Monday, January 13, 2014

Pro dan Kontra Lembaga K-PIRA Pasca Pemilihan Raya

Andre dan Abi yang merupakan Ketua dan Wakil  BLM Politeknik Negeri Batam
Andre dan Abi yang merupakan Ketua dan Wakil  BLM Politeknik Negeri Batam

LPM PARADIGMA-Politeknik Negeri Batam, Dalam diskusi yang diadakan pada Senin, 13 Januari 2014 bertempat di Taman BEM Politeknik Negeri Batam dibahas mengenai peran Komisi Pemilihan Raya (K-PIRA) mengingat beberapa Isu yang beredar bahwa K-PIRA pada pemilihan raya Politeknik Negeri Batam 2014 tidak berdiri secara independen. Namun sayangnya pada diskusi saat itu tidak dihadiri langsung oleh ketua k-PIRA sendiri.

K-PIRA adalah lembaga kampus  yang melaksanakan serta mensosialisasikan  Pemilhan Raya (PEMIRA) untuk Presiden dan Wakil Presiden Kampus kepada seluruh Masyarakat Kampus. Dalam hal ini K-PIRA harusnya berdiri secara independen dan bersifat netral, mengingat tugas yang dilaksanakan adalah agenda penting sepanjang perjalanan organisasi kampus. Karena menentukan bagaimana eksistensi dan kualitas dari Ormawa Kampus itu sendiri.

Terkait hal tersebut sempat beredar kabar bahwa lembaga K-PIRA pada pemilihan raya Politeknik Negeri Batam 2014 tidak berdiri secara independen melainkan dibawahi oleh BLM. Dalam akun twitter milik Mantan Presiden Mahasiwa David Primadi (@davidprimadi) menyebutkan “….K-PIRA ini katanya independen, tapi masih dibawahi BLM”. Menanggapi hal tersebut Andre selaku ketua BLM mengklarifikasi bahwa K-PIRA tidak dibawahi BLM hanya saja untuk anggaran K-PIRA tahun ini sepenuhnya menggunakan dana dari BLM sehingga wajar saja jika BLM sedikit ambil andil dalam K-PIRA tahun ini. Namun BLM sama sekali tidak melakukannya, namun yang sebenarnya terjadi adalah Andre selaku ketua BLM sering kali dimintai pendapat dan nasehat  dalam melaksanakan pemira, mengingat ketua dari KPIRA sendiri merupakan mahasiswa tingkat 1 dan masih belajar dalam menjalankan perannya dalam organisasi.

Lalu, timbul lagi permaslahan. Kenapa ketua K-PIRA tahun ini harus Mahasiswa Baru atau Mahasiswa tingkat satu?. Seperti kicauan lain yang dilontarkan oleh David dalam akun twitternya “Sebaiknya K-PIRA jangan MABA, karena Maba mudah diarahkan secara tidak langsung mudah dipengaruhi. Maba ini idealisme yang masih remang-remang”. Mengenai masalah ini Abi selaku wakil ketua BLM menjelaskan bahwa sebenarnya bukan sebuah keinginan kalau lembaga K-PIRA dipimpin oleh mahasiswa tingkat 1, malainkan peminat dari keanggotaan K-PIRA dari tinggat 2, 3, dan 4  masih sangat kurang, sehingga yang mendaftar dikeanggotaan K-PIRA sendiri lebih banyak dari mahasiwa tingkat 1.

Masalah lain yang dihadapi K-PIRA adalah jumlah pemilih yang tidak sampai 50% pemilih, yaitu 1095 dari sekitar 3500 mahasiwa. Meskipun pada kenyataannya jumlah pemilih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, akan lebih baik jika K-PIRA pun mempertimbangkan bahwa jumlah mahasiswa Politeknik Negeri Batam semakin meningkat . Hal ini bisa jadi dikarenakan kurangnya sosialisasi K-PIRA terhadap mahasiswa terutama kepada mahasiwa karyawan. Selain itu hal ini juga dikarenakan waktu pemilihan adalah pada minggu tenang.

Dari permasalahan diatas, akan lebih baik jika selanjutnya lembaga K-PIRA harus lebih matang dalam mengadakan Pemilihan Raya (PEMIRA) agar bisa lebih maksimal dan berhasil menarik seluruh suara mahasiwa dalam menentukan pemimpin bagi Politeknik Negeri Batam. Tidak perduli apakah itu Mahasiswa tingkat 1, 2, 3 atau 4, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana dia mampu mengkoordinir seluruh mahasiswa agar bisa ikut berpartisipasi dalam PEMIRA. (E.AF)

writer by Siti Novika Heida

3 comments:

  1. Menurut saya memang benar K-pira belum melakukan tugasnya dengan baik, dikarenakan masih banyak suara yng hilang dari seluruh total mahasiswa di polibatam, seharusnya mereka bisa menimbang keputusan untuk melaksanakan pemira ini melalui media LPM Paradigma ini. pada sebelumnya LPM telah mensurvei untuk waktu yang baik melaksanakan pemira di sebuah media sosial, dan disana juga bnyak yang berpendapat bahwa pemira dilaksanakan jangan di minggu tenang..

    mungkin kpira bisa lebih baik kedepannya, tetap semangat ..

    ReplyDelete
  2. menurut saya,K-PIRA thun ini masih jauh dari kata sukses, karena masih banyak mahasiswa yang tidak di ajak dalam pemilihan tersebut, bahkan banyak mahasiswa yang datang pun pada hari pemilihan, tapi tidak memilih pada hari tersebut, apakah alasannya karena meraka malas, segan atau tidak diajak dan mengetahui peran dari pemilihan mereka.
    terutama mahasiswa malam, pada saat hari pemilihan, banyak yang saya lihat datang, namun hanya sedikit yang akhir nya memilih karena tidak di ajak oleh panitia Pemira untuk mencontreng, shing banyak mahasiswa yang golput.

    saya harap melalui LPM Paradigma ini, panitia K-PIRA dapat lebih baik lagi dalam mempertimbangkan banya hal, mulai dari pembentukan panitia (min tingkat 2 yang dikirim dari HIMA atau Open), hari pemilihan, dan ke-independen-an K-PIRA

    jadikan semua ini sebagai bahan evaluasi untuk kita semua, sehingga harapannya nanti tidak terjadi lagi masalah-masalah yg demikian

    ReplyDelete