Thursday, February 27, 2014

Nonton Bareng dan Bedah Film Working Class Heroes bersama AJI Batam

Foto Bersama peserta Nonton Bareng dan Bedah Film Workng Class Heroes

LPMPARADIGMA, Pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia merupakan magnet tersendiri bagi perusahaan-perusahaan besar untuk menanamkan investasi. Perusahaan bertaraf nasional dan internasional menjamur. Akibatnya, perekrutan pekerja secara besar-besaran pun terjadi.

Sangat disayangkan hal tersebut kerap tidak diimbangi dengan pengupahan yang layak. Jaminan-jaminan yang semestinya diberikan pekerja pun banyak yang tidak terpenuhi. Kondisi tersebut akhirnya menjadi sebuah dilema bagi pekerja. Ada lapangan pekerjaan yang tersedia tetapi hak dan kewajiban yang diterima tidak berimbang.

Huub Ruijgrok dan Arno van Beest dari World Report mendokumentasikan dilema pekerja tersebut dalam sebuah film dokumenter berjudul Working Class Heroes. Pengambilan gambar film dokumenter itu mengambil lokasi di Indonesia dan Kolombia.

Film berdurasi 60 menit tersebut menggunakan bahasa Belanda, Indonesia, Inggris, dan Spanyol. Walau begitu, terjemahan bahasa disesuaikan dengan bahasa negara tempat film diputar.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Batam ( LPM PARADIGMA ) mengadakan screening film atau nonton bareng film Working Class Heroes pada kamis (22/02/2014) pukul 10.00 WIB. Setelah nonton Bareng selanjutnya dari AJI Batam mengadakan Bedah Film tersebut.


Acara yang berlangsung di Kampus Politeknik Negeri Batam lantai 4 turut menghadirkan diskusi pembahasan film bersama narasumber Ketua SPSI Syaiful Badri dan Panglima Garda Metal FSPMI, Suprapto.

Saat Bedah Buku yang disampaikan oleh Narasumber
"Meski dilindungi Undang-undang, pendirian serikat pekerja masih dianggap sebagai ancaman oleh perusahaan," ungkap Zuhri.


"Pembuat film mampu memberikan gambaran utuh. Film tidak hanya memberikan gambaran kondisi pekerja pada satu sisi saja. Tetapi, perusahaan juga diberikan tempat untuk memberikan komentar," ungkap andy selaku Mahasiswa, kamis (22/02/2014). ( Jurnalis LPM Paradigma )


0 komentar:

Post a Comment