Sunday, May 11, 2014

Cara Menjadi Wartawan Yang Gemar Menulis

CARA MENJADI WARTAWAN YANG GEMAR MENULIS


LPM PARADIGMASepertinya keren sekali ketika kita bisa menulis hal –hal yang kita lihat dan kita sampaikan ke orang lain. Menulis langkah awal untuk membuat sesuatu apapun itu yang fungsinya nanti untuk dibaca agar kita ingat kembali apa yang kita pikirkan dan kita lihat tadi. Nah, menulis itu hal wajib bagi seorang jurnalistik atau wartawan yang nantinya tulisan tersebut akan sebagai media informasi yang dibaca oleh seluruh orang. Di Politeknik Negeri Batam ada sebuah organisasi yang bernama LPM PARADIGMA dan saya juga termasuk anggota disana. Apapun berita yang berhubungan di Kampus Politeknik kami menulisnya dan setiap minggu terbit di learning.polibatam.ac.id. Bagaimana sob, tertarik untuk terjun ke dunia jurnalistik alias jadi wartawan ? menurut saya Susah-susah gampang sih untuk jadi wartawan. Bisa jadi sangat sulit, bisa jadi gampang banget. Semua tergantung dari kemauan dan kesiapan setiap orang.

Jika sahabat semua sudah bersedia dan siap untuk terjun jadi wartawan tapi bingung mau mulainya. Nah, ini saya mencoba untuk berbagi kepada sahabat apa saja sih yang harus kita siapkan. Meskipun sebenarnya sudah banyak buku bacaan yang membahas mengenai ini, Tulisan ini saya buat untuk melengkapi dan menambah wawasan karena ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.

1. Jangan pernah Takut Salah Dalam Menulis

Yang membuat kebanyakan orang tidak menulis menulis karena berpikir takut salah. Salah itu hal wajar selagi kita mau mencobanya dan nantinya kita akan belajar dari kesalahan itu. Meskipun ada yang mendelik sebal karena pertanyaan kita dianggap terlalu datar dan biasa ketika berwawancara dengan narasumber yang mau kita tulis, jangan diambil pusing. Tetap fokus saja pada isu yang ditanyakan dan jangan pernah takut salah. Kuncinya adalah YAKIN, banyak wartawan di sekitar sahabat yang pengetahuannya setali tiga uang atau bahkan lebih dangkal dibanding sahabat. Tujuan sahabat bertemu dan wawancara dengan narasumber adalah bertanya. Jadi tanya saja sebanyak mungkin untuk bisa memperoleh isu dan materi untuk menulis berita yang lebih banyak.

2. Harus siap dan memiliki Mental yang Tangguh

Untuk setiap profesi sebenarnya dibutuhkan mental yang tangguh. Karena seseorang yang terjun pada profesi tertentu sudah melalui masa sekolah, kuliah, atau belajar mendalami bidang profesi tersebut. Sementara apa yang dipelajari di sekolah dan kuliah biasanya masih sekedar teori yang pada kenyataannya sangat jauh dari praktek sehari-hari. Secara ilmu mungkin akan sama untuk teori dan praktek bahwa dalam menulis judul berita yang paling baik harus seperti ini dan seperti itu. Tetapi untuk hal-hal lain seperti dimarahi karena narasumber tidak menyukai pertanyaan kita, ditegur oleh sesama rekan wartawan di lapangan karena pertanyaan kita dianggap tidak penting, atau dimarahi editor karena tulisan dan pertanyaan kita kurang mendalam, itu tidak dipelajari di kampus. Untuk itu mental menghadapi situasi-situasi seperti itu sangat diperlukan.

3. Sering Sering Membaca

Banyak baca! Poin ketiga ini adalah hal wajib yang juga harus sahabat lakukan karena membaca adalah modal untuk bertanya dengan narasumber maupun berdiskusi dengan editor untuk pemilihan sudut berita. Dan tidak ada wartawan yang andal menulis jika tidak diimbangi dengan banyak membaca. Semakin banyak baca akan semakin kaya tulisan dan pemikiran kita. Dijamin, sahabat akan jadi wartawan yang bisa mendapat kepercayaan dari narasumber dan jadi kesayangan editor (aamiin).

4. Mulailah Menulis

Karena pekerjaan utama wartawan adalah menulis, maka kemampuan menulis adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Kalau sekadar menulis, semua orang bisa. Tetapi apakah tulisan sahabat enak dibaca atau tidak, itu yang harus dibuktikan. “Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu telunjuk (tulisan) sanggup menembus jutaan kepala” kata Sayyid Quthb

5. Jangan Jenuh atau Bosan

Untuk membunuh kejenuhan, setiap orang memang memiliki cara sendiri mengatasinya. Tetapi sebisa mungkin, sahabat jangan hanya fokus untuk mendalami satu bidang tertentu saja. Ada baiknya sahabat mempelajari bidang lain sebagai penyegaran. Tentu saja hal ini sangat bergantung dengan kesepakatan dengan bidang lain.

6. Harus Tahu Etika Profesi

Wartawan tidak selalu memiliki latar belakang kuliah di jurusan jurnalistik atau komunikasi. Hal ini tentu sah-sah saja, meskipun hal ini selanjutnya menjadi masalah tersendiri bagi mereka yang memiliki latar belakang keilmuan jurnalistik karena menambah saingan di dunia kerja. Bagi mereka yang mengambil jurusan ilmu jurnalistik atau komunikasi, mereka pasti sudah mempelajari etika jurnalistik. Bagi yang kuliah di jurusan lain, membaca etika jurnalistik sangat diperlukan. Bukan hanya dibaca tetapi juga diimplementasikan. Karena standar etika itu adalah tempat kita berpijak menjalankan profesi ini.

Itulah 6 poin menurut saya untuk siap menjadi wartawan yang gemar menulis. Intinya sahabat adalah action. Sudah banyak teori yang kita pelajari sekarang tinggal bagaimana hasil nyata. Cukup tulis apa yang sahabat pikirkan. Mengenai bagus dan tidaknya, sahabat bisa memperbaiki di kemudian hari. Semoga dengan tulisan ini semakin banyak orang yang semangat kembali untuk terus menulis menulis dan menulis.


Writer : @FiqihK (Twitter,line,Instagram)

0 komentar:

Post a Comment