Monday, May 19, 2014

Organisasi Kampus Nggak Nampak Kerjanya

Otoritas (kekuasaan) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kekuasaan yang sah yang diberikan kepada lembaga dalam masyarakat yang memungkinkan para pejabatnya menjalankan fungsinya. Karena dalam aspek ini adalah Organisasi Mahasiswa (Ormawa) maka kata yang tepat adalah kekuasaan yang sah yang diberikan kepada Organisasi Mahasiswa yang memungkinkan setiap Ormawa menjalankan fungsinya sesuai yang telah di percayakan kepada ormawa tersebut.

Sekarang ini yang dirasakan semua organisasi, khususnya di Politeknik Negeri Batam ini adalah kurangnya partisipasi mahasiswa terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa, pasti banyak dari kalangan mahasiswa yang memiliki desas-desus tentang suatu organisasi, tak jarang pula akan terdengar mahasiswa mengatakan “ Organisasi kampus nggak nampak kerjanya”. Apakah itu suatu bentuk ketidak sukaan dengan suatu organisasi atau hanya mahasiswa tersebut yang kurang peduli dengan lingkungan khususnya dengan organisasi yang tengah di bicarakannya tersebut?

Bicara mengenai otoritas Ormawa, M.Abdul Mustofa selaku Presiden Mahasiwa mengatakan bahwa Konstribusi Ormawa khususnya BEM sendiri bagi mahasiwa bahwa BEM itu memang dikhususkan untuk menampung semua aspirasi mahasiswa dan UKM yang ada di kampus Politeknik Negeri Batam ini,tetapi partissipasi mahasiswanya masih sangat minim.Hal ini mungkin juga disebabkan karena belum mengertinya oknum yang ada di sebuah Ormawa tentang fungsi dan peranan dari Ormawa tersebut dan ini juga di alami hampir semua Ormawa di setiap Kampus, masing-masing ormawa hanya menjalankan proker tanpa mengetahui apa yang sebenarnya yang diinginkan oleh Mahasiswa. 

Hal ini juga di akui oleh Juanroy M. Selaku ketua Resimen Mahasiswa (MENWA). “UKM sudah bagus, tetapi otoritas dan feed backnya untuk kampus masih kurang. Ukm masih mengutamakan proker tanpa mementingkan bagaimana hasilnya nanti.Banyak mahasiswa yang masih kurang partisipasinya terhadap event-event yang dilaksanakan,jika ada yang datangpun itu hanya sebatas keterikatan dengan sebuah organisasi, mahasiswa sekarang lebih mengedepankan modernisasi tanpa mempentingkan nasionalisme,harapan kedepannya agar mahasiswa dapat menghargai event-event yang dilaksanakan oleh suatu ormawa karena akan menambah pengetahuan mahasiswa itu sendiri”, akunya kepada wartawan kampus. 

Sama halnya dengan pendapat-pendapat sebelumya, salah seorang mahasiswa mengatakan bahwa jika semua ormawa yang ada ini Politeknik Negeri Batam ini menjalankan tugasnya pada jalan masing-masing, tidak akan terjadi kesalah pahaman dan perselisihan dalam menjalankan tugasnya,tetapi pada kenyataannya terdapat perselisihan-perselisihan yang dikarenakan kurangnya kepedulian, bukan hanya dari Ormawanya saja,tetapi juga dikarenakan sumber daya mahasiswa kampus yang kurang andil dalam kegiatan kemahasiswaanlain halnya dengan pendapat ibu Selly, salah seorang dosen informatika. Beliau berkata, "dari segi ketercapaian rencana atau program kerja sudah oke. Hanya saja yang perlu dibenahi adalah kedisplinannya agar sesuai dengan peraturan yang ada di kampus. Misalnya ketika meminjam sarana dan pra sarana. Mungkin bagi yang senior, bisa berbagi pengalaman ketika bergabung dengan organisasi yang sama. Sehingga nantinya masalah kedisiplinan bukanlah masalah utama dalam UKM, tapi anggota bisa menciptakan ide-ide kreatif untuk mengembangkan UKM nya."

Jadi intinya, Antara Ormawa dan Mahasiswa harus adanya sinkronisasi yang baik demi tercapainya suatu tujuan mulia yang akan menyatukan kita mahasiswa Politeknik Negeri Batam, dan harapan kedepannya bagi mahasiswa Politeknik Negeri Batam memiliki kepedulian dan partisipasi yang besar terhadap kegiatn yang dilakuakan oleh ormawa karena event yang dilakukan Ormawa tersebut pasti memiliki manfaat yang besar bagi kita semua.

HIDUP MAHASISWA...!!!

0 komentar:

Post a Comment