Tuesday, March 18, 2014

GEBRAKAN MEMPERKUAT GENERASI MUDA TANPA NARKOBA

Sehubungan dengan penggunaan narkoba yang tersebar diberbagai kalangan saat ini, Unit Kegiatan Mahasiswa Divisi Mahasiswa Anti Narkoba (UKM DMAN) Universitas Trisakti mengadakan seminar (16/3) pukul 09.00-14.30 di Ballroom Hotel Vista, Batam, yang bertemakan “Gebrakan Memperkuat Generasi Muda Terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkoba”.
Pada seminar ini, Universitas Trisakti mengundang Politeknik Negeri Batam sebagai peserta. Seminar ini dihadiri oleh 5 pembicara. Pembicara pertama oleh Bapak H. Iqomah sebagai wakil rector III di Universitas Trisakti  yang membahas tentang “bahaya  narkoba  untuk masa  depan bangsa”. Beliau mengatakan bahwa “jaringan narkoba yang kita hadapi saat ini bukan hanya jaringan kecil, tetapi jaringan internasional yang memiliki arti bahwa sebenarnya tanpa disadari, akhlak masyarakat Indonesia dijajah secara perlahan. Untuk itu  diperlukan kerjasama dengan  masyaratkat agar membudayakan anti terhadap narkoba. Pertimbangan terhadap pengguna narkoba yaitu dihukum atau direhabilitasi. Seseorang yang menggunakan narkoba, otomatis ia telah melanggar hukum dan akan menjalankan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Tidak hanya itu, seseorang yang telah mengonsumsi narkoba pun harus dimasukan ke panti rehabilitasi untuk menjalankan terapi agar terbebas dari ketercanduan narkoba. Untuk kita ketahui bahwa sasaran utama para Bandar atau pengedar narkoba adalah mahasiswa(i) dan siswa(i) yang merupakan penerus bangsa ini.
Pembicara ke-2 yaitu Adelisa ketua umum UKM DMAN (2006), membicarakan tentang “Dasar hukum didirikannya UKM DMAN dan kegitan UKM DMAN. Dasar hukum pertama adalah UU No. 35 tahun 2009 dan UU sector”. Salah satu kegiatan yang telah DMAN lakukan adalah kampanye untuk memperingati hari anti narkoba  (26/6) dengan menggerakkan 350 mahasiswa(i) Trisakti .
Ke-3 adalah Bapak Edi Chandra selaku perwakilan dari walikota Batam. Beliau mengatakan bahwa “semua yang terjadi itu berawal dari rasa ingin tahu  dan rasa ingin  mencoba. Sebagian dari jenis narkoba adalah obat, tetapi dalam menggunakannya harus sesuai dengan resep dokter. Batam merupakan jalur perdagangan bebas, dan dengan mudah Batam menjadi pintu masuk illegal dari perdagangan narkoba”.
Pembicara ke-4 oleh sekretaris umum BNN. Inti pembicaraan belia umenegaskan bahwa “untuk memberantas narkoba  bukan hanya dari pihak BNN yang bekerja, tetapi juga diharapkan kerjasama oleh seluruh lapisan masyarakat”.
Pembicara terakhir adalah Ayahanda Nyat Kadir . Beliau mengungkapkan bahwa “Batam adalah peringkat nomor dua sebagai Bandar narkoba terbesar di tingkat nasional. Ini diakibatkan oleh banyaknya pintu masuk untuk para Bandar narkotika di kota Batam. Pada tahun 1700, Batam juga diserang oleh Bandar narkoba, tetapi dapat dicegah oleh kuatnya nilai agama masyarakat yang saat ini mulai berkurang”.
Musuh terbesar bagi bangsa ini adalah Korupsi dan Narkoba. Oleh karena itu, diperlukannya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia bersih dari Korupsi dan Narkoba.

Tulisan Oleh : Asma Juwita 
Editor : Atika kha

2 comments: