Thursday, May 15, 2014

Hidup Untuk Memilih



Orang bilang hidup itu sebuah pilihan..!
Tapi kenapa kita tidak bisa memilih hidup yang kita mengerti,? hidup seperti panggung nya sandiwara, penuh dengan ke mumunafikan dan kepalsuan, hidup untuk saling membunuh satu sama lain, hidup yang memaksa kita melawan dengan apa yang sudah ada tertulis, demi bertahan hidup lebih lama, mereka berwaja dua (2), mereka berlomba untuk menjilat, mereka menerkam satu sama lain, sungguh memaksa kita untuk mengikuti jejak-jejak yang sudah ada.

Tapi itu bukan pilihan kita, jangan seperti mereka yang tak memiliki harga diri dan martabat, hidup seperti manusia yang sederhana dengan apa yang kita punya, jangan melangkah ditempat gelap jika kita takut ke gelapan, lorong itu sangat panjang  jika terliaht dari luar sana, namun lorong itu tidak lah begitu panjang kalau kita mencoba untuk memasuki nya.

Bawa lah harapan yang bisa kita bawak untuk menjadikan diri kita lebih baik, biar kan mereka yang tak suka denagn jalan hidup yang kita pilih, jangan henti kan kaki untuk melangkah, kita tetap berjuang dijalan kita, kita  seharus nya hidup untuk memilih, bukan hanya sekedar di pilih untuk hidup.

Hidup butuh perjuang, dan itu terjadi semenjak kita dalam sperma yang beribu-ribu, saling berebut untuk hidup, berlomba-lomba untuk turun kedunia menjadi seorang manusia, sampai dibumi kita terlena dengan keindahan bumi ini yang membuwat kita terpukaou dalam hawa nafsu.

Membawa suatu perubahan yang lebih baik sangat lah tidak gampang untuk terwujud nya, ada yang nama nya pengorbanan hidup, ada pengorbanan masa depan, jalani hidup ini dengan apa yang kita mengerti , ikuti cahaya kecil itu meski berada ditempat yang terang, cahaya kecil itu lebih  pasti bagi kita yang sedang mencari cahaya baru untuk hidup.

Karna hidup itu sangat indah kalau kita bisa memberi warna, jangan berfikir untuk melangkah mundur, akan tetapi berfikir untuk melangkah maju, kaki kita akan membawa kita kesatu titik cahaya yang lebih baik dari pada sebelum kita mengenal hidup



By : sep justin

0 komentar:

Post a Comment