SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Monday, January 27, 2014

Jalan Jalan Wisata LPM Paradigma dan Forum Lingkar Pena

Jalan Jalan Wisata LPM Paradigma 
LPM Paradigma - Berdasarkan program kerja yang telah disusun oleh anggota LPM Paradigma sebelumnya, yaitu rekreasi untuk tulisan wisata. Minggu (26/01) organisasi yang bergerak dibidang jurnalistik kampus ini melakukan rekreasi ke Camp. Vietnam dan pantai Melur di Barelang. Rekreasi ini disponsori oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Batam. Tujuan dari rekreasi ini selain untuk membuat tulisan mengenai wisata batam, juga sekaligus sharing bersama alumni dari LPM. Beberapa alumni yang hadir adalah Armat Juank, Indra Septiadi, Nurul Mahfud, Jessica Olivia, Kiki Ismaini, Lidya Putri, dan Sugi Kurniadi yang juga merupakan perwakilan dari FLP.

Rekreasi yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 wib, diundur hingga pukul 09.00 dikarenakan beberapa alumni yang telat hadir sehingga harus menunggu. Rute perjalanan dimulai dari kampus Politeknik Negeri Batam menuju Camp. Vietnam menggunakan Bus. Sesampai di Camp. Vietnam para anggota LPM terlebih dahulu mengelilingi setiap tempat untuk menggali ilmu dan pengetahuan mengenai sejarah tempat tersebut. Setelah itu para anggota dan alumni LPM melakukan sharing di daerah gereja yang berada di Camp. Vietnam. Para alumni banyak memberikan ilmu mengenai jurnalistik. "Ketika menjadi wartawan, 3 hal yang perlu kita ingat adalah Tantangan, Tekanan, dan Link" ucap Juank.

Setelah melakukan sharing, acara rekerasi dilanjutkan ke Pantai Melur. Kemudian dilanjutkan makan siang dan beberapa game yang telah disediakan oleh panitia. "Acara rekereasi berjalan lancar dan menyenangkan" ungkap Ali selaku pimpinan umum LPM 2014. Acara berakhir pada pukul 05.00 dan para anggota dan alumni kembali kerumah ke Kampus Politeknik Negeri Batam.  Sesuai program kerja yang dibuat, dalam rekereasi ini setiap anggota wajib menulis tulisan mengenai tempat-tempat wisata yang sudah dikunjungi.



Penulis : Siti Novika Heida

Mustofa Junior Ketua IMMPB 2014

LPM PARADIGMA - Pada Hari Senin (27/1) diadakan pelantikan kepengurusan baru Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Negeri Batam (IMMPB). Ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh setiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk pergantian kepengurusan yang baru, dan pada tahun ini terpilihlah Muhammad Azhar Mustofa (Mustofa Junior) sebagai Ketua IMMPB periode 2014 menggantikan Muhammad Abdul Mustofa (Mustofa) dan Ismail sebagai wakilnya pengganti M.Hafiz. Saat dilantiknya Mustofa Junior, juga hadir Bapak Kamaruddin selaku Pembina IMMPB Politeknik Negeri Batam, Bapak Zainal selaku Dewan Penasehat Agung (DPA) IMMPB Politeknik Negeri Batam serta Bapak  Ari Wibowo selaku Pudir tiga bidang kemahasiswaan Politeknik Negeri Batam. Pelantikan kepengurusan baru ini dihadiri oleh 66 orang pengurus baru periode 2014 dan 21 orang alumni dari angkatan 2013.

Dalam sambutannya, Bapak Zain mengatakan bahwa "pengurus IMMPB harus tetap menjaga hubungan silaturahmi dengan alumni IMMPB agar persaudaraan kita tetap terjaga, karena sebagaimana kita tahu, bahwa IMMPB memilki banyak alumni."

lpm paradigma politeknik negeri batamTahun inipun IMMPB mendapat penghargaan sebagai UKM terbaik. Dalam sambutannya Pak Zain sempat memuji ketua IMMPB periode 2013 Mustofa karena telah berhasil menjadi Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Batam untuk periode 2014, "ini terbukti bahwa IMMPB dapat mencetak generasi berkualitas yang dapat dibanggakan". Pak Zain pun juga berharap,dimanapun kita berada, kita tetap harus menyebarkan ajaran Islam.

Acara pelantikan ini berjalan lancar dan sukses. Setelah selesai pembacaan ikrar yang dibacakan oleh Bapak Kamaruddin yang di ikuti oleh pengurus baru IMMPB periode 2014 dilanjutkan dengan berwudhu oleh ketua dan wakil baru dimana air wudhu tersebut disiramkan oleh Bapak Kamaruddin, ini menandakan bahwa kepengurusan yang baru ini berjanji akan melaksanakan tugas yang telah dipercayakan dengan sebaik mungkin sesuai dengat syariat Islam. Semoga tugas yang telah dipercayakan kepada Mustofa Junior dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin, dan lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Aamiin Ya Rabbal Alamin


Penulis : Risha Wiliana Lubis

Wednesday, January 22, 2014

LPM Paradigma Galang Dana di Simpang Gelael


LPM Paradigma - Hari kedua penggalangan dana bencana sinabung dan manado  oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma Politeknik Negeri  Batam. Setelah sebelumnya melakukan penggalangan dana di simpang Frengky , hari ini (21/1) kegiatan  penggalangan dana bencana sinabung dan manado di lanjutkan  di simpang Gelael, yang di lakukan oleh LPM Paradigma.

Kegiatan penggalangan dana ini di mulai dari pukul 17.00 - 18.00 WIB, dan kegiatan ini berlangsung lancar dan aman.

Salah seorang  pengendara  mengatakan bahwa mahasiswa  harus lebih aktif  lagi dalam mengupayakan bantuan terhadap korban bencana alam maupun bencana-bencana lainnya, dan tidak hanya mengharapkan sumbangan dari pengguna jalan. Sebanarnya mahasiswa telah menyediakan stiker untuk di jual kepada pengguna jalan, tetapi karena keterbatasan jumlah stiker yang di miliki mahasiswa  sehingga penjualan stiker di tiadakan.

Alhamdullilah, pada hari ini terkumpul dana Rp.3.027.850 dan total dana yang terkumpul dari hari pertama dan kedua ini ialah sebesar Rp.6.128.000. Semoga dana yang kita kumpulkan ini bermanfaat bagi korban sinabung dan manado.

Dan kami mengharapkan bantuan warga kota Batam untuk berpatisipasi dalam menyumbangkan dana bagi para korban yang sedang dilanda musibah. Dan buat saudara kita yang terkena musibah selalu sabar dalam menghadapi cobaan ini, selalu mendekatkan dirilah  kepada ALLAH SWT. (E.AF)

Penulis : Ewii Safitri

Tuesday, January 21, 2014

Penggalangan dana oleh LPM Paradigma Politeknik Negeri Batam

LPM Paradigma turun ke jalan untuk galang dana. 
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma  Politeknik Negeri Batam, Senin (20/1) melakukan penggalangan dana dengan turun ke jalan untuk mengumpulkan sumbangan membantu masyarakat korban bencana alam letusan Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut) dan di Manado.

Penggalangan dana dilakukan di simpang frenky yang tidak jauh dari kampus Politeknik Negeri Batam, dan penggalangan dana juga akan dilakukan kembali pada hari selasa (21/1). Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada korban letusan Sinabung dalam bentuk uang yang akan di kirim ke rekening relawan di Tanah Karo yang akan digunakan untuk membeli kebutuhan para korban seperti pakaian serta perlengkapan pendidikan.

“Kami mengharapkan masyarakat di daerah Batam ikut peduli dan menyalurkan bantuan secara langsung atau dititipkan di kami,” kata Andy yang turut membantu dalam penggalangan dana, kepada LPM Paradigma. LPM Paradigma melakukan penggalangan dana dengan tidak segan-segan menyapa setiap pengguna jalan raya yang mengendarai roda dua maupun empat yang berhenti saat lampu merah.

Dikatakan penggalangan dana sudah berlangsung selama lima kali, sejak kamis (17/1) yang dilakukan BEM dan IMMPB Politeknik Negeri Batam. Direncanakan penggalangan dana akan dilanjutkan selasa (21/1 )di tempat yang berbeda, LPM Paradigma merencanakan akan di adakan di simpang Gelael atau di Simpang Kabil.

“Kita berharap masyakat korban Sinabung bersabar menghadapi cobaan ini serta senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga musibah ini segera berlalu,” kata Nur Levianti. Nur juga menambahkan Ini merupakan pengalaman pertama bagi salah seorang anggota LPM turun ke jalan untuk meminta bantuan.

Kegiatan penggalangan dana ini sangat didukung oleh Bapak Direktur Politeknik Negeri Batam, Bapak Priyono Eko Sanyoto. Beliau mengatakan selagi tidak mengganggu penggguna jalan itu tidak masalah, Bahkan beliaupun ikut berpartisipasi dengan ikut menyumbangkan dana.

Alhamdulillah hari ini LPM berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp3.101.050. Dan hingga saat ini dana yang telah dikumpulkan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Batam sebesar kurang lebih Sembilan jutaan, semoga apa yang telah kita lakukan ini menjadi amal ibadah bagi kita semua, bagi yang telah menyumbang di lancarkan rezekinya. AMIN.

“Kita mengajak Mahasiswa dan Masyarakat Batam untuk sama-sama membantu dengan harapan mampu meringankan beban mereka yang tengah ditimpa musibah karena seberapa pun bantuan itu sangat bermakna bagi mereka yang sangat membutuhkan itu,” tutup Muhammad Ali. (E.FK)

“Ada Kalanya Kita Memberi,dan Ada Kalanya Kita Menerima”,
Jangan Takut dan Jangan Malu

Saturday, January 18, 2014

Mahasiswa Politeknik Negeri Batam Galang Dana untuk Korban Sinabung dan Banjir Manado



LPM PARADIGMA - Batam, Setelah melakukan penggalangan dana untuk membantu saudara kita yang terkena bencana yang diakibatkan erupsi Gunung Sinabung di daerah Sumatra Utara dan banjir di Manado pada hari kamis yang lalu, pada hari jumat (17/1) Puluhan Mahasiswa Politeknik Negeri Batam kembali melakukan aksi penggalangan dana peduli untuk korban bencana tersebut,  aksi ini dilakukan di jalan raya depan kampus  Politeknik Negeri Batam. 

Aksi simpatik mahasiswa tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana Gunung Sinabung dan banjir di Manado. Dengan penggalangan dana ini, nantinya dana yang diperoleh akan disumbangkan kepada para korban bencana. Bukan hanya mahasiswa saja yang bersimpatik, sejumlah pengguna jalan tampak juga bersikap simpatik dengan sukarela menyumbangkan uangnya untuk para korban bencana.

Pada hari sebelumnya beberapa mahasiswa melakukan penggalangan dana dengan menjual permen seharga sepuluh ribu rupiah dan meminta sumbangan sukarela kepada civitas kampus  yang dilanjutkan dengan meminta sumbangan kejalan terdekat yaitu simpang Frangky, Alhamdulillah untuk hari pertama terkumpul dana sebesar Rp.4.413.050,- , sedangkan pada hari kedua dana terkumpul setengah dari hari pertama.

Salah satu UKM mahasiswa Politeknik Negeri Batam yakni IMMPB (Ikatan Mahasiswa Politeknik Negeri Batam) juga berencana melakukan kegiatan turun ke jalan untuk meminta sumbangan sebagai bentuk kepedulian untuk saudara kita yang terkena bencana tersebut. Penggalangan dana ini yang direncanakan pada hari Sabtu (18/1) pukul 08.00 wib, bagi teman-teman yang ingin ikut berpartisipasi dapat datang ke Politeknik Negeri Batam. “Kami berharap semakin banyak teman teman yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan ini maka semakin terbantu para korban bencana Sinabung dan banjir Manado” Ungkap salah satu anggota IMMPB kepada LPM Paradigma. Dan mereka juga menambahkan semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar.

Dari informasi yang beredar, saudara kita yang di Manado dan Sinabung sangat mengaharapkan bantuan berupa pakaian dan bahan makanan, oleh sebab itu mereka sangat beharap kita dapat memberikan mereka bantuan pakaian dan makanan.

Bagi teman-teman mahasiswa Politeknik Negeri Batam yang ingin menyumbangkan bantuan, BEM Politeknik Negeri Batam membuka posko di kantor BEM dan teman-teman dapat langsung mengantarkannya ke ruang BEM di Politeknik Negeri Batam.

Bantuan dari teman-teman semua sangat berharga bagi saudara-saudara kita tersebut, Karena kita satu bangsa dan satu saudara, siapa lagi yang dapat membantu saudara kita kalau bukan kita pemuda bangsa, mahasiswa yang sangat diharapkan oleh rakyat. Jangan takut uang berkurang, jangan takut harta habis, coba bayangkan bagaimana seandainya kita diposisi mereka. Sumbangan teman-teman akan dikirimkan kepada mereka nantinya. (E.AF)


Wednesday, January 15, 2014

Forum LPM Paradigma Politeknik Negeri Batam

Katak Buruk Rupa

Katak
Cahaya bulan masih sama, rindangnya bintang tak berbeda
Lentingan suara gitarmu masih tergiang lembut dibenakku
Indah, alunan yang tak bercela
Mampu menenangkan kegelisahaan ku

            Dirimu masih disitu, menjadi pangeran atas malam
            Tak ada yang mampu mengusik ketenangan wajahmu
            Bahkan kemegahan langitpun tak dapat menandingimu
            Keindahanmu menjadi pelangi dalam kegelapan ini

Seperti katak betina  dalam tempurung
Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, Memanggil namamu dalam hatiku
Apalah yang dapat kulakukan seekor katak betina  jelek yang mencintai pangeran
Seekor katak betina  jelek yang tidak sadar pada siapa dia menjatuhkan hatinya

            Sang katak betina hanya bisa berharap
            Suatu keajaiban yang mampu mengubahnya untuk menjadi seorang putri  yang cantik jelita
            Hingga suatu saat sang pangeran dapat meliriknya
            Dan mengetahui isi hati katak betina itu yang sangat mencintainya


karya Purnama Saulina

Monday, January 13, 2014

Pro dan Kontra Lembaga K-PIRA Pasca Pemilihan Raya

Andre dan Abi yang merupakan Ketua dan Wakil  BLM Politeknik Negeri Batam
Andre dan Abi yang merupakan Ketua dan Wakil  BLM Politeknik Negeri Batam

LPM PARADIGMA-Politeknik Negeri Batam, Dalam diskusi yang diadakan pada Senin, 13 Januari 2014 bertempat di Taman BEM Politeknik Negeri Batam dibahas mengenai peran Komisi Pemilihan Raya (K-PIRA) mengingat beberapa Isu yang beredar bahwa K-PIRA pada pemilihan raya Politeknik Negeri Batam 2014 tidak berdiri secara independen. Namun sayangnya pada diskusi saat itu tidak dihadiri langsung oleh ketua k-PIRA sendiri.

K-PIRA adalah lembaga kampus  yang melaksanakan serta mensosialisasikan  Pemilhan Raya (PEMIRA) untuk Presiden dan Wakil Presiden Kampus kepada seluruh Masyarakat Kampus. Dalam hal ini K-PIRA harusnya berdiri secara independen dan bersifat netral, mengingat tugas yang dilaksanakan adalah agenda penting sepanjang perjalanan organisasi kampus. Karena menentukan bagaimana eksistensi dan kualitas dari Ormawa Kampus itu sendiri.

Terkait hal tersebut sempat beredar kabar bahwa lembaga K-PIRA pada pemilihan raya Politeknik Negeri Batam 2014 tidak berdiri secara independen melainkan dibawahi oleh BLM. Dalam akun twitter milik Mantan Presiden Mahasiwa David Primadi (@davidprimadi) menyebutkan “….K-PIRA ini katanya independen, tapi masih dibawahi BLM”. Menanggapi hal tersebut Andre selaku ketua BLM mengklarifikasi bahwa K-PIRA tidak dibawahi BLM hanya saja untuk anggaran K-PIRA tahun ini sepenuhnya menggunakan dana dari BLM sehingga wajar saja jika BLM sedikit ambil andil dalam K-PIRA tahun ini. Namun BLM sama sekali tidak melakukannya, namun yang sebenarnya terjadi adalah Andre selaku ketua BLM sering kali dimintai pendapat dan nasehat  dalam melaksanakan pemira, mengingat ketua dari KPIRA sendiri merupakan mahasiswa tingkat 1 dan masih belajar dalam menjalankan perannya dalam organisasi.

Lalu, timbul lagi permaslahan. Kenapa ketua K-PIRA tahun ini harus Mahasiswa Baru atau Mahasiswa tingkat satu?. Seperti kicauan lain yang dilontarkan oleh David dalam akun twitternya “Sebaiknya K-PIRA jangan MABA, karena Maba mudah diarahkan secara tidak langsung mudah dipengaruhi. Maba ini idealisme yang masih remang-remang”. Mengenai masalah ini Abi selaku wakil ketua BLM menjelaskan bahwa sebenarnya bukan sebuah keinginan kalau lembaga K-PIRA dipimpin oleh mahasiswa tingkat 1, malainkan peminat dari keanggotaan K-PIRA dari tinggat 2, 3, dan 4  masih sangat kurang, sehingga yang mendaftar dikeanggotaan K-PIRA sendiri lebih banyak dari mahasiwa tingkat 1.

Masalah lain yang dihadapi K-PIRA adalah jumlah pemilih yang tidak sampai 50% pemilih, yaitu 1095 dari sekitar 3500 mahasiwa. Meskipun pada kenyataannya jumlah pemilih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, akan lebih baik jika K-PIRA pun mempertimbangkan bahwa jumlah mahasiswa Politeknik Negeri Batam semakin meningkat . Hal ini bisa jadi dikarenakan kurangnya sosialisasi K-PIRA terhadap mahasiswa terutama kepada mahasiwa karyawan. Selain itu hal ini juga dikarenakan waktu pemilihan adalah pada minggu tenang.

Dari permasalahan diatas, akan lebih baik jika selanjutnya lembaga K-PIRA harus lebih matang dalam mengadakan Pemilihan Raya (PEMIRA) agar bisa lebih maksimal dan berhasil menarik seluruh suara mahasiwa dalam menentukan pemimpin bagi Politeknik Negeri Batam. Tidak perduli apakah itu Mahasiswa tingkat 1, 2, 3 atau 4, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana dia mampu mengkoordinir seluruh mahasiswa agar bisa ikut berpartisipasi dalam PEMIRA. (E.AF)

writer by Siti Novika Heida

Peran dan Fungsi Lembaga Kampus


LPM PARADIGMA-Politeknik Negeri Batam, Menanggapi isu yang beredar disosial media digelar diskusi antara lembaga kampus bersangkutan pada hari Senin, 13 Januari 2014 bertempat di Taman BEM Politeknik Negeri Batam. Adapun beberapa hal yang dibahas yaitu Kinerja Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), Rencana pembuatan Undang-undang Mahasiswa, dan Komisi Pemilihan Raya (K-PIRA) sebagai lembaga independen kampus. Diskusi ini dihadiri oleh David Primadi (presiden mahasiswa 2012), Andre Agus  (ketua BLM), Abi Hamdani (wakil ketua BLM), Mustofa (presiden mahasiswa terpilih 2014), Muhammad Anggi (presiden mahasiswa  2013) dan beberapa anggota dari BEM dan BLM yang turut hadir dalam diskusi ini.

Dalam diskusi ini Badan Legislatif Mahasiswa adalah lembaga kampus yang tugasnya adalah mengawasi segala aktifitas di kampus dan wadah representasi mahasiswa. Dalam diskusi ini menurut David,  BLM belum menjalankan fungsi sepenuhnya sebagai wakil dari mahasiswa karena belum mampu mewakili seluruh suara mahasiswa. Oleh sebab itu beliau menginginkan adanya Pemilihan langsung untuk anggota BLM sama seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

David Primadi (Presiden Mahasiswa 2012)
Selain itu, David juga menambahkan ketidak  setujuannya dengan BLM  sebagai lembaga tertinggi kampus. Mencontoh dari susunan NKRI bahwa lembaga tertinggi negara adalah UUD 1945, beliau mengharapkan agar BLM dapat bekerja sama dengan BEM untuk membuat UU Mahasiswa sebagai acuan hukum dasar kampus dan berharap agar wacana dari direktur Politeknik Negeri Batam Dr. Priyono Eko Sanyoto  bisa direalisasikan, yaitu mengubah struktur organisasi kampus agar BEM dan BLM bisa disetarakan.

Diskusipun berlanjut  dengan membahas mengenai kinerja K-PIRA yang  kurang baik ungkap david. David menjelaskan bahwa seharusnya K-PIRA  merupakan  lembaga independen kampus.  Seperti kicauan beliau di akun twitternya @davidprimadi "2. Membuat peraturan untuk K-PIRA sebagai organisasi sendiri dan memiliki anggaran sendiri". Karena menurut beliau K-PIRA masih dibawahi atau dipengaruhi oleh BLM.

Menanggapi masalah-masalah dan beberapa kicauan dimedia social tersebut. Anggota dari BLM menjelaskan kalau mereka sudah menjalankan fungsi mereka sebagai wakil mahasiswa sebaik mungkin dan semaksimal mungkin. Dan mereka juga sangat menyanyangkan kenapa hal ini harus disampaikan melalui Twitter yang ruang lingkupnya bukan hanya mahasiswa Politeknik Negeri Batam saja disitu papar Abi yang merupakan wakil BLM yang LPM Paradigma juga ikut hadir disitu.

Sementara  untuk  Masalah Pemilihan langsung untuk anggota BLM, BLM sudah memiliki  rencana untuk melaksanakannya. Hanya saja masih dalam tahap proses. "Untuk melaksanakan hal tersebut kita harus ada konsep, sidang AD ART, dan UU tambahan yang mengatur tentang pemilihan Anggota Legislatif" ujar Andre selaku ketua BLM. Selain beberapa hal tersebut untuk pemilihan langsung anggota BLM juga butuh sosialisasi kepada seluruh ormawa dan seluruh mahasiswa kampus. Namun dalam diskusi ini Abi selaku wakil ketua BLM sempat menjanjikan bahwa hal ini pasti akan direalisasikan.

Untuk rencana pembuatan UU kampus dan struktur organisasi kampus bahwa BEM dan BLM seharusnya sama rata, masih akan dirembukkan kembali dengan seluruh anggota BLM dan akan dijadikan bahan evaluasi untuk kinerja BLM selanjutanya.

Kemudian menanggapi isu bahwa K-PIRA  dibawahi oleh BLM, BLM sama sekali tidak membawahi KPIRA, hanya saja KPIRA sering kali meminta pendapat dan nasehat kepada Andre selaku ketua BLM dalam melaksanaka pemira, mengingat ketua dari KPIRA sendiri merupakan mahasiswa tingkat 1 dan masih belajar dalam menjalankan perannya dalam organisasi. Hal inilah yang mungkin membuat pandangan  di masyarakat kampus bahwa KPIRA di bawahi oleh BLM.

Kesimpulan dari diskusi ini adalah akan diadakan rencana Kontrak Politik untuk BLM dan BEM. Hal ini bertujuan agar kinerja dari kedua lembaga tersebut bisa lebih terarah dan bisa lebih dipertanggung jawabkan. Kita tunggu saja apakah hal tersebut akan direalisasikan atau hanya omongan belaka?. (E.AF)


writer by Siti Novika Heida

Saturday, January 11, 2014

Cerpen Pohon Sayang oleh Yudadi

Pohonku Sayang
tv rusak event
Sumber gambar: http://sosialberkarya.wordpress.com/tag/mading-sosial-berkarya/

Puah…..panasnya. keringatku tak henti-hentinya bercucuran. Bajuku basah oleh keringat. Keringat membanjiri tubuhku seolah aku baru saja mengguyur badanku ini dengan air sewaktu mandi. Gila panas banget. Kuseka peluh yang mengucur dari kepalaku. Angkotnya belum lewat lagi. Aku berdiri di bawah pohon yang cukup rindang. Wuih segarnya dengan sedikit sapuan angin yang menerpa. Hem..segar. Kenapa di bawah pohon pada siang hari terasa sejuk dan segar ya? Sambil menanti angkot yang menuju rumahku, aku membayangkan tiba di rumah dengan segelas es teh buatan mama yang super segar. Apalagi kalau ditambah semangkok puding dingin rasa coklat durian. Cegluk, aku menelan air ludah membayangkan itu semua. Khayalanku mendadak buyar ketika angkot yang kutunggu lewat.
Kenapa bumi ini semakin panas ya. Sepanjang perjalanan pulang, tak henti-hentinya aku mengeluh kepanasan. Di dalam angkutan kota yang kunaiki, aku merasakan betapa menderitanya aku. Coba tadi aku minta dijemput pasti aku tidak akan berdesak-desakan dalam angkot yang sempit. Tapi nggak apa-apa, aku harus mandiri. Kasihan mama harus berpanas-panas sambil memboncengkan adikku yang masih kecil kalau tadi aku minta dijemput. Aku harus mandiri, begitu pikirku. Di dalam angkot, aku mencium campuran aroma yang aduhai. Ada bau keringat yang super harumnya. Ada bau parfum. Ada keringat yang super tengik.. dia nggak pakai deodoran kali ya. Duh, macam-macam deh baunya. Belum lagi kalau ada pedagang dari pasar yang membawa keranjang. Semakin sumpek rasanya. Dengan rasa tidak bersalah, sang sopir masih saja berteriak..kosong-kosong.. Ayo mbak baju kotak-kotak, geser dikit. Masih muat. Itu yang pakai baju hijau, celana merah, topi kuning, ayo geser… begitu teriak sang sopir. Aduh, di mana rasa kemanusiaanmu Bang..keluhku dalam hati. Mawar..Mawar… sang sopir berteriak keras. Alhamdulilah, akhirnya sampai juga. Aku menghela napas lega. Untung rumahku dekat. Segera aku menghentikan angkot dan membayar ongkos.
Sesampai di rumah, segera aku berganti dengan celana pendek dan kaos. Aku basuh kaki dan tanganku. Wuih segarnya. Segera aku menuju meja makan dan mengambil es teh yang sudah disediakan mama. Nikmatnya…aku menenggaknya sampai tak bersisa. Mama hanya tersenyum melihat ekspresiku. O iya, aku jadi ingat, ada yang mau kutanyakan pada mama.
“Ma, kenapa kalau kita di bawah pohon pada siang hari terasa sejuk dan segar ya?” tanyaku. Mamaku pasti tahu jawabannya karena Mamaku serba bisa.
“O, begini, Nak. Pohon itu melakukan fotosintesis. Nah, fotosintesis itu menghasilkan oksigen dan karbohidrat. Nah, rasa segar yang kamu rasakan itu adalah ketika kamu menghirup oksigen yang dihasilkan sewaktu fotosintesis.” Peristiwa fotosintesis membutuhkan air, karbon dioksida, zat hijau daun dan sinar matahari. Air dan karbon dioksida itu akan diubah menjadi oksigen dan karbohidrat. Tuh kan mamaku memang hebat. Beliau bisa menjelaskan semua.
“Tapi mengapa kata orang-orang, kita jangan berada di bawah pohon di malam hari, Ma? Kenapa ya Ma.” tanyaku lagi.
“O, itu. Begini, Nak. Semua makhluk hidup kan pasti bernapas. Hewan, manusia, dan tumbuhan bernapas. Kalau hewan mempunyai bagian tubuh tertentu untuk bernapas. Ada yang bernapas dengan paru-paru, misalnya kucing, anjing, kambing, dan sapi. Ada yang bernapas dengan insang, seperti ikan. Ada yang dengan paru-paru buku, misalnya pada serangga. Nah, pohon juga bernapas. Pohon menghirup udara melalui lentisel dan stomata. Ketika malam hari, pohon itu tidak berfotosintesis karena tidak ada sinar matahari, tapi pohon itu melakukan respirasi atau pernapasan. Pernapasan membutuhkan oksigen, tapi menghasilkan karbon dioksida. Dalam proses pernapasan, makhluk hidup menghirup oksigen dan menghasilkan karbon dioksida. Pohon itu menghirup oksigen dan menghasilkan karbon dioksida. Jadi, istilahnya kamu berebut oksigen dengan pohon ketika kamu berada di bawah pohon pada malam hari. Itulah sebabnya jangan berada di bawah pohon ketika malam hari karena pohon sedang tidak berfotosintesis.”
“Jadi, kalau siang hari pohon tidak bernapas, Ma?“ tanyaku lagi. “O, bukan begitu, masa kalau siang tidak bernapas? Entar mati dong,” cecarku.
“Begini. Bernapas dilakukan setiap waktu. Di siang hari, pohon melakukan respirasi dan juga fotosintesis. Karbon dioksida yang dikeluarkan dari proses pernapasan diserap lagi oleh pohon untuk berfotosintesis yang menghasilkan oksigen dan karbon dioksida. Jelas?” tanya mama.
“Ehm…jadi pohon itu menyerap karbon dioksida ya Ma?” tanyaku.
“Iya, kan dibutuhkan dalam proses fotosintesis tadi. Makanya, perbanyaklah menanam pohon agar bumi ini tidak panas. Kamu bisa mulai menanamnya di kebun belakang itu. Kebetulan, tadi mama membeli bibit pohon mangga dan rambutan dari penjual bibit buah keliling tadi. Kamu tinggal menanamnya di kebun belakang. Mintalah tolong Papa untuk membuat lubangnya. Besok kalau berbuah, kan kamu juga yang menikmatinya.,” kata Mama.
“Siap Bos. Akan saya laksanakan,” kataku. Dalam benakku aku membayangkan, pohon mangga dan rambutanku sudah berbuah dengan lebatnya. Nanti, aku akan mengajak teman-temanku untuk memanennya. Ketika sedang asyik mengkhayal, tiba-tiba Mama menepuk pundakku. Yachh..hilang deh bayanganku tentang ranumnya mangga dan rambutan.
          Mama kembali menjelaskan. “Kamu harus mencintai bumi ini, Andre. Merawat lingkungan di sekitar kita. Keberadaan pepohonan tidak hanya menambah kesejukan. Saat ini sedang terjadi pemanasan global atau global warming sehingga bumi terasa makin panas,” kata Mama.  “Begitu ceritanya. Karena kerakusan manusia, banyak pohon ditebang. Hutan-hutan ditebang secara liar tanpa ijin atau illegal logging istilahnya. Banyak tanaman hijau ditebang untuk perluasan lahan. Kamu tahu fungsi lain dari pohon itu untuk apa? Pohon mempunyai akar yang akan mencengkeram tanah. Ketika ada hujan, tanah yang terkena air tidak akan terbawa air. Tapi, ketika pohon ditebangi, tidak ada akar yang mencengkeram tanah. Itulah sebabnya terjadi banjir dan tanah longsor di daerah yang pohonnya ditebangi,“ kata Mama.
          Dalam hati aku mengiyakan perkataan Mama. Aku bangga punya mama yang bisa menjadi ‘kamusku’ setiap saat. Maklum, mama sangat suka membaca. “Terima kasih, Mama,” kataku. Aku memeluk mama dan mama mencium keningku. Dalam hati aku berjanji untuk menjaga bumi ini. Merawat bumi dengan menanam tanaman agar bumi ini kembali sejuk.
          “Sama-sama anakku,” jawab mama lembut.
***
Hari yang kunanti tiba. Hari ini hari Minggu. Dan itu berarti Papa libur. Aku sudah bersiap dengan peralatan berkebunku. Cangkul, bibit pohon, pupuk kandang, selang air, dan topi besar untuk melindungiku sudah kusiapkan. Dengan cepat, Papa membuat lubang. Segera kumasukkan pupuk kandang yang telah kucampur dengan tanah. Papa membantuku memasukkan bibit pohon ke dalam lubang dan kemudian menutupnya dengan tanah. Aku menyalakan air dan menyiram pohon itu. Dalam hati aku berdoa, cepat besar yang pohonku. Tumbuh dan berbuahlah dengan segera agar aku bisa menikmatinya. Dan aku berjanji, akan menanam pohon lebih banyak lagi agar lingkunganku segar dan asri.
Sambil berdendang, aku membantu papa membuat lubang lagi. Tiba-tiba papa berkata. “Andre, tahu nggak kamu mengenai Hari Sejuta Pohon untuk Dunia yang diperingati tiap 10 Januari?
“O ya? Aku belum tahu, Pa. Yang aku tahu Hari Bumi pada tanggal 22 April dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni,” kataku.
“Nah, pohon yang kita tanam ini bisa untuk memperingati Hari Sejuta Pohon untuk Dunia. Setuju nggak?” kata Papa.
“Oke, Pa. Aku setuju sekali. Dan bagaimana tiap tanggal 10 Januari, 22 April, dan 5 Juni kita menanam pohon?”  kataku dengan mata berbinar.
“Setuju. Bagus sekali idemu, Nak,” kata Papa. “Papa mendukungmu.”
Dari dapur terdengar suara tepuk tangan Mama. Plok-plok. “Mama bangga sama kamu, Andre.” Aku tersenyum lebar. Aku ingin lingkunganku banyak pepohonan hingga terasa nyaman dan asri. Bagaimana denganmu, Kawan?





Biodata penulis
Nama                               :    Yudadi BM Tri Nugraheny
Hobi                                :    Membaca, menulis, mencoba resep masakan
Email                               :    iud_bm@yahoo.com
Alamat                            :    Durungan RT 49 RW 22, Waes, Kulon Progo, Yogyakarta, 55611
No. HP                            :    08157986657
Harapan                          :  Semoga penebangan hutan secara liar dapat dikurangi agar lingkungan ini tetap lestari. Dan, mulailah dari diri kita sendiri untuk menanam pohon di lingkungan sekitar kita.

Muhammad Mustofa menjadi Presiden BEM periode 2014-2015



LPM Paradigma, Batam, Setelah melakukan Pemungutan Suara kepada Mahasiswa Politeknik Negeri Batam di Lobi Politeknik. Pada pukul 22.30 WIB terjadi penghitungan suara oleh K-PIRA dalam memilih Presiden BEM Politeknik Negeri Batam. Ketua K-PIRA menjelaskan bahwa pada pukul 20.00 WIB terjadi penambahan kertas suara sebanyak 300 kertas, ini dilakukan sebagai jaga - jaga takut nantinya ada lagi yang memilih. Sehingga total kertas suara yang akan digunakan K-PIRA sebanyak 1500 kertas. 

Adapun Jumlah Mahasiswa yang didata sebanyak 2.075. Namun total yang memilih menurut data yang tertulis sebanyak 1095 suara. Angka itu didapatkan dari 974 suara yang didata dan 121 suara yang diluar data. Sehingga kertas suara memiliki sisa sebanyak 405 Kertas ungkap Perwira Jaya disambutannya. Perhitungan suara ini dihadiri Pak Ari Wibowo yang merupakan PUDIR 3 Politeknik Negeri Batam. Ketiga kandidatpun juga ikut menyaksikan pembukaan kertas suara di Lobi Politeknik Negeri Batam.


Pada Pukul 00.30 WIB 1.095 telah dibuka. Kandidat 1 memperoleh 413 suara, kandidat 2 memperoleh 213 suara, dan kandidat 3 memperoleh 439 suara. sehingga dapat disimpulkan Yang menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa periode 2014 - 2015 adalah Muhammad Abdul Mustofa  dan yang wakilnya yaitu Resiari Putri yang merupakan kandidat 3 Yang telah  memperoleh suara terbanyak daripada kandidat lainnya. Dapat ditotalkan ternyata 1096 suara namun sesuai dengan kesepakatan bersama bahwa hasil ini telah sah dan Muhammad Mustofa Terpilih Menjadi Presiden BEM Politeknik Negeri Batam Periode 2014 - 2015. (E.AF)


Hasil Perhitungan Suara Ketiga Kandidat (F.Andy)



Liputan LPM | Perhitungan Suara PEMIRA 2014 Politeknik Negeri Batam

Friday, January 10, 2014

Pemilihan Presma Politeknik Negeri Batam dimulai Tadi Pagi

Kondisi Lobi Politeknik Negeri Batam tadi pagi
Kondisi Lobi Politeknik Negeri Batam tadi pagi

LPM PARADIGMA - Batam, Pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) tahun 2014 dimulai hari ini pada pukul 8.00, Jumat (10/01) di Lobby Kampus Politeknik Negeri Batam. Pemilihan ini di selenggarakan oleh K-PIRA ( Komisi Pemilihan Raya ) Politeknik Negeri Batam. Sebelum PEMIRA ( Pemilihan Raya) ini di mulai, K-PIRA telah memberikan kesempatan kepada Capresma BEM Politeknik Negeri Batam untuk menyampaikan visi dan misinya di DEBAT Capresma pada selasa (7/01) yang lalu.

Di tahun 2014 ini terdapat 3 kandidat yang akan maju merebutkan kursi sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2015. " Komisi Pemilihan Raya Politeknik Negeri Batam ini telah menyiapkan 1.200 Kertas Suara untuk memilih 3 kandidat Presiden Mahasiswa nantinya dan sistem dalam pemilihannya ini adalah contreng " ungkap, Gunawan, yang merupakan kordinator Komisi 1 K-PIRA Politeknik Negeri Batam.

KAPIRA dalam hal ini sangat antusias dalam mensukseskan acara pemilihan di tahun ini. Dari segi Keamanan telah disiapkan K-PIRA  dengan bekerja sama dengan Resimen Mahasiswa Politeknik Negeri Batam agar pemilihan ini terjaga kerahasiannya. "Alhamdulillah Proses penjagaan sampai saat ini berjalan dengan lancar" papar Juanroy M. RG selaku Ketua Resimen Mahasiswa kepada LPM Paradigma Politeknik Negeri Batam.

PEMIRA ini juga dipantau langsung oleh Syahril yang merupakan Komisi Pengawas K-PIRA. Syahril juga mengatakan bahwa pemilihan tahun ini jauh lebih sukses dari tahun yang lalu. Kami LPM Paradigma sampai saat masih menunggu perhitungan suara yang akan dimulai pukul 9.30 WIB. Kami berharap siapapun Presiden mahasiswa yang terpilih nantinya bisa membawa nama BEM beserta ORMAWA Politeknik Negeri Batam lebih baik lagi ke depannya dan mengharumkan nama Politeknik Negeri Batam.

Wednesday, January 8, 2014

Liputan LPM | Depan Capres dan Cawapres Politeknik Negeri Batam

Tuesday, January 7, 2014

Debat Capresma Jelang diangkat Menjadi Presma



LPM PARADIGMA - Senin, 6 Januari 2014 bertempat di lobi Politeknik negeri Batam telah dilaksanakan debat calon Presiden Mahasiswa (Capresma) yang diikuti oleh tiga kandidat yang telah terpilih yaitu kandidat pertama Guruh Fajar yang didampingi Arief Hidayatullah, Kandidat kedua Yoddy Andesman maju bersama Umar Khamdan,dan Muhammad Abdul Mustofa dengan Resiari Putri Batami sebagai kandidat ketiga.

Ketiga Kandidat memiliki Misi dan Visi masing masing. Tak terlepas dari visi dan misi ketiga kandidat sampaikan, untuk meyakinkan mahasiswa bahwa kandidat layak dan pantas untuk menjadi Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Batam satu tahun kedepannya nanti, pasti untuk memilih siapa kandidat yang pantas untuk menjadi Presma dan Wapresma terlebih dahulu kita sebagai pemilih harus mengetahui visi dan misi kandidat.

1. Guruh – Arief

Kandidat 1 Capresma Politeknik Negeri Batam
Kandidat 1 Capresma Politeknik Negeri Batam
Dalam Debat yang berlangsung di lobi Politeknik Negeri Batam Semalam (06/01) Pasangan Guruh-Arief memiliki visi menjadikan BEM Politeknik Negeri Batam yang inovatif dan kreatif serta inspiratif untuk Politeknik Negeri Batam dan Indonesia. Tak lepas dari visi,misi pasangan ini adalah menegakkan Tri Darma Perguruan Tinggi, meningingkatkan kualitas pengurus BEM, Meningkatkan mutu UKM, Memperjuangkan aspirasi mahasiswa dibidang akademik dan non akademik, dan dan kandidat juga berhap bisa menjalankan hubungan dalam dan luar untuk meningkatkan eksistensi peran kampus.

2. Yoddy-Umar

Kandidat 2 Capresma Politeknik Negeri Batam
Kandidat 2 Capresma Politeknik Negeri Batam

Selanjutnya  pasangan Yoddy-Umar dimana mereka memiliki visi Melalui kebersamaan dengan tekad dan tujuan yang sama,kita wujudkan BEM Politeknik Negeri Batam sebagai badan eksekutif yang peduli terhadap kualitas perekonomian, pendidikan, dan kesejahteraan umum, Misi mereka adalah enampung/memfasilitasi mahasiswa yang memiliki keahlian yang bias diarahkan ke dunia wirausah, Mengimplementasikan “pengabdian masyarakat” dalam bentuk wirausaha, Melakukan pembinaan karakter dan pengembangan diri kesekolah-sekolah dalam bentuk sosialisasi, Memberikan bantuan kepada mahasiswa yang berkendala biaya kuliah melalui sebuah wadah kretivitas, Menggunakan anggaran program kerja sebaik dan seefektif mungkin, Meluruskan jalur-jalur birokrasi sesuai dengan struktur ormawa Politeknik Negeri Batam,dan menerapkan “Musyawarah dalam pengambilan keputusan.

3. Mustofa-Resiari Putri


Kandidat 3 Capresma Politeknik Negeri Batam
Kandidat 3 Capresma Politeknik Negeri Batam

Visi kandidat yang terakhir adalah Mewujudkan BEM 2014 yang berINTEGRITAS, PROFESIONAL dan berSINERGI dalam PENGABDIAN masyarakat dan sebagai wadah pembentukan MORALITAS karakter mahasiswa, BEM 2014 sebagai identitas kampus Politeknik Negeri Batam yang kuat dari dalam dan lingkungan luar kampus, Membangun program kemahasiswaan yang inovatif dan berdedikasi, serta satu visi dan misi dengan seluruh ormawa Politeknik Negeri Batam untuk kepercayaan dan kebersamaan. Dan misi dari kandidat ini adalah Membangun rasa kekeluargaan di internal BEM 2014 Politeknik Negeri Batamdengan system kerja yang professional dan memiliki integritas yang tinggi, Mengoptimalkan fungsi ORMAWA kemahasiswaan dengan keterlibatan aktif dalam aktifitas akademik dan non akademik dari semua ormawa, Meningkatkan eksistensi,minat dan bakat mahasiswa denagn mengedepankan nilai budaya,etika,moral dan intelektualitas, Mewakili kepentingan mahasiswa dan membuat kbijakan yang efektif dan efesien bagi semua kalangan internal kampus dalam pengamalan pancasila dan Tri Darma pergruan tinggi,serta memfungsikan BEM sebagai pengawas kebijakan pemerintah yang diaplikasikan sesuai dengan pengabdian terhadap masyarakat

Ada banyak pertanyaan yang muncul dari kalangan mahasiswa untuk para kandidat, salah satunya adalah pertanyaan dari salah seorang mahasiswa baru yaitu ”Pernahkah terfikirkan oleh para kandidat letak deri geografis Politeknik Negeri Bata mini karena berdekatan dengan Negara tetangga,dengan cara apa para kandidat akan memperkenalkan kampus kita ini kepada Negara tetangga?

Masing-masing kandidat tentu memiliki jawaban yang berbeda, Kandidat pertama mengatakan akan mengenalkan Politeknik Negeri Batam dengan melakukan lokakarya ke Negara tetangga, kandidat kedua akan mengenalkan Politeknik Negeri Batam melalui PoliBatam Fair dengan mengundang universitas tetangga kita yang ada di luar negeri dan kandidat ketiga mengatakan akan melakukan turnamen ke universitas Negara tetangga, jika hal itu tak terwujud maka kandidat akan membentuk kader yang pasti dan idealis untuk kemajuan kampus kita ini.

Apapun jawaban dari masing-masing kandidat, kita sebagai mahasiswa tetap harus menggunakan hak suara kita, karena satu suara akan menentukan perkembangan kampus kita untuk satu tahun kedepan. Jangan asal memilih. 




Pilihlah mana yang menurut kita layak menjadi pemimpin kitaHIDUP MAHASISWA.