SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Monday, November 18, 2013

Cerita di Balik Baksos Polbat

Baksos yang dilaksanakan oleh BEM dan mahaiswa Polbat tidak hanya membuat kan sumur dan tempat pembuangan akhir atau sepsitenk, tetapi mahasiswa Polbat juga melakukan aksi sosilisasi pentingnya menyikat gigi dan cara melkukannya kepada anak-anak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 016 Galang, Batam. Para siswa SDN 016 sangat antusias dengan kedatangan tim Polbat, ini ditandai dengan semangatnya mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang dipimpin langsung oleh mahasiswa, yaitu salah satunya menyikat gigi.
SDN 016 memiliki 45 orang murid dan 6 tim pengajar untuk kelas 1 hinggal kelas 6. "Walaupun siswa di SDN 016 tidak terlalu banyak, namun mereka sebenarnya sangat semangat untuk belajar, tetapi di karenakan berbagai hal, akhirnya siswa yang bisa mencapai kelas 6 pun saat ini hanya 4 orang" ucap salah seorang guru. Hal-hal yang biasanya membuat siswa-siswi Sekolah Dasar ini berkurang adalah sifat tradisi masyarakat kampung Blogkeng yang tidak bisa dihindari, banyak orang tua yang akhirnya membawa atau sengaja memberhentikan anak-anaknya sekolah dengan berbagai alasan, tidak jarang orang tua meminta ijin kepada guru hanya untuk mengajak anaknya ke kota dengan alasan yang tidak jelas. Alasan lain siswa-siswi berkurang adalah jauhnya rumah yang mengharuskan mereka menyembrang dari perkampungan mereka menggunakan sampan.

Hal-hal tersebutlah yang membuat siswa-siswi tersebut menjadi berkurang, yang awal kelas 1 mereka bisa mencapai sekitar 8-9 orang, karena seleksi alam akhirnya hanya tersisa 4 orang di kelas 6 saat ini.

Baksos BEM dan Mahasiswa Polbat

Sabtu, 16/11 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama mahasiswa Politeknik Negeri Batam (Polbat) melaksanakan Bakti Sosial (baksos) dan progamDesa Binaan di kampung Blongkeng Kecamatan Galang, Batam. Baksos kali ini bertemakan "Tubuh yang Sehat, Berawal dari Air Bersih", tema ini di ambil karena masyarakat kampung Blongkeng sendiri mengeluh untuk air bersih di sana, dikerenakan kampung ini terletak di pesisir pantai sehingga menyulitkan masyarakat sekitar untuk menemukan air bersih. Di temui di sela-sela acara, Ageng Ahmad selaku ketua pelaksana acara menyampaikan bahwa biasanya masyarakat hanya menggali sumur untuk menampung air hujan karena sulitnya menemukan sumber mata air bersih di daerah tersebut.
"Dikarenakan sulitnya mendapatkan air bersih, sehingga kami memutuskan untuk baksos dan progmam desa binaan kali ini untuk membuatkan masyarakat kampung Blongkeng sumur bor, toilet dan tempat pembuangan akhir atau sepsitenk dikarenakan untuk toilet kurang cukup memadai" tutur Ageng.
Tujuan kali ini juga bertujuan untuk mengenalkan Polbat kepada masyarakat luar terutama untuk daerah pinggiran dan yang paling penting adalah menjalankan Tridarma Perguruan Tinggu yang ke 3, yaitu mengabdi kepada masyarakat. Dan diharapkan dengan adanya kegiatan ini salah satu Tri Darma tersebut dapat dijalankan.
Tidak hanya membuat sumur bor dan toilet yang di lakukan mahasiswa Polbat, tapi mahasiswa juga membersihkan sekitar lingkungan kampung Blongkeng, seperti membersihkan makam, merapikan lapangan bola kaki, dan memeperbaiki jalan yang berlubang. Ini bentuk perhatian mahasiswa kepada masyarakat.

Program desa binaan ini pun tidak berhenti di sini saja, harapan kedepan nantinya adalah fasilitas yang dibuat dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk masyarakat Blongkeng. Kampung Blongkeng dipilih untuk Program desa binaan kali ini karenakan dinilai cukup sulit dibandingkan dengan kampung lainnya seperti di derah Sitikok.

Saturday, November 16, 2013

IMMPB Gelar Revitalisasi Kader ke-9



Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Negeri Batam (IMMPB) kembali mengadakan revitalisasi kader yang ke-9. Revitalisasi kader ini dilaksanakan di kampus Politeknik N. Batam pada 15-17 November 2013.

Mengusung tema “Membentuk regenerasi kader, pemimpin yang berakhlakul karimah, berbudi pekerti luruh dan tau benar dan salah”, acara ini dibuka dengan berbagai penampilan seni kreasi kolaborasi para pengurus dan kader IMMPB. Pembukaan revitalisasi kader ini ditandai oleh penyematan atribut revitalisasi kepada dua orang perwakilan kader  oleh Pudir IV bidang Kerja sama, Didi Istardi. Pembukaan ini berlangsung meriah namun tetap penuh hikmat walaupun diadakan pada pukul 20.00 WIB.

Selama tiga hari pelaksanaannya, acara ini akan diisi oleh materi-materi yang disampaikan oleh Andreas Putranta Sitepu dan Andri yang juga alumni dari IMMPB, dimana mereka bertindak sebagai Master of Training. Kader yang menjadi peserta dalam revitalisasi kader ini berjumlah 91 orang mahasiswa baru angkatan 2013, yang terdiri dari 44 orang ikhwan dan 47 orang akhwat. Selain dibimbing oleh Master of Training, para kader juga akan didampingi oleh beberapa panitia acara yang bertindak sebagai mentor, dimana satu kelompok didampingi oleh satu kakak mentor.

Acara ini merupakan program kerja tahunan IMMPB yang tujuannya membentuk karakter kepemimpinan, memberikan pengetahuan organisasi khususnya IMMPB, agar para kader siap untuk menjadi penerus estafet perjuangan dakwah di kampus Politeknik N. Batam ini melalui IMMPB. (JO)


Sunday, November 10, 2013

JAGA KEBERSIHAN KAMPUS KITA YUKKK

Ayo Jaga Kebersihan Kampus Kita

Kali ini LPM akan membahas tentang kebersihan kampus Politeknik Negeri Batam yang semakin hari semakin menurun saja. Sebenarnya apakah faktor utama yang menyebabkan kebersihan semakin menurun? Apakah faktor tersebut disebabkan oleh mahasiswanya sendiri? Atau dari petugas kebersihannya?

Sebelumnya kita sebutkan dulu masalah yang membuat kampus kita kotor, pertama adalah minimnya  tong sampah. Politeknik saat ini telah menampung hampir 2500 mahasiswa. Seperti yang kita lihat perbandingan antara tong sampah dengan mahasiswa tidaklah sepadan. Contoh di lantai 2, penyediaan tong sampah sangatlah minim. Dimana tong sampah adalah tempat wajib yang harus ada untuk disetiap sudut kita memandang. Apalagi ketika jam istirahat, tong sampah banyak yang sudah menumpuk. Ada moto buanglah sampah pada tempatnya, jika tempatnya saja sudah penuh mau dibuang kemana??

Kedua adalah toilet atau kamar mandi.  Kebersihan wc/kamar mandi seharusnya dijaga dengan baik. Banyak kamar mandi yang kotor disebabkan airnya sering mati, seringya buang tisu dan sebagainya secara sembarangan. Hal ini sangat disayangkan karena, jika ada orang lain atau tamu melihat kondisi toilet yang disediakan kampus tidak bersih maka mereka akan menjadi tidak nyaman dan menilai kurang terhadap kampus kita.

Beberapa solusi yang ingin disampaikan disini, setelah dilakukan konfirmasi kepada berbagai pihak kampus ternyata mereka mengeluhkan kurangnya kuantitas tempat sampah. Kemudian kedepannya tolong dibuat poster mengenai pentingnya menjaga kebersihan di tempat–tempat biasa para mahasiswa makan.            

Sedangkan untuk toilet kampus, diharapkan untuk pada hari sabtu maupun minggu air tetap dinyalakan, karena ketika mahasiswa mengadakan rapat pada hari ini kasihan mereka kesulitan untuk buang air kecil atau bahkan wudhu saat waktu sholat tiba, khususnya bagi mahasiswi. Bahkan ormawa (Organisasi mahasiswa) sering mengadakan acara pada hari sabtu atau minggu dan tak jarang mengundang peserta dari luar kampus, sehingga tidak dinyalakannya air di toilet bisa mengganggu kenyamanan tamu.


Terlepas dari siapa yang menyebabkan menurunnya kebersihan kampus kita, sebenarnya kesadaran terhadap kebersihan kampus kita harus dimiliki oleh setiap masyarakat kampus sendiri. Karena kita adalah makhluk sosial yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu sudah sepantasnyalah kita saling bergotong–royong dan mengingatkan tentang kebersihan lingkungan kampus kita. Jangan membiasakan untuk berpikir memaklumi satu orang saja yang membuang sampah sembarangan. Tapi pikirkanlah bagaimana jika ada seratus orang dengan jalan pikiran yang sama? Berapa banyak sampah yang akan berserakan di kampus??? Anak TK saja bisa buang sampah pada tempatnya, bagaimana kita yang gelarnya MAHASISWA????? Think more, do more…. 
(Ainun/Dewi/Riski)