SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Tuesday, December 24, 2013

Festival Seni Budaya Melayu


Kementerian Luar Negeri BEM Politeknik Negeri Batam mengadakan Festival Budaya Melayu yang bertemakan "Bangkitkan Generasi Cinta Budaya Melayu" pada tanggal 20-21 Desember 2013 lalu. Festival ini diadakan dengan tujuan untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda, bahwa sebagai pemuda melayu yang tinggal di daerah yang berkebudayaan melayu, kita harus membangkitkan kembali budaya melayu. Seperti kita ketahui saat ini, bahwa budaya melayu sudah mulai pudar, kalah dalam persaingan dengan budaya modern yang sedang marak saat ini.


Festival Seni Budaya Melayu ini berlangsung dua hari dengan dua acara yang berbeda. Pada tanggal 20 Desember 2013 tepatnya hari Jumat, diadakan Seminar Budaya Melayu yang diadakan di ruang Auditorium Politeknik Negeri Batam dengan mengundang tamu istimewa yaitu Dr.H.Hary Azhar Azis dan Hardi S. Hood sebagai pembicara diseminar tersebut.


Sementara pada hari kedua, Sabtu tanggal 21 Desember 2013 diadakan lomba yang bertajuk melayu, seperti; tari melayu, menyanyi lagu melayu, dan puisi bertemakan melayu, yang diadakan di Lobby Politeknik Negeri Batam. Lomba ini dihadiri beberapa sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, dan universitas yang ada di Batam. (ella)


Wednesday, December 4, 2013


Jerat Masa Lalu
By: Siti Novika Heida


Aku hanya terperangkap dalam pasung kesedihan
Yang menjeratku dalam siksa masa lalu
Ia seolah menghancurkan tubuhku yang mulai lemah
Membiarkanku lapar akan cinta
Membawaku dalam gubuk derita yang kumuh
Kebahagiaan yang dulu disampingku, menitipkanku pada kesedihan
Yang membuangku ke dalam angan

Dia pergi meninggalkan bekas di kepala yang setiap hari seolah memukul-mukul kepalaku
Dia pergi meninggalkan jarum yang setiap hari menusuk-nusuk relungku
Lalu aku bisa apa?
Menangis!
Andai kau kembali dan membebaskanku dari pasung ini
Yah andai!

Sejujurnya aku mampu bebas
Tapi aku tak mau
Karena jikalaupun aku bebas, aku lemah
Aku kuat karena pelukmu
Aku kuat karena genggamanmu

Tapi kini semua lepas
Lepas, terhempas, bebas, jauh!
Kini kau hanya angin
Yang hanya bisa kurasa, tapi tak kusentuh



Monday, November 18, 2013

Cerita di Balik Baksos Polbat

Baksos yang dilaksanakan oleh BEM dan mahaiswa Polbat tidak hanya membuat kan sumur dan tempat pembuangan akhir atau sepsitenk, tetapi mahasiswa Polbat juga melakukan aksi sosilisasi pentingnya menyikat gigi dan cara melkukannya kepada anak-anak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 016 Galang, Batam. Para siswa SDN 016 sangat antusias dengan kedatangan tim Polbat, ini ditandai dengan semangatnya mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang dipimpin langsung oleh mahasiswa, yaitu salah satunya menyikat gigi.
SDN 016 memiliki 45 orang murid dan 6 tim pengajar untuk kelas 1 hinggal kelas 6. "Walaupun siswa di SDN 016 tidak terlalu banyak, namun mereka sebenarnya sangat semangat untuk belajar, tetapi di karenakan berbagai hal, akhirnya siswa yang bisa mencapai kelas 6 pun saat ini hanya 4 orang" ucap salah seorang guru. Hal-hal yang biasanya membuat siswa-siswi Sekolah Dasar ini berkurang adalah sifat tradisi masyarakat kampung Blogkeng yang tidak bisa dihindari, banyak orang tua yang akhirnya membawa atau sengaja memberhentikan anak-anaknya sekolah dengan berbagai alasan, tidak jarang orang tua meminta ijin kepada guru hanya untuk mengajak anaknya ke kota dengan alasan yang tidak jelas. Alasan lain siswa-siswi berkurang adalah jauhnya rumah yang mengharuskan mereka menyembrang dari perkampungan mereka menggunakan sampan.

Hal-hal tersebutlah yang membuat siswa-siswi tersebut menjadi berkurang, yang awal kelas 1 mereka bisa mencapai sekitar 8-9 orang, karena seleksi alam akhirnya hanya tersisa 4 orang di kelas 6 saat ini.

Baksos BEM dan Mahasiswa Polbat

Sabtu, 16/11 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama mahasiswa Politeknik Negeri Batam (Polbat) melaksanakan Bakti Sosial (baksos) dan progamDesa Binaan di kampung Blongkeng Kecamatan Galang, Batam. Baksos kali ini bertemakan "Tubuh yang Sehat, Berawal dari Air Bersih", tema ini di ambil karena masyarakat kampung Blongkeng sendiri mengeluh untuk air bersih di sana, dikerenakan kampung ini terletak di pesisir pantai sehingga menyulitkan masyarakat sekitar untuk menemukan air bersih. Di temui di sela-sela acara, Ageng Ahmad selaku ketua pelaksana acara menyampaikan bahwa biasanya masyarakat hanya menggali sumur untuk menampung air hujan karena sulitnya menemukan sumber mata air bersih di daerah tersebut.
"Dikarenakan sulitnya mendapatkan air bersih, sehingga kami memutuskan untuk baksos dan progmam desa binaan kali ini untuk membuatkan masyarakat kampung Blongkeng sumur bor, toilet dan tempat pembuangan akhir atau sepsitenk dikarenakan untuk toilet kurang cukup memadai" tutur Ageng.
Tujuan kali ini juga bertujuan untuk mengenalkan Polbat kepada masyarakat luar terutama untuk daerah pinggiran dan yang paling penting adalah menjalankan Tridarma Perguruan Tinggu yang ke 3, yaitu mengabdi kepada masyarakat. Dan diharapkan dengan adanya kegiatan ini salah satu Tri Darma tersebut dapat dijalankan.
Tidak hanya membuat sumur bor dan toilet yang di lakukan mahasiswa Polbat, tapi mahasiswa juga membersihkan sekitar lingkungan kampung Blongkeng, seperti membersihkan makam, merapikan lapangan bola kaki, dan memeperbaiki jalan yang berlubang. Ini bentuk perhatian mahasiswa kepada masyarakat.

Program desa binaan ini pun tidak berhenti di sini saja, harapan kedepan nantinya adalah fasilitas yang dibuat dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk masyarakat Blongkeng. Kampung Blongkeng dipilih untuk Program desa binaan kali ini karenakan dinilai cukup sulit dibandingkan dengan kampung lainnya seperti di derah Sitikok.

Saturday, November 16, 2013

IMMPB Gelar Revitalisasi Kader ke-9



Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Negeri Batam (IMMPB) kembali mengadakan revitalisasi kader yang ke-9. Revitalisasi kader ini dilaksanakan di kampus Politeknik N. Batam pada 15-17 November 2013.

Mengusung tema “Membentuk regenerasi kader, pemimpin yang berakhlakul karimah, berbudi pekerti luruh dan tau benar dan salah”, acara ini dibuka dengan berbagai penampilan seni kreasi kolaborasi para pengurus dan kader IMMPB. Pembukaan revitalisasi kader ini ditandai oleh penyematan atribut revitalisasi kepada dua orang perwakilan kader  oleh Pudir IV bidang Kerja sama, Didi Istardi. Pembukaan ini berlangsung meriah namun tetap penuh hikmat walaupun diadakan pada pukul 20.00 WIB.

Selama tiga hari pelaksanaannya, acara ini akan diisi oleh materi-materi yang disampaikan oleh Andreas Putranta Sitepu dan Andri yang juga alumni dari IMMPB, dimana mereka bertindak sebagai Master of Training. Kader yang menjadi peserta dalam revitalisasi kader ini berjumlah 91 orang mahasiswa baru angkatan 2013, yang terdiri dari 44 orang ikhwan dan 47 orang akhwat. Selain dibimbing oleh Master of Training, para kader juga akan didampingi oleh beberapa panitia acara yang bertindak sebagai mentor, dimana satu kelompok didampingi oleh satu kakak mentor.

Acara ini merupakan program kerja tahunan IMMPB yang tujuannya membentuk karakter kepemimpinan, memberikan pengetahuan organisasi khususnya IMMPB, agar para kader siap untuk menjadi penerus estafet perjuangan dakwah di kampus Politeknik N. Batam ini melalui IMMPB. (JO)


Sunday, November 10, 2013

JAGA KEBERSIHAN KAMPUS KITA YUKKK

Ayo Jaga Kebersihan Kampus Kita

Kali ini LPM akan membahas tentang kebersihan kampus Politeknik Negeri Batam yang semakin hari semakin menurun saja. Sebenarnya apakah faktor utama yang menyebabkan kebersihan semakin menurun? Apakah faktor tersebut disebabkan oleh mahasiswanya sendiri? Atau dari petugas kebersihannya?

Sebelumnya kita sebutkan dulu masalah yang membuat kampus kita kotor, pertama adalah minimnya  tong sampah. Politeknik saat ini telah menampung hampir 2500 mahasiswa. Seperti yang kita lihat perbandingan antara tong sampah dengan mahasiswa tidaklah sepadan. Contoh di lantai 2, penyediaan tong sampah sangatlah minim. Dimana tong sampah adalah tempat wajib yang harus ada untuk disetiap sudut kita memandang. Apalagi ketika jam istirahat, tong sampah banyak yang sudah menumpuk. Ada moto buanglah sampah pada tempatnya, jika tempatnya saja sudah penuh mau dibuang kemana??

Kedua adalah toilet atau kamar mandi.  Kebersihan wc/kamar mandi seharusnya dijaga dengan baik. Banyak kamar mandi yang kotor disebabkan airnya sering mati, seringya buang tisu dan sebagainya secara sembarangan. Hal ini sangat disayangkan karena, jika ada orang lain atau tamu melihat kondisi toilet yang disediakan kampus tidak bersih maka mereka akan menjadi tidak nyaman dan menilai kurang terhadap kampus kita.

Beberapa solusi yang ingin disampaikan disini, setelah dilakukan konfirmasi kepada berbagai pihak kampus ternyata mereka mengeluhkan kurangnya kuantitas tempat sampah. Kemudian kedepannya tolong dibuat poster mengenai pentingnya menjaga kebersihan di tempat–tempat biasa para mahasiswa makan.            

Sedangkan untuk toilet kampus, diharapkan untuk pada hari sabtu maupun minggu air tetap dinyalakan, karena ketika mahasiswa mengadakan rapat pada hari ini kasihan mereka kesulitan untuk buang air kecil atau bahkan wudhu saat waktu sholat tiba, khususnya bagi mahasiswi. Bahkan ormawa (Organisasi mahasiswa) sering mengadakan acara pada hari sabtu atau minggu dan tak jarang mengundang peserta dari luar kampus, sehingga tidak dinyalakannya air di toilet bisa mengganggu kenyamanan tamu.


Terlepas dari siapa yang menyebabkan menurunnya kebersihan kampus kita, sebenarnya kesadaran terhadap kebersihan kampus kita harus dimiliki oleh setiap masyarakat kampus sendiri. Karena kita adalah makhluk sosial yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu sudah sepantasnyalah kita saling bergotong–royong dan mengingatkan tentang kebersihan lingkungan kampus kita. Jangan membiasakan untuk berpikir memaklumi satu orang saja yang membuang sampah sembarangan. Tapi pikirkanlah bagaimana jika ada seratus orang dengan jalan pikiran yang sama? Berapa banyak sampah yang akan berserakan di kampus??? Anak TK saja bisa buang sampah pada tempatnya, bagaimana kita yang gelarnya MAHASISWA????? Think more, do more…. 
(Ainun/Dewi/Riski)

Thursday, October 31, 2013

Undangan MILAD IMMPB ke 12

Kami dari pengurus Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Negeri Batam (IMMPB) 2013 mengundang kakak-kakak alumni dan Civitas Politeknik Negeri Batam untuk hadir dalam 

Acara perayaan Milad IMMPB yang ke-12

Pada tanggal 1 November 2013 besok

Rangkaian Acara
08.00 wib s/d selesai Pameran Mading dan Karya Seni


Acara puncaknya 

Sehabis sesi jam 16.00 wib di Lobby Politeknik Negeri Batam dengan rangkaian acara;

Perilisan Majalah IMMPB

Syukuran Milad IMMPB

Tiada kesan tanpa kehadiran kakak-kakak alumni dan civitas Politeknik Negeri Batam IMMPB
Syukron..

Seminar Nasional Penerapan Open Source dalam Lingkup Keamanan Jaringan

Berikut ini kami lampirkan informasi mengenai acara 
"Seminar Nasional Penerapan Open Source dalam Lingkup Keamanan Jaringan".

Hari/tanggal ; Kamis, 06 November 2013
Nama Pembicara; Alex Budiyanto (Pendiri CloudIndonesia)
Topik : "Cloud Computing"

Hari/tanggal ; Jumat, 07 November 2013
Nama Pembicara; Muhammmad Nuh Al Azhar, MSc., CHFI, CEI,

Topik ; "IT Forensik"

Bagi masyarakat Kepri yang berminat mengikuti acara seminar ini bisa menghubungi
Dwi Ely Kurniawan
Hp. 081322460696
Teknik  Informatika
Politeknik Negeri Batam

Kebersihan Poltek yang Menurun

Kebersihan Poltek yang Menurun
Kebersihan Politeknik Negeri Batam yang sudah mulai menurun akhir-akhir ini membuat Poltek tidak lagi mejadi kampus yang asri. Ini di karenakan banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor pertama adalah masyarakat kampus yang sudah semakin banyak yang sudah melebihi kapasitas kampus itu sendiri. Dengan kapasitas kampus 1000 mahasiswa, sekarang justru hampir 2500 mahasiswa yang menuntut ilmunya di Poltek.
Yang kedua adalah sistem kebersihan yang tidak lagi sama. Dengan sistem kebersihan yang baru yaitu outsourching, Poltek tidak bisa menegur langsung perusahaan outsourching di karenakan tidak ada ari pihak ketiga kampus contoh mahasiswa yang komplin dengan hal tersebut. Hal yang paling terlihat jelas ketika jam istirahat mahasiswa banyak sampah yang berserakan di sekitaran lobi, terutama disekitar mushola dan koperasi, tidak hanya itu, bahkan kantin pun sudah tidak lagi nyaman untuk di kunjungi ketika istarahat berlangsung, dengan aroma yang menyengat bersumber dari kantin. Belum lagi mahasiswa yang makan di sekitar belakang dan luar kantin yang jelas-jelas sudah banyak kertas yang d tempel oleh pihak Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dan kampus yang tidak mengijinkan untuk membawa makanan keluar dari kantin. Dan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pun juga sudah berusaha mensosialisasikan tempat penumpukan piring ketika sudah selesai makan. Tapi masih banyak mahasiswa yang nekat membawa makanannya keluar kantin, dengan alasan sudah tidak ada lagi tempat di kantin.
Yang ketiga adalah kamar mandi. Kamar mandi merupakan tempat yang sangat sensitif tentang kebersihan. Banyak kamar mandi yang tidak terjaga kebersihanya di karenakan air yang sering mati, saluran air yang mampet dan masih banyak lainnya.
Banyak pihak yang menyayangkan hal ini. Ketika BEM mengadakan Bincang-Bincang Mahasiswa dengan agenda fasilitas kampus, banyak pihak yang komplin dengan hal tersebut, apa sebenarnya yang membuat kebersihan tersebut menurun? Apakah karena kurangnya tempat sampah yang di sediakan oleh pihak perusahaan outsourching? Dengan orang-orang yang sudah di tempat tugaskan di lokasi mereka, di setiap lantai, taman, dan parkiran, harusnya sistem yang di gunakan sudah cukup terpenuhi. Atau justru masyarakat kampusnya yang kurang memperhatikan kebersihanya? Membuang sampah di sembarang tempat, meskipun tempat sampah sudah di sediakan? Atau justru pihak kampus yang kurang membenahi ini semua?

Apapun alasanya, kita semua sebagai masyarakat Poltek wajib manjaga lingkungan kampus kita terutama, tidak hanya tugas dari pihak kebersihan saja yang harus melakukannya tapi kita juga harus turut andil dalam menjaganya, contoh kecilnya adalah ketika kita makan di kantin, biasakan mengumpulkan piring pada satu tempat, sehingga akan memudahkan pihak kebersihan dan kantind dalam membersihkan sekitaran kampus. (Kiki)

WIFI yang Tak Kunjung Membaik

Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tak pernah ditinggalkan oleh masyarakat, terlebih orang-orang yang selalu mengakses internet dalam kehidupannya sehari-hari dan bahkan saat ini internet juga menjadi kebutuhan yang yang penting dan utama bagi perusahaan. Begitu juga mahasiswa, saat ini hampir seluruh tugas kampus, berita seputar perkembangan kampus di unduh di internet dengan alasan mahasiswa dapat mencari dan mendapatkan info dengan cepat. Namun, untuk mendapatkan internet yang bagus saat ini di kampus tidakalah mudah, wireless yang dulu sangat mudah di dapatkan dan di akses oleh masyarakat kampus Politeknik Negeri Batam khususnya mahasiswa yang sering mendapatkan tugas dari dosen harus keluar dari kampus atau mereka sengaja membeli modem (modulator-demudulator) untuk mereka dapat mengakses internet dengan cepat.
Pasalnya, tidak semua mahasiswa sanggup untuk membeli dan berlangganan modem yang harus di beli denga sistem paket, sehingga saat ini mahasiswa harus jalan keling dari lantai 1 ke lantai lainnya dan duduk-duduk di lorong kelas hanya untuk bisa mendapatkan wi-fi internet.
Banyak mahasiswa yang menyayangkan kejadian ini, semenjak perjanjian kerjasama Poltek dengan sebuah provider habis, internet semakin susah untuk di akses di kampus, jangan untuk mengupload dengan kapasitas yang besar, untuk mengunduh data dengan kapasitas yang kecil saja tidak bisa, sekali bisa harus terputus.

Poltek yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri di kampus denga teknologi yang serba maju, harusnya bisa menindak lanjuti hal ini, karena banyak masiswa yang mebutuhkan jasa ini untuk melakukan berbagai hal terutama urusan kampus. (Kiki)

Wednesday, October 30, 2013

Buang jauh Pikiran negatif

Buang Jauh Pikiran Negatif


Buang jauh Pikiran negative, karna itu akan mengkerdilkan, begini ceritanya.
Suatu ketika seorang pria menelepon seorang motivator. Ia tampak sedih.Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. motivator itu mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.

“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.
“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini”.
“Mari kita pelajari keadaan anda,” katanya dengan lembut.

Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.

“Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan,” kata pria itu tetap dalam kesedihan.
“Aku sudah tak punya apa-apa lagi.”
“Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?” tanya Motivator.
“Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!”
“Kalau begitu bagus sekali,” sahut Norman penuh antusias.
“Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan “Istri yang amat mencintai”.
“Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?”
“Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!”
“Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan “Anak-anak tidak berada dalam penjara.” kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.

Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri.

“Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu,” katanya.

Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik. Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.

Tuliskanlah hal-hal positif yang Kita pernah dan sedang miliki dalam hidup ini, bebaskan pikiran-pikiran kita dari hal-hal negatif yang hanya akan menyedot energi negatif dari luar diri kita. Dengan berfikir positif kehidupan ini akan terasa amat indah dan tidaklah sekejam yang kita bayangkan. Objek-objek yang berada di sekitar kita akan sangatlah tergantung dari bagaimana cara kita memandang dan mempersepsikannya. Lingkungan Kita adalah Pikiran Kita. Lingkungan akan berbuat positif kepada Kita jika Kita mempersepsikannya baik, sebaliknya Lingkungan akan berbuat negatif kepada kita ketika kita mempersepsikan sebaliknya

Memburu pahala saat haid

Memburu Pahala saat Haid

Assalamualaikum wr.wb
Lagi haid ya mbak?
Jangan hanya mengurung diri dan melakukan hal yang tidak bermanfaat dong,  yuuk… memburu pahala. Eh, gimana caranya ni ?
Gampang kog, ikuti aja nih tips dari mbak azizah J
Semoga bermanfaat ya ukhti…. J
ü  ukhti boleh pergi mendengarkan ceramah agama dan belajar memahami islam, asalkan kegiatan itu tidak dilaksanakan didalam masjid J
ü  berzikir, bertasbih (subhanaallah), bertahmud (alhamdulilah), bertakbir (allahuakbar), berzikir bias pula dengan melafazkan istigfar memohon ampunan kepada allah subhanallah wa ta’ala.
ü  Membaca hadist,fiqih dan mengucapkan “amin”.
ü  Membaca berbagai macam dzikir sebelum tidur.
ü  Mendengarkan atau membaca Al-qur’an asalkan tidak menyentuh mushafnya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanallah wa ta’ala. “tidak ada yang menyentuhnya (Al-qur’an) selain hamba-hamba yang disucikan (Qs Al-Waqi’ah (56):79)

Sekarang udah tahu kan?
Beberapa tips untuk mencari pahala walaupun saat haid, J
Semoga ALLAH  selalu meridhoi langkah kita J

Wassalamualaikum wr. wb


Dari redaksi


Pertama kali kami mengucapkan puji syukur setinggi-tingginya kepada pemilik alam semesta, Allah SWT karena hanya dengan izin-Nya saat ini kami masih bisa menghela nafas dan dapat me PARADIGMAPoltek .
PARADIGMAPoltek merupakan sebuah media yang diterbitkan oleh LPM PARADIGMA (Lembaga Pers Mahasiswa PARADIGMA). Sebuah media yang berisikan seputar kegiatan dan isu – isu kampus serta isu di luar kampus yang masih merupakan ruang lingkup tanggung jawab mahasiswa.
Kehadiran PARADIGMAPoltek diharapkan dapat menjadi wadah informasi serta menjadi media komunikasi bagi seluruh civitas akademik maupun non akademik Politeknik Batam. Selain itu diharapkan kehadiran PARADIGMAPoltek dapat merangsang para mahasiswa untuk mulai membiasakan tradisi tulis menulis, karena sangat disayangkan kalau mahasiswa yang merupakan kaum intelektual ternyata tidak mahir menulis yang merupakan tradisi intelektual.
Akhirnya dengan segenap kerendahan hati, kami menyadari bahwa PARADIGMAPoltek masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran transformatif dari pembaca sangat diharapkan agar dapat menjadi masukan serta referensi bagi kami dalam upaya untuk memperbaiki kesalahan mendekati kesempurnaan.
Semoga PARADIGMAPoltek ini dapat diterima oleh seluruh pihak sebagai sebuah media informasi sekaligus menjadi sumbangan setitik keilmuan yang bermanfaat di tengah limpahan ilmu pengetahuan yang beragam.
Salam redaksi

Monday, October 28, 2013

Polbat Peringati Hari Sumpah Pemuda

Polbat Peringati Hari Sumpah Pemuda
Sumpah pemuda, Kami Putra dan Putri Indonesia mengakubertanah air satu, tanah air Indonesia, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, Kami Putra dan PutriIndonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia itulah ikrar yang sempat di kumandangkan oleh pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928. Muhammad Yamin yang pada saat itu menuliskannya di secarik kertas dan di bacakan oleh Soegondo diharapkan menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia dengan menegaskan pada cita-cita Indonesia akan adanya "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Untuk itu Politeknik Negeri Batam (Polbat) pun juga ikut memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Senin 28 Oktober 2013 di lobi Polbat dengan dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan civitas Polbat. Peringatan hari Sumpah Pemuda kali ini di isi dengan pembacaan puisi oleh beberapa mahasiswa Polbat dan di lanjutkan dengan pembacaan ikrar yang di pimpin oleh M. Anggi Saputra (Presiden mahasiswa Polbat) dan Yodi Andesman (Badan Kehormatan Badan Eksekutif Mahasiswa). "Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kembali jiwa para pemuda khususnya di Polbat dengan tidak hanya sekedar sumpah atau ucapan, namun diharapkan juga dapat mewujudkan secara nyata dengan mencintai sepenuh hati bangsa Indonesia ini, dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan melakukan hal-hal lain positif yang dapat berdampak baik untuk lingkungan dan bangsa Indonesia" tutur Triyan selaku pencetus acara. Acara ini tidak membawa nama organisasi atau pihak mana pun. Ini hanya keinginan beberapa mahasiswa yang tergerak hatinya untuk mengajak mahasiswa lainnya. "Kalau dulu menjadi pemuda yang baik harus menjadi berjuang terlebih dahulu membela dirinya dengan melawan para penjajah dengan bambu runcing, sedangkan pemuda sekarang harus melawan penjajah dengan cara yang lain, agar bangsa Indonesia tidak di ambil oleh negara lain" tutur Triyan.(Kiki)

Sunday, October 27, 2013

Bedah Buku Indiva

Bedah Buku Indiva
Minggu (27/10) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma Politeknik Negeri Batam bersama Forum Lingkar Pena (FLP) Batam telah mengadakan roadshow penulis Indiva 2013 dengan tema "How To CreateThe Wonderful Life" cara keren gebrak dunia motivasi dosis tinggi. Buku yang di bedah pada kesempatan kali ini ada 2 yaitu buku and I am the star karya Afifah Afra selaku Sekjen FLP Pusat dan CEO PT Indiva Media Kreasi dan Riawani Elyta Novelis, dan penulis buku Kitab Sakti Remadja Oenggoel. Bedah buku yang di pimpin langsung oleh moderator dari FLP Batam yaitu Erni Mustika.

Acara ini dapat terlaksana dengan baik di tandai banyaknya dari peserta yang melakukan interaksi dengan narasumber yaitu dengan melakukan tanya jawab seputar buku yang di bedah. Peserta yang dihadiri lebih dari 80 orang ini teridi dari berbagai kalangan, yaitu mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga dan lain-lain. Buku Kitab Sakti Remadja Oenggoel membahas seputar bagaimana menjadi pemuda anti galau dan mengenal diri sendiri serta membuat perencanaan hidup. Sedangkan buku and I am the star tentang mengasah kemampuan pribadi. Dan bedah buku ini pun diisi dengan puisi oleh Azizah, pengurus dari LPM Paradigma. (Kiki)

Saturday, October 19, 2013

Budaya ‘Menyayangi Sampah’ Mahasiswa Politeknik Negeri Batam


Budaya ‘Menyayangi Sampah’  Mahasiswa Politeknik Negeri Batam 

Menganalisa lebih lanjut tentang pengertian budaya, merupakan kebiasaan yang unik dan biasa dilakukan sekelompok orang. Budaya merupakan salah satu cara hidup yang berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi, dapat dilihat dari tindakan ini bukan hanya berlangsung pada satu periode saja, atau tingkatan saja, melainkan terus menerus dan berkala (Wikipedia Indonesia). Setiap budaya tentunya tidak selalu bernilai positif, terkadang ada budaya yang bisa dikatakan mengandung unsur negatif.

Salah satu budaya yang unik adalah budaya ‘menyayangi sampah’ yang menjadi trend di Politeknik Negeri Batam. Mungkin kedengaran lucu atau aneh, malah terdengar miris atau terlalu manis untuk menyayangi sampah. Tetapi itulah kenyataannya.

Jika melihat dari kenyataan yang ada, kebanyakan Mahasiswa/i tidak mau membuang sampah pada tempatnya. Mereka justru membuang disembarang tempat. Apakah tindakan ini termasuk menyayangi sampah? Mereka bahkan mungkin Kita sepertinya tidak peduli melihat sampah yang berserakan, atau malah disangka suatu ‘keindahan’ yang mewarnai mata Kita. Bahkan kebanyakan Kita enggan memungut sampah-sampah yang berserakan tepat di depan Kita seperti tidak ada rasa memiliki kampus. Hal ini terkesan ‘berserah diri’ kepada Cleaning Service kampus, atau seperti berfikir ‘ah, itu bukan tanggungjawab saya’ dan masih banyak pikiran yang tak sepatutnya. Terlebih saat jam istirahat, ketika kantin serasa sesak oleh pelanggan, banyak dari kita justru berhamburan keluar, membawa piring-piring makanan dan mengambil posisi masing-masing. Masih bisa dimaklumi karena fasilitas kampus untuk tempat nongkrong dikantin masih belum memadai. Tetapi ketika selesai makan, perilaku yang tidak mencerminkan mahasiswa itu timbul, di berbagai sudut, emperan , dan beberapa tempat terpojok tak luput dari sisa makanan, piring-piring, tempat minum dan lain-lain.

Sungguh disayangkan bukan? Apa jadinya jikalau pihak luar yang sedang mengunjungi kampus ini, tetapi keadaan nyata akan terlihat jelas dimata mereka. Bisa jadi kampus ini menjadi kampus terkotor yang pernah ada. Amit-amit deh.

Pernah suatu ketika saya melihat Priyono Eko Sanyoto selaku Direktur kampus ini sedang berjalan menuju perpustakaan kampus. Lalu Beliau melihat keadaan kampus yang sebenarnya, “Mahasiswa kok kotor!”, ucap Beliau.

Miris, mendengar apa yang sebenarnya menjadi permasalahan kampus ini. Bahkan salah satu mahasiswa baru tahun 2012 yang tidak mau disebutkan namanya memberikan komentar yang menurut saya pahit, “ kampus ini serasa bak sampah ketika jam istirahat dan esok paginya, hehehhe, terkadang saya melihat justru kakak-kakak panpelnya yang buang sampah sembarangan, padahal dulu kami diajarin buang sampah di tong sampah, aneh ya?”.

Kini tugas kita semua, Mahasiswa/i PoliBatam. Marilah  menghilangkan budaya negatif ini. Atas  dasar ini, kita harus memulainya dengan membangun dan melatih kesadaran diri kita sendiri mulai saat ini juga, untuk menjadikan kampus ini lebih nyata bersihnya. (SA)

MISTERI ORGANISASI RAHASIA THE JUDGES


MISTERI ORGANISASI RAHASIA THE JUDGES


Penulis                : lexie xu
Penerbit              : gramedia
Tahun Terbit       : 2013
Tanggal terbit      : September 2013
ISBN                  : 978 – 979 – 22 – 9822 - 2
Tebal Buku         : 312 Halaman
Harga Buku        : Rp 50.000,-

Synopsis

                Petualangan Erika guruh, Valeria Guntur kembali dimulai setelah mengungkap  rahasia di 7 lukisan horror milik Rima hujan . Sekarang mereka berhadapan dengan para The Judges. Para Hakim sekolah Harapan Nusantara.  Ini bermula saat Daniel, teman se-geng Erika mendapatkan undangan dari organisasi The Judges. The Judges adalah organisasi tertinggi di SMA Harapan  Nusantara yang mengawasi dan mengatur semua kegiatan yang ada di sana, mulai dari jabatan Kepala Sekolah ,Osis dan lain – lain. Ini adalah organisassi rahasia yang hanya para guru dan para anggota yang mengetahui anggota organisasai ini. Setiap tahun mereka akan memilih calon anggota baru. Mereka yang terpilih sudah pasti dinyatakan naik kelas dan mereka adalah orang–orang yang paling populer dan berpengaruh. Selain Daniel , Erika, Valeria, dan Rima , ada enam  orang lagi yang akan memperebutkan posisi sebagai anggota baru The Judges. Adanya perselisihan antara Erika dan Viktor Yamada dengan pacarnya tentang suatu hal yang membuat Erika merasa terhina dan murahan. Serta drama percintaan antara Valeria, Daniel dan Leslie  serta satu orang lagi yang memendam rasa. Tanpa mereka semua sadari mereka semua kembali lagi masuk kedalam kegelapan.


Kelebihan :
  1. penulis dapat membangun Susana mencekam sesuai dengan alur yang diceritakan
  2.  ide cerita yang menarik
  3. adanya kesinambungaan dengan novel sebelumnya
  4. cerita yang tidak mudah ditebak


Kekurangan : 
  1. inti cerita sebagai permasalahannya agak dangkal
  2. kurangnya efek thriler tidak seperti novel sebelum–sebelumnya



Friday, October 18, 2013

Jaring Aspirasi Mahasiswa jilid 3

 
Jaring Aspirasi Mahasiswa jilid 3
Rabu (16/10) Jaringan Aspirasi Mahasiswa Politeknik Negeri Batam yang diadakan oleh Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) di loby Politeknik Negeri Batam itu berjalan lancar.

Acara yang dihadiri oleh Ari Wibowo (Pudir III),Hendra Gunawan (Pudir I ) dan Aditya Wirangga (Ketua Koprasi PoliBatam) itu bertujuan untuk menyaring aspirasi ataupun keluhan – keluhan mahasiswa Poltek Batam yang sedang dirasakan.Pada kesempatan itu,Abi sebagai moderatormengambil pokok pembahasan mengenai pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) Koperasi Polibatam untuk para Mahasiswa yang akan lulus tahun ini.

Pasalnya uang iuran sebesar Rp 50.000 tiap semester tidak sesuai saat dikembalikan kepada mahasiswa yang bersangkutan setelah lulus dari Poltek Batam.Hal ini dikarenakan banyaknya mahasiswa Poltek yang meminjam uang ke koperasi, namun pada saat pengembalian tidak berjalan lancar atau sering disebut kredit macet.”Kami dari pihak koperasi PoliBatam sudah menghubungiMahasiswa-mahasiswa yang belum melunasi kewajibannya,tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat dihubungi. Kami juga sudah mendatangi rumah atau kos-kosan mereka,tetapi mereka juga sudah pindah”, ungkap  Aditya.”Oleh karena itu perlu adanya ketegasan dari pihak koperasi PoliBatam terkait dengan peminjaman uang tersebut, seperti syarat peminjaman yaitu dengan menjaminkan barang atau benda yang dapat diuangkan”, tambah  Hendra.(LPM/Rc)

Pada acara jaring aspirasi kali ini juga disisipkan acara pengumuman Ormawa peraih rapor terbaik untuk tiga bulan pertama penilaian. Predikat Ormawa terbaik tersebut jatuh kepada IMMPB (Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Negeri Batam). Plakat penghargaan diserahkan oleh Pudir III bidang Kemahasiswaan kepada perwakilan IMMPB yaitu wakilnya, Muhammad Hafiz. (rico)