Friday, January 2, 2015

Surat Untuk Ibu




Surat Untuk Ibu

Satu tahun telah kau lepaskan aku dari pangkauanmu, dengan sepecer uang dan selembar ijazah kau perbolehkan aku untuk melalui kerasnya hidup ini, pergi ke kampung orang untuk membahagiakan dirimu tersayang.
Dari kampung orang aku tulis surat ku ini sebagai tanda aku masih dan tetap anakmu, inginku surat ini akan menepukkan dua jemari tangan ibu dan anaknya. ku tulis surat ini ingin aku membuktikan pada mu walau telah satu tahun aku pergi darimu, telah jauh melangkah dari naungan mu,tapi beralasan aku masih dan tetap anakmu aku tulis surat ini untuk ibu ku tersayang ditanah yang kutinggalkan.
Dari kampung orang kuharapkan ibuku tetap bahagia tanpa penyakit apapun. anakmu kini telah menjadi semua mimpi- mimpimu, menjadi apa yang engkau harapkan, ibu doa kita telah dijawab tuhan semua yang baik telah terjadi pada anakmu kini aku telah benar- benar menjadi apa yang kau ingini, menjadi yang engkau minta pada tuhan.
Dari kampung orang walau satu tahun aku tanpa berita pada mu, tapi satu puluh ratus ribu satu tahun aku kan tetap menjadi anakmu ibu, dan kan sampaikan berita tengtang hidupku walau sepanjang masa hidup ini.
Dari kampung orang kutulis surat perdanaku untuk kuucapkan terima kasih terdalam dari anak seorang wanita buruh tani. ingin aku tanyakan pada ibu ku. apakah engkau masih kuat mengolah tanah di sawah? aku harap ibu tetap kuat melakukannya, karena itu syukur bagi aku jika engkau masih kuat mengolah tanah, itu bukti bahwa engkau tetap sehat di bawah naungan Allah SWT,.
Dari kampung orang aku ingin mengucapkan berjuta terima kasih, dulu ku anggap didikan mu tiada gunanya, tapi sekarang aku sadar aku telah salah menilai semua didikan mu tiada yang salah. masih kah kau ingat saat aku kau suruh mengolah tanah di sawah aku mengerjakan dengan setengah hati aku marah aku ‘nesu’, tapi ibu itu slah rupanya di kampung orang ini bekerja dengan setengan hati tidak diperlukan. terima kasih ibu untuk didikan mu ini, kelak akan ku ajarkan pada anak cucu ku, semua ajaran mu.
Dari kampung orang juga masih kah kau ingat saat aku kau marahi, pernah kau gigit aku kini semua marah mu menjadi guru paling hebat bagiku. aku takkan bisa hidup menjadi mimpimu tanpa semua murka kasihmu.
Dari kampung orang aku berharap ibu mendoakan anakmu agar bisa mencapai mimpi- mimpinya, agar anakmu lebih dekat dengan Allah SWT.

0 komentar:

Post a Comment