Monday, May 26, 2014

Pandangi Mereka, Tapi Jangan Berkata Jika Kita Tidak Mengerti

Pandangi Mereka, Tapi Jangan Berkata Jika Kita Tidak Mengerti

Ketika senja menjelang malam terlihat kehindahan kota BATAM, jika kita memanadanginya disuatu tempat yang tinggi, dari situlah akan terlihat kehindahan kota Batam, di penuhi  dengan warna-warni lampu senja, cahaya lampu mobil dan cahaya lampu motor, lampu remang-remang dipinggir jalan ikut mewarnai ke indahan kota, dan dari cahaya lampu warung-warung pedagang kaki lima tidak tertinggalan untuk mewarnai malam.

Malam terasa sangat indah, jika kita melepaskan semua keluh kesah untuk seharian kita berkerja, kita bisa meluapkan rasa lelah yang terasa. Namun di balik keindahan itu terdapat suatu kekurangan kecil, sangat disayangkan jika semua jalan di penuhi penjualan kaki lima, penjual makanan, dan lain sebagainya, suatu prokes yang bagus, akan tetapi tidak relefan untuk kita jalani.

Seandainya pemerintah lebih memperhatikan rakyanya, maka hal ini bisa teratasi dengan baik, salah satu kita bisa membuat suatu tempat atau lokasi untuk penjual kaki lima, bahkan perlu kita membuat kampung yang di khususkan hanya untuk pedagang kaki lima saja, dan tempat khusus buat makanan saja, hal ini justru lebih baik ketimbang dari pada para pedagang mengganggu keamana pengemudi atau kendaraan yang hendak lewat dijalan tersebut, jika sore menjeleng malam terdengar suara kendaraan yang membunyikan klakson memintak jalan untuk  lewat,  karena jalan itu sudah di penuhi tampat pedagang yang sedang berjualan, secara otomatis yang hendak lewat disana pastilah terhalang.

Saya tidak menyalahkan para pedagang yang berjualan, sendainya  mereka memiliki tempat atau lokasi untuk berjualan, berkemungkinan kecil dia tidak akan berjualan di pinggiran jalan lagi, jadi hal ini seharusnya menjadi masalah juga bagi pemerintah, bagaimana cara agar pedagang kaki lima tidak menggangu para pengendara untuk menggunakan jalan, akan tetapi dengan satu syarat, para pedagang kaki lima tetap kita berikan kesempatan untuk berjualan, dalam artian kita mencari solusi yang lebih baik untuk mereka mencari nafkanya.

Sendainya mereka memiliki tempat atau lokasih untuk berjualan, pasti ah mereka senang, dengan ini tanda pemerintah juga memperhatikan mereka yang rakyat kecil.

Dimana-dimana bisa kita temui pedagang kaki lima yang menggunakan jalan untuk mereka berjualan, disini saya tidak bisa mengatakan tempat atau lokasi yang sering pedagang kaki lima tepati, karena saya yakin disekeliling kita selalu ada yang namanya pedagang kaki lima, kita sering melihatnya ketika senja menjelang malam, karna saya yakin disekeling kita terdapat pedagang kaki lima.

Apa lagi mereka berjualan sampai larut malam, mengharapkan uang yang tidak seberapa jika kita bandingkan dengan kesehatannya sendiri, tapi tidak meraka  hiraukan hal tersebut, karena mereka tidak memiliki pilihan lain untuk berkerja, bukan mereka tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan, meraka sama hal nya dengan kita yang lemah, akan tetapi karena kehidupan yang memaksa, mereka terpaksa melakukan nya, demi anak dan keluarga.

Saya pernah bercerita dengan salah satu pedagang kaki lima, dikala waktu itu saya ingin mebeli jualan nya, ini sedikit bentuk dari percakapan singkat kami
Saya: semenjak kapan bapak berjualan disini.!
Pedagang: udah lama dek, semenjak tahun 2009 saya udah mulai berjualan disini
Saya: uummmmmmmm,  udah cukup lama juga bapak disini ya, maaf pak, apakah bapak sudah memiliki keluarga.? Dan maaf pak, kalau boleh saya tau, apakah cukup uang hasil dagangan bapak ini untuk keluarga.!
Pedagang: keluarga saya sudah punya dek, dan kami di karuniai 3 orang anak, ya,,,,,
mau gimana lagi dek, tidak ada pilihan lain yang bisa saya lakukan untuk keluarga saya, kalau buat sekarang masih cukup dek, karena anak yang besar saya baru kelas  1 SD, dan itu biayanya, aduuuu, pusing kepala saya dek
saya: kenapa bapak tidak mencoba untuk mencari pekerjaan yang lebih baik aja, ya yang bisa mencukupi biaya bapak bersama keluarga
pedagang: udah sering saya kesana kemari mencari  pekerjaannya dek, namun tidak ada yang mau menerima, mereka bilang data-data yang saya tidak sesuai dengan perusahaan mereka, ini bandrek nya sudah selesai dek,
saya: owh iya pak, terimakasih pak, dan maaf telah banyak tau tentang bapak

Itu adalah salah satu pedagang yang saya wawancarai ketika saya mau membeli bandrek, jadi saya sempatkan aja untuk bertanya, karena saya juga berfikir, kenapa mereka memilih untuk berdagang dipinggir jalan ketimbang untuk bekerja dengan pekerjaan yang lebih baik, bukan berarti apa yang mereka lakukan tidak baik, hanya saja terlalu mengancam kesehatannya, dan tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa mereka juga berkeinginan untuk suatu yang lebih baik, mereka jugak mengharapkan pekerjaan yang layak dan yang pantas untuk mereka jalani, jangan bercerita tentang mereka jika kita tidak mengerti mengapa mereka seperti itu, jangan kita bertanya bagaimana mereka seperti itu, akan tetapi Tanya kenapa mereka seperti itu.?


By : Sep Justin

0 komentar:

Post a Comment