat di depan pintu rumah. Saat itu aku sedang sholat Isya. Aku hanya bisa mendengar suara itu dan belum bisa menjawab panggilannya. Saat itu ibuku juga berada dirumah, tapi entah kenapa ibuku hanya diam mendengar suara orang yang memanggilku ini karena ibuku lagi asyik menonton film. Sesudah beberapa kali Ia memanggilku dan tidak ada yang menjawab, akhirnya dia hanya diam di depan pintu tanpa suara memanggiku lagi. Setelah selesai sholat aku langsung menuju ke pintu depan rumah. Ternyata Ia masih berada disitu. Di dalam gelap malam aku tidak terlalu mengenalnya dan saat itu aku langsung bertanya “siapa kamu?” lalu Dia menjawab “ini aku ra.” Dan aku bertanya “iya siapa?”, ternyata setelah aku perhatikan dia adalah temanku sewaktu SMP. Lalu kami duduk di kursi depan teras rumahku. Kami duduk berdua disitu dan di ujung kursi dekat rumah tetangga ada ayahku disana bersama teman-temannya. Ketika kami duduk aku lalu bertanya “ada apa kamu kesini?” lalu dia menjawab “gak ada apa-apa kok, Cuma mau main-main aja disini”. Aku terus mempertanyakannya berulang-ulang dan jawabannya pun tetap sama. Aku masih saja bingung, karena jarang sekali teman lelaki datang ke rumahku malam-malam dan sendirian.
            Saat itu aku juga merasa sedikit cemas karena ayahku melihat kami duduk berdua di depan rumahku. Karena sebelumnya aku memang jarang duduk berdua dirumah. Sesekali aku melihat ke arah dimana ayahku berada. Rasanya itu ingin cepat-cepat menyuruh ia pulang karena rasa cemas dan takut itu. Tapi aku tidak mungkin berkata seperti itu kepadanya. Dengan pikiran tak tenang aku masih melanjutkan berbicara dengannya. Saat itu kami berbicara mengingat masa-masa sekolah dulu, kami bercanda dan tertawa-tawa.  Kami saling mengingat kejadian-kejadian yang lucu dimasa-masa sekolah SMP. Sesekali dia juga bercerita tentang saat Dia bersekolah SMA di Pekanbaru dan aku bersekolah di Karimun. Karena jarak itulah kami jadi jarang bertemu dan berkomunikasi. Sampai saat ini kami sudah sama-sama kuliah dan saat liburan inilah kami baru bisa bertemu. Tetapi ini adalah pertemuan yang tidak terduga bagiku.  Setelah waktu sudah cukup malam, diapun pamit untuk pulang dan ingin bertemu lagi besok malam bersama teman-teman yang lain. Setelah dia pulang aku langsung masuk ke kamar dan tak lama kemudian ayahku pun pulang.

0 komentar:

Post a Comment