Tuesday, May 20, 2014

Kyaaaaa……..! Gue polyglot!


Hari ini gua pengen ngedumel tentang pendapat orang yang beranggapan bahwa dengan mempelajari budaya dan bahasa asing, sama sama saja tidak mencintai budaya sendiri. Pernah gak gan kalian nemuin orang macam itu? Nyatanya, dengan kita mempelajari dengan budaya dan bahasa asing kita akan lebih menghargai budaya dan bahasa sendiri. Iya kan gan? Jadi kalo ada orang yang bilang kaya gitu, enaknya diapain ya gan?? ##Bakarrrrr!!!! (sadis betul gan maen bakar-bakar aja -__-). Padahal, di zaman yang super dubel dahsyat ini siapa sih yang gak berinteraksi dengan orang luar? Secara yak kan sekarang pesbk itu udah multifungsi, bukan Cuma untuk nyari mantan zaman sd, smp ato mungkin zaman  tk doang, tapi udah bisa dijadikan wadah untuk berkomunikasi dengan orang bule. Nah loh kalo udah komunikasi ama orang bule jadi mau pake bahasa apa? Bahasa tubuh? Aduuhh mama sayangeeee (ala abdur) kita orang ngobrol pake chat-chatan, cemana pula tulisan dipake buat bahasa tubuh #tepok jidat. Awal gua pake pesbuk sekitar tahun 80an (ketahuan kalian belum lahir -,-), kerjaan gua Cuma nge-add orang-orang gak jelas. Dan tanpa sengaja nyangkut orang bule dari Cambodia dan mulailah terjadi percakapan aliaen (awal punya pesbuk gua belum ngerti bahasa alien masa bro).

thank for adding me as your friend”

Mata gua melotot tajam bah jarum suntik yang siap ditusukan ke sela-sela kain sutra cina yang rapetnya bener-bener rapet dan halusnya bener-bener halus (apa hubunganya?). tapi tenang agan-agan dan isis-isis, untung ada google-kun yang siap sedia setiaap saat hahaha. Jadi semenjak itu, gua punya hobby baru nge-chat orang-orang bule dari manca Negara. Mulai dari Cambodia, Thailand, philipin, Malaysia, china, brazil, india, jepang, korea and USA. Tapi , karna terlalu ketergantungan ke google-kun, akhirnya gue coba dikit-dikit belajar beberapa bahasa seperti inggris (udah pastilah), jepang (pengen kali hanami dan diguyur salju), korea (gara-gara pernah deket sama cewe korea lol), dan francais (nah kalo ini gara-gara Novel Edensor! Andrea hirata mesti tanggung jawab!). detik demi detik, detik demi detik, detik demi detik akhirnya belum nyampe satu menit mata udah dibuat muter-muter sama mr.kanji (huruf jepang yang kaya ceker ayam itu loh). Dan sukses buat malam itu tidur terlalu sore. Hari berikutnya gue coba lagi belajar bahasa jepang, karena IQ gue diatas rata-rata, gue mutusin gak pake cara kemaren yang bikin kaki di kepala kepala di kaki. Setiap malam gue rutin melototin bahasa jepang dan akhirnya, boku ga sukoshi demikasu yo! Hehe pamer dikit gan. Bahasa inggris gue juga mulai dahsyat. Pengen tahu? Ah jangan lah takut ria. Bahasa korea? Nah ini dia gue Cuma bias hurufnya doing. Kalo bahasa francais yaaahh udah pernah ngerti api sekarang lupa.

Semenjak gue pelajarin beberaapa bahasa gue sering gabung di grup-grup yang mempelajari bahasa yang sedang gue pelajari. Suatu hari tanpa sengaja gue nemu grup POLYGLOT INDONESIA. Dari deskripsinya sih grup ini menampung orang yang mau mempelajari beberapa bahasa. Kawan-kawan Indonesia diluar sanaluar biasa! Mereka mampu menguasai berbagai bahasa Negara lain. Semenjak itu saya baru tahu kalau polyglot itu adalah orang yang bias berbicara lebih dari tiga bahasa. Dan tahu kah kawan-kawan, ternyata saya memang termasuk salah satu warga Negara Indonesia yang sangat berbakat LOL. #kapan coba muji diri sendiri.

  1. R>M>P sosrokerto (1877-1918), he was claimed that speak in 34 languages fluently (24 foreginer languages, 10 local languages)
  2. Agus salim, mentri luar negeri Indonesia menguasai 7 bahasa asing.
  3. Timothy doner telah mempelajari 23 bahasa asing.
  4. Alan Burhannudin student of polytechnic negeri batam have been learnt four foreigner languages and 23 local languages (sundanese and javanese) # am I include to polyglot? Absoulutly! :D lol

 By : Alan

0 komentar:

Post a Comment