Tuesday, February 24, 2015

Dibalik Sebuah “Tahun"



Dibalik Sebuah “Tahun”
"Tahun yang habis dibagi 400 dan 4, namun tidak habis dibagi 100"

Mungkin beberapa diantara anda heran dengan judul artikel diatas. Tapi, apakah anda sadar apa yang dibalik dari judul tersebut? Ya, jawabannya adalah tahun kabisat. Sebagian orang hanya paham bahwa tahun kabisat merupakan satu tahun yang berjumlah 366 hari yang dimana terdapat 29 hari dibulan Februari. Menurut Wikipedia, tahun kabisat juga disebut sebagai tahun syamsiah yang berarti tahun matahari. Maksudnya adalah perhitungan tahun masehi masih menggunakan sistem matahari (solar system). Artinya, waktu setahun kalender masehi adalah waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari (revolusi bumi), yakni selama 365,242199 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik, atau sedikit lebih kecil dari 365 seperempat hari.
Karena waktu revolusi bumi tidak tepat selama 365 hari atau 366 hari maka jumlah hari dalam setahun dibuat 365 hari dan setiap 4 tahun sekali dibuat 366 hari. Tahun dimana jumlah harinya 366 inilah yang disebut tahun kabisat (leap year).

Namun, penambahan 1 hari setiap 4 tahun justru menimbulkan masalah baru karena ternyata waktu revolusi bumi pun tidak tepat 365 seperempat hari tapi kurang sedikit. Akibatnya adalah akan ada kelebihan sekitar 0,007801 hari (11 menit 14 detik) setiap 4 tahun. Lalu bagaimana? Caranya adalah dengan menambahkan kembali 1 hari setiap 400 tahun sekali sehingga tahun 2400, 2800 kembali menjadi tahun kabisat. Tetapi, hasilnya tetap menyisakan 3 jam setiap 400 tahun sekali. Hal ini dapat ditolerir oleh beberapa ahli.
Jadi, sudah lebih jauh mengerti bukan tentang tahun kabisat? Artinya, jika habis dibagi 400 maka tahun itu pasti tahun kabisat. Tapi jika habis dibagi 4 belum tentu tahun kabisat. Tahun yang habis dibagi 4 tersebut adalah tahun kabisat jika tidak habis dibagi 100. (KAA)





0 komentar:

Post a Comment