Thursday, May 22, 2014

Bentuk Kecil Dari Kelulusan Mereka


Kemaren tepat nya pada tanggal 20/05/2014 jatuh nya pada hari selasa, pukul 14:00 WIB, tangis kebahagian mereka  terdengar bagi mereke yang menerima surat tanda ke lulusan.

Namun berbalik sebalik nya, mereka yang belum memiliki kesempatan untuk lulus hal ini tentu sangat memukul batin mereka, betapa iba dan perih nya hati ketika kawan-kawan yang lain merayakan kebahagian bersama teman-teman sekolah, dam ada j\ugak yang merayakan bersama orang tua nya, sedang kan mereka yang tidak lulus hanya bisa berkata bisu berbicara tampa suara, sungguh sangat memilu kan untuk kita bayang kan jika itu diri kita,.!

Ketika teman teriak dengan kebahagian nya, kita hanya bisa memamdangi kebahagian tersebut, malu mulai merasuki jiwa, merayu dan menggoda untuk melakukan hal-hal yang tidak dingin kan.

Ketika itu lah iman mulai di uji untuk lebih kuat dan sabar untuk menghadapi semua musibah ini, jika meraka tergoda dengan bisika-bisika negatif, hal ini pasti pemperdaya mereka untuk mengikuti hal yang salah.

Lalu siapa yang salah dalam hal ini.??
Saya bukan terlalu memojok kan pemerintah dengan system yang sudah ada saat ini, jika boleh berpendapat, saya sangat tidak setuju dengan peraturan ini, secara pribadi pun saya merasakan nya, dan itu terasa ketika saya masih SMA kla 2-3, waktu saya jauh ketinggal pembelajaran. Bukan saya tidak mengikuti proses mengajar nya, saya selalu memikuti proses belajar disekolah, terutama waktu saya kls3.

Karna cara  belajar kami dikampung dan dikota itu jelas lah berbeda terbalik, dan guru-guru nya pun memiliki cara mengajar yang beda antara dikampung dengan yang dikota
Akan tetapi saya heran, ketika saya mulai ujian UN, saya dapat memasti kan semua soal  nya sama, hanya angka dan penomoran yang berbeda.

Bagi mereka yang mempelajari hal tersebut mengetahui hasil yang benar nya, karna mereka  sudah mempelajari nya.

Untuk kedepan nya hal ini justru yang semakin pintar  hanya orang kota, sedang kan orang kampung tertinggal  dari orang kota, sedang kan soal nya UN tetap disama kan di INDONESIA, setiap keluar nomor kelulusan, yang sering kita dengar yang banyak tidak lulus itu adalah orang kampung.

Saya pun tidak mengatakan orang kampung itu terlahir sebagai orang yang bodoh, hanya saja mereka tertingkal pembelajaran yang lebih baik, dan  saya sangat yakin dengan kemampuan orang-orang yang dikampung, mereka bisa bersaing dengan orang kota, hanya saja ilmu yang mereka peroleh sedikit, sedang kan mereka yang belajar di kota lebih banyak memperoleh ilmu nya.

Hal ini perlu untuk di bahas untuk INDONESIA lebih baik, agar rakyat ikut merasakan kemerdekaan ilmu kita.

Seandai nya pembelajaran di kampung disama kan hal nya dengan di kota, ada beberapa gejala yang terjadi saat proses itu diterap kan, hal utama jarak rumah sekolah yang cukup jauh dari rumah mereka, jika kita paksa kan masuk jm 07:00 seperti hal nya di kota, kebanyak kan siswa yang akan datang terlambat.

Hal ini seharus nya menjadi masalah kita bersama, karna kita satu bahasa, dan satu Negara, ibarat kan satu badan, jika tangan terluka, maka  kaki pun ikut merasakan sakit nya, jika kaki kesakitan, tangan berusaha untuk menenangkan nya, dengan  memijat kaki tersebut.

Jangan kita biar kan masalah ini semakin berlarut-larut dalam wadah yang gelap, mereka menjerit untuk kehidupan yang lebih baik.

Seandai nya system ujian UN ini diperhatikan, akan memberi tanda Tanya untuk hal ini, karna sudah banyak hal yang bisa kita ambil untuk jadi kan sebuah contoh, jadi mereka yang tinggal dikampung hanya berkelumun dengan ilmu sedikti  yang dia miliki, sedang kan orang kota mereka selalu mendapat kan perhatian yang lebih dari di sekeliling nya.

Untuk kedepan nya coba kita memikir kan suatu hal yang lebih baik, karna Negara kita yang cukup luas membuwat kita menjadi sulit untk menyatu kan satu sama lain, memang kita sudah bersatu semenjak kita merdeka. Akan tetapi bersatu kita memberi celah bagi mereka.

Jika kita bersama dalam satu harapan yang lebih baik, saya yakin Negara kita adalah sebuah Negara untuk di jadikan sebuah panutan bagi Negara lain nya.


By : Sep Justin


0 komentar:

Post a Comment