SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Sunday, June 30, 2013

JERITAN

Mata ini seakan menjadi rembulan,
Dikala gelap,
Menghiasi tanah-tanah kosong milik kaum jelata,

Rimbunan gandum,
Seakan menjadi sapu layu
Yang tidak siap ‘bersihkan’ bumi
Dari kelaparan….
Tuhan…
Jerit katak-katak disela hujan seakan berbisik,
Tak terdengar lagi,
Pilunya kehausan yang panjang,
Tangis bertuntun
Dan syair sendu para buruh tambang di ujung hutan,
Dikala duka merasuki jiwa ku,,
Aku ingin menjerit lantang
Wahai penguasa!
Dekap aku dalam hiruk pikuk ini
Masalah ku kian bagai sapu tajam,
Menyucuk mata…
Hingga menembus tulang belulang
Merah , berdarah.
Memuntahkan daging segar

Dari mulut-mulut penguasa malam,

Azizah Alsyamsa J

Saturday, June 29, 2013

Nasi Basi

Sinar matahari siang itu serasa menyekat tenggorokanku,aku mencoba bertahan dengan nafas yang tak lagi berasa ini. Melangkah perlahan menseimbangkan jalan ku yang sudah lama tidak normal, ya, karena ibu ku, yang sudah lama almarhum dan tidak bertanggungjawab , ya jelas! Melahirkan ku didunia penuh kemunafikan dan sensara ini lalu menelantarkan ku begitu saja setelah ia menghembuskan nafas terakhirnya,arkh! Semua salah nya, aku tidak minta dilahirkan! Apalagi dengan keadaan cacat seumur hidup yang harus ku terima, pincang! Sangat memalukan bukan? Waktu itu aku  berusia 7 tahun, aku dijadikan budak oleh para preman pasar dekat ‘rumah’ kardusku, itulah mulanya aku menjalani hidup yang kejam ini!
         
Hampir setiap hari aku harus meminta-minta dengan mempertontonkan luka bakar dan memar di tangan serta wajahku,  tapi ini bukan dibuat-buat semata untuk mencari belas kasihan dari kalian, bukan! Luka itu nyata, menyayat dan perih, ini semua adalah perilaku preman pasar sebagai sarapan ku setiap paginya, jelas saja aku tidak bisa membela diri! Pincang! Sakit dan tak berdaya, aku merasa makhluk paling terkutuk didunia ini. Akhirnay tadi malam, entah suara apa yang membangunkan ku, suara yang terdengar lantang dan membuat aku merinding, seperti seruan yang wajib, mendayu-dayu dalam ketegasan, sebentar.... aku akan mencoba menginggatnya, hmmmm... yaa, suaranya seperti ini “allahuakbar allahuakbar!...” seingat ku syairnya panjang, berirama dan anehnya berkumandang diwaktu semua orang terlelap dalam mimpi indahnya. Aku bangun, menatap preman-preman pasar itu mereka seperti sedang berada dalam khayalan tingkat tinggi, tak bergerak sementara botol-botol miras berserakan dikaki-kaki mereka. angin yang semilir terasa sepoi seiring dengkuran yang memekakkan telinga ku,seketika berkelebat sebuah pikiran yang selama ini tak pernah aku lakukan; LARI! Lari dari mereka! Bebas! Aku ingin terbebas dari mereka, tanpa berfikir lebih panjang lagi aku bangun dengan perlahan, tidak memikirkan kepincangan yang aku alami, tujuan ku hanya satu; BEBAS DARI MEREKA!.

           
Sekarang, akibat ‘lari’ terlalu jauh, aku mulai kelelahan, aku tidak tahu tempat ini, karena aku tak pernah pergi sejauh ini.tempat yang serasa teduh dan banyak penghijauan, Aku melihat beberapa orang  memakai topi sawah lalu-lalang, ada yang memikul kayu, ada juga yang menggendong anak kecil, mereka semua tersenyum kearahku, seketika darah ku berdesir, aku haru... selama ini tidak seorang pun tersenyum kepada ku, tidak juga orang-orang pasar yang setiap hari melihatku meminta-minta, mereka (orang-orang pasar) seakan punya dunia sendiri, tak pernah melihat ku, apalagi tersenyum, preman-preman itu? Jangan kalian tanya! Mereka hanya tersenyum setelah merenggut uang hasil ngemis,tepatnya tersenyum pada uang, padahal uang itu hanya kertas berangka yang bisa hilang fungsinya apabila aku hanya merobeknya, sungguh dunia ini gila!         

Tiba-tiba perutku sakit, aku lapar!seketika tubuhku bergetar, keronkongan ku kerontang, hanya menelan liur yang serasa masam, aku mencoba bangkit, berjalan lagi hingga menyusuri 

Untuk Allah

Ya Allah,
Ketika denyut nadiku terasa sayup…
Ku ingin engkau tahu betapa ku rapuh tanpa ridho Mu

Ya Allah,
Ketika ujian mu menghujam hatiku,
Ku ingin engkau tahu betapa ku luluh lantak tanpa Bantuan Mu,

Ya Allah,
Aku hanya hamba yang lemah, kotor, dan tak berdaya
Ketika kuasaMU membuat cobaan ini begitu sakit ku jalani.
Akankah ujian ini ada akhirnya?
Aku belum sanggup dan rasanya tak sanggup,

Ya Allah,
Bantu hamba ya Allah…
Sampai kapankah air mata menghiasi setiap ingatan ku?

Azizah alsyamsa J

Friday, June 28, 2013

HASIL WAWANCARA ANNIDA

Narasumber :
  •   Nama : Agung Dodo Iswanto
  •   TTL : Bandung, 3 Agustus 1990
  •   Status  : Single
  •   Pendidikan : SMA Rancekek Bandung
  •   Kegiatan  : Redaktur Pelaksana Majalah Annida, Guru Jurnalistik SMP aviana Bekasi

Pengalaman:
  1. ·         1 dari 5 pemenang terbaik lomba Mimpi Sejuta Dollar Annida 2011
  2. ·         Juara 3 Annida Aku Bertemu Rasul 2012
  3. ·         Penulis fiksi Annida online 2011-2013

Motto :
·         Menolong orang lain untuk diri sendiri
·         Bahagia ketika kau melihat orang lain bahagia

1.       Bagaimana seminar hijab dan peran pemuda ini berlangsung dilihat dari antusias para pesertanya ?
·         “Bagus ya,kita juga sebelumnya belum pernah ke Batam dan belum tahu juga gimana jurnalistik temen-tem di Batam,tapi ketika lihat seminar yang tentang pemuda islam bangku peserta hampir penuh,apalagi yang jurnalistik nanti ya mudaha-mudahan makin bertambah”.Ujar Agung.

2.       Mengapa dari Annida bersedia menjadi pemateri dalam seminar ini ?
·         “kalau dari annidanya sendiri memang konsen pada jurnalistik untuk pemuda yang ingin belajar memulai bagaimana si,apa si itu jurnalistik.Dan untuk jurnalistiknya sendiri itu sudah menjadi bagian yang diperjuangkan dari temen-temen annida.Dan ketika temen-temen dari Politeknik Negeri Batam mengundang annida buat sharing jurnalistik senang sekali karna akhirnya bisa berbagi ilmu”.Ungkap Agung.


3.       Untuk annida sendiri ada tidak tempat untuk menampung para remaja yang ingin mengetahui lebih dalam tentang jurnalistik ini ?
·         “Biasanya si kita ke kota-kota,ke sekolah-sekolah pelatihan jurnalistik,baru 2 minggu kemarin kita ke SMA Al-Mutakin di Tasik,sama sharing tentang jurnalistik juga,waktu itu kita sama lembaga kemanusiaan ATT sharing tentang  jurnalistik kemanusiaan.Sebenarnya ada gak si wadah di annida buat temen-temen yang ingin lebih tahu tentang jurnalistik ? ada si di Citizem Journalizem namanya,jadi kalo misalnya temen-temen pengen nulias tentang apa ajalah yang ada ceritanya tentang remaja juga bisa dikimkan,nah nanti kalau misalnya tulisannya cocok bisa dimuat di Web,atau adakan di annida juga ada berita komunitas,jadi kalo temen-temen buat acara teru ingin di launch bisa dibuat beritanya terus dikirim insyaallah dimuat”.Jawab Agung.

4.       Apa kesan dari mas agung sendiri yg baru pertama kali menjadi pemateri di Batam ?
“kesannya senang ya,seru juga.awalnya si sempat mikir juga wah kira-kira ini bakalan banter gak ya pesertanya,wah ternyata antusias mahasiswa di Batam luar biasa ya,malah denger-denger ini ada anak SMP sama SMAnya kan,berarti itu udah menunjukan kalau jurnalistik di Batam punya minat yang kuat.

2.  Pimpinan Redaksi Majalah ANNIDA Jakarta, Mbak Shinta Dewi Indriani,
Bagaimana tanggapan Mbak Shinta dengan acara talkshow yang kita selenggarakan ini?
Aku  salut sama kalian (red-Panitia)  yang bisa meng-create suatu acara yang bertaraf nasional. Tidak mudah sebenarnya untuk mengumpulkan masa untuk acara yang temanya sebenarnya tidak ‘seksi’. Mungkin kalau acara yang diadakan dengan tema-tema yang asik, dan dengan pembicara yang, yaa..., bisa dibilang tenar seperti Raditya Dika atau tokoh-tokoh lainnya, mungkin tidak perlu susah-susah. Tapi ini sebuah acara dengan tema yang serius, dan kalian bisa.
Sekali lagi aku salut sama panitia yang sudah menyelenggarakan acara ini. Kalau memang bisa, dirutinkan saja acara-acara posisitif seperti ini. Cuma satu saran aku, untuk judul. Kalau bisa, buatlah judul yang asik, dengan gaya bahasa yang menarik untuk anak muda. Karena jujur saja, pas baca poster acara ini, aku sempat merasa, “wah, ini kayaknya berat, nih”. Serius. Karena, kalau sasarannya anak muda, mungkin bisa menggunakan gaya bahasa yang lebih nge-pop, biar lebih menarik.

Kalau untuk pesertanya, gimana tanggapan Mbak? Barangkali ada yang kurang mengena atau bagaimana?
Pesertanya baik-baik. Terbukti dengan disediakannya tiga termin pertanyaan, semuanya terisi dengan tiga pertanyaan juga. Itu berarti ada sembilan orang penanya, berebut pula. Itu bagus banget. Dan aku melihat antusiasme mereka itu. Karena ada lho, satu acara seminar yang pesertanya nggak ada yang bertanya sama sekali. Tapi buat acara ini, pesertanya memang oke punya.

Nah, Mbak sendiri kan sampai di Batam sejak kemarin pagi, dan pasti udah sempat melihat-lihat suasana Batam. Kesan Mbak tentang Batam?
Wah..., Batam itu keren! Menurutku, Batam itu sudah siap jadi kota yang akan dikunjungi orang-orang dari pulau lain, bahkan negara lain. Kemarin waktu aku dan yang lain ke Barelang, itu luar biasa bagus, view-nya juga enak dilihat. Belum lagi, kita pagi-pagi udah lihat yang semacam ‘Batam Holywood’ itu. Jadi disini memang ada tempat-tempat yang kalo wisatawan kesini, akan mencari tempat-tempat yang iconic seperti itu.
Aku pernah ke tempat-tempat lain, itu nggak ada, tapi di Batam ada. Jadi, Batam itu memang sudah siap untuk itu. Tinggal lebih ditonjolkan lagi ciri khasnya, seperti kulinernya. Kalau di Batam yang terkenal itu seafoodnya, lebih dikemas lagi secara menarik, sehingga semakin berciri khas.

Nah, setelah ketiga acara Talkshow yang kita adakan, kira-kira apa sih, pesan Mbak untuk para pemuda agar semakin berkarakter?
Jangan ngikutin arus! Karena aku lihat, anak muda sekarang kalau lagi jamannya ‘ini’, semuanya ikut terbawa arus. Boleh saja mengikuti tren, tapi kamu harus punya karakter, yang mana itu adalah karakter kamu sendiri dan itu bagus.
Terutama untuk kreatifitas. Sudah pasti anak muda itu semangat kreatifitasnya lebih tinggi daripada orang yang udah tua. Nah, sekarang gimana caranya anak muda itu mengarahkan kreatifitasnya untuk hal-hal yang lebih positif. Yang kebanyakan terjadi sekarang ini, mereka kreatif, mereka maju di bidang teknologi, tapi malah dipakai untuk hal-hal yang negatif.
Aku berharap, dengan adanya acara seminar dan talkshow untuk kepemudaan yang berkarakter seperti ini, semoga kreatifitas dan semangat untuk membuat karya itu diarahkan ke hal-hal yang lebih baik.

Dan untuk LPM sendiri, aku dengar nantinya akan membuat majalah. Saran dari aku, buatlah majalah dengan kreatif, kreatif yang positif dan juga harus punya karakter. Dan juga, majalah itu sendiri nantinya bukan hanya dapat dinikmati oleh mahasiswa Polibatam, tapi juga dapat dinikmati oleh umum. (BM).

PESERTA SEMINAR
1. Ulfa Dwi Mustika Sari dari politeknik negeri batam
Bagaimana seminar nya Seminar nya?
 seru menarik dan jugak tidak membosankan pembica mengajak kita buat ikut dalam kegiatan itu contoh pas hijab cllas pembicaranya meminta kita untuk berkreatifitas di depan
Alasan mau  ikut ?
Karena tertarik karna seminar ini membahas tentang karakter pemuda soalnya ngeliat dan menimbang karakter pemuda yg ada di Indonesia, khusus nya di batam itu termasuk dalam katagori memperihatinkan contoh nya : kayak yg di bilang pada seminar raditya dika sampe penuh. sedangkan di seminar yg bagus seperti ini mereka kurang tertarik padahal di seminar raditya dika audit poltek yang sebesar it bsa penuh padahal itu hanya untuk kesenangan saja
Apa kesan dan pesan ?
Kesan dan pesan pada seminar ini gag nyesal lah karna dapat banyak pelajaran dan banyak hal yg bisa
terapkan dalanm seminar itu contoh nya hijab

Pesan : buat pemuda indonesia coba ubah pemikiran kalian jangan hanya maw senang" saja coba lebih menyukai seminar" yg membentuk karakter kita seperti seminar ini

2. Melly dari UNRIKA 
mbak menurut mbak baga mana acara yg di adakan ini mbak?
cukup bagus, banyak motivasi dan banyak yang bisa di ambil dri acara ini 

Pesan dan kesan ?
Kesan saya terhadap acara ini, sangat bagus, karena pembicaranya dari luar kota dan materi yang diberikan pun sangat bermanfaat, sehingga sangat tertarik untuk didengarkan dan diambil pelajaran
Pesan saya, semoga seminar yang seperti ini lebih sering lagi dilaksanakan, agar pemuda Indonesia sadar akan perannya sebagai pemuda untuk lebih kreatif lagi dalam menjalani hidup.

3. Al-Nasdi asal politeknik negeri batam
bagaimana seminarnya:
seminarnya bagus, menambah wawasan dan pengetahuan akan membangun karakter pemuda secara islamiah

mengapa ikut serta dalam seminar ini? apa motivasinya?
karena ingin menambah pengetahuan akan jurnalistik itu sendiri dan menjadi pemuda islami yang baik dan benar

kesan:
bagus karena materi lebih mendidik karakter
pesan:
pesannya supaya lebih ditingkatkan lagi kinerja panitia dalam mempersiapkan acara agar acaranya lebih baik lagi.

4. Dewi Susanti asal Politenik Negeri Batam
bagaimana seminarnya: seminarnya bagus, menarik dan memacu motiavasi

mengapa ikut serta dalam seminar ini?
karena penasaran materi apa yang akan disajikan. dan ternyata materinya bagus dan talkshownya sangat luar biasa.

pesan:
untuk hijab class seharusnya diadakan perpanjangan waktu atau waktunya ditambah menjadi lebih lama. dan hadiah yang dibagikan pada sesi tanya jawab harusnya dibagikan di akhir dan dibagikan secara merata.






ANNIDA Goes to Campus

Sabtu (01/6),  Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma melaksanakn acara seminar nasional dengan menggandeng majalah ANNIDA Jakarta sebagai pemateri sekaligus sponsor. Acara bertemakan “ Membentuk Pemuda berkarakter, modis dan kreatif” ini  berlangsung di ruang serba guna Politeknik Negeri Batam  dengan peserta lebih dari 100 orang. Peserta tersebut terdiri dari mahasiswa, siswa bahkan hingga ibu-ibu.
Seminar ini diselenggarakan atas kerja sama dari dua organisasi mahasiswa Politeknik Negeri Batam, yaitu Ikatan Mahasiswa Muslim Mahasiswa Politeknik Negeri Batam (IMMPB) dan Lembaga Pers Mahasiswa Paradigma (LPM) Politeknik Negeri Batam. Acara ini diadakan dengan tujuan untuk membangun rasa saling mendukung dan meningkatkan kerja sama antar Ormawa (Organisasi Mahasiswa) di kampus Politeknik Negeri Batam. Karena hal tersebut, kedua organisasi ini bersatu padu untuk menyelenggarakan seminar ini dengan baik.
Tim dari majalah ANNIDA Jakarta terdiri dari 4 orang. Merekalah yang menjadi narasumber utama dan satu-satunya pada seminar ini. Seminar ini terdiri dari tiga sesi. Setiap sesi berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Sesi pertama dengan materi hijab class dimulai pukul 08.30 WIB setelah kata sambutan dari Ketua pelaksana, Muhammad Ali  dan Ketua LPM Paradigma Politeknik Negeri Batam, Jessica Olifia.
Sesi kedua dilanjutkan pada pukul 10.10 WIB, dimana sesi ini dimulai dengan kata sambutan dari Pembantu Direktur III bidang Kemahasiswaan. Sesi kedua ini merupakan sesi materi tentang karakter kepemudaan dalam islam. Sesi ketiga dilanjutkan setelah istirahat makan siang, sekitar pukul 13.00 dengan materi jurnalistik.
Sesi pertama dan kedua dari seminar ini diisi oleh narasumber yang merupakan pimpinan redaksi majalah ANNIDA Jakarta yaitu  Shinta Dewi Indriani. Beliau dengan apiknya oleh beliau sehingga sangat membuat peserta antusias untuk bertanya dan bertanya lagi, terutama pada sesi hijab class. Sesi ini membahas serta mempraktikkan cara berjilbab yang syar’I namun tetap modis untuk para wanita. Sesi ketiga yang membahas tentang jurnalistik diisi oleh salah satu reporter majalah ANNIDA dan majalah UMMI Jakarta, yaitu mbak  Ken.
Acara berlangsung cukup sukses. Antusias peserta dalam menyimak dan mengikuti setiap sesi seminar sangat terlihat dengan banyaknya peserta yang melontarkan pertanyaan. Selain itu, doorprize yang disediakan oleh tim ANNIDA juga membuat seminar menjadi seru dan interaktif. Peserta menjadi aktif bertanya dengan kritis. Selain penyampaian materi, narasumber juga menambahnya dengan praktik langsung yang seru, seperti parktik cara mengenakan jilbab syar’I dan modis dengan berbagai gaya dan model serta praktik simulasi membuat majalah dengan penentuan nama majalah dan sasaran pembaca yang dituju. Praktik jurnalistik juga diisi dengan persaingan membuat pertanyaan wawancara terbaik yang dilakukan perkelompok.

Acara ini berakhir sekitar pukul 15.30 WIB dan ditutup dengan pemberian plakat kepada para pembicara. Para peserta keluar ruangan seminar dengan wajah puas atas ilmu yang telah mereka dapat dari seminar nasional ini. (JO)

Serajut Suara Kalbu

Ketika ombak berdesir lembut,
Menderu pada hati yang sedang sepi
Mempermainkan awan putih laksana kapas tak bernyawa
Larut, terbawa angin sepoi yang tak lagi terasa…
Ikan-ikan kecil bermain,
Berbisik-bisik ditepi karang,
Akankah tetap merasakan sepi ini?
Mata yang sayu, menunduk bila hati sedang bergetar,
Senyum yang dalam, tapi penuh makna menjaga
Akankah tetap merasakan sepi ini?

Kalbu yang menjerit,
Menanti cinta suci terbalaskan
Menanti lafaz janji sehidup semati, hanya mencari ridho illahi,

Serajut suara kalbu,
Sang bidadari dihadapan illahi

Azizah alsyamsa J

Simfoni hati

Untuk orang yang selalu menyemangati langkah ku,
Boss cinta,
Karimun, 24 juni 2011
Bintang,
Gadis mungil dengan tas samping suramnya melangkah penuh tekad melewati gerbang-gerbang kotor  dipenghujung jalanan sempit perumahan kumuh. Gadis kecil dengan senyum riang dan khasnya membawa segelas mimpi diantara deretan tong-tong berisi plastik bekas, seberkas cahaya bening, memancar menghiasi wajahnya yang jernih. Ia terus melangkah, matanya tajam menatap kekosongan malam yang mencengkam. Tiba-tiba ia berhenti merogoh saku celananya, mengeluarkan sesuatu yang unik, jam tangan tua yang sudah habis batrainya. Dengan secuil senyum riang, ia menatap jarum jam yang tepat menunjukan pukul 12.00 WIB itu. “sudah pukul duabelas tepat,” ujarnya yakin, suaranya seakan setetes embun dipagi hari. Menetes beirama.
            Jam tangan tua itu, pemberian dari seorang kakek yang telah lama terbaring kaku ditanah. Kakek itu bernama luth,sebelum kakek luth meninggal, bintang tinggal bersamanya bintang tidak pernah menanyakan asal usulnya pada kakek luth, hanya saja sebelum seminggu kematian kakek luth lelaki tua itu banyak bercerita sambil menangis, ia hanya memberikan jam tangan  tua yang diketahui bintang didapati diujung kakinya sewaktu kakek luth menemukannya, jarumnya tetap sama bergelayut pada angka duabelas tepat.
“percayalah, angka duabelas ini adalah kehidupan mu,suatu saat kamu akan menemukan hidup sejati mu lewat jam tangan tua ini,” ungkap kakek luth sebelum menghembuskan nafas terakhir dibalik kerdus-kardus lusuh dan berlubang.
            Semenjak itu, bintang menjalani hidupnya sendiri, belasan tahun bersama kakek luth mengajarkan nya untuk hidup lebih keras lagi. Ilmu seni yang ia petik dari kakek luth membuat rasa indah yang ia dapatka dalam menjalani hidup. Teringat pesan kakek luth dulu, saat ia belajar membuat tulisan beberapa tahun lalu,
“sudah selesai kau menulis?” tanya kakek luthsembari tersenyum cerah, bintang menunduk.
“boleh ku baca?” tanya nya lagi,
“tidak kek, tulisan ku jelek, tidak ada kandungan seni.” Mata bintang mulai berkaca-kaca, sebenarnya ia tidak ingin mengucapkan kata-kata itu untuk hasil karya tulisnya sekalipun. Kakek luth tersenyum, diraihnya kertas usang yang ditulis oleh huruf-huruf tak beraturan itu.
“ banyak orang bilang beberapa karya seninya jelek, tak layak atau hancur. Bagi ku karya seni itu belum indah dan masih perlu pemanis yang namanya inspirasi, jadi cobalah untuk tetap optimis…”
Senyum kecil bintang mulai mengembang, semanagtnya terbakar, kakek luth menepuk pundaknya lalu pergi. Sementara bintang sibuk mencari kertas usang, mencoba menulis lagi, sebisanya!
. . .
            Mentari mulai membias cahaya keemasannya melalui siluet-siluet awan pagi itu. Bintang terhenyak mendapati pukulan penjaga toko yang ingin membuka usahanya.
“waa ! lo pagi-pagi uda wat wa mala haa?” terdengar suara tuan Haa Xeen Yon menatap bintang yang sibuk merapikan kardus tidurnya.
“maaf baba Haa xeen…”
“walan! Lo bilang-bilang nama wa tad a abis laa!”
“yaa,ya, maaf baba Hen xeen yon..” bintang menunduk sendu.
“ya,ya,ya. Lo bole pelgi laa… awas lo tido lagi si empelan took waa ha? Ada paham lo?”
“ya, baba Hen xeen yon, wa minta maaf laa…”
“haa, sikalang lo pelgi cepat-cepat dali sini la, wa uda bosan liat lo…”
Bintang berlari  menyeret kardusnya, ia tidak menghiraukan cemooh baba Haa xeen yon yang bagai harimau tua sakit gigi.
            Hari mulai menyengat, terik mentari menghitamkan kulit-kulit rawan. Bintang menyimpul rambutnya yang kepirangan diterpa panasnya raja siang, dijenguknya lagi jam tangan tua tersebut lalu ia tersenyum penuh semangat menatap sekelilingnya, bagai memburu sesuatu ia melayangjan tatapan setajam mungkin,
“aku sudah tujuhbelas tahun, aku layak mempertahankan hidupku!” ucapnya penuh kobaran.
“permisi, tuan kecil, nyonya dan tuan besar sudah menunggu dibawah” ujar bibi tina setelah Dawan membuka pintu kamarnya,
“tolong jangan memanggil ku tuan kecil,” ucap dawan dingin. Karakter bekunya membuat lawan bicara kaku menyahut. Bibi tina hanya mengangguk lalu pergi.
“dawan, ayah rasa kamu harus memikirkan rencana kuliahmu.”
Ayah menatap dawan penuh pertimbangan.

“sebentar lagi

Bidadari dunia

Kepada bintang-bintang yang bertebaran,
Kepada kunang-kunang yang menari ceria
Dan kepada semesta yang luas tak terhingga,
Mendayu  suara hati bidadari,
Dalam selimut sutra yang suci
Bahwa perasaan itu ada,
Perasaan yang bergelut indah dikala sujudnya,

Lafaznya…
Dari bibir-bibir tak terjamah,
Sentuhannya…
Dari tangan-tangan nan lembut kebaikan
Terjaga, dalam balutan selimut nan indah,

Tidakkah engkau merindukannya wahai pria?
Bidadari-bidadari dengan wajah tulus membawa cinta
Yang selalu menyelimuti hati dari keindahan dunia yang tak halal?
Tidakkah engkau merindukannya wahai pria?
Bidadari yang selalu akan patuh kepada mu
Yang selalu menjaga akhlak demi penciptamu dan dirimu?
Sungguh,
Mereka adalah bidadari dunia yang dinantikan surga,
Lewat selimut hati yang selalu mereka jaga,

Batam centre, 04 juni 2013
Azizah alsyamsa J

Sunday, June 2, 2013

Apa Karakter Anda ???

Karakter manusia tentunya berbeda-beda, tapi dalam kacamata BISNIS, anda dinilai dari dua pilihan yang mungkin anda sendiri yang akan menilai diri anda. Baik_buruk atau hitam_putihnya diri anda adalah pewarnaan yang anda sendiri melukisnya.

So, what you call?
Karakter dalam kacamata BISNIS terbagi dua, yaitu:




RESPECT
R esponsible (Tanggungjawab)
E mpaty (Perhatian)
S mart (Cerdas)
P roductivity (Produktif)
E mpowering (Pemberdaya)
C ommitment (Komitmen)
T rust (Dipercaya)


BEJAD
B lame (Mencela)
E xcuses (Banyak Alasan)
J ustifed (Merasa Benar)
A ngry (Pemarah)
D enial (Ngeyel)

So, what you call?

oleh : zaanaconda

Lembaga Paradigma Menampung Karya

Lembaga Paradigma Mahasiswa atau disingkat dengan LPM, merupakan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dibidang jurnalistik. Salah satu tugas dari Lembaga ini adalah menampung karya Mahasiswa Politeknik Negeri Batam khususnya dibidang Jurnalistik. Bagi rekan - rekan Mahasiswa Politeknik Negeri  Batam khususnya dan kepada masyarakat Indonesia yang suka menulis silahkan kirim tulisan anda ke email yang telah disedikan. Hasil dari rekan - rekan akan ditampilkan di BLOG LPM dan karya terbaik + terbanyak akan mendapatkan sertifikat penghargaan dari Lembaga Paradigma Politeknik Negeri Batam