Wednesday, March 19, 2014

Abaikan (Harapanku adalah mimpi yang nyata)


Dikala waktu sunyi menyapa
‘Abaikan’ hati berkata
Hanya mengingat sang bintang
Senyum mawar terindah
             Bila tetes peluh ada
‘Abaikan’ hati berkata
Saat senyum mentari terlihat
Hatiku penuh dengan cinta
Nyata ini beban yang berat
Bahkan, itu hanyalah hiburan
Walau hanya melihat pantulan sang bintang
            mimpi ini, apakah berarti bagimu?

Nyata ini tak kusadari lagi
Semua bagai hayal atau hanya harapan
Bila mawar mekar
Mungkin bulan kan bersinar lagi
            Untukku, mimpi dan harapan adalah permata
Untukmu ku berkata
Harapanku adalah mimpi yang nyata
Seperti bayangan
Kau datang dalam waktu dan waktu
Untuk melihat
Apakah sang bulan redup atau bahkan tak terlihat lagi
Untuk melihat
Apakah lonceng angin berbunyi atau bahkan bergeming
Berharap, dengan rindu kau menyapa senyum sang rembulan
            Ketika nyata menjadi rintikan air
            Itu hanyalah hiasan
            Bagiku, bintang kan selalu ada disisi bulan
Seperti angin
Akankah mereka pergi, berubah dan mengacuhkan harapan
Senyum kan ada disini
Menganggap itu hanyalah hiasan waktu 
            tidak perduli pengacuhan menghiasi hari
Bulan terus disini
Untuk sebuah hati
 Saat letih menghadang
Cahayamu adalah kekuatan
Untuk sebuah perasaan
            Acuhan dan kesedihan
Kan kutelan menjadi hidangan
Karena sebuah perasaan dalam hati yang sunyi
Senyum kan kuberi untuk sang pemilik hati
Hingga detik waktu berhenti
Hayalmu kan menghiasi hari
Mimpi ini kan selalu kusimpan dalam hidup dan kenangan
Hingga waktu berhenti
Hanya sinarmu yang kuteriaki
Aku mencintaimu sepenuh hatiku


Oleh : Asma Juwita

0 komentar:

Post a Comment