Monday, March 24, 2014

Pemilu Di Ambang Pintu

               
Pemilu Di Ambang Pintu

Tak terasa kawan, dalam hitungan hari pesta demokrasi lima tahunan bangsa Indonesia bakal kembali digelar. Itu artinya akan terjadi perpindahan tanggung jawab dari generasi 2009-2014 ke 2014-2019 yang akan ditentukan 9 April nanti. Mulai dari DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR-RI, DPD dan terakhir yang tak kalah penting RI 1 dan RI 2 yang tak lain adalah presiden dan wakil presiden. Akan ada nama-nama baru yang menduduki jabatan tersebut nantinya. Dan semua itu tergantung pada satu tangan: Rakyat.

Ada sekitar 50 juta pemilih pemula di pemilu kali ini. Pemilih pemula disini berarti mereka yang telah berusia 17 tahun. Mungkin aja diantara kawan- kawan mahasiswa sekalian ada yang tahun ini menjadi pemilih pemula (penulis juga. Hehe). Nah.. untuk itulah kawan, kita sebagai pemula di pesta lima tahunan ini hendaknya jeli dalam memilih. Jangan sampai membeli kucing dalam karung alias tak tau apapun tentang wakil yang akan kita pilih nanti. Ujung-ujungnya wakil yang kita pilih nanti tak sesuai harapan bahkan terlibat kasus dengan duit (korupsi bro).

Hendaknya kita memilih calon yang memiliki latar belakang yang baik. Baik secara kepribadian, baik dalam bermasyarakat, baik dalam menyampaikan visi & misinya ketika kampanye.  Ada juga hal lain yang bisa jadi pertimbangan kita dalam memilih seperti  tidak pernah terlibat kasus kriminal, religius dan merakyat. Sebenarnya masih banyak lagi tolak ukur lain yang bisa kita gunakan dalam memilih calon yang sesuai nurani kita. Namun satu yang perlu diingat, jangan memilih calon yang menggunakan money politic dalam kampanye-nya karena jelas ini pelanggaran hukum dan pembodohan bagi masyarakat. Dan juga jangan pilih calon yang lebay janji-janjinya. Pilihlah mereka yang sederhana dan berkomitmen dalam mewujudkan visi dan misinya.

Nah.. kawan, gimana? Udah ketemu calon yang sesuai nuranimu? Ya.. mudah-mudahan pilihan kawan-kawan sekalian tepat. Jadilah pemilih yang cerdas. Dan yang terpenting satu, jangan golput karena suara kita sangat berarti demi kemajuan bangsa.

Salam Pers Mahasiswa!                                                        

Oleh: Arif Safrimawan

0 komentar:

Post a Comment