Sunday, June 30, 2013

JERITAN

Mata ini seakan menjadi rembulan,
Dikala gelap,
Menghiasi tanah-tanah kosong milik kaum jelata,

Rimbunan gandum,
Seakan menjadi sapu layu
Yang tidak siap ‘bersihkan’ bumi
Dari kelaparan….
Tuhan…
Jerit katak-katak disela hujan seakan berbisik,
Tak terdengar lagi,
Pilunya kehausan yang panjang,
Tangis bertuntun
Dan syair sendu para buruh tambang di ujung hutan,
Dikala duka merasuki jiwa ku,,
Aku ingin menjerit lantang
Wahai penguasa!
Dekap aku dalam hiruk pikuk ini
Masalah ku kian bagai sapu tajam,
Menyucuk mata…
Hingga menembus tulang belulang
Merah , berdarah.
Memuntahkan daging segar

Dari mulut-mulut penguasa malam,

Azizah Alsyamsa J

0 komentar:

Post a Comment