SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Saturday, April 13, 2013

Suara Hati


sejuta kata telah terucap
setulus hati telah memberi
keikhlasan jiwaku telah ku semaikan
keinginan diriku akan dirimu telah ku kubur

hati,,,siapa yang tahu tentang hati
apa yang dya rasa,apa yang dya inginkan tidak tergambar
apakah hati ini yang membuat semua menjadi begini
apakah otak ini yang membuatnya jadi iri

setiap kali mengingat tentang keindahan itu
aku bertanya,dan terus bertanya 
mengapa aku ini
apakah aku salah,?apakah aku benar?

keinginan hati tidak dapat di paksakan,
kenapa kau bertanya tentang semua ini
semua yang telah aku simpan dalam hatiku
semua yang aku ukir seindah mungkin di jiwa ini

kenapa kau bertanya lagi pemuda
pertanyaan mu yang membuat semua ini kembali
apakah kau tidak yakin akan rasa ini?'

kau hanya bisa diam membisu
jika tidak ingin membina
jangan kau tanya lagi tentang rasa itu
jangan kau terus membuat hati ini sedih akan itu

menyayangimu sudah membuatku bahagia
membuat mu bahagia sudah melegakan hati ku
jadi jangan kau ragu tentang rasa ini
rasa yang tulus dalam hati dan diri ini


Friday, April 12, 2013

Kembalilah


tidak ada yang sempurna didunia ini
tidak ada yang bisa melakukan semuanya sesuai kehendakmu
aku harap kau tau itu'
jangan mengharap orang trus yang memahami
tapi kau tak mau memahami orang lain

apa kau tau kau telah salah 
salah dalam bertindak
kau hanya memikirkan kepentinganmu saja
apakau pernah memikirkan orang lain
aku rasa tidak

hanya secerca doa yang aku untaikan untukmu
jangan kau lakukan lagi hal itu,,
aku harap kau berubah
untuk dirimu,keluargamu,dan untuk orang lain

hanya kau yang bisa buat itu menjadi lebih berarti
dan hanya Allah yang bisa melakukan semua hal dibumi ini
aku harap kau kembali
kembali kejalan yang benar
kembali dimana aku pertama kali mengenalmu

HIKMAH RAMADHAN


Takbir dan tahmid terus menggaung berderu tinggi
Lantunan ayat Al Qur’an hinggap menuju relung hati
Pentongan serta gong telah haus untuk berbunyi
Inilah tandanya kawan, tanda dimana bulan itu akan datang menghampiri

Ya Allah ini kah bulan mulia itu
Bulan yang aku tunggu selama 11 bulan ini
Bulan yang bergelimpangan rahmat dan rezeki
Kini kau datang lagi, kini kau menghampiri kami yang berlumuran dosa ini

Riuh angin dini hari terus merobek kulit ari
Haus dahaga dan birahi semakin mencekam jiwa
Bisikkan setan terus menyelinap dalam diri
Kan kumamah kalimah dengan mengharap ridho ilahi

Ya Allah,
Sucikan jiwa dan hati yang bersarang dengki
Limpahkanlah rahmat dan hidayahmu dalam bulan ini
Lunturkan lumuran dosa yang meyelimuti diri
Izinkan kami untuk mendapat ridho ilahi ramadhan ini

Karya: Sri Wahyuni [SMAN 3 Batam]


Wednesday, April 10, 2013

Sahabatku Sensitif Banget


Disuatu sekolah di pinggiran kota ada seorang anak perempuan  yang bernama yuni, bisa dibilang dia adalah anak yang ekspresif dan selalu ceria dimanapun dia berada. Kehidupannya tambah bermakna dimana dia mempunyai sahabat yang bersifat berkebalikan dengan nya.sahabatnya ini sangatlah pendiam dan kalau berbicara hanyalah seperlunya saja,semua orang segan kepada sahabatnya ini,ya Tina namanya.Mereka  bersahabat sejak kelas satu SMA ,mereka amatlah dekat bahkan kemana-kemana selalu berdua,dimana ada yuni pasti ada  tina,dan sebaliknya. Akan tetapi persahabatan mereka tidak seperti yang kita bayangkan ,mereka selalu bertengkar dan bertengkar,hal itu dikarnakan perbedaan prinsip dan sifat mereka,dimana yuni memikirkan sesuatu melalui hati dan tina memikirkan sesuatu melalu logikanya.sifat yuni  yang sangat sensitif , gampang tersinggung dan sifat tina yang cuek membuat perselisihan terus menyeruap dalam persahabatan mereka,sifat  tina sangat lah sabar menghadapi sifat yuni yang amat kekanak-kanakan, gampang menangis dan selalu berpikir subyektif,akan tetapi tina selalu menganggap yuni sebagai sahabat terbaiknya walaupun sejelek apapun sifat yuni terhadapnya. Sifat perhatian yuni terhadap tina membuat persahabatan mereka semakin dekat dan membuat tina nyaman terhadap yuni walaupun dengan sifat yuni yang sensitif itu.

Suatu  ketika yuni marah besar kepada  tina hal ini, dikarnakan tina berbohong kepada yuni,sebenernya masalah kecil yang tidak harus di permasalahkan,ya dengan sifat yuni yang amat  sensitif membuat semua itu menjadi besar.”tin aku dah buat blog tu,tapi masih jelek kali lah,aku gak ngerti ngehias-ngehiasnya ,ko ngerti gak?tanya yuni kepada tina dengan penuh harapan bahwa tina menjawab denagn kata IYA. ”aku gak ngerti yun masalah itu, coba ko tanyak ama adek aku ,habisnya aku belum punya sih ”tegas tina sambil memberikan sepotong roti kepada yuni .”ok lah aku nanti tanyak sama adek ko aja aku harap dia mau bantu aku,,hahahahahhahaha”sambil mengunyah roti yang ada dimulut.”apalah ko nih yun makan dulu baru ngomong sayang lah roti nya ko makan dengan cara kayak gito gak mempunyai rasa prikerotian”ucap tina tersenyum.”iya-iya aku lagi laper kali nih,hahahahahahahah”.

Ketika yuni sedang brosing di internet , yuni tidak sengaja menemukan blog yang bernamakan sahabatnya. Pada awalnya dia tidak yakin bahwa blog itu adalh punya sahabatnya,akan tetapi didalam blog itu terdapat alamat facebook dan identitas yang sudah pasti itu adalah sahabat ,ya siapa lagi kalau bukan tina yang masih ingat dalam ingatan yuni kalau tina tidak memiliki icon itu. Yuni tidak menyangka kalau tina tega membohongi yuni seperti ini.blog tina yang amat tertata dengan rapi dan sangat bagus membuat yuni semakin kecewa terhadap tina .” selamat  pagi,,,,tukang bohong,maih inget gak dengan kata-kata ko yang ko bilang gak punya blog tin,masih inget gak?sambil membentak tina yang baru saja masuk kelas”bohong apa nih,ko tauk gak aku baru dateng kok ko marah-marah pulak sarapan apa ko tadi pagi,aneh melihat sahabatnya ngomel-ngomel.”ko jawab ko masih inget gak sama kata-kata ko yang ko bilang ko gak punya blog”membentak tina yang sedang menurunkan bangku.”iya aku inget ,emang aku gak punya blog kok”,tambah bingung dengan sarapan pagi ini mimpi apa aku semalem ya(tina berfikir).”masih belum puas ko bohong sama aku tin jadi yang blog siapa yang ada alamat facebook ko,identitas ko,apako sekarang sudah merubah seluruh identitas ko,oh kali kembaran ko kali ya yang buat tu blog,apa mahkluk halus kali ya,yang buat tu blog yang nyamar jadi ko.”marah sampek seluruh kelas melihat.”ko kok tega sama aku tin,sampek ko bohong sama aku,gak enak tin di giniin,di bohongin sama orang yang kita percaya,”menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh membasahi bumi.”aku bisa jelasin kok,jangan marah dulu”.”ko gak usah jelasin lagi aku dah gak butuh penjelasan dari ko ,kecewa aku ma ko tin,ngapain juga ko bohong sama aku,,,oh ya aku tau ko gak mauk kan aku tanya-tanyain masalah blog,sampek setega itu ko sama aku,ko suruh ya tin aku ke adek ko,,sedangkan sahabat aku sendiri udah punya,bisa,dan bagus lagi tu blog,sahabat macem apa ko,rela bohongin sahabatnya sendiri.tinapun hanya bisa diam dan duduk tertekun menatap papan tulis yang kosong.”yun aku minta maaf ya,aku tau aku slah tapi aku rencananya  baru mau ngasih tau ko pas liburan semester,kan sekarang masih banyak ujian masak kita mikirin blog sih dari pada nilai kita”.meminta maaf sambil menjulurkan tangan.”mudah tin minta maaf, tapi coba kalau ko jadi aku kayak mana perasaan ko kalau ko dibohongin sama sahabat ko sendiri sakit gak”.tina menjawab.”biasa aja”.”oh gito ya tin ko sekarang ko sahabatan aja sam blog ko tercinta itu”,aku dah sakit karna ko giniiin,yuni menangis mendengar perkatan tina yang cuek itu.”eh yun apa aku gak sakit setiap hari ko ambekin,ko rajukin , setiap hari ko salahin, apa itu gak nyakitin hati,tapi aku pernah gak marah ma ko,gak pernah yuni, bahkan aku selalu sabar nanggepin ko,karnaa aku ngangep ko sahabat aku,apa ko juga tauk kayak mana perasaan aku sekarang yang sedih karna udah bohongin ko,aku diam bukan karna aku  pengen masalah nya gak selesai, tapi aku diam karna kau pengen gak nambahi masalah,itu aja kok”oh gito jadi ko bosen temenan sama aku,,ok tin aku ngejauh dari ko,anggep aja kita gak pernah ketemu”lari meninggalkan tina sambil mengusap air mata.”gini yun  cara ko nyelesain masalah”seru tina.yuni pun menangis trus menerus dan merry,iing pun menghampirinya.”udah yun jangan nangis trus ini Cuma maslah kecil ngapaen ko perpanjangin”seru merry temen yuni dan tina.”kalian gak mauk kan persahabatan kalian hancur gara-gara masalah kecil”,”ya yun aku gak mau liat kalian berantem ,jadi sekarang maafan lah”seru iing menenangkan yuni.tina pun menghampiri yuni yang sedang duduk di luar kelas”ya udah yun aku minta maaf ma ko aku tauk aku salah,tapi ini Cuma slah paham kok,janggan ko permasalahin lagi,Cuma blog ko yun bukan apa-apa” tina menjulurkan tangan menatap sendu yuni yang masih menangis.”tapi kenapa ko bohongin aku,seru yuni .”udah-udah kan udah selesai kok masih dibahas sih kayak anak teka aja,seru iing denagn gaya ala mamak yang lagi marahin anaknya.”ok aku maafin ko tapi aku harapko jangan lagi ulangin hal ini,aku juga minta maaf ya, aku tauk aku salah ma ko, udah egois ma ko,aku kayak gini karna aku  sayang sama ko tin jadi aku gak mauk pershabatan kita hancur,aku akan merubah sifat aku secara berlahan-lahan aku yakin bisa ngerubahnya”,”neh begini kan enak dilihatnya”seru iing dan merry.makasih ya temen-temen kalau gak ada kalian pasti kami udah beratem lama pasti”yuni menelaah sambil mengusap air matanya.”ko jangan nangis trus lah”,ngapaen koo nangisin aku hahhahahahaha”sifat narsis tina muncul.”beeee GR kali ko aku kayak gini karna aku kelilipan”.kelilipan kok ada air mata ngeles trus,,udah ya pokoknya kita anggep semua ini gak ada ,kita liat kedepan pasti semuanya akan baik aja yun,selagi kita mauk intropeksi dan saling mengeti satu sama lain,dan jangan sensitif lagi berfikirlah positif dulu jangan selalu mengambil kesimpulan sendiri,ginikan jadinya”tina berseru .”ya oneng,,hhahahahaahahaha. Dengan kejadian itu mereka menjadi lebih saling mengerti dan saling intropeksi siapa yang salah dan siapa yang benar,sesungguhnya seorang sahabat tidak pernah menjelek-jelekkan sahabatnya,bahkan sahabat yang baik selalu mengatakan kesalahan sahabatnya itu supaya sahabatnya itu berubah menjadi yang lebih baik.

KARYA:MUHAMMAD IBNU SAID
                              KELAS: X.D

Bangunlah


Batu karang dilaut terus terhempas ombak
Bumi terus berputar dan tak kunjung henti
Pancaran sinar surya terus membakar jiwa
Tapi dirimu terus larut dalam kesendirianmu
Dirimu hanyut dalam keegoisanmu

Kumbang dan bunga pun terus bertanya tentang dirimu
Bintang pun selalu mencari tahu tentang sifatmu
Pelangipun terus menjauh dari dirimu
Akan tetapi kau tak kunjung terbangun dalam tidurmu
Tidur panjangmu yang begitu menghentam diri

Bintang berkata,dia sangatlah baik kumbang
Dia tak seperti yang kau pikirkan pelangi
Dia tak sedingin antartika yang membekukan jiwa
Akan tetapi dia seperti burung kakatua
Yang peduli terhadap lingkungan
Yang selalu tegar walaupun cobaan menerpa
Yang perhatian ketika orang membutuhkan

Banggulah dari tidur panjangmu itu
Bangunlah secepat mungkin
Dirimu taksendiri teman,
Dirimu hanya larutdalam kesendriianmu saja
Masih ada yang menyayangimu jika kau terbangun dari tidurmu itu.

Buah pena: temanmu(sw)

Tuesday, April 9, 2013

2008 di Pinggir Selokan


Pagi menjelang siang tadi, anak laki-laki saya, Keenan, tiba-tiba menarik tangan saya dan menggiring saya menuju sendal capit yang terparkir di teras depan. Saya sudah hafal aktivitas yang dia maksud, sekaligus rute perjalanan yang menanti kami. Inilah acara jalan kaki yang kerap ia tagih, yakni satu kali putaran ke jalan belakang dimana tidak ada rumah di sana, hanya tanah kosong berilalang tinggi. Jalan itu menurun dan curam, berbatu-batu besar dan banyak dahan berduri di pinggir kiri-kanan.

Terakhir kami berjalan ke sana, kaki Keenan sempat luka karena tersobek duri, tapi entah mengapa ia selalu memilih jalur yang sama. Sejak sebelum kami berjalan kaki, saya sudah mengamati pagi pertama tahun 2008 ini. Langit yang berawan, angin yang bertiup kencang, dan meski matahari bersinar cukup terang dan terlihat angkasa biru di balik timbunan awan, saya tak bisa mengatakan bahwa ini pagi yang cerah. Masih terasa jejak mendung peninggalan hujan semalam. Kendati demikian, pagi ini pun tak bisa disebut pagi yang mendung. Sambil berjalan, saya merenungi kesan-kesan saya mengenai pergantian tahun kali ini. Ada keinginan kuat untuk menuliskan sesuatu, semacam refleksi dan sejenisnya. Tapi saya tak tahu harus memulai dari mana, harus menulis apa.

Yang ada hanyalah keinginan menulis, tapi tanpa konten. Sejujurnya, alam pagi hari ini cukup mewakili apa yang saya rasakan. Saya melewati pergantian tahun ini dengan 'bu-abu'. Tak melulu berspiritkan optimisme dan positivitas, tak juga melulu pesimistis dan negativitas. Semuanya hadir bersamaan dengan kadar yang kurang lebih seimbang, sehingga rasa yang tertinggal di batin saya adalah... netral dan datar. Berbeda dengan kebiasaan saya, terutama di usia 20-an, yang selalu rajin bahkan mensakralkan kebiasaan menulis resolusi, evaluasi, pengharapan dan impian, kali ini saya tak berbekalkan apaapa. Tak ada resolusi, tak ingin mengevaluasi. Harapan dan impian, yang biasanya kita bawa layaknya tongkat estafet dalam pacuan panjang bernama hidup ini, kali ini bahkan absen dari tangan saya. Cengkeraman jemari saya rasanya tak cukup kuat untuk itu. Bukannya kedua hal itu tak ada, tapi malas rasanya menggenggam. Yang ada hanyalah langkah demi langkah kaki di jalanan berbatu, bertemankan suara gesekan ilalang dan terik matahari yang kian menggigit tengkuk.

Keenan pun menolak digenggam. Dengan semangat, ia berjalan dengan gagah berani tanpa mau saya gandeng. Ia sibuk mengumpulkan batu-batu yang pada akhir perjalanan kami akan dicemplungkannya satu demi satu ke selokan. Dengan kedua tangan penuh bongkah batu, ia berjalan sedikit di depan saya. Tepat di turunan curam, tiba-tiba ia tergelincir dan jatuh menengadah. Seketika ia menangis, kaget bukan main. Semua batu di genggamannya lepas. Cepatcepat saya meraih dan memeluknya. Saya melihat sekeliling, betapa banyak batu besar yang bisa saja menjadi landasan kepalanya saat jatuh tadi. Saya pun menyadari perjalanan kecil ini bisa jadi perjalanan yang berbahaya. Sambil terisak, Keenan mengucap sendiri, "Tidak apa-apa... Keenan tidak apa-apa." Dan entah mengapa, respons saya padanya adalah, "Ya, tidak apa-apa. Keenan sekali-sekali harus tahu rasanya jatuh." Lalu kami berdua meneruskan perjalanan. Tak sampai tiga langkah, ia sudah minta turun lagi dari gendongan saya.


Kembali berjalan sendiri, memunguti batu-batu baru, yang pada akhir perjalanan kami dicemplungkannya satu demi satu ke selokan. Saya menunggui Keenan berupacara di pinggir selokan sambil merenungi perjalanan kami pada pagi hari pertama tahun 2008 ini. Akhirnya saya mendapatkan sebuah 'pesan'. Terlepas dari kepercayaan kita pada sosok Tuhan personal maupun impersonal, semua dari kita setidaknya pernah merasakan hadirnya sebuah kekuatan, energi agung, atau apapun itu, yang tak luput menemani setiap langkah perjalanan hidup kita. Saat kita asyik berjalan, mengumpulkan segala sesuatu yang kita ingin raih, kita tak terlalu menghiraukan kehadiran 'sesuatu' itu. Namun saat kita tergelincir dan terenyak luar biasa, segala sesuatu yang kita cengkeram pun lepas.

 Tangan kita kembali kosong. 'Sesuatu' itu akhirnya punya kesempatan untuk muncul dan menyeruak, meraih tangan kita yang sedari tadi sibuk menggenggam. Lama atau sekejap kita didekap, selama perjalanan ini belum usai, tak urung kita akan kembali melangkah. Mengumpulkan kembali pengalaman demi pengalaman yang kita perlukan. Sambil berjongkok di pinggir selokan, saya merenungi 'batu-batu' yang selama ini saya genggam. Besar-kecil, jelek-bagus, semua itu saya kumpulkan karena itulah yang saya perlukan. Jika hidup adalah siklus berputar dalam satu pusaran, cukup relevan jika saya menganalogikannya dengan trayek yang saya tempuh hampir setiap hari bersama Keenan itu. Jalanan berselimut batu, yang meski begitu sering saya jalani, tak pernah saya tahu batu mana yang akan saya genggam berikutnya, dan batu mana yang akan saya lepas sesudah ini.

Tak pernah juga saya tahu, kapan saya akan tergelincir dan terpaksa melepaskan semua yang selama ini erat digenggam. Sekalipun tahun baru ini saya songsong tanpa resolusi dan evaluasi, ada satu keyakinan yang mengiringi langkah saya pulang ke rumah pagi ini. Jika batu dalam genggaman tangan saya lepas, berarti sudah saatnyalah ia lepas. Jika perjalanan ini belum usai, maka kaki ini meski lelah dan penat akan kembali terus melangkah. Jika saya tergelincir nanti, maka sesuatu akan menyeruak muncul dari kekosongan, meraih tangan saya yang hampa dan kembali membawa saya bangkit berdiri.

Saya tak ingin memberinya nama. Saya tak ingin menjeratnya dalam sebuah identitas. Yang saya tahu, saya bersisian dengannya. Seperti partikel dengan gelombang. Seperti alam material dan imaterial. Sedikit batu atau banyak batu, melangkah cepat atau lambat, tergelincir atau terjerembap, ia berjalan seiring dengan napas dan denyut saya. Ia membutuhkan saya sama halnya dengan saya membutuhkannya. Dan hanya dalam keheningan, kami berdua hilang. Dalam keheningan, kami bersatu dalam ketiadaan. Mendadak, adanya resolusi atau tidak, bukan lagi satu hal signifikan. Mendadak, hari ini menjadi hari yang sama berharganya sekaligus sama biasanya dengan hari-hari lain.

Karya: DEWI LESTARI
NAMA:MUHAMMAD IBNU SAID( X.D)

Monday, April 8, 2013

Puisi Baru


rasa ini muncul bukan aku yang kehendaki,
rasa ini juga bukan aku yang inginkan
tapi kenapa dia trus masuk dan masuk keda
100lam relum hati ini
kenapa juga dya muncul secara tiba-tiba

aku bertanya dan bertanya kenapa aku ini?
rasa apa ini?
apakah rasa ini yang sering dibilang rasa sayang?
entahlah hanya hati kecilku yang tahu
kenapa kau tak mau pergi 
kenapa semakin ku buang jauh-jauh perasaan ini
semakin kau mendekat padaku
semakin bertambah dan bertambah

apakah kau tau pemuda.?
apakah kau pernah merasakan hal ini?
mengapa kau cuma diam,dan trus diam.
mendiamkanku dengan sejuta arti keinginanmu
sikapmu membuatku seperti ini pemuda
sikapmu juga yang membuatku rasa ini tumbuh
tumbuh dan trus tumbuh,,
meskipun kau sakiti rasa itu gak luntur sedikitpun
hanya untaian kata dan secerca rasa yang bisa kurasa
trus kurasa dan trus kurasa 
walau hanya sekedar perhatian yang bisa kurasa
itu semua sudah membuatku bahagia

Pelatihan Gratis Technopreneurship RAMP-IPB (Intensive-Student Technopreneurship Program 2013 i-STEP 2013)

RAMP-IPB kembali akan mengadakan Pelatihan Technopreneurship (Intensive-Student Technopreneurship Program 2013 atau i-STEP 2013). Program ini menawarkan peluang kepada 50 orang mahasiswa Indonesia untuk mengikuti pelatihan technopreneurship secara GRATIS selama dua minggu di Bogor, bahkan kami berikan pengganti biaya transportasi pulang-pergi, akomodasi (penginapan, makan, snack, dll.) selama training, serta seluruh materi training diberikan secara cuma-cuma. Pelatihan tersebut terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki minat untuk pengembangan invensi dan inovasi dan/atau technopreneurship serta memiliki ide atau solusi teknologi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang air, energi, kesehatan, pertanian, keanekaragaman hayati atau bidang-bidang lain yang relevan.
Inti training adalah bagaimana menumbuhkan ide inovasi teknologi dan membawanya sampai menjadi suatu bisnis atau usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, yang kami istilahkan sebagai “from idea to impact”. Materi yang akan diberikan adalah penilaian idea dan peluang usaha, mentransfer ide menjadi teknologi yang ‘proven’, memasarkan dan menjual inovasi, membuat business plan dan business model, membangun usaha, dan membiayai usaha berbasis inovasi teknologi.

SYARATNYA :
  1. Terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi minimal semester 4 (S-1) atau semester 2 (S-0/Diploma 3).
  2. Memiliki ide inovasi teknologi yang bermanfat bagi masyarakat.
  3. Mengirimkan proposal awal inovasi teknologi dalam format MS Word ke e-mail ono.suparno@gmail.com dan tembusan (cc) ke ramp.ipb@gmail.com paling lambat 11 Mei 2013.
  4. Setelah menerima tanggapan dari RAMP-IPB, mengirimkan proposal yang sudah diperbaiki ke e-mail ono.suparno@gmail.com dan cc ke ramp.ipb@gmail.com paling lambat 25 Mei 2013.
  5. Mengirimkan hardcopy proposal yang sudah diperbaiki sesuai dengan ketentuan pada formulir proposal (Lampiran 1) paling lambat 25 Mei 2013 ke:
Sekretariat RAMP-IPB
Jl. Raya Pajajaran No. 1
Kampus IPB Baranangsiang, Pintu 3,
Bogor 16127.
Proposal-proposal tersebut akan diseleksi oleh tim reviewer. Peserta yang terpilih akan berhak mengikuti pelatihan tersebut yang sepenuhnya dibiayai oleh RAMP-IPB.
Pengumuman yang lolos seleksi: 6-7 Juni 2013.
Pelaksanaan pelatihan: 24 Juni-6 Juli 2013.

Informasi lengkapnya dapat diperoleh di: http://www.ramp-indonesia.org atau http://ramp.ipb.ac.id atau tanyakan melalui e-mail ke: lramp@gmail.com atau ramp.ipb@gmail.com

PoliBatam Masuk 16 Besar Nasional Indonesian Tax Festival


Indonesian Tax Festival merupakan perlombaan Perpajakan yang diselenggarakan oleh STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) Jakarta, khususnya oleh Ikatan Mahasiswa Pajak. Acara ini diselenggarakan pertama kali oleh STAN dengan dukungan dari Direktorat Jendral Pajak. Lomba dilaksanakan dalam dua babak, penyisihan regional dan final. Penyisihan dilakukan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Medan, Pekanbaru, Yogyakarta, Bandung dan beberapa kota lain di Indonesia.

Politeknik Negeri Batam turut serta dengan mengirimkan satu tim yang terdiri dari tiga mahasiswa jurusan Akuntansi semester 4 untuk mengikuti penyisihan Indonesian Tax Festival regional Medan (9/3). Ketiga Mahasiswa ini telah mengikuti pembekalan selama kurang lebih satu bulan oleh beberapa Dosen.

Penyisihan tersebut berlangsung serentak di masing-masing kota. Tempat pelaksanaan lomba regional Medan tepatnya di Kantor Keuangan kota Medan. Untuk regional Medan, penyisihan hanya diikuti oleh empat tim, satu tim dari Politeknik Negeri Batam, 2 tim dari Universitas Negeri Medan dan satu tim  dari Politeknik Negeri Medan.

Rangkaian penyisihan (Pre-Eliminary Indonesian Funtaxtic) ini hanya berlangsung kurang lebih 2 jam. Pada babak pertama setiap tim wajib menyelesaikan satu paket soal yang terdiri dari 150 soal pajak dalam waktu 90 menit. Soal tersebut terdiri dari 120 soal objektif dan 30 soal isian singkat. Dalam waktu yang singkat, peserta dituntut untuk dapat bekerja sama menyelesaikan soal-soal dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Setelah babak pertama usai, dilanjutkan babak kedua dengan selang waktu istirahat hanya 10 menit. Babak kedua merupakan soal listen and think fast dimana peserta harus dapat mendengar, membaca sekaligus berfikir cepat untuk menjawab pertanyaan yang tertera di infocus berupa video yang telah disetting sedemikian rupa.

Setelah melewati serangkaian babak pre-eliminary Funtaxtic, hasil dari penyisihan tersebut diumumkan lewat website resmi Indonesian Tax Festival. 15 besar perguruan tinggi yang namanya tertera, dinyatakan lulus dan akan melanjutkan rangkaian lomba final di Jakarta, tepatnya di STAN.

Penilaian ini di rangking secara nasional dan dari 61 tim yang mengikuti penyisihan, Politeknik Negeri Batam menduduki posisi ke 16 serta memiliki beda poin yang sangat tipis dengan posisi 15 yang diraih oleh tim dari Universitas Indonesia, yaitu hanya selisih 2 poin. Hasil ini tentu mengecewakan sekaligus membahagiakan. Pasalnya, Politeknik Negeri Batam nyaris lolos ke babak final. Namun, posisi ke 16 juga merupakan hasil yang membahagiakan karena diluar perkiraan.

Dengan hasil tersebut, semoga bisa menjadi pemacu PoliBatam agar lebih matang dalam mempersiapkan Mahasiswa yang akan diutus untuk mengikuti lomba-lomba selanjutnya, sehingga hasilnya akan lebih baik lagi. (J.O)          

Xpresi LPM Gelar Pelatihan Jurnalistik Dan Sastra



Sabtu (30/3), tim Xpresi Batam Pos bekerja sama dengan  LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Paradigma Politeknik Negeri Batam  menggelar pelatihan jurnalistik dan sastra. Pelatihan dengan tema “ Berkarya Tanpa Batas “ ini diadakan di ruang serba guna Politeknik Negeri Batam.

Acara ini merupakan acara perdana yang diadakan oleh LPM Paradigma generasi ke-5 dan diikuti oleh sekitar seratus orang peserta yang terdiri dari siswa siswi SMA/SMK/Sederajat Se-kota Batam, anggota LPM Paradigma dan Mahasiswa Politeknik Negeri Batam.

Pelatihan mengenai jurnalistik ini disampaikan oleh M.Riza Fahlevi, Wakil Pimred Produksi sekaligus Dewan Redaksi Batam Pos. Beliau menggantikan Hasan Asphani, Pimpinan Redaksi dan General Manager Batam Pos yang berhalangan hadir. Sedangkan pelatihan mengenai sastra, khususnya puisi disampaikan oleh Bagustian Iskandar, seorang penulis, CEO Ladang kreasi dan Young Entreprenuer serta penggagas terbentuknya komunitas Freedom Writer Batam.

Kedua pembicara yang ahli dibidangnya masing-masing ini menyampaikan materi dengan sangat menarik, ini terlihat dari antusiasme peserta untuk memperhatikan dan bertanya. Riza lebih memfokuskan pada penyampaian kehebatan atau keutamaan dalam menulis serta cara-cara menulis. Bahkan beliau menyampaikan kutipan perkataan Napoleon Bonaparte, “Saya lebih takut dengan ujung pena daripada ujung senapan“, untuk menggambarkan kehebatan menulis. Untuk memotivasi para peserta, diakhir penyampaiannya Beliau menyampaikan bahwa menulis itu ditularkan, bukan diajarkan. Sedangkan Bagustian Iskandar lebih memfokuskan penyampaian pengalamannya sebagai penulis lepas, motivasi menulis dan sastra berupa puisi. “Imajinasi lebih penting daripada pendidikan, imajinasi yang membuat ilmu pengetahuan ada“, ungkapnya untuk meyakinkan agar terus bermimpi dan berimajinasi dalam menciptakan seni, termasuk menulis.

Pelatihan ini semakin menarik dengan berbagai permainan dan hadiah yang disediakan oleh tim Xpresi Batam Pos sebagai panitia acara. Meski terdapat kesalahan teknis diawal acara, acara ini berlangsung lancar dan ditutup dengan sangat menarik oleh Bagustian Iskandar yang menyanyikan dua lagu barunya. “Saya berharap kerjasama antara LPM Paradigma dan tim Xpresi Batam Pos akan kembali terjalin dengan mengadakan acara serupa yang lebih spektakuler lagi”, ungkap Jessica Olifia selaku Ketua LPM Paradigma ketika diwawancarai oleh tim Xpresi Batam Pos.         

Wednesday, April 3, 2013

Jessica Olifia, Ketua LPM Generasi Ke V


Assalamualaikum Wr.wb
Salam pers Mahasiswa……

Perkenalkan teman, Saya hanya salah satu dari beribu Mahasiswa Politeknik Negeri Batam  yang menyukai dunia tulis menulis. Entah sejak kapan kegemaran ini muncul, namun hal ini membuat saya merasa senang untuk melakukannya. Kini saya tertarik dengan kehidupan pers mahasiswa di Kampus Politeknik Negeri Batam yang menurut saya masih redup sinarnya, tak terasa perannya dan diabaikan oleh para Mahasiswanya. Padahal, pers kampus sebenarnya memegang peran yang penting dalam pembentukan pemikiran Mahasiswa. Menurut saya, pers kampus dapat berkembang pesat jika diiringi dengan keinginan mahasiswanya sendiri untuk bersama-sama mengembangkannya.

Sekarang, keinginan Mahasiswa Poltek Batam yang saya pertanyakan. Apa yang membuat mereka enggan untuk terjun kedunia pers kampus, atau hanya untuk peduli saja terhadap keberadaan pers kampus????  Saya yakin, tidak sedikit dari Mahasiswa Poltek yang suka atau bahkan sangat suka dengan tulis menulis. Mengapa mereka enggan untuk turut mengembangkan pers kampus yang lesu ini ??? Jika ada yang mengatakan bahwa menulis itu sulit, maka saya sarankan sahabat  untuk bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma Politeknik Negeri Batam, untuk membuktikan benar tidaknya persangkaan teman-teman tersebut.      

Menulis tidak perlu dibikin ruet, cukup tuliskan apa yang ada di pikiran teman-teman. Tuangkan ke dalam kertas dan publikasikan ke teman-teman yang lain. Tulisan tersebut mungkin akan sangat bermanfaat bagi beberapa teman lain yang membacanya. Bisa saja dia terhibur, menjadi tahu hal yang belum ia ketahui sebelumnya, atau mungkin juga dia bisa terinspirasi dan termotivasi dari tulisan Sahabat.

Karena itu, saya berharap kepada para Mahasiswa Politeknik Negeri Batam untuk lebih peduli terhadap kehidupan Pers Kampus kita tercinta ini. Sehingga kelak di masa yang akan datang, kita bisa melihat dan merasakan banyak manfaat dari kepedulian kita tersebut.

Ingat,,,, KETIKA MULUT DIBUNGKAM, PENA BERBICARA
HIDUP PERS MAHASISWA !!!!!!!
Wassalamualaikum, Wr. Wb. 

Jessica Olifia
(LPM Paradigma 2013-2014)