Thursday, June 28, 2012

Bea Cukai Gali Ide Pengembangan FTZ Batam dari Mahasiswa


Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Politeknik Negeri Batam menjadi panitia dalam audiensi BEM Se-kota Batam dengan Bea dan Cukai Batam yang berlangsung Rabu (27/6) di ruang meeting Pasific Palace Hotel, Batam. Acara ini merupakan ide dari Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Kukuh Sumardono Basuki .

Audiensi ini dihadiri oleh perwakilan tujuh BEM Universitas yang ada di Batam, Stikes Ibnu Sina, Putra Batam, UniBa, UIB, UNRIKA, dan Politeknik Negeri Batam . Jumlah ini hanya setengah dari jumlah undangan yang disebar kepada lima belas Universitas yang ada di Batam. Namun, hal ini tidak mengurangi semangat peserta yang datang untuk mengikuti audiensi ini dengan baik.

Dengan bertemakan “Bedah masalah, cari solusi berkaitan dengan Batam sebagai Zona Perdagangan Bebas (Free Trade Zone)”, acara ini berlangsung menarik dengan turut aktifnya perwakilan-perwakilan BEM dalam menyampaikan pendapat dan saran yang membangun.

Acara ini dibuka dengan kata sambutan dari Bapak Susila Brata yang merupakan Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea dan Cukai Batam. Beliau menyampaikan bahwa tujuan audiensi ini adalah untuk menggali ide-ide dari generasi muda demi kemajuan Batam sebagai Zona Perdagangan Bebas .

Kukuh Sumardono Basuki sebagai Kepala Kantor memimpin audiensi ini dan memulainya dengan pengenalan tentang Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai Batam. Dalam menjawab pertanyaan para peserta audiensi serta menanggapi saran yang muncul, Beliau dibantu oleh lima Kepala Bidang yang turut serta hadir dalam acara ini.

“Sayangnya ide yang diharapkan, muncul pada akhir – akhir sesi tanya jawab” ungkap Bapak Kunto Prasti Trenggono yang merupakan salah satu Kepala Bidang di Kantor Bea dan Cukai Batam. Karena itu, Beliau berharap audiensi ini ada kelanjutannya, karena dirasa belum maksimal dalam pencapaian tujuan audiensi ini sendiri.

Dari audiensi ini, diharapkan tujuan untuk menggali ide-ide yang revolusioner dari generasi muda dapat tercapai, dengan begitu penerapan FTZ ( Free Trade Zone ) di Batam dapat lebih baik lagi. Bea dan Cukai berencana akan melaksanakan audiensi seperti ini lagi secara berkesinambungan.

“Akan lebih baik jika kita laksanakan acara ini tiga bulan sekali, agar didapat lebih banyak ide dari generasi muda Batam yang dapat memperbaiki FTZ Batam menjadi lebih baik kedepannya"ungkap Kukuh. (jo)

0 komentar:

Post a Comment