Sunday, November 10, 2013

JAGA KEBERSIHAN KAMPUS KITA YUKKK

Ayo Jaga Kebersihan Kampus Kita

Kali ini LPM akan membahas tentang kebersihan kampus Politeknik Negeri Batam yang semakin hari semakin menurun saja. Sebenarnya apakah faktor utama yang menyebabkan kebersihan semakin menurun? Apakah faktor tersebut disebabkan oleh mahasiswanya sendiri? Atau dari petugas kebersihannya?

Sebelumnya kita sebutkan dulu masalah yang membuat kampus kita kotor, pertama adalah minimnya  tong sampah. Politeknik saat ini telah menampung hampir 2500 mahasiswa. Seperti yang kita lihat perbandingan antara tong sampah dengan mahasiswa tidaklah sepadan. Contoh di lantai 2, penyediaan tong sampah sangatlah minim. Dimana tong sampah adalah tempat wajib yang harus ada untuk disetiap sudut kita memandang. Apalagi ketika jam istirahat, tong sampah banyak yang sudah menumpuk. Ada moto buanglah sampah pada tempatnya, jika tempatnya saja sudah penuh mau dibuang kemana??

Kedua adalah toilet atau kamar mandi.  Kebersihan wc/kamar mandi seharusnya dijaga dengan baik. Banyak kamar mandi yang kotor disebabkan airnya sering mati, seringya buang tisu dan sebagainya secara sembarangan. Hal ini sangat disayangkan karena, jika ada orang lain atau tamu melihat kondisi toilet yang disediakan kampus tidak bersih maka mereka akan menjadi tidak nyaman dan menilai kurang terhadap kampus kita.

Beberapa solusi yang ingin disampaikan disini, setelah dilakukan konfirmasi kepada berbagai pihak kampus ternyata mereka mengeluhkan kurangnya kuantitas tempat sampah. Kemudian kedepannya tolong dibuat poster mengenai pentingnya menjaga kebersihan di tempat–tempat biasa para mahasiswa makan.            

Sedangkan untuk toilet kampus, diharapkan untuk pada hari sabtu maupun minggu air tetap dinyalakan, karena ketika mahasiswa mengadakan rapat pada hari ini kasihan mereka kesulitan untuk buang air kecil atau bahkan wudhu saat waktu sholat tiba, khususnya bagi mahasiswi. Bahkan ormawa (Organisasi mahasiswa) sering mengadakan acara pada hari sabtu atau minggu dan tak jarang mengundang peserta dari luar kampus, sehingga tidak dinyalakannya air di toilet bisa mengganggu kenyamanan tamu.


Terlepas dari siapa yang menyebabkan menurunnya kebersihan kampus kita, sebenarnya kesadaran terhadap kebersihan kampus kita harus dimiliki oleh setiap masyarakat kampus sendiri. Karena kita adalah makhluk sosial yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu sudah sepantasnyalah kita saling bergotong–royong dan mengingatkan tentang kebersihan lingkungan kampus kita. Jangan membiasakan untuk berpikir memaklumi satu orang saja yang membuang sampah sembarangan. Tapi pikirkanlah bagaimana jika ada seratus orang dengan jalan pikiran yang sama? Berapa banyak sampah yang akan berserakan di kampus??? Anak TK saja bisa buang sampah pada tempatnya, bagaimana kita yang gelarnya MAHASISWA????? Think more, do more…. 
(Ainun/Dewi/Riski)

0 komentar:

Post a Comment