Saturday, September 27, 2014

Hidup di Asrama Polibatam Dimata Mahasiswa Baru

LPM Paradigma - Mahasiswa – mahasiswi  seluruh  Perguruan Tinggi Negeri di  Indonesia termasuk Politeknik Negeri Batam di beri kesempatan oleh negara untuk mendapatkan Beasiswa BIDIKMISI yaitu memperoleh pendidikan secara gratis, selain itu  akan menerima uang saku setiap bulannya. Namun tidak semua mahasiswa berhak menerimanya, ada syarat yang harus di penuhi yaitu mahasiswa yang secara ekonomi tidak mampu serta memiliki prestasi di bidang akademik atau  non akademik.

Penerima mahasiswa bidikmisi harus bersungguh-sungguh dalam proses pembelajaran di Politeknik Negeri Batam. Prestasi akademik mereka akan selalu di pantau, maka dari itu penerima BIDIKMISI di wajibkan untuk menempati penginapan yang telah di sediakan Politeknik Negeri Batam atau biasa disebut Asrama selama 1 tahun. didalam asrama mereka akan di latih untuk disiplin dalam proses belajar, etika hingga religius.

Setiap bulan mahasiswa Bidikmisi harus membayar 100.000 untuk biaya operasional, namun menurut mereka itu bukan masalah karena fasilitas yang di berikan asrama sangat memadai. Terdiri dari 4 gedung A, B, C, dan D. setiap gedung terdiri dari 2 lantai. Setiap lantai terdiri dari 6 kamar , 6 kamar mandi, 1 dapur fasilitas lengkap dan satu lobi. Setiap kamar di beri fasilitas 3 set lemari pakaian, meja belajar dan tempat tidur untuk di huni 3 mahasiswa. Serta fasilitas WIFI disetiap lantai. Jika ingin membeli bahan-bahan makanan, di asrama terdapat koperasi yang harganya cukup terjangkau.

Selain itu asrama juga mengadakan hiburan setiap malam minggu yaitu malam seni yang di lokasikan di panggung tepat di depan asrama C. di harapkan acara tersebut mampu menghibur para penghuni asrama agar dapat memanjakan diri yang lelah akan tugas-tugas dan masalah. Serta acara tersebut akan melatih kreatifitas dan mental mahasiswa untuk PD dalam menunjukan bakat pada dirinya atau kelompok.

Saat awal memasuki asrama sebagian mahasiswa mungkin merasa berat hati saat di wajibkan tinggal di asrama terutama yan merasa tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari Politeknik Negeri Batam, namun yang berasal dari luar batam dan tidak memiliki saudara atau tempat tinggal tetap akan merasa lebih beruntung meskipun hanya setahun.

Asrama seringkali di anggap sebagai momok yang menakutkan bagi mahasiswa yang menginginkan kebebasan yang sesungguhnya karena menurut mereka asrama memiliki sejuta peraturan yang harus selalu di patuhi. Namun semua itu tergantung dari masing-masing mahasiswa jika ia memang benar-benar memiliki jiwa yang selalu berfikir positif ia akan merasa sangat beruntung dan menganggap semua peraturan yang ada di asrama itu adalah demi kebaikan dirinya.

Setiap lantai asrama memiliki pendamping yang di sebut koordinator yang selalu memberi petunjuk jika ada yang salah dan selalu mengawasi agar tidak ada penyimpangan yang terjadi di dalam asrama.

Meskipun menjadi penghuni asrama bisa dibilang tidak bisa terjamin dalam hal konsumsi namun setiap minggu koordinator memberikan izin untuk pulang ke tempat asal, sekedar melepas rindu dan juga perbaikan gizi meskipun hanya beberapa jam karena tidak boleh menginap.


Hidup di asrama memang penuh suka dan duka, namun jika suatu hari nanti mereka yang sudah melalui kewajibannya untuk tinggal di asrama selama satu tahun, percayalah mereka akan merindukan saat-saat di asrama yang indah bersama teman-teman yang sudah sepeti keluarga. Mereka yang menerima beasiswa bidikmisi adalah orang-orang yang berutung dan mereka harus bangga dengan semua itu. (hesti)