Monday, May 12, 2014

Ironi Ditengah Kemewahan

Ironi Ditengah Kemewahan

          Tak jauh dari kampus Poltek dengan segala kemewahan dan kemegahannya itulah pusat pemerintahan kota Batam. Kantor walikota, kantor DPRD, Bank, pusat perbelanjaan hingga pelabuhan feri internasional berdiri megah di kawasan tersebut. Selain itu banyak lagi bangunan lain yang terbilang wah disana, lengkap dengan segala macam fasilitasnya yang juga tak kalah wah-nya.

          Namun jika pandangan mata kawan jeli, tak menutup kemungkinan kawan akan melihat pemandangan yang sangat berlawanan dengan kemegahan itu. Miris dan ironis, itulah yang kondisi yang bisa digambarkan ketika melihat seorang gadis kecil usia sekolah menjajakan koran di persimpangan yang tak jauh dari kantor pimpinan tertinggi di kota industri ini. Penulis sendiri sering melihatnya terutama pada jam pulang kerja atau sore hari.

          Kesulitan ekonomi, besar kemungkinan itulah penyebab si gadis kecil itu harus turun ke jalan berpeluh demi mendapat beberapa lembar rupiah dari pengendara. Fenomena ini menandakan pemerintah masih punya banyak pekerjaan rumah yang harus ditangani secara efektif terutama dalam aspek ekonomi dimana 40% penduduk Indonesia saat ini mengalami kesulitan ekonomi atau dengan kata lain hidup dalam kemiskinan.

          Kawan, kita tentu berharap agar mereka yang akan duduk di pemerintahan nanti memang orang-orang yang mau berbuat untuk rakyat. Bukan hanya sekedar janji-janji palsu pemanis kampanye. Itu semua agar tak ada lagi gadis penjaja koran yang belum saatnya merasakan kerasnya mencari uang, agar tak ada lagi mereka yang meminta-minta dijalan, agar tak ada lagi mereka yang kelaparan, agar tak ada lagi ironi dan kemirisan ditengah kita. Semoga para pejabat terhormat di gedung mewah tersebut tak lagi menutup mata atas kesulitan yang dialami masyarakat kecil yang padahal ada di depan mata mereka. Ya.. semoga saja.


Penulis : Arif

0 komentar:

Post a Comment