Friday, September 19, 2014

Biografi Fiqih Komaruzzaman ZK

BIOGRAFI FIQIH KOMARUZZAMAN ZK


Lahir di Batam, 18 September 1993. Sang kakek memberikan nama Fiqih Komaruzzaman dengan harapan sang cucu kelak menjadi seorang yang selalu paham dan ahli dalam kemampuan yang dimilikinya. Saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa Multimedia dan Jaringan tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Batam, yaitu Politeknik Negeri Batam.

Tidak ada yang menyangka bahwa sosok yang terkenal kalem dan jarang sekali terlihat marah bahkan hampir mendekati tidak pernah oleh teman satu kampusnya ini, ternyata memiliki riwayat sebagai bocah nakal ketika masih di taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar.

Memasuki taman kanak-kanak saat berusia 4 tahun di TK Harmoni, Bengkong Aljabar dan melanjutkan pendidikan di SD Negeri 001, kota Batam. Ketika masih di taman kanak-kanak, sang ibu mengatakan bahwa Fiqih adalah seorang yang nakal dan gemar mengganggu teman-temannya. Begitu pula ketika memasuki Sekolah Dasar, lagi-lagi mendapatkan julukan sebagai bocah nakal karena kegemarannya mengejek, mengganggu dan memukuli teman-temannya. Namun, sejak sang guru agama mengajarkan Akhlakul Karimah di kelas 4, ia mulai belajar membenahi diri untuk menjadi anak yang lebih baik.

Melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 4 pada tahun 2005 dan menjadi siswa Teknik Elektro di SMK Negeri 1 Batam pada tahun 2008.

Sebelum akhirnya tercatat sebagai Mahasiswa Politeknik Negeri Batam, pernah mencoba mengikuti ujian masuk di Perguruan Elektronika Negeri Surabaya (PENS), namun sayangnya gagal. Tidak patah semangat, kemudian mencoba di Politeknik Negeri Batam dan diterima melalui jalur PMDK. Resmi menjadi mahasiswa pada tahun 2011.

Baru tertarik untuk memasuki dunia organisasi saat semester dua karena ingin mengubah mindset seorang siswa menjadi mahasiswa—menjadi seseorang yang tidak hanya berfokus pada bidang akademis namun mampu memiliki kemampuan berorganisasi.

Organisasi pertamanya di kampus adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ketika baru mulai bergabung sebagai anggota BEM, dirinya belum memiliki tujuan kenapa mengikuti organisasi tersebut, namun tetap mencoba dengan harapan mampu menambah pengetahuan yang selama ini tidak didapatkan dari pendidikan formal. Terbukti dengan perubahan kemampuan lebih berani untuk berbicara di depan umum dan lebih aktif di kelas. Serta meningkatkan kemampuan bersosialisasi.

Tidak hanya di BEM, masih haus akan pengalaman berorganisasi, selain mengikuti organisasi intrakampus seperti IMMPB (Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Batam) periode 2011-2012, BLUG (Batam Linux User Group) periode 2011-2013, LPM Paradigma (Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik batam) periode 2013-2014, Fiqih juga mengikuti beberapa organisasi di luar kampus.

Sebenarnya, keikutsertaannya di dalam organisasi sudah dimulai sejak masih bersatuskan sebagai siswa SMK Negeri 1 Batam. Saat itu ia sudah mulai mengikuti organisasi di luar sekolah dan menjadi bagian dari Remash (Remaja Masjid Ashobirin)—remaja masjid di SMK Negeri 1 Batam. Hanya saja saat itu ia belum terlalu memahami makna tanggung jawab di dalam organisasi sehingga sering kali lalai terhadap tugasnya dan dicap sebagai seseorang yang tidak becus dan amanah. Namun, sering berlalunya waktu, secara perlahan ia mulai belajar bertanggung jawabnya di dalam berorganisasi.

Pada tahun 2009, ditawarkan menjadi anggota dari Pengurus Kota PSTI (Persatuan Sepak Takraw Indonesia) yang merupakan suatu organisasi yang bergerak dibidang olahraga sepak takraw. Di sinilah ia mulai belajar untuk membuat schedule, memimpin sebuah rapat, menenangkan dan menetralkan suasana di dalam rapat dan lain sebagainya. Hingga di tahun 2012, mendapatkan amanah untuk menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum Pengurus Kota  PSTI (Persatuan Sepak Takraw Indonesia). Di organisasi inilah ia belajar untuk selalu menghargai orang lain.

Bermula karena banyaknya tugas kampus yang mewajibkan membentuk sebuah team, maka Fiqih membentuk kelompok belajar yang masih belum diberi nama bersama beberapa temannya. 11 Agustus 2012, Fiqih dan kelompok belajarnya membuat sebuah video iseng bertemakan Debat Aktivis Mahasiswa Gokil dengan dirinya yang berperan sebagai host.

Disinilah bermula terbentuknya TV Rusak. Kemunculan TV Rusak sempat membuat hampir seluruh mahasiswa Politeknik Negeri Batam heboh karena penasaran dan bertanya-tanya siapa saja orang-orang yang berada di balik TV rusak. Namun, Fiqih dan teman-temannya masih merahasiakan dan barulah ketika semester 3, keanggotan TV rusak mulai diketahui. Banyak yang bertanya kenapa diberi nama TV Rusak? Dan Fiqih selalu menjawab bahwa dirinya dan teman-temannya hanya ingin ketika orang menyebut TV RUSAK yang orang-orang ingat adalah mereka (Brand Wash). Tidak hanya mendapat pujian, namun banyak juga komentar kurang mengenakkan dan menganggap bahwa TV Rusak hanyalah sesuatu yang tidak penting. Namun, berkat kritik dan saran tersebutlah yang membuat TV Rusak masih bertahan sampai sekarang.

Pada 10 Agustus 2014, TV Rusak membuat sebuah video berjudul Testimonial TV Rusak yang berisi wawancara yang dilakukan secara acak terhadap masyarakat Politeknik Negeri Batam tentang apakah mereka mengetahui TV Rusak yang dapat ditonton di Youtube dengan keyword Testimonial TV Rusak.

Prinsip hidupnya adalah selalu berusaha dan berdoa untuk mewujudkan cita cita yang diinginkan, selalu yakin dan optimis bahwa dibalik ini semua ALLAH SWT sudah merencanakannya.

Di dalam hidupnya, Fiqih banyak merasa berterima kasih kepada orang-orang yang selalu mendukungnya. Yaitu ibu terbaiknya, ayah terhebatnya, ketiga adiknya, Firda, Farida dan Fannisa. Juga untuk Cik Uwah dan Cik Puah,  keponakan-keponakannya, Haikal, Na’afi, Tata, Aling, anak Kak Nilam. Juga kepada Senior-senior yang telah mengantarkan dirinya ke tahap perubahan. Khususnya kakanda Nuruzzaman As Siddiq, Kakanda Cahya Sumirat yang banyak membagi ilmu dan pengalaman dalam berorganisasi dan juga teman dan sahabatnya.

Fiqih bepesan kepada calon isteri dan ibu dari anak-anaknya kelak, “Aku akan menanti kalian dan kita bersama akan melewati hidup dengan penuh kasih sayang”.

Penulis : Siskha Sri Wulandari Ginting


---