Tuesday, April 8, 2014

Tips Memilih Wakil Rakyat Dengan Bijaksana

1.     Kenali Bibit, bebet dan bobot si Caleg
Pendidikannya seperti apa? Apakah gelar akademisnya didapat secara instan dengan membeli? Ataukah dimassa lalunya figure tersebut adalah seorang preman? Penting juga mengecek apakah sang caleg tersebut rukun sama tetangganya caranya adalah dengan bertanya sama warga di lingkungannya apakah pernah ikut terlibat gotong royong atau tidak?. Apakah termasuk orang yang super cuek dan sukar untuk berbuat sosial? Atau bagaimana kehidupan berorganisasinya di lingkungan tempat tinggalnya atau dimassa menempuh pendidikan terdahulu? Apakah sebagai penggembira saja atau sebagai pelaku utama.?

2.     Mengenal Pribadi Calon Legislatif
Kenali potensi yang caleg itu miliki. Misalnya, lihat dari kecerdasannya dalam berpikir, kesantunannya dalam berkampanye, kedermawanan dan kepedulian sosialnya terhadap masyarakat, pengendalian emosi serta akhlaknya. Dan anda juga dapat menggali informasi dari beberapa media yang yang memuat tulisan mengenai caleg tersebut.

3.     Bagaimana Visi dan Misi Dalam Program Kerja 5 Tahun ke Depan
Anda sebagai pemilih yang bijak harus mengetahui visi dan misi yang disampaikan oleh caleg tersebut. anda harus memahami bagaimana caleg itu dapat melihat potensi dari masyarakat maupun lingkungan sekitarnya. Bagaimana calon legislatif tersebut memproyeksikan potensi-potensi tersebut ke dalam buah pikirnya dan mengubah menjadi cara pandang ke depan. Sehingga, dapat diwujudkan dan di aplikasikan ke masyarakat.

4.     Jangan Membeli Kucing Dalam Karung
Anda sebagai masyarakat dan khususnya pemilih haruslah memiliki tanggung jawab moral dalam hal memilih calon legislatif. "Jangan hanya membeli kucing dalam karung" yang artinya anda tidak tahu seperti apa caleg yang anda pilih nantinya. Sebagai pemilih yang cerdas dan bertanggungjawab. Anda harus menentukan kriteria, memahami dan mengenal caleg serta memcocokan visi dan misi yang disampaikan terhadap apa-apa yang terjadi dalam lingkungan sekitar apakah sudah sejalan atau tidak. Terakhir, jangan pilih caleg yang "ngomong doang" namun harus memiliki gebrakan.

5.     Partai politik pengusung turut menentukan
Lihat juga seperti apa partai pengusung sang caleg. Apakah partai "kacangan" atau partai yang timbul tenggelam bagaikan hidup segan mati tak mau. Atau partai yang baru muncul kemarin sore yang belum teruji? Ini penting karena partai yang kuat akan memudahkan posisi tawar di bangku parlemen dalam menentukan keputusan yang pro rakyat.

6.     Pro lingkungan dan adat serta tradisi
Harap juga di perhatikan bagaimana sang caleg dalam kiprahnya nanti sebagai wakil rakyat apakah peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dan pemeliharaan keberadaan adat istiadat.

Ingat 5 menit anda menentukan pilihan, akan mempengaruhi nasib Rakyat Indonesia 5 tahun yang akan datang.


Pesan : Jangan GOLPUT deh, karena kalau golput, surat suara yang kosong bisa di salah gunakan dan untuk menghindari itu lebih baik kita datang ke bilik suara dan coblos semua yang ada atau robek agar surat suaranya gak sah

0 komentar:

Post a Comment