SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Thursday, October 30, 2014

Tausiyah Agama Bersama KH.Abdullah Gymnastiar

LPM-PARADIGMA, Masjid Raya dibanjiri jama’ah yang datang dari berbagai daerah untuk menghadiri acara tausiyah agama bersama Aa Gym. Acara dimulai pukul 20:00 WIB (28/10).

Sebelum tausiyah dimulai sambil menunggu kedatangan Aa Gym, pengisi acara mengajak para jama’ah yang sembari tadi duduk memenuhi gedung utama Masjid Raya menunggu kedatangan pengisi tausiyah terkenal ini untuk bersholawat.
Para panitia untuk acara ini ialah berasal dari relawan-relawan yang turun langsung membantu semata-mata hanya untuk kesuksesan acara ini. Beberapa relawan ini juga berasal dari IMMPB Politeknik Negeri Batam.

Setelah pengisi tausiyah yang ditunggu-tunggu telah hadir ditengah-tengah para jama’ah, akhirnya acara inti pun dimulai. Beliau memberikan tausiyah mengenai “pentingnya mengetahui arti kepemimpinan” atau dapat dikatakan bagaimana menjadi pemimpin yang berhasil memimpin diri sendiri dan orang lain. “kenapa orang gagal jadi pemimpin? Karena mereka tidak bersungguh-sungguh memimpin dirinya sendiri, jika kita mau menjadi pemimpin yang baik maka kita harus bisa menguasai diri, memimpin semata-mata memang ingin memimpin, bukan karena uang, ingin terkenal, dsb” pesan beliau disela-sela tausiyahnya.

Setelah merasa cukup dengan tausiyahnya, beliau pun menutupnya dengan mengajak jama’ah bersedekah serta ditutup dengan do’a, sholawat dan foto bersama. Acara berakhir pukul 21:30 WIB.

Penulis berita: Lpm55

Editor: Lpm44 

Beda Dulu dan Kini


BEDA DULU DAN KINI

Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia!”.

Begitulah kutipan sederhana dari sebuah orasi yang dilontarkan Bung Karno. Kutipan sederhana yang mampu menggetarkan jiwa nasionalisme dan hati para pemuda Indonesia. Dari kutipan tersebut, tersirat sebuah pesan yang mendalam yakni para pemuda sangat memegang peranan penting dalam sebuah negara.

Berbicara tentang pemuda, senantiasa akan mengulas didalam benak kita tentang peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928. Sebuah sumpah yang memiliki beribu pesan untuk dijaga. Pemuda jaman dahulu yang masih bersifat kedaerahan memiliki tekad yang lebih kuat ketimbang pemuda masa kini. Bayangkan saja, pemuda jaman dahulu mampu mengubah sejarah Indonesia padahal mereka berada diletak geografis yang berbeda-beda hingga mencapai gerbang kemerdekaan.

Dewasa ini,  semangat para pemuda kian berubah seiring perkembangan zaman. Beberapa ada yang tetap menjaga arti semangat dan makna sumpah pemuda dengan cara positif seperti mengikuti ajang atau perlombaan dirancah nasional maupun internasional dan sebagainya. Disisi lain, beberapa pemuda juga mencerminkan sikap apatis seperti gaya hidup yang hedonism, melakukan penyimpangan, aksi-aksi anarkis dll.

Melalui momen sumpah pemuda ini, semestinya dapat membangkitkan kembali semangat pemuda. Sehingga, tidak ada lagi pemuda yang krisis identitas dan krisis kebangsaan. Perbedaan mungkin saja terjadi dari setiap pemuda, namun bukan berarti tidak bisa berdampingan.  Saatnya para pemuda Indonesia bangkit dan terus menyalakan api semangat jiwa pemuda Indonesia. (KAA)



Bidadari Strong

BIDADARI STRONG

Wanita memang pantas disebut bidadari karena keelokannya dan kelembutannya. Namun yang saya maksud disini bukanlah wanita yang rajin minum jamu atau kuku bima supaya kuat. Bukan juga wanita yang mampu menarik mobil truk hanya menggunakan gigi seperti Limbad. Tetapi wanita yang mampu mengendalikan gejolak emosi dalam dirinya saat menghadapi masalah.

Sedikit saja tersakiti, wanita akan merasa dirinyalah yang paling menderita dipermukaan bumi ini. dengan perasaan tersebut maka dia akan menangis dan merasa lemah di hadapan orang-orang di sekitarnya seakan ingin menunjukan bahwa dirinya hanyalah makhluk wanita yang  rapuh. Dengan menunjukan air matanya itu ia berharap banyak orang yang akan simpati kepadanya. Padahal dengan sikap yang seperti itu , tidak semua orang melihatnya menarik bahkan sebaliknya.

Misalnya jika di putuskan seorang pasangannya, sedikit wanita yang mampu mengendalikan emosinya. Sebagian besar mereka akan meluapkan emosinya, dengan marah-marah, curhat  sana curhat sini dengan teman dan media social berharap orang yang di tuju merasa simpati terhadapnya, atau bahkan menangis dipojokan kamar mandi dengan mengguyurkan air air bergayung-gayung, yang lebih parahnya lagi jika ia merasa hidupnya sudah tidak berati lagi bukan tidak mungkin jika ia berniat menghabiskan nyawanya.

Jadikan masalah-masalah yang kita hadapi sebagai jembatan untuk diri kita dalam menuju kedewasaan diri. Jangan selalu menyalahkan setiap episode – episode yang kita hadapi karena semua itu pasti ada sisi baiknya untuk kita. memang menangis itu perlu, namun lebih baik mennagis dihadapan Yang Maha Pencipta agar lebih merasa tenang. Sebenarnya malu jugakan begitu mudahnya wanita mengeluarkan air matanya untuk hal yang tidak begitu penting . tidak semua masalah harus di barengi dengan air mata, karena itu akan lebih di sebut “cengeng”.

Seperti lagunya Dewa 19 “hadapi dengan senyuman” masalah tidak akan selesai jika hanya diam dan menangis.  Jangan merasa kalah dengan masalah yakinlah diri kita lebih kuat dari apa yang kita bayangkan karena kita Tidak Lemah. Kita hanya boleh menangis bahagia. (hesty)


Wednesday, October 22, 2014

Ya, Memang Aku Bukan Anak Pintar

“YA, MEMANG AKU BUKAN ANAK PINTAR”

Harga mati dari sebuah kesuksesan adalah kerja keras dan tentunya diselingi dengan beribadah. Namun, tidak sedikit orang memiliki anggapan bahwa kita terlahir dengan kecerdasan yang merupakan bawaan dari lahir. Misal, ketika ujian kita mendapat nilai kurang memuaskan dan teman kita mendapatkan nilai yang cukup memuaskan dan segelintir dari kita hanya bisa bilang “Ah, memang dia anak pintar” atau “Ah, gak suka pelajarannya”. Padahal, pola pikir seperti itu justru membuat kita tidak akan maju dari sebelumnya. Mungkin sering kita jumpai seseorang memiliki keahlian dan kecerdasan disegala bidang dan seseorang yang memiliki keahlian dan kecerdasan disatu bidang. Pada dasarnya, setiap orang bisa menguasai semua bidang. Hanya saja yang membedakan mindset atau pola pikir dari setiap individu. Apakah seseorang memiliki pola pikir yang terbuka (Growth Mindset) atau pola pikir yang telah tetap pada dirinya (Fixed Mindset) yang cenderung menerima pada kenyataan yang ada.

Sebagai contoh Albert Einstein, ia dicap sebagai manusia gagal ketika mencari hasil dari penelitiannya. Kalau Einstein memiliki pola pikir fixed mindset yang cenderung menerima kenyataan, mungkin sampai akhir hayat pun ia tetap tidak akan menemukan hasil penelitiannya. Namun, karena kegagalan-kegagalan itulah yang pada akhirnya dia mendapatkan apa yang dia mau dan mampu mengubah dunia.


Memang pola pikir yang baik dimiliki seorang pelajar/mahasiswa sebaiknya adalah growth mindset agar semakin maju, semakin tertarik dan semakin tertantang dalam proses belajar. Namun, jikalau sudah memiliki fixed mindset, kita bisa mengubahnya. Hanya dengan mengganti kata “tidak akan bisa” menjadi “belum” dan “belum” menjadi “sekarang”. (KAA)

Menilik Batas Suci Masjid Poltek

Menilik Batas Suci Masjid Poltek

            Batas suci merupakan salah satu elemen penting dalam berdirinya sebuah masjid. Batas suci secara sederhana dapat diartikan sebagai area dimana diharuskan untuk melepaskan alas kaki baik sepatu maupun sandal bagi siapa saja yang akan masuk ke masjid. Batas suci biasanya ditandai dengan garis lurus horizontal ataupun tulisan yang biasanya ditemukan di depan pintu masjid. Tujuan dibuatnya batas suci adalah untuk memastikan kesucian lantai masjid dari najis dan kotoran yang terdapat pada alas kaki.
            Namun  jika kita perhatikan di masjid Poltek, batas suci seakan terabaikan. Banyak diantara mahasiswa dan warga kampus lainnya tetap memakai alas kakinya saat akan masuk ke toilet masjid. Seperti yang diketahui, bagi siapa saja yang masuk ke toilet masjid Poltek otomatis akan melewati batas suci yang ditandai dengan garis lurus horizontal warna hitam. Mayoritas mereka yang melewati batas suci tanpa melepas alas kakinya ini adalah mereka yang hanya ingin buang hajat di toilet, sedangkan bagi yang akan sholat sudah barang tentu melepas alas kakinya.
            Hal ini patut disayangkan, karena tidak ada yang bisa menjamin kebersihan alas kaki para “pelintas batas” ini. Meskipun sudah dibersihkan berulang kali, tetap saja ada yang melintas dengan alas kaki. Kemudian, ini akan berdampak pada ibadah sholat yang dilakukan oleh mahasiswa dan warga kampus lainnya karena bisa saja wudhu yang telah dilakukan batal akibat alas kaki para “pelintas batas” yang kemungkinan besar tidak steril dari najis. Seperti yang diketahui, dalam hukum islam apabila wudhu batal maka sholat juga akan tidak sah.
            Menurut penuturan Rio, salah seorang mahasiswa teknik elektro, fenomena tersebut terjadi akibat ketidaktahuan yang bersangkutan terhadap agama dan hal itu diikuti oleh orang lain. Rio juga mengutarakan pendapatnya bahwa hal itu dapat dicegah dengan kesadaran diri masing-masing.
            Narasumber lainnya yaitu Firdaus salah seorang mahasiswa mekatronika berujar, “Hal tersebut terjadi karena kesempatan”. Sedangkan menurut Aris, mahasiswa mekatronika lainnya berpendapat bahwa batas suci masjid sangat penting agar lantai tidak kotor dan menjamin sahnya wudhu seseorang yang akan sholat.
            Selain itu, sumber lain yang pernah melintasi batas suci dengan alas kaki berpendapat bahwa agak repot jika harus melepas alas kaki ketika akan masuk toilet masjid. Sumber yang tidak mau disebutkan namanya ini  juga berujar terkadang ingin buang hajat dengan kondisi “diujung” sehingga mau tidak mau tetap memakai alas kaki.
            Fenomena tersebut membutuhkan solusi bersama yang dapat menguntungkan semua pihak, baik mereka yang ingin beribadah di masjid maupun mereka yang hanya sekedar buang hajat di toilet masjid. Untuk itu, dirangkum beberapa solusi dari beberapa narasumber yang diwawancarai awak PARADIGMA.
           
Menurut Rio, mahasiswa teknik elektro,
“Agar masalah tersebut dapat terpecahkan, mungkin bisa dilakukan seminar atau penyuluhan mengenai pentingnya batas suci ini. Atau mungkin bagi mahasiswa terutama jurusan elektro yang sedang mengerjakan tugas akhir dapat membuat alat yang mendeteksi orang yang melewati batas suci dengan alas kaki. Alat tersebut akan berbunyi sehingga mau tidak mau orang akan melepas alas kakinya”.
Menurut Firdaus, mahasiswa prodi mekatronika,
“Batas suci dibuat tidak hanya didepan masjid, tapi juga di depan pintu toilet. Batas sucinya diberi stiker dengan isi tulisan atau gambar yang memberi sugesti sehingga orang-orang akan menyadari pentingnya melepas alas kaki ketika melewati batas suci”.
Menurut Aris, mahasiswa prodi mekatronika,
“Menurut saya, agar orang-orang melepas sepatunya saat melewati batas suci adalah dengan membuat semacam parit kecil di depan pintu yang dialiri air yang kira-kira sepatu atau sandal akan basah kalau lewat disitu. Lebarnya yang sekiranya akan menyulitkan orang untuk melompat sehingga mau tidak mau harus melepas alas kaki. Bisa juga dengan merenovasi toilet yang ada disebelah pusat informasi agar mereka yang ingin ke toilet tapi tidak mau melepas alas kaki, bisa menggunakan toilet tersebut”.

            Semoga dengan masukan beberapa mahasiswa diatas dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap kesucian masjid yang nantinya akan berdampak positif bagi kelangsungan ibadah mahasiswa muslim di kampus Poltek.

Tuesday, October 21, 2014

Kenapa Harus Menulis ?

Kenapa Harus Menulis ?

Terkadang banyak dari kita yang memikirkan kenapa kita harus menulis apa yang kita tidak sukai, atau bahkan banyak hal yang terkadang membuat kita bosan dengan kegiatan yang selalu tidak sesuai dengan keinginan kita, bisa saja menulis dengan unsur paksaan tapi ada juga yang senang untuk melakukannya.
Tapi tidak semua dari kita menyukai yang namanya menulis, apa setiap dari kita punya hobi yang sama yaitu menulis, menurut pribadi tidak semua dari kita yang suka menulis dan sampai sekarang menulis harus disuruh. Kenapa menulis tidak dengan niat kita sendiri, banyak hal yang bisa kita tulis setidaknya dari yang kita lihat setiap hari dan yang kita dapati setiap yang kita lihat.
Bagaimana rasa ingin menulis akan tumbuh kalau dari diri kita sediri saja tidak mampu merubah diri seperti yang kita inginkan. Mau menjadi penulis tapi masih mikir “kenapa harus menulis????”. Apa dengan cara itu seseorang akan rajin menulis, atau bahkan seseorang bisa memiliki karya sendiri. Masih banyak yang harus di perkira untuk kita bisa menulis, apalagi dalam pemilihan kata agar bisa menjadi kalimat yang baik supaya tidak menyinggung si pembaca.
Sebenarnya kita tidaklah harus berpikir kenapa kita harus menulis atau hal yang bersifat negatif yang ada di dalam pikiran kita, itu hanya bisa membuat kita jatuh untuk bisa membuat sebuah karya yang baik dari diri kita sendiri.
Dalam menulis itu tidaklah sulit seperti yang ada dalam pikiran kita, intinya jangan takut untuk menulis dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembaca yang ada di luar sana, jadilah motivasai bagi diri kita juga untuk orang lain.
Sumber Foto : osolihin.net
 Lpm.44

Saturday, October 18, 2014

Paradigma Sukses : Katanya VS Faktanya

Sukses adalah saat kita mendapatkan sesuatu yang sangat kita inginkan melalui proses yang baik dan benar. Pada saat kita berhasil mendapatkannya bukan hanya diri kita sendiri yang merasa puas  namun orang-orang disekitar kita merasa bangga terhadap kita. Jadi sukses itu relative. Kita tidak bisa menentukan sukses atau gagalnya seseorang berdasarkan penilaian menurut kita.

Saya beri sebuah bocoran besar, sebenarnya kita telah diberikan potensi yang sangat besar untuk sukses oleh Yang Maha Esa. Kamu bisa sukses seperti Albert Einstein , Bob Sadino atau tokoh idola mu yang lain. Kecuali jika idolamu adalah tokoh kartun. Perlu kita ketahui mengapa banyak orang yang tidak sukses disbanding orang yang benar-benar sukses. Itu karena mereka memiliki paradigma yang keliru tentang sukses.  Berikut katanya dan faktanya :

1.      Katanya : sukses itu factor keturunan
Faktanya : tidak ada hubungan ilmiah antara sukses dengan latar belakng keluarga. Orang tua sukses belum tentu anaknya juga ikut sukses. Jika mendapat warisan dan langsung kaya raya, itubelum bisa di golongkan sebagai orang sukses.

2.      Katanya : sukses itu factor hoki
Faktanya : keberuntungan atau Hoki yang bahasa inggrisnya L.U.C.K (Labour Under Correct Knowladge) yang artinya Berusaha dengan pengetahuan yang benar. Maksudnya adalah HOKI tidk datang dengan sendirinya namun harus di jemput dengan usaha dari diri kita sendiri.

3.      Katanya  : sukses itu karena factor nasib
Faktanya :  banyak orang yang salah mengartikan nasib itu adalah sekenario yang mutlak. Bukan demikian pengertian nasib. Ingat, Allah tidak akan merubah nasib seseorang, jika seseorang itu tidak mau merubahnya. Jadi kalu kita tidak sukses jangan menyalahkan Allah.

4.      Katanya : sukses itu karena factor Shio, Zodiak, Hari, Jam dan tanggal lair
Faktanya :  itu semua tidak ada hubungannya, coba kalian temui orang-orang yang kalian anggap sukses, tanyakan apa Shio, Zodiak, kapanlahirnya . nyatanya apapun Zodiak danShionya kita bisa gagal ataupun sukses . jangan percaya kepada Ramalan Zodiak yang sering ada di majalah, internet, atau sebagainya. Tetap percaya kepada kemampuan dirimu sendiri.

5.      Katanya : sukses itu karena factor keempurnaan fisik
Faktanya : banyak khasus terjadi dimana orang-orang dengan ketidaksempurnaan fisik justru lebih sukses disbanding orang yang memiliki fisik lebh sempurna. Itu semua karena mereka mampu mengubah kekurangan menjadi kekuatan untuk diri mereka.

6.      Katanya : sukses itu karena factor tingkat pendidikan formal
Faktanya : tingkat pendidikan formal seseorang tidak menjamin suksesnya seseorang . misalnya, pembisnis dan motivator nomor satu di Indonesia, Andri Wongso. Yang lulusan SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat). Tidak Tamat SD saja bisa sukses. Tingkat pendidikan formal tinggi tetap penting, namun bukan menjadi penentu.

7.      Katanya : sukses itu karena factor usia.
Faktanya : seorang dengan usia yang lebih muda belum tentu lebih sukses dibandingkan dengan yang lebih tua. Contohnya, KOlonel Sanders yang memulai bisnis ayam goring di usa 65 tahun. Jangan jadikan usia sebagai pembatas kesuksesan.

Nah berdasarkan Check and Recheck tersebut maka jelas sudah bahwa “katanya-katanya” adalah paradigma sukses yang salah. Ada sebuah pepatah “tua sukses itu biasa, muda sukses itu luar biasa, muda tidak sukses – sukses itu kebangetan”.

By : Hesty


Nutrisari Jiwa

“NUTRISI JIWA”

Seperti halnya dengan tubuh kita yang membutuhkan nutrisi agar bertumbuh baik. Demikian pula dengan jiwa kita. Membaca adalah salah satu cara menambah nutrisi jiwa. Manfaat membaca adalah ketika kita memiliki kesadaran yang lebih, menjadi memiliki kepahaman tentang diri sendiri dan sekitar, serta mendapatkan tingkat kearifan diri yang lebih baik. Tetapi jika kita membaca hanya untuk sekadar tidak tahu untuk menjadi tahu itu hanya seperti saat kita membaca textbook perkuliahan dengan niat sekadar mendapatkan nilai A saat ujian.
Mungkin kita tidak akan pernah ingat persis isi buku yang kit abaca, tetapi jiwa dari bahan bacaan itulah yang masuk dalam alam bawah sadar kita, kemudian keluar kembali menjadi tingkah laku dan cara pandang serta kepekaan yang semakin baik.
Membaca juga dapat membantu kita menemukan diri kita kembali. Apalagi dengan kita membaca berbagai buku motivasi. Jadi, teruslah membaca dna jangan berfikir pendek akan manfaat-manfaat yang akan didapatkan. Marilah tingkatkan minat baca anda agar bisa “Menambah Nutrisi Jiwa”.

By : Para yulia


Wednesday, October 15, 2014

Kelabilan Seorang Pemimpin

Kelabilan Seorang Pemimpin

Banyak yang bilang sih seorang pemimpin itu dapat dijadikan contoh dalam kepemimpinannya bahkan memutuskan pendapat yang dianggap benar dan berani untuk dikritik saat sebuah tindakannya tersebut salah,namun seiring jarum jam terus bergerak dan ketika pagi ketemu malam kembali,sudah sangat jarang ditemukan sosok pemimpin yang berani untuk dikritik dan berani turun dari jabatannya,apakah semua ini ada dampak dari factor kekuasaan di era Globalisasi ?
Tapi apakah tindakan yang selama ini dianggap salah oleh mereka yang menilainya akan terus dilakukan untuk kesenangan yang bersifat sementara,namun bagaimana dengan yang merakasan efek ulah yang justru malah membuat susah tanpa ada jalan penyelesaian,ironisnya justru sebuah keputusan yang sudah sesuai dengan naluri malah jadinya terperosok jurang hasutan yang terkadang hasilnya malah bersifat negative dan bertentangan dengan yang diharapkan.
Mau sampai kapan masalah tidak berani frontal atas sebuah keputusan dan tindakan yang dianggap benar apakah harus terus berorasi ditengah jalan sambil membawa spanduk bertuliskan “Mundur” baru sadar,hanya terdapat sedikit harapan yang dimiliki walaupun pada akhirnya harapan tinggal harapan yang tersimpan jauh dibawah batu karang samudera,hanya ingin tidak ada penjajahan di berbagai tempat pemimpin tersebut menjabat di negeri ini hanya karena ingin kekuasaan dan ketenaran yang bersifat sementara,jangan hanya itu kaum netralitas merasa tertindas dengan keputusan yang diterapkan tidak sesuai !!


Written By Faisal Sadewo Hidayat

Luangkanlah Waktu Tenang Untuk Belajar

Luangkanlah Waktu Tenang Untuk Belajar

          Meluangkan waktu tenang untuk belajar memang sangat di perlukan, agar materi yang telah kita pelajari semakin di mengerti. Akan tetapi banyak dari kita merasa bahwa tidak ada yang namanya waktu luang untuk mengulang pelajaran, karena banyaknya kesibukan masing-masing yang mengharuskan kita untuk melakukan kegiatan itu, misalnya; bantu orang tua, main game, facebook, bbm, dan lain-lainnya yang membuat waktu sepertinya sedikit. Sehingga tidak adanya waktu luang yang tersedia untuk mengulang pelajaran.
          Akan tetapi, setiap dari kita pasti memiliki rasa untuk mengulang pelajaran yang telah dijelaskan oleh guru di rumah, akan tetapi ada saja yang menghalangi dan mengganggu. Sehingga fokus kita untuk mengulang pelajaran menjadi hilang.
         Dalam masalah ini, sebenarnya solusinya sangatlah banyak dan mudah, salah satunya adalah dengan cara guru sering memberikan tugas kepada siswanya. Dengan demikian, siswa akan selalu membuka buku untuk mengerjakan tugas, dan secara tidak langsung akan membuat si siswa mengulang pelajaran.
          Akan tetapi, sebagai guru yang baik, harus juga memperhatikan tingkat kemampuan otak siswanya. Jangan seenaknya memberi tugas yang banyak, dalam tempo waktu pengumpulan yang cepat, dan soalnya beranak cucu .

#LPM0202

Kampus Sesak Akan Pencari Kerja

LPMPARADIGMA, Politeknik Negeri Batam dipenuhi oleh para pencari kerja yang datang dari berbagai tempat. Pendaftaran kerja dimulai pukul 08.00 WIB dini hari (14/10). Kepadatan dipenuhi mulai dari gerbang, tempat parkir, lantai 1, sampai lantai 2 Politeknik Negeri Batam.
 
Suasana Lobi Poiteknik Negeri Batam yang di padati oleh pencari kerja. (F. Politeknik Negeri Batam)
Seluruh mahasiswa/i dihimbau untuk mengenakan almamater tujuannya agar civitas kampus dapat membedakan mahasiswa/i kampus dengan para pencari kerja, serta memudahkan keluar masuknya mahasiswa/i kedalam kampus.

Jumlah stand BURSA EFEK INDONESIA yang dibuka di Politeknik Negeri Batam ada 34 stand yang terdaftar, mulai dari PT.DHARMA KARYA RAHARJA, sampai dengan PT. GRAHA CIPTA UTAMA. Serta jumlah calon pekerja yang dibutuhkan sekitar 4000 pekerja.

Kampus semakin padat saat calon pekerja mengisi formulir pendaftaran juga melengkapi semua persyaratan yang diinginkan oleh masing-masing perusahaan, ada yang menginginkan persyaratan dikumpul saat itu juga, namun ada yang meringankan calon pekerja dengan pengembalian form juga persyaratan keesokan harinya, serta ada perusahaan yang menyediakan pengisian form secara online.

Pendaftaran pekerja ditutup sekitar pukul 16.00 WIB dini hari. (LPM555)



Monday, October 13, 2014

Mading Baru LPM Paradigma


LPMPARADIGMA, Bertempat di ruang HIMA Politeknik Negeri Batam, tim mading (majalah dinding) LPM Paradigma kembali melakukan proses pembuatan mading pada jumat siang, 10 Oktober 2014 lalu. Pembuatan mading kali ini ditangani oleh tim mading baru yang beranggotakan Kurniawan, Alan Burhannudin dan Mukhroil. Selain itu, ketua umum LPM Paradigma, Muhammad Ali juga turut membantu dalam pembuatan mading.

Mading LPM Paradigma edisi kali ini mengangkat tema hari ulang tahun TNI yang ke-69. Prosesnya sendiri dimulai dengan pengumpulan bahan yang berisi sejarah TNI hingga fakta unik mengenai TNI. Kemudian proses dilanjutkan dengan mendesain layout mading yang kali ini terlihat sedikit “galak” karena didesain dengan nuansa TNI, mulai dari gambar senjata hingga foto-foto pasukan khusus TNI seperti Kopassus TNI AD dan Kopaska TNI AL.


Setelahnya, dilakukan penempelan konten mading pada template yang sudah disiapkan sebelumnya. Terakhir menjelang maghrib dilaksanakan proses penempelan pada slot mading yang tersedia di sayap kanan gedung Politeknik Negeri Batam. Nah.. buat kawan-kawan yang penasaran dengan penampakan mading baru LPM Paradigma, silakan dilihat ya..

POLOS

POLOS

Disaat mereka berkicau, aku hanya bisa ikut menyimak tanpa menimpali
Diam…. Hanya bisa diam menikmati
Terkadang berfikir kenapa aku tidak seperti mereka
Bisa merasakan hal itu
Mungkin ini hal yang biasa bagi kalian, tapi apalah daya diriku

Aku hanya bisa terseyum kecil melihat mereka, membicarakan itu
Aku hanya bisa menepuk punggung mereka, menenangkan mereka ketika mereka jatuh
Aku hanya bisa tersenyum iri , ketika mereka seperti terbang ke langit ke tujuh
Tau kah kalian aku cemburu dengan rasa itu

Kalian tak pernah memandangku
mengangapku  kerikil yang tak tau apa- apa
Tau kah kalian, aku berharap
Berharap bisa mencicipi sedikit dari rasa itu
Berharap mencicipi getir maupun manisnya rasa itu






Menjalani 4 Dunia, Bagaimana Mengimbanginya

MENJALANI 4 DUNIA, BAGAIMANA MENGIMBANGINYA

Beberapa dunia bukan berarti saya hidup di dunia yang berbeda, dalam tulisan kali ini saya akan menceritikan kisah saya. Bagaimana saya mencoba mengimbangi beberapa dunia yang dijalani sekaligus. Ada beberapa dampak yang dihasilkan, ada yang positif dan ada juga sebaliknya.

Beberapa dunia yang saya jalankan yaitu pertama adalah dunia perkuliahan. Yap. Saya masih mahasiswa akhir (semester 7) yang sedang disibukkan dengan Tugas Akhir. Dunia perkuliahan saya jalani mulai bangun pagi yaitu pukul 8.00 sampai dengan pukul 16.00. Ini menghabiskan sekitar 8 jam kerja layaknya bekerja diperusahaan besar yang dituntut bekerja selama 8 jam. Hanya saja pada dunia ini, kami dilatih banyak menguras otak & pikiran. Jadi jarang sekali menggunakan tenaga.

Dunia selanjutnya adalah dunia organisasi, yap. Saya masih menjalani hidup di dunia organisasi. Saya juga diamanahkan menjadi pimpinan organisasi (Lembaga Pers Mahasiswa). Dalam dunia ini tidak ada waktu/jadwal yang pasti untuk menjalaninya. Hanya saja kadang setelah selesai di dunia perkuliahan saya harus menghandle di dunia organisasi. Meskipun tidak ada waktu yang pasti, saya dan tim saya harus menyelesaikan tugas-tugas dunia ini selama satu tahun dengan beberapa laporan yang harus diselesaikan. Harus bisa menghandle 49 kepala manusia yang berbeda pemikiran. 

Dunia ketiga yaitu dunia bisnis. Nah ini adalah dunia yang jarang sekali diduduki oleh orang-orang, karena mereka takut tidak bisa mengimbanginya. Tapi saya mencoba untuk mendudukinya. Ada dua bisnis yang saya jalankan. Pertama adalah bisnis pribadi yaitu Travel (www.alitourstravel.info) & keagenan (www.ayobisnistiketpesawat.com). Bisnis ini adalah bisnis pertama saya jalankan semasa saya kuliah. Yang kedua adalah bisnis Kuliner (pizzabuah), didalam bisnis ini saya dijadikan penanggung jawab usaha. Jadi semua pergerakan usaha saya yang bertanggung jawab.Dua bisnis ini harus dijalankan secara balance untuk menjadi bisnis yang menghasilkan.

Dunia terakhir adalah dunia asmara. Tidak banyak yang bisa saya bagikan tentang dunia asmara. Banyak nano-nano yang dihasilkan.

Nah itu beberapa dunia yang dijalankan, sebenarnya banyak dunia-dunia lain yang dijalankan. Hanya saja pokok/utamanya adalah 4 dunia ini.

Bagaimana mengimbanginya ?
1. Untuk mengimbangi beberapa dunia ini, anda harus siapkan mental. Yakinkan pada diri anda apakah anda siap untuk menjalani keempat dunia ini sekaligus. Apakah hanya beberapa dunia saja.

2 Setelah anda siap, maka atur waktu dan semangati terus diri anda. Karena tanpa semangat maka anda tidak akan bisa menjalani beberapa dunia.

3. Setelah anda siap dan semangat serta pengaturan waktu yang tertrutur. Maka anda sudah siap menjalani keempat dunia ini.

Semoga bermanfaat bagi yang ingin menjalani keempat dunia secara bersamaan. Hanya saja harus balance antara beberapa dunia. Dan ada dunia yang diprioritaskan untuk diutamakan. Salam super. (LPM2014)




Tentang Sahabat

Tentang Sahabat
(ois supriatin)



Aku berdiri di ujung jalan yang sepi
menanti sebuah persahabatan yang telah pergi
menunggu keadaan yang tak akan kembali
tentang sahabat ,,,
perjalanan hidup telah menanti
dan kau berangsur menjauh, menjauh dan menjauh
menjauh untuk menggapai sebuah mimpi
sibuk dengan berbagai imajinasi baru
yang telah kau pilih sendiri
tentang sahabat ,,,
sekarang hanya tertinggal untaian debu
yang menyelimuti persahabatan kita
ingatkah kamu sahabat tentang impian kita
tentang mimpi untuk menggapai sebuah bintang
kita bersama dalam suka dan duka
tapi, semua semu menjadi sebuah kenangan
yang aku berharap akan terwujud


Lebaran Yang Menyedihkan

Lebaran Yang Menyedihkan

Sebuah perjalan hidup dari kita kecil hingga dewasa, dari kita sekolah dasar sampai akhirnya kita melanjutkan kuliah. banyak perubahan yang kita alami termasuk jauh dari orang tua.

Inilah kisah yang aku alami, selama hampir 19 tahun aku hidup berdampingan dengan orang tua sekarang untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun aku harus jauh dari dua manusia yang sangat penting di hidupku. Bagaimana aku menjalani hari-hariku tanpa mereka ? bagaimana cara aku mengatur berbagai kebutuhan hidup saat jauh dari mereka ? dan apa yng harus aku perbuat saat aku kangen dengan mereka ? itu lah pertanyaan yang ada di pikiranku. Setiap hari, jam, menit dan detik hanya itu yang ada di pikiranku, selalu mengganggu hidupku.

Aku bahkan sempat berfikir ingin pergi dan kembali . Tapi, apa mungkin aku kembali tanpa membawa sebuah kebahagiaan buat kedua orang tuaku. Harapan dan senyuman mereka membuat aku enggan melakukan hal bodoh itu, dan aku pun berfikir” ini jalan hidup baru yang harus aku lalui jadi seberat apapun kehidupan baru ini akan aku jalani dengan ikhlas, karna aku yakin ada yang baik di balik ini semua”.

Suara takbir bergema untuk pertama kalinya aku merayakan lebaran idul adha jauh dari orang tua. Sempat sedih mendengar suara itu teringat suasana nyaman saat bersama keluarga. Tapi, di sini aku mempunyai keluarga baru. Untuk menghilangkan rasa sedih itu semua kegiatan aku lakukan , kecuali cuci wc n nyuciin baju teman (hehehehe). Teringat setiap pagi raya sang bunda biasa membangunkanku untuk bersiap-siap sholat dan mempersiapkan makanan di pagi raya tetapi, suasana tersebut tidak ku dapat di sini tidak ada suara kokokan ayam yang membangunkan setiap manusia serta tidak ada suara sang bunda yang rajin membangunkanku. Di sini, aku belajar mandiri jauh dari orang tua meski pun sedih melewati lebaran ini tanpa mereka.

Ternyata bukan hanya aku yang jauh dari orang tua saat lebaran idul adha ini tapi, teman-temanku yang kuliah di pekanbaru, medan, malang, tg.pinang dan bandung pun merasakan hal yang sama. “Demi ilmu kita pun harus bisa jauh dari orang tua , tak mungkin kita mesti berada di ketiak orang tua kita” itu salah satu kalimat yang di ucapkan oleh temanku. Anak manja yang selalu bergantung dengan orang tuanya dan sekarang pergi kekota orang.


By : ois supriatin

Aku, Mawar dan Sepotong Martabak

Aku, Mawar dan Sepotong Martabak


Aku memiliki seorang sahabat, ia bernama Mawar.  Menurutku mawar adalah seorang yang periang dan senang menghibur orang di sekitarnya, termasuk aku. Mawar adalah orang sumatera barat dan aku orang jawa, namun kami sangat kompak sekali , menurut kami perbedaan itu indah.

Aku dan mawar bertemu saat aku duduk di bangku SMP kami selalu bersama-sama , bercanda riang, membolos, di hokum bersama, naik angkot tidak bayar, patah hati, berbagi cerita, berpetualang dan masih banyak hal lain yang kami lakukan bersama mawar.

Ibu mawar sudah lama meninggal dunia saat mawar masih duduk di kelas 3 SD. ayah mawar adalah pedagang martabak keliling Meskipun hanya berjualan kaki lima namun ku akui Martabak buatan aayah mawar adalah martabak terenak yang pernah lidahku rasakandan tidak ada yang bisa menandinginya. Mawar kerap kali membawa martabaknya ke sekolah untuk ku , dan setiap pulang sekolah aku selalu menyempatkan untuk bermain di rumah mawar meskipun arah rumah kami berlawanan, selain untuk mengisi kekosongan aku juga akan mendapatkan martabak secara Cuma-Cuma.

Namun keadaan berubah saat aku dan Mawar beranjak SMA, kami mendapat SMA yang berbeda. Enam bulan pertama kami masih kerap main seperti biasa meskipun tidak sesering dulu. Namun beberapa bulan kemudian aku kehilangan komunikasi dengan mawar. Aku sudah pernah dating ke rumahnya, namun rumahnya sangat kosong seperti tidak berpenghuni. Aku sempat berfikir, mungkinkah mawar sudah menemukan penggantiku. Namun aku menepis perasangka buruk itu, mungkin saja dia sedang sibuk dengan tugas-tugasnya. Atau mungkin aku yang selama ini tidak peduli dengannya.

Suatu ketika aku mendapatkan informasi yang sangat mengejutkan hatiku tentang mawar. Mawar kerasukan makhluk halus saat di kamar mandi di sekolahnya dan dia sudah satu bulan tidak sadarkan diri . mendengar hal itu jantungku seperti berhenti bedegup. Bibirku tak dapat bergerak seperti membeku. Aku tidak sepenuhnya percaya dengan hal itu. Langsung saja ku keluarkan sepeda dari garasi dan aku melaju menuju rumah mawar yang seperti tak berpenghuni lagi. Di jalan aku terus mengayun dan berdoa berharap semoga apa yang ku dengar itu adalah berita burung semata. Sesampai di rumah mawar, keadaan masih tampak kosong. Ku lihat satu persatu keadaan sekitar. Ntah mengapa tatapan ku teruju pada pohon seri di depan halaman ruah mawar. Di pohon itu kami selalu menikmati martabak sambil bercanda gurau. Bayangan ku pun pudar ketika munculah Ayah mawar dengan wajah murung Dan mempersilahkan masuk ke dalam rumah mawar.  Keadaan rumah tidak seperti dahulu. Selama mawar sakit ayah mawar berhenti berdagang.   Rumah tampak seperti rumah kosong yang tak berpenghuni. Ku lihat di pojok ruangan mawar sedang tertawa sendirian, rambut panjangnya yang dulu indah sekarang menjadi tidak beraturan. Mengapa mawar bias tertawa sendirian tanpa ku ? padahal dulu kami selalu berbagi cerita dan tertawa bersama. Sesekali aku memanggilnya mencoba menyadarkannya bahwa ada aku saat itu, namun dia tetap tertawa . ku dengar sangat jelas dia memanggil namaku , ternyata dalam keadaan seperti ini dia masih mengingatku. Aku merangkulnya, airmataku tidak terbendungkan lagi.  Aku tahu, dia juga tidak mau dengan keadaan seperti ini. aku yakin dia mengetahui bahwa yang merangkulnya saat itu adalah sahabatnya yang selalu ada untuknya. Aku memutuskan untuk menyudahi pertemuanku itu.

Seminggu kemudian aku kembali menemui mawar,namun menurut keterangan tetangganya . mawar dan ayah nya pergi ke kampong halamannya yaitu di sumatera barat. 

Ku harap itu bukanlah pertemuan ku yang terahir dengan sahabatku mawar. Sampai jumpa di kemudian hari mawar . aku berjanji, suatu saat aku akan dating menemuimu. Meskipun aku tidak tahu jelas alamatmu di sumatera barat, akan ku cari alamat mu hingga kita bias bertemu kembali. Kamu juga harus berjanji, saat kita bertemu nanti, kamu harus dalam keadaan suda membaik, agar kita dapat berbagi cerita dan bercanda kembali seperti dulu dan kita bias merasakan martabak ayahmu kembali bersama-sama. Ingat a mawar, bagaimanapun keadaanmu kamu tetap sahabatku.

By : Hesti

Sumber Foto : faisalfatih.wordpress.com