Monday, May 19, 2014

Kemederkaan Yang Tersimpan

Kemederkaan Yang Tersimpan

Saya kurang setuju dengan apa yang mereka sampai kan tentang keadilan sosial. Karna masih banyak yang telantar disudut jalan, memimntak belas kasihan dari orang lain, masih banyak mereka yang tidak memiliki rumah untuk mereka tepati, mereka berteduh dibawah kolong jembatan, menerjang dingin nya malam.

Akan tetapi mereka terbiasa hidup dengan alam seperti itu, dibalik senyum wajah tua itu terlihat jelas duka yang mendalam, duka yang  hanya bisa terobati ketika hidup ini mulai merata dengan ke adilan, bukan hanya janjian belata.

Mereka melihat dan memahami apa yang sedang terjadi, akan tetapi mereka tidak melihat nya dengan batin mereka.

y’ALLAH, apakah kah yang membedakan kami dengan makluk ciptaan lain mu, apakah pangkat dan kekayaan yang membedakan kami.?

Terucap kata duka dari seorang wanita tua yang sangat menyangi tentang ke adilan ini, harapan, keinginan hanya bisa menjadi sebuah kenangan ketika masih hidup, mereka tidak mendengar apa yang kita ingin kan.

Kebisuak kami tidak bersuara bukan karna menghargai mereka, karna kami tidak mau bercerita dengan orang yang tidak memiliki hati dan perasaan.

Sampai kan salam termanis kami, sebuah salam yang menyisip kan kebencian mandalam kepada mereka.


By : Sep Justin

0 komentar:

Post a Comment