SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Monday, May 28, 2012

Gathering Pengurus Baru KUAS dan Alumni KUAS



Minggu (27/5)tepat pukul 13.30 WIB, Kumpulan Anak Seni (KUAS) Politeknik Negeri Batam mengadakan gathering yang dihadiri dari alumni kuas dan juga LPM Paradigma Politeknik Negeri Batam.

Acara yang sebelumnya direncanakan pukul 09.00 wib molor menjadi pukul 13.30 dikarenakan masalah internal dari Unit Kegiatan Mahasiswa KUAS sendiri.

Di acara ini dimulai dari perkenalan alumni dengan menceritakan pengalamannya selama di KUAS dan juga di ikuti dengan perkenalan dari anak-anak KUAS periode 12-13 serta menjelaskan alasan mereka masuk UKM KUAS sendiri.

Dan didalam pertemuan antara alumni dan KUAS ini, ketua KUAS, Taufan menyampaikan bahwa di kuas ini tidak mau hanya mengadakan atau mengandalkan acara kumpul bareng pas proker-proker yang akan di adakan saja.

“nanti juga mau mengadakan kumpul bareng 1 atau 2 minggu sekali supaya lebih dekat sesama angota kuas” ujar Taufan.

Dipertemuan dan sharing ini senior-senior KUAS juga memberikan info dan tantangan untuk anak KUAS supaya bisa perform di dalam dan di luar kampus Politeknik Negeri Batam. “agar meningkatkan kualitas dan membuat semua divisi menjadi lebih aktif dan lebih peduli lagi,”ujar alumni KUAS.

Serta gathering ini juga menghasilkan bahwa KUAS membuat angota seumur hidup dengan membuat atau mendirikan Ikatan Alumni KUAS supaya membuat KUAS dapat lebih mudah berkomunikasi dengan alumni-alumninya dan alumni juga bisa lebih mudah untuk meng-share ilmu yang pernah dia dapat di KUAS dan planning terbesar dari KUAS adalah menjadikan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) ini menjadi ORMAWA TERKAYA di Politeknik Negeri Batam.(ptr)

Saturday, May 26, 2012

Hunting Foto Bersama KUAS

ilustrasi hunting foto


Kumpulan Anak Seni (KUAS) Politeknik Negeri Batam mengadakan acara tentang Sharing foto dan Hunting foto pada hari Sabtu (26/5) pukul 13.00 WIB. Hunting foto tersebut dilakukan di simpang franky. Foto yang di ambil di kumpulkan untuk di ikut lombakan dan juga di acara ini yang berlangsung sampai dengan pukul 18.00 WIB. Acara ini diisi oleh fotografer harian Batam Pos, Yusuf hidayat dan dari Keprifoto.com, Wira Satta.

Acara sharing dan hunting foto digelar dengan tujuan berbagi tips dan trik memotrek dengan tepat dan kreatif.

“agar para pengguna kamera dapat mengabadikan objek di sekitarnya dengan cara yang tepat dan kreatif. sharing ini juga mengundang dua orang senior dalam dunia fotografi,” ujar Ketua KUAS, Taufan.

Acara ini di sponsori oleh Politeknik Negeri Batam, KUAS, media partner batam pos, keprifoto, irma foto (fotografi and training), ilalang, an'da foto. Acara yang di awali dengan lomba photo on the spot ini juga disertai dengan hadiah2 yang menarik. (ita)

Marisa: Organisasi Tak Hentikan Prestasi

Marisa Merianti
Banyak orang berpendapat bahwa organisasi akan menghambat pertumbuhan prestasi, benarkah?. Ternyata pendapat ini tidak sepenuhnya disetujui bagi Marisa Merianti , mahasiswi Politeknik Negeri Batam jurusan Administrasi Bisnis yang kini duduk di semester 2. Baginya , organisasi sama sekali bukan hambatan dalam berprestasi.

Mahasiswi ramah ini menuturkan secara gamblang bahwa ia mengikuti dua organisasi mahasiswa di kampus sekaligus dan memegang peran penting didalamnya. Icha – bagaimana gadis ceria ini biasa disapa, bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Polibatam English Club (PEC) dan Batam Linux User Group (). Di PEC , beliau menjabat sebagai bendahara II dan sedangkan di BLUG ia sebagai anggota divisi pendidikan.

Diutarakan lebih lanjut oleh mahasiswi dengan IP sempurna (4,00) pada smester 1 kemarin, bahwa ia menyakini quotes yang sangat dijadikannya pedoman dalam membagi waktu antara akademik dan organisasi. “ ‘Ability takes you to the top, characters keeps you there’ , untuk mempunyai kemampuan, maka harus ada pendidikan akademik, dan membentuk karakter didapat dari organisasi. Oleh sebab itu akademik dan organisasi sangat berhubungan dan harus seimbang.” tuturnya.

Berbicara mengenai alokasi waktu pembagian antara akademik dan organisasi , Icha menjawab dengan tenang , “kalo organisasi kan sepulang kuliah, tapi belajar wajib dirumah. Jadi sudah ada jam masing-masing dan memang harus diatur. Lumayan terbebani sih, tapi enjoy aja dan nikmati maka semuanya akan lancar , hehe ..” .

Gadis bertubuh mungil ini juga berpesan, jangan sekali-kali mengkambingitamkan organisasi untuk melalaikan prestasi. Semuanya mempunyai porsi masing-masing dan tinggal bagaimana cara kita membagi waktu untuk keduanya. Organisasi , sama sekali tidak menghambat prestasi ! (dra)

Friday, May 25, 2012

BLUG Akan Gelar Sharing Komunitas


Ilustrasi Sharing Komunitas


Jum’at(26/5) tepat pukul 16.30 WIB, Batam Linux User Group (BLUG) Politeknik Negeri Batam mengadakan rapat  yang tentang Sharing komunitas. Sharing komunitas tingkat SMA/SMK sederajat Se-batam ini ditargetkan akan berkunjung ke sekolah swasta Batam Bisnis School (BBS). “akan di lakukan pada minggu-minggu ini karena kalau melebihi mingu-minggu ini akan berbenturan dengan UAS,”ujar salah satu pengurus BLUG, Oji.

Latar belakang dilakukan proker ini supaya menambah komunitas BLUG di kalangan sekolah yang juga sudah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang melaksanakan perkenalan dasar linux ke sekolah-sekolah, untuk di tahun ini, pengurus BLUG yang baru akan lebih memperkenalkan linux secara keseluruhan.

Kegiatan Sharing ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengguna Linux di kota Batam.
“harapannya juga dengan membangun komunitas ini akan membuat para pencinta linux , untuk memakai linux tanpa batas dan bertambah luas” harap Oji. (ptr)

Wednesday, May 23, 2012

Kemenangan Pertama Politeknik Negeri Batam di NEUDC

Setelah 4 tahun mengikuti National Unniversity English Debate Championship (NEUDC) akhirnya Politeknik Negeri Batam mendapatkan juara satu untuk mewakili Kopertis X (Sumbar, Jambi, Kepri, dan Riau) di tingkat Nasional yang akan diadakan di Bali 25 Juni mendatang. Perwakilan dari Politeknik Negeri Batam dalam ajang ini, yaitu Erna Permata Sari dan Jeanet Christanty Evans.

“Tahun ini cukup sulit, karena mereka harus mengahadapi lawan-lawan dari berbagai universitas yang kemampuannya sudah tidak di raguan lagi, namun persiapan dari perwakilan Politeknik cukup matang dan mereka juga sudah menyiapkan strategi yang baik,” tutur Condra Antoni selaku dosen pendamping.

Kompetisi yang diadakan di Hotel Pangeran Pekanbaru ini di mulai sejak 15-16 Mei 2012. Menurut Erna dan Jeanet penuh dengan perjuangan, namun mereka tetap senang karena mereka mendapatkan banyak pengalaman.

Setelah dari Pekanbaru mereka mempersiapkan diri lagi untuk berangkat ke Ambon untuk mewakili Politeknik Negeri Batam pada ajang National Polytechnic English Debate Championship (NPEDC) bersama dengan 2 peserta lainnya, Ismail Wardhana dan Rizka Destiana, pada 24 Mei 2012 mendatang. Sebelum mengikuti ajang ini mereka di karantina selama 5 hari dengan sistem yang lebih ketat.

Selama persiapan debat ini mereka di bimbing oleh Ericson selaku pembina Politeknik English Club (PEC) yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) di Politeknik Negeri Batam. Target kali ini yang di inginkan Politeknik Negeri Batam adalah juara 1. (qq/nda)


Sunday, May 20, 2012

Cerpen : Akhirnya Aku Menulis


Malam ini aku hanya termenung di depan komputer temanku. Tak seperti biasanya. Biasanya aku datang ke rumah temanku itu hanya untuk menulis. Selalu berjalan biasa, aku selalu menulis. Menulis cerpen, terkadang. Merangkai kata menjadi puisi, ini yang sering. Tak lebih. Tapi, kali ini aku tak bisa. Imajinasiku seakan tumpul. Otakku tak mengalir deras seperti biasanya. Dan aku hanya termenung. Iya! Begitu saja. Tak lebih. Juga tak kurang.


Aku pun tak mau pusing. Aku mengikuti khayalan buntuku. Kalau memang tak ada ide tak apaapa. Menurutku tak harus marah pada diri yang memang mungkin sedang ingin istirahat. Sedang tak ingin diganggu oleh siapapun. Termasuk aku dan keinginanku yang sering kali memforsirnya. Tak mau tahu dengan capeknya. Mengacuhkan waktu istirahatnya tanpa membuatkan jadwal.


“Tet … teet … teeet.” Ada tamu. Aku mengintipnya dulu dari lobang pintu. Ah, tamu itu tak kukenal. Tapi, aku harus membukakan pintu untuknya. Siapa tahu dia punya perlu. Perlu penting atau tidak tak jadi masalah. Karena aku tak berhak mengukur kepentingannya dengan apa yang aku anggap penting. Sekali pun, biasanya, aku sering diperlakukan tak adil oleh orangorang disekitarku. Aku tak dilayani selayaknya tatkala aku datang dengan membawa hal-hal yang tak penting bagi mereka. Ah, aku bukan mereka. Dan aku tak harus meniru mereka dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan mereka bisa saja menjadi kekuranganku ketika aku memaksakannya berada padaku. Dan toh, ini juga bukan rumahku. Siapa tahu, dia ada perlu sama Radi atau Helmi.


Kubuka pintu rumah temanku itu. Aku memberinya seulas senyum. Entah. Aku selalu begitu kalau bertemu dengan orangorang tanpa terkecuali. Sudah menjadi reflek. Sekali pun aku pernah tahu bahwa agamaku mengajarkan hal itu. Dan terkadang ada sebentuk harap di balik senyumku, aku ingin dia dan siapa pun juga, menjadi bahagia saat bertemu denganku. Dan lagi, aku sering merasakan gundah dan gelisah sedikit menghilang. Ada rasa lega saat senyum itu kulepas. Apakah itu memang kekuatan senyum? Makanya, agama pun menganjurkan. Entahlah.


Tapi, tamu itu tak membalas senyumku. Apakah dia tak senang menikmati senyumku? Ah, biarlah. Tak usah kupikir tentang dia yang senang atau tidak dengan senyumku. Bukankah itu hak dia untuk tidak senang dan senang menerima pemberian siapapun. Apalagi tatkala dia sedang tak membutuhkannya. Dia malah menatapku lekat-lekat setelah mengucapkan salam. Aku jadi salah tingkah dibuatnya. Juga jadi sebab penasaran merundungku.


“Silahkan masuk.” Aku pecah kesunyian anatara aku dan tamu itu. Aku ingin mengalihkan tatapannya yang sangat berani itu. Aku merasa aneh. Dia tak merasa kikuk atau kaget. Dia malah melenggang masuk. Itu saja. Dan duduk. Aku pun duduk menghadapinya karena cuma aku di rumah itu. Yang lain sedang keluar. Entah kemana. Tadi, saat aku datang, Radi hanya bilang mau keluar tanpa memberi penjelasan. Dan aku tak tanya lebih lanjut karena dia memang selalu begitu.


“Maaf. Aku mungkin udah ngebuat kamu bingung.” Tamu itu membuka mulut dengan matanya yang terus lekat seakan terpikat dan terikat oleh pandanganku yang biasabiasa saja menututku.


“Owh … nggak apa-apa, Mas.” Aku mencoba untuk bersikap maklum agar tak ada perasaan tak enak mendera tamuku itu. Dan aku tak bisa membiarkannya saja. Aku harus bisa bersikap wajar dalam menghadapi tamu. Sekali pun aku sekarang sebenarnya sedang suntuk karena otakku tak mau diajak menulis.


“Ingin bertemu siapa, Mas?” Tanyaku sebagai basabasi dalam kikukku meladeni pandangan matanya yang tak mau pergi dari mataku.


“Aku memang sengaja datang ke rumah ini karena aku tak mengenal penghuninya. Tapi, ini jangan dibahas dulu. Aku masih ingin menjelaskan sikapku tadi yang telah membuatmu sedikit gelisah dan mungkin kamu dirundung oleh tanya yang berdatangan disebabkan ulahku. Pertama, aku tak ngebalas senyummu. Dan kedua, aku telah membuat kamu salah tingkah dengan pandangan mataku yang seakan menghakimimu. Untuk yang pertama, aku memang sedang nggak bisa senyum. Aku sedang dirundung pilu. Pilu itu begitu sakit kurasa sehingga menghalangi senyumku untuk senyummu. Juga untukmu. Karena biasanya saya tersenyum tanpa menunggu orang lain melempar senyumnya.


“Dan aku, tadi, kaget saat melihat matamu. Matamu bersinar ketulusan. Juga indah. Enak dipandang. Mungkin kamu sedang kurang melihat halhal yang dilarang agama. Atau kamu sering berwudlu sehingga airnya meninggalkan sinar hakikat cinta. Tapi, entahlah jika kamu tak melakukan semua itu. Itu hanya kata guruku dulu sewaktu saya sekolah di Aliyah. Guru Hadistku itu pernah bilang begitu tanpa menguatkannya dengan argumentasi Hadist atau Quran. Ini apologiku untuk yang kedua. Dan, mungkin, dengan keteranganku ini hatimu mendapat kelegaan.


“Oya, dengan alasan yang pertama itu aku datang kemari. Aku ingin menghilangkan gundah hatiku dengan sekedar bercerita pada orangorang yang tak kukenal. Menurutku, ngobrol dengan orang tak dikenal itu lebih asyik. Karena aku akan bebas lepas tanpa dicengkeram rasa canggung dan malu. Sebenarnya aku tahu untuk menghilangkan rasa gelisah itu dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Tapi, aku gagal. Mungkin aku masih belum mencintaNya secara tulus. Dalam mengerjakan perintahNya masih seringkali hanya mengerjakan sebatas menghilangkan kewajiban dengan sepi dari kekhusyukan dan menikmati detikdetik saat bersama denganNya.


“Maaf, dari tadi aku banyak omong.”


“Owh … gak apaapa, Mas.” Jawabku setelah sekian lama hanya bisa melongo dan bengong saja mendengarkan penjelasannya yang panjang lebar. Tak kusangka dan tak kuduga akan bertemu dengan tamu seperti ini. Awalnya bersikap aneh. Sekarang bicara panjang lebar tanpa bisa dihentikan. Dan bicaranya sangat sopan dan teratur. Sungguh hari ini aku sedang menemukan hal yang sangat luar biasa. Itu bagiku. Entah orang lain. Bisa saja sependapat denganku atau tidak.


“Tadi, Mas bilang kalau mataku indah. Eh, kalau boleh tahu namanya siapa, Mas?”


“Maaf. Sekali lagi aku hanya bisa bilang maaf. Karena kedatangan saya kemari hanya untuk menceritakan kegundahan hati pada orang yang tak kukenal, aku tak bisa menyebutkan namaku. Dan kalau kamu memang tak berkenan ngobrol dengan orang seperti aku, aku pun bisa pamit sekarang juga. Dan sekali lagi saya hanya bisa ucapkan maaf telah mengganggu waktumu.”


“Owh … gak apa-apa, Mas kalau memang seperti itu adanya. Saya nggak bisa memaksa. Dan saya punya banyak waktu untuk mendengarkan kisah, Mas. Ini jujur. Bukan karena perasaan nggak enak. Karena saya memang tipe orangnya senang mendengarkan curhat teman-teman. Dan teman-temanku rata-rata senang curhat sama aku.”


“Sudah kuduga dan kesimpulanku dari pancaran matamu berarti tak salah dan tak berlebihan. Kamu memang orangnya tulus.”


“Mas ini dari tadi hanya memuji melulu. Sebenarnya mau cerita apa, Mas?”


Dia menengadah ke langit rumah temanku seakan mengingat hal yang membuatnya resah. Aku mengikuti geraknya kemana pun menuju. Dan sekarang aku gagal membuntutinya saat pandangan beratnya jatuh ke mukaku. Dia seperti tadi lagi. Menatap lekatlekat mataku. Dan bibirnya mulai bergerak merajut kata memulai cerita dengan tanpa melepas mataku.


“Aku sedang “sakit jiwa”. Prilakuku tak normal seperti orang biasanya. Aku tak betah di rumah sebagaimana teman-temanku. Aku pernah mencoba sehari semalem di rumah dengan membaca buku-buku kesukaanku. Kamu tahu? Aku menangis saat itu. Jiwaku merintih mengajakku jalan-jalan kemana aja. Yang penting jalan. Jadi, kalau saya lagi main ke rumah temen dan pamit mau pulang, dia tanya seperti ini “mo pulang ke rumahnya siapa lagi, Mas?” tanyanya padaku. Karena mereka tahu kalo aku nggak akan pulang ke rumah saya sendiri.


Bibirnya mematung. Dia sedikit menghela nafas. Dan aku masih harus terus melayani tatapan matanya yang begitu lekat menikmati mataku yang indah menurutnya. Yang bercahayakan ketulusan cinta hakikat, juga menurutnya.


“Itulah yang membuat jiwaku resah. Aku jadi bertanya-tanya pada diriku sendiri kenapa aku harus seperti ini. Tapi, aku tak menemukan jawabnya. Aku jadi pusing mikirin gimana caranya agar aku bisa ngerubah prilakuku ini. Nama sampeyan siapa, Mas?”


“Aku Rudi, Mas.”


“Iya, mas Rudi. Karena aku udah selesai bercerita, aku pamit dulu. Terima kasih karena mas Rudi telah sudi mendengarkan resahku yang, mungkin, nggak bermutu menurutmu.” Dia beranjak dari duduknya. Mengulurkan tangan. Tapi, aku acuhkan dengan menatapnya bingung. Dan dia pun menggapai tanganku. Aku membiarkan dan mengantarkannya sampai ke pintu. Dia mengucapkan salam dan menghilang menembus malam.


Aku masih termangu di pintu rumah temanku.


“Tut … tut … tut.” Sms menyelinap di inbox Hpku. “Rud, aku gak bisa pulng. Malas. Udh malam lg. Km di rumh aja ya.” “Hmm …” Radi ternyata mau nginap. Entah di rumah siapa.


***


Aku kembali ke tempat semula. Depan komputer temanku. Ah, ternyata otakku masih buntu. “Atau aku nulis kisah orang barusan itu. Orang misterius bin aneh. Mau curhat saja harus ke orang yang tak dikenalnya. Untung ketemu sama orang seperti saya. Orang yang sangat mengedepan kepentingan orang lain. Hmm … sombongku kumat lagi”


Kuikuti usul batin barusan. Jemariku mengetik cepat seperti mentari mencakar kulit-kulit permukaan bumi dengan panasnya. Atau seperti tusukan-tusukan kuku-kuku dingin pada musim dingin yang menembus lapisan bajuku walau tiga “berakhiran” jaket “berbumbu” bulu-bulu. Entah bulu apa. Dia tak kelihatan. Juga tak sempat tanya waktu dulu membelinya di sebuah toko pasar luak.


Tulisanku mengalir deras. Baru kali ini aku menulis dari kisah nyata. Bagiku, menulis cerpen kisah nyata itu tak kreatif. Letak kreatifitasnya dimana coba? Hanya menyalin. Tapi, aku pernah membaca sebuah buku panduan tentang kepenulisan. Dalam buku itu dipaparkan penulispenulis terkenal sekaligus sebagian kecil tulisannya. Sekali lagi, dalam buku itu aku temukan penulis terkenal bernama … ah, aku lupa. Dan yang aku ingat, bahwa dia sering menulis dari kisah nyata yang dirubah menjadi fiktif. Biasanya yang dia rubah adalah konflik dan setting.


Ya! Biarlah malam ini aku menulis kisah nyata itu. Akan kuikuti cara penulis terkenal yang kulupakan namanya itu.


Kini aku sibuk menghapus tulisan yang baru kutulis itu. Hanya masih dua lembar. Font 12. Dan spasi 1,5. Sebenarnya ada rasa sayang menelikung. Tapi, biarlah. Bukankah itu hanya salinan. Bukan hasil imajinasi yang menyerpih di jalanjalan berdebu. Atau pada angin malam. Atau dalam sepi. Juga dalam gelaktawa keramaian di antara guyonan temanteman.


Aku rubah kisah tamuku yang barusan pulang. Aku menjadikannya fiktif. Terang saja, aku tak benar-benar merubahnya. Hanya menambahkan. Bukankah dia tadi belum menemukan jalan keluarnya? Nah, dalam tulisanku itu, aku ceritakan kalau dia sudah menemukan solusi. Dan dia pun menjadi betah menikmati rumahnya sendiri. Tidak lagi seperti angin yang menyemilir. Bukan lagi air yang terus mengalir mengikuti kelok sungai.


Dia kukisahkan sebagai burung Camar yang terbang tinggi, tapi pasti kembali ke pinggir laut yang membiru. Kembali menikmati hidangan Tuhan yang berserakan di antara pinggiran-pinggiran pantai. Camar itu tersenyum. Sesekali menengadah ke hamparan langit luas yang juga membiru seperti hamparan laut. Seakan mengabari langit “Di pantai ini aku mengingatmu. Saat aku bermain denganmu, aku mengenang pantai tempat asalku mendatangimu.”


Si tamu yang sangat senang menatap mataku itu kini menikah. Pernikahan itulah yang telah merubahnya. Seakan mengikat dalam tenang. Karena dia sudah menikmati rumahnya yang berpayung rumah tangga. Dia tak lagi menangis. Malah senyum terukir manis.


Kini, aku sudah selesai menulis cerpenku. Aku termenung di depan komputer temanku itu. Melihat dan mengoreksi hasil tulisanku itu. Sebenarnya aku salah. Karena menurut temanku yang sudah jago menulis, “setelah kau selesai menulis, simpan dulu. Harus diinkubasi. Jangan langsung diedit.” Katanya yang kuikuti dengan anggukan kepalaku yang seakan patuh.


Biasanya aku memang patuh. Tapi, tidak untuk sekarang. Maafkan aku, teman. Sekarang aku sangat butuh uang. Aku akan segera mengirimkan ke media cetak. Dan itu tak butuh waktu untuk menunggu lagi. Karena aku benar-benar butuh uang.


Kulanjutkan editanku. Kubenahi tanda baca yang salah di sana sini. Kadang aku memicingkan mataku. Kadang aku tersenyum menikmati kata-kataku yang kurasa lucu. “Ah, tulisanku. Semoga kau diterima oleh media cetak. Dan kalau itu terjadi, berarti Tuhan telah mengirimmu menjadi penolongku. Penolong dompetku yang lagi sakit kanker, kantong kering kata temanku.” Batinku berbisik. Mengingat Tuhan dengan semangat menggebu saat menerima kurnianya.


Dan malam ini aku bisa menulis walau sebenarnya otakku sedang buntu. Aku bisa menulis karena tamu misterius itu. Yang jelas ini juga adalah anugerah Tuhan. Salah satu caranya untuk menolongku. Unutk memberi rezeki padaku. “Ah, Tuhanku selalu banyak cara. Ah, Tuhanku selalu hadir pada hambaNya yang mau berusaha. Oh, Tuhan, terima kasih. Semoga aku selalu bersyukur saat menerima rizkimu. Dan sabar dalam cobaMu. Amin.”


sebuah karya dari Fani,
bisa dilihat juga di anekaremaja.com

10 Keunikan Manusia Dibanding Spesies Lain



oleh: Eticha Desliana

Tidak ada satupun manusia yang mau disamakan dengan binatang, baik kera maupun spesies yang lain. Di antara semua makhluk hidup, manusia mempunyai keunikan-keunikan yang membuatnya sangat istimewa.

Berikut ini adalah 10 di antara banyak keistimewaan yang dimiliki oleh manusia,

1. Punya masa menopause
Berbeda dengan sebagian besar binatang yang akan terus bereproduksi hingga akhir hayatnya, manusia khususnya wanita hanya akan bereproduksi sampai tiba pada suatu masa yang disebut menopause.

Begitu memasuki masa menopause, wanita akan berhenti dari kodratnya untuk bereproduksi dan menjalankan fungsi baru sebagai nenek yang akan mengasuh cucunya. Selain manusia, hanya beberapa spesies ikan paus saja yang mengenal menopause.

2. Melewati masa kecil lebih lama
Dibandingkan primata maupun binatang yang lain, manusia menghabiskan waktu yang lebih lama untuk tinggal bersama dan mengasuh keturunannnya. Beberapa ahli menduga hal ini dipicu oleh ukuran otak manusia yang lebih besar, sehingga butuh waktu lebih lama untuk berkembang dengan sempurna.

3. Wajah memerah saat tersipu
Dari semua bentuk ekspresi, wajah yang memerah saat tersipu malu adalah yang paling unik dan hanya terjadi pada manusia. Tidak diketahui pasti bagaimana hal ini terjadi, namun hal ini dinilai telah banyak membantu manusia untuk bersikap jujur.

4. Bisa menciptakan api
Kemampuan manusia untuk membuat api adalah bekal penting dalam memenangkan seleksi alam. Ancaman predator nokturnal yang mengintai ketika hari mulai gelap menjadi mudah bagi manusia untuk ditanggulangi.

Bukan itu saja, kemampuan membuat api juga mengubah diet manusia purba dari kulit kayu yang keras menjadi makanan olahan yang lebih mudah dicerna. Diduga hal inilah yang membuat ukuran gigi dan organ-organ pencernaan lain pada manusia modern makin mengecil.

5. Mengenal pakaian
Tidak seperti kera yang tubuhnya tertutup bulu (rambut), secara alami manusia tidak punya pelindung terhadap perubahan suhu di permukaan kulitnya. Namun dengan kecerdasan yang dimiliki, manusia bisa membuat pakaian yang menggantikan fungsi bulu pada beberapa jenis binatang.

Kemampuan manusia untuk membuat pakaian bahkan telah memicu terjadinya evolusi pada spesies lain, salah satunya kutu. Jika sebelumnya kutu hidup menempel pada bulu, kini sebagian di antaranya lebih memilih hidup menempel di baju.

6. Berbicara
Sejak kurang lebih 35.000 tahun yang lalu, manusia memiliki tenggorokan yang posisinya lebih rendah dibandingkan pada simpanse. Ditunjang dengan tulang hyoid berbentuk tapal kuda yang terletak di bawah lidah, manusia mampu mengontrol suara yang dihasilkan sehingga bisa berbicara.

7. Jemari tangan yang fleksibel
Manusia adalah satu-satunya spesies yang bisa memutar jempol tangannya ke berbagai arah hinggga 360 derajat. Jari-jari yang lain juga lebih fleksibel dibandingkan primata, sehingga manusia menjadi spesies paling terampil dalam memanfaatkan peralatan.

8. Jumlah folikel rambut sama dengan primata berbulu
Meski sekilas tampak tidak banyak memiliki bulu (rambut) di permukaan kulitnya, manusia memiliki jumlah folikel atau kelenjar rambut yang sama seperti primata lain yang badannya berbulu. Hanya saja rambut yang dihasilkan lebih tipis dan pendek sehingga tidak terlalu kelihatan.

9. Mampu berjalan dengan tegak
Manusia adalah satu-satunya spesies yang mampu berjalan dengan tegak di atas kedua kaki. Namun demikian, postur yang konon merupakan bentukan dari proses evolusi ini menghadirkan kelebihan dan kekurangan sekaligus.

Di satu sisi postur yang tegak banyak memudahkan berbagai aktivitas manusia. Namun perubahan cara berjalan membuat tulang panggul makin menyempit, sehingga sering menjadi masalah saat melahirkan karena di sisi lain otak manusia terus membesar dan kadang terlalu besar untuk bisa melalui panggul dengan mudah.

10. Otak paling sempurna
Otak manusia bukan yang paling besar karena masih jauh lebih kecil dibandingkan otak paus-sperma. Bukan pula yang paling besar proporsinya karena hanya 2,5 persen dari massa tubuh, kalah besar dari burung yang memiliki otak 8 persen dari massa tubuhnya.

Kelebihan otak manusia memang bukan terletak pada ukurannya yang tak lebih dari 1,3 kg, melainkan pada perkembangannya yang sangat sempurna. Oleh karena itu manusia bisa berpikir dan membangun peradaban yang tidak dimiliki oleh binatang.


LPM Paradigma Goes To Beach


Sabtu (19/5) para alumni dan anggota LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Paradigma Politeknik Negeri Batam pergi kepantai untuk refreshing setelah melakukan banyak kegiatan baik di kampus maupun di luar kampus. Sekitar 17 orang berangkat bersama-sama menuju pantai Melayu, Batu Besar.

Salah satu Alumni LPM Paradigma, Sugi Kurniadi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara alumni dan pengurus LPM Paradigma saat ini.

"Kegiatan ini selain untuk refreshing juga di harapkan dapat mempererat hubungan antara mereka dan dengan para alumni dari LPM Paradigma Politeknik Negeri Batam"tutur Sugi.

Waluapun mereka terpisahkan oleh angkatan mereka yang cukup jauh, itu tidak menjadi jarak buat mereka untuk saling bercengkrama dan bercanda. Bahkan itu membuat mereka semakin akrab. Itu terbukti dari asiknya mereka ketika bermain dan makan bersama sebelum melakukan kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan dari alumni maupun dari para anggota LPM Paradigma yang baru untuk terus di lakukan agar komunikasi terus terjalin. (qq)

Thursday, May 17, 2012

Negeri 5 Menara : man jadda wajada

 
Judul          : Negeri 5 Menara
Penulis       : A. Fuadi
Penerbit     : Gramedia Pustaka Utama
       
    Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

    Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

    Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

    Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

     Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.  Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

    Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.

    Novel ini sebuah novel inspirasi, mengajarkan untuk terus berusaha dan tak kenal kata lelah dalam menggapai cita-cita meski kelihatannya tak ada jalan sama sekali. Novel ini menyajikan keteguhan hati para pejuang masa kini untuk terus mampu melangkah demi kehidupan yang lebih cemerlang. Novel yang wajib dibaca untuk para remaja agar tak terhenti segala perjuangan meski menemukan jalan buntu sekalipun.
   
-diirasaja-

Wednesday, May 16, 2012

Menuju MOM 2012, BLM Amandemen UU no 1 Thn 2011


Rabu (16/5) tepat pukul 17.20 WIB, Organisasi Mahasiswa Politeknik Negeri Batam mengikuti acara rapat bersama yang diselenggarakan oleh Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Politeknik Negeri Batam.
Rapat ini membahas tentang Undang-Undang (UU) No.1 tahun 2011 tentang MOM(Masa Orentasi Mahasiswa). UU ini dibuat sebagai landasan bagi panitia pelaksana (PANPEL) MOM untuk melaksanakan MOM. Selain itum UU no 1 thn 2011 ini juga akan di letakkan di buku panduan MOM agar bisa di lihat para peserta MOM jika terjadi pembelokan dari pelaksanan MOM.
Dan di rapat ini BLM juga membahas tentang Amandemen pertama tentang panduan pelaksanaan mom. BLM mengamandemen atau menambahkan poin tetang fungsi mom yang berisikan fungsi sertifikat MOM yakni sebagai persyaratan untuk mengajukan beasiswa dan persyaratan untuk mengikuti Mahasiswa Berprestasi dan pengajuan beasiswa yang lain.
Ketua BLM Politeknik Negeri Batam, Hamim Anshori menjelaskan mekanisme untuk mendapatkan sertifikat di MOM 2012 ini berbeda dengan konsep di tahun lalu, dimana MABA(mahasiswa baru) hanya perlu mengikuti kegiatan MOM dan BAKSOS untuk mendapatkan sertifikatnya.

“ditahun ini kita mengunakan konsep 1 semester yang dibina dengan baik , sehingga kader-kader yang di ospek serta di bina di hima bisa menjadi yang terbaik dan itu menjadi poin-poin untuk memasuki UKM (Unit kerja Mahasiswa) yang berada di politeknik negeri batam,,’ ujar hamim. (ptr)

Tuesday, May 15, 2012

BLM Susun Jadwal Piket Ruang HIMA


Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Politeknik Negeri Batam mengadakan pertemuan dengan seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) baik dari Himpunan Mahasiswa (HIMA) maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Pertemuan ini membahas peran pemakaian ruangan serta piket ruangan HIMA.

Menurut Ketua BLM Politeknik Negeri Batam, Hamim Anshori, masalah pemakaian ruangan HIMA tidak di batasi asal digunakan dengan bertanggung jawab. Dalam pertemuan ini di tentukan siapa-siapa yang piket. Fungsi dari pembagian jadwal piket ini adalah untuk menentukan pihak yang bertangung jawab atas ruangan.

Selain itu BLM juga sudah membuat jadwal penjagaan ruangan. Dari setiap ormawa yang ada menyepakati mengirimkan utusannya sebanyak satu orang untuk jaga piket ruangan HIMA.

“Fungsi dari rapat ini juga supaya setiap ormawa Polbat dapat tempat untuk melakukan aktivitas nya di kampus dan juga setiap harinya ada yang menjaga dan bertangung jawab atas ruangan jika ada kerusakan dan kehilangan,” ujar hamim.(ptr)

Bidik Misi Harus Tepat Sasaran


MICOM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meminta seluruh perguruan tinggi negeri mengevaluasi program Bidik Misi agar siswa yang diterima tepat sasaran, yakni siswa berprestasi dari keluarga miskin.

"Kami sudah menginstrusikan perguruan tinggi untuk melakukan cek ulang siswa yang diterima dalam program Bidik Misi. Memang ada anak dosen dari perguruan tinggi yang diterima dalam program Bidik Misi, tetapi jumlahnya tidak banyak," katanya.

Ditanya mengenai sanksi bagi perguruan tinggi negeri (PTN) yang salah menerapkan program Bidik Misi, Ia menyatakan akan memberikan teguran, kalau memang ada yang terbukti. "Kami minta dalam melakukan pengecekan harus teliti, harus langsung melakukan kunjungan ke lapangan, sehingga bisa tahu banyak. Bukan hanya berdasarkan laporan di atas kertas," tegasnya.

Ia menjelaskan, siswa berprestasi dari keluarga miskin yang diterima dalam program Bidik Misi di 100 PTN di seluruh Indonesia pada 2012 mencapai 42.000. Angka itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 30.000 siswa.


Sumber : www.mediaindonesia.com

Monday, May 14, 2012

Tidak Ada Kenaikan Tarif Uang Kuliah Di Tahun 2012


Dikti-Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti Kemdikbud) mengadakan rapat koordinasi dengan Rektor, Direktur, Pembantu Rektor III dan Pembantu Direktur III Perguruan Tinggi Negeri, Koordinator serta Sekretaris Pelaksana Kopertis seluruh Indonesia.

Rakor ini dipimpin oleh Mendikbud Mohammad Nuh. Selain Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, hadir pula dalam acara ini Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Pertahanan dan Keamanan Djoko Suyanto. Rakor pimpinan perguruan tinggi dan kopertis merupakan agenda tahunan Kemdikbud yang digelar untuk membahas kebijakan terkini mengenai pendidikan tinggi di Indonesia.

Ada beberapa isu hangat yang dibahas didalam rakor ini diantaranya program keberpihakan terhadap mahasiswa dan calon mahasiswa yang kurang mampu melalui program bantuan biaya pendidikan Bidikmisi dan berbagai program beasiswa lainnya.  Kemdikbud melalui Ditjen Dikti pada tahun anggaran 2012 menganggarkan 1.567,53 Milyar Rupiah bagi bantuan biaya pendidikan dan beasiswa.
 
hingga saat ini pendidikan masih merupakan prioritas utama pemerintah. Pendidikan mendapatkan kenaikan anggaran sebesar 33,9 Triliun Rupiah yang nantinya digunakan untuk bantuan biaya pendidikan dan beasiswa bagi kalangan tidak mampu.

Senada dengan kebijakan tersebut, Ditjen Dikti Djoko Santoso melalui Surat Edaran Dirjen Pendidikan NOMOR: 305/E/T/2012 menyatakan bahwa TIDAK ADA KENAIKAN TARIF UANG KULIAH untuk tahun 2012.


Sumber Berita : Dikti.go.id

OSD Melukis Pelangi di Politeknik Negeri Batam

Foto bersama Oki Setiana Dewi

Oki Setiana Dewi, artis muslimah Indonesia dan juga seorang penulis dari Batam, 13 Mei 2012 berkesempatan mengupas semua isi bukunya dalam bedah buku "Melukis Pelangi" di kampus Politeknik Batam.

Buku ini merupakan catatan hati Oki Setiana Dewi (OSD) yang hanya berawal dari kisah hidupnya di diary pribadi, hingga akhirnya kisah-kisahnya itu di buat menjadi buku bahkan menjadi best seller. Di buku ini ia menceritakan bagaimana jalan hidupnya selama ini.

mengenakan balutan baju hijau, OSD begitu senang karena ia akhirnya dapat bedah bukunya di kota kelahirannya sendiri. Karena orang-orang yang ia sebutkan di dalam buku tersebut hadir dalam acara tersebut seperti mama, adik, tante, dan sahabat dekatnya.

Disana juga terlihat guru-guru semasa OSD sekolah di SMP N 3 Batam. Guru Bahasa Inggris OSD pun merasa senang melihat anak didiknya dulu bisa sukses seperti sekarang hingga ia meneteskan air mata membuat OSD turun dari podium dan memeluk erat guru kesayangannya tersebut.

Selama acara tersebut berlangsung sekitar dua jam lebih itu terlihat antusiasnya para peserta dan tamu undangan. mereka pun berbondong-bondong meminta tanda tangan dan foto bersama OSD. Di akhir acara OSD berfoto-foto bersama para penggemarnya lalu pergi meninggalkan auditorium B Politeknik Negeri Batam.(qq)

Peksimida Kepri 2012 Lebih Kompetitif

Menuju Peksiminas XI di Mataram

Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Se-KEPRI yang dilaksanakan di di STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang dan Politeknik Negeri Batam 13 Mei 2012 berlangsung meriah.

Peksimida yang di laksanakan di Politeknik Negeri Batam ini hanya untuk kategori vokal, yang terdiri dari grup vokal, solo pop, solo dangdut dan puisi.

Sekitar 39 orang peserta dari semua kategori ikut serta tahun ini. "peserta kali ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, dan tahun ini pun lebih sulit dari tahun sebelumnya karena lagu-lagu wajib yang harus mereka pilih tergolong sangat sulit salah satunya lagunya Agnes Monica” tutur Tami selaku koordinator, pekan lalu.

Salah satu peserta Peksimida kali ini adalah Paramitha mahasiswa dari Politeknik Negeri Batam, ia menyanyikan lagu dari Ruth Sahanaya yang berjudul Keliru.

Menurut Mitha gadis yang berambut panjang ini ia optimis akan menang walau peserta tahun ini cukup banyak dan mempunyai talenta-talenta yang cukup bagus.

Lain halnya dengan Lidun, peserta dari kampus Universitas Internasinal Batam ini mengaku kurang optimis karena jumlah dan para potensi peserta lainnya.

Para pemenang kali ini diseleksi untuk mengikuti komptisi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XI yang tahun ini diadakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 1-6 Juli 2012 mendatang.

Para pemenang PEKSIMIDA kali ini untuk juara 1 dari solo pop putra yaitu Bustanil (Unrika), solo pop putri Marina (Uniba), solo dangdut Putra Warsono (Unrika), solo dangdut putri Febrianti (UIB), solo putra seriosa Piter (UIB), vokal grup dari kampus UIB dan membaca puisi yaitu Devina Prahasanti Putri (Politeknik Negeri Batam). (qq)

Saturday, May 12, 2012

LPM Paradigma Ngopi Bareng AJI Batam


ilustrasi ngopi
Jumat Pagi (11/5) tepat pukul 09.00 WIB, Lembaga pers mahasiswa (LPM) Paradigma Politeknik Negeri Batam mengikuti acara Kopi Bareng yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam bersama Bank Indonesia (BI) Batam.

Acara ini membahas peran perbankan sebagai UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) atau sering di sebut UKM (Usaha Kecil Menengah). Terdapat 2 narasumber pada acara ini, yaitu Dwi Djoko Wiwoho dari Badan Pengusahaan (BP) Kawasan dan Asnawati dari KKMB ( Konsultan Keuangan Mitra Bank) dan dari pihak moderator ada adinanto yang berasal dari BI membawa dua rekan nya.

Kopi bareng ini dibuka sharing dari pihak BI. Dalam sharing tersebut pihak BI bertanya kepada pihak KKMB bagaimana sikap pihak perbankan di Batam terhadap UKM sendiri ?

menurut Asnawati, bank-bank di Batam cukup welcome dengan UKM ini, tapi perlu ada usahanya dulu, legalitas dari UKM tersebut dan laporan-laporan keuangan yang sudah terkelola dengan baik.

Asnawati juga mengatakan bahwa bank-bank umum di Batam harus nya lebih memerhatikan ke sektor perikanan seperti yang hanya di lakukan salah satu bank di Indonesia yakni bank jawa barat Indonesia.
“ini dilakukan supaya membantu masyakat batam sendiri karena wilayah kepri terutama Batam sendiri adalah wilayah perairan,” ujarnya.

Selain itu asnawati juga menyampaikan keengganan pihak perbankan dalam meminjamkan uang kepada pihak UKM dan ini mesti nya harus didirong oleh pihak BI sendiri supaya supaya UKM di Batam yang masih kecil bisa mengebangkan dirinya.

Sanggahan dari Asnawati pun ditanggapi oleh BI yang menjelaskan bahwa BI hanya sebagai pembina dan pengelola laporan yang tugasnya hanya melaporkan. Sehingga BI tidak bisa memaksa pihak perbankan untuk memberikan pinjaman terhadap UKM-UKM.

BI juga yang melontarkan pertanyaan kepada pihak BP Kawasan bagaimana dengan investor asing yang membuat usaha disini sendiri.

Menanggapi pertanyaan tersebut Dwi Djoko Wiwoho mengatakan bahwa berdasarkan SK Menteri tentang perdagangan, investor asing hanya boleh membuka satu usaha.

banyak investor-investor asing yang datang ke Batam ingin memenamkan sahamnya, tetapi dengan akan di keluarkan SK Menteri tentang perdangan meynatakan bahwa untuk satu perusahaan hanya boleh membuka satu usaha tidak boleh membuka usaha yang lain dan jika ini dilanggar maka pihak pemerintah akan mencabut izin usahanya,” ungkapnya.

BI juga mempertanyakan kepada BP Kawasan Batam terkait kendala yang membuat investor Asing tidak percaya menamakan saham atau membuat usaha di Batam sendiri. Menurut joko selama ini investor melihat dari keamanan suatu negara tersebut terutama keamanan peraturannya.

Dari teman-teman AJI Batam juga menanyakan bagaimana tentang ke fokusan BP Kawasan terhadap UKM-UKM di Batam.

Dwi Joko Wiwoho mengatakan saat ini BP kawasan lebih focus ke UKM perikanan dan kelautan serta pendidikan yang di fokuskan di kampus politeknik Negeri Batam. Dan ia juga mengatakan bahwa BP kawasan memberikan celah kepada UKM membuka usaha.

“Terbuka lebar, asal memenuhi standar dari setiap industry tersebut, serta harus juga disesuaikan dengan inputannya,”ujarnya .

Di akhir acara, adinanto selaku moderator, meminta ada kerjasama dari seluruh pihak untuk mengembangkan UKM di kota Batam.

“Kami semua berusaha untuk memajukan UMKN di Batam. Dan kami juga berharap kepada pemerintahan kota Batam terbuka untuk kerjasama dalam mengembangkan UKM ini dan akses kepihak perbankan sendiri,”ujar Anto (BI). (Ptr)

Friday, May 11, 2012

Sharing Karya Tulis Ilmiah bersama Presma dan AJI


Badan Eksekutif (BEM) Politeknik Negeri Batam dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma menggelar sharing Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada hari kamis (10/5) di ruang 402 Politeknik Negeri Batam. kegiatan yang dimulai pukul 16.20 WIB menghadirkan Presiden Mahasiswa (Presma) Politeknik Negeri Batam, David Primadi dan M. Nur selaku ketua Aliansi Jurnalis indonesia (AJI) Batam. sharing ini membahas tentang tujuan dari penulisan KTI dan bagaimana cara pembuatan KTI itu sendiri.

Sharing KTI ini juga dihadiri oleh ketua LPM Paradigma, Riska Saputra, ketua Badan Legislatif Mahasisiwa (BLM), hamiem Anshori, dan salah satu calon Presiden Mahasiswa 2012, Arbi hasbi Nasution. Peserta dari sharing ini didominasi oleh anggota LPM Paradigma. Hal ini mengingat kegiatan ini merupakan salah satu proker LPM Paradigma agar anggota LPM bisa menciptakan hasil tulisan yang lebih baik.
Selain itu acara ini juga membahas tentang event penulisan KTI tingkat KEPRI. “kalau bisa mahasiswa politeknik banyak yang mengikuti event ini” ucap presma ketika memberikan materi kepada para peserta.
Banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari sharing ini. M. Nuh selaku pembicara dari AJI menyebutkan “setiap karya ilmiah itu sama saja kuncinya. Yaitu riset dan membaca”. Untuk menulis karya ilmiah kita harus memiliki sumber yang kredible agar KTI kita tersebut memiliki arti makna.” Tuturnya.
Ia juga menambahkan beberapa tips untuk membuat karya tulis yang bagus. “semakin banyak daftar pustaka yang valid maka akan semakin bagus karya kita. Karna karya tulis bukan cuma untuk menuliskan hasil pemikiran kita tapi juga harus didasari oleh fakta” ucap nur. (ptr)

LPM Paradigma Akan Ikuti Bedah Buku Melukis Pelangi

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma Politeknik Negeri Batam akan mengikuti bedah buku melukis pelangi yang merupakan catatan hati Oki Setiana Dewi. Acara yang diselenggarakan oleh Ceespees Prakarsa Kreativa ini menghadirkan langsung Oki Setiana Dewi untuk membedah bukunya tersebut.

Pimpinan Umum LPM Paradigma Politeknik Negeri Batam, Rizka Syahputra menilai acara ini sebagai acara yang sangat bagus sehingga sayang jika dilewatkan.

“saya sangat tertarik dengan buku yang ditulis oleh Oki Setiana Dewi, jadi saya memutuskan agar anggota LPM Paradigma mengikuti bedah buku ini. Semoga nanti anggota bisa semakin terinspirasi untuk menulis” ujar putra.

Acara bedah buku ini akan diselenggarakan di Auditorium Politeknik Negeri Batam , pada hari minggu (13/5). Mereka yang tertarik dengan acara ini bisa mengikutinya dengan membeli tiket Gold seharga Rp 75 ribu atau tiket Platinum seharga Rp. 150 ribu.

Bagi mereka yang memilih membeli tiket Platinum, panitia akan memberikan buku yang telah ditandatangani oleh Oki Setiana Dewi, menempati kursi utama dan akan diprioritaskan untuk berfoto bersama Oki Setana Dewi.

Sementara itu LPM Paradigma akan mengikuti acara ini dengan menggambil paket organisasi mahasiswa. Hal ini dibenarkan oleh Taufik B. Nughara selaku Sekretaris Ceespees Prakarsa Kreativa.

“LPM Paradigma mengikuti paket organisasi mahasiswa. Paket ini memang kami buat khusus untuk organisasi mahasiswa sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka. Dengan nilai seharga Rp. 750 ribu , paket ini bisa diikuti oleh 20 orang anggota organisasi yang mendaftar.” Jelas Taufik.

Di tempat terpisah Oki Setiana Dewi, pemeran utama film Ketika Cinta bertasbih dan peraih 2 Award IMA 2010 mengatakan dirinya sudah tidak sabar untuk berbagi pengalaman di kota Batam. Ia mengatakan “saya pasti akan senang berada di Batam nanti berbagi pengalaman bersama teman-teman, di kota dimana saya lahir dan dibesarkan”. (idh)

Thursday, May 10, 2012

Anehnya Mahasiswa Masa Kini

Dulu, ketika mendengar nama mahasiswa, maka orang akanberdecak kagum dan iri. Dulu, ketika seseorang menjadi mahasiswa makakebanyakan orang akan menjalani kuliahnya dengan serius dan tekun. Dulu, mahasiswasenang dan bersemangat ketika mendapat tugas yang banyak dan berat dari dosen.

Itu semua dulu. Beda sekali dengan keadaan mahasiswa sekarang. Di eramilenium ini, budaya, kebiasaan dan karakter mahasiwa sudah berubah. Perubahanini cenderung kearah perubahan yang aneh. Khususnya mahasiswa negerikuIndonesia.

Kalau dulu jika tidak ada jamkuliah, biasanya mahasiswa berbondong-bondong memasuki perpustakaan untukmembaca buku sendiri ataupun secara kelompok membahas materi bersama-sama. Tapisekarang, jika ada jam kuliah yang kosong, rata-rata mahasiswaberbondong-bondong menuju kantin untuk makan, taman untuk ngerumpi bagi yangcewek, online facebook, twitter, bahkan ada yang ke mall untuk shopping atausekedar cuci mata saja.

Kalau mahasiswa dulu, akan kecewa ketika mendengar dosennya datang dan izinuntuk tidak mengajar pada saat itu. Tapi sekarang, ketika mahasiswa mendengar hal tersebut, maka satukata yang mereka akan ucapkan dengan keras dan serentak, adalah “Horeeeeee!”.Mereka merasa senang karena itu artinya mereka bebas dari kewajiban belajarsaat itu. Mereka dalam hal ini adalah rata-rata mahasiswa sekarang padaumumnya.

Kalau mahasiswa dulu, akan membaca materi yang akan dibahas esok hari padamalam harinya. Tetapi mahasiswa sekarang hanya akan membaca materi ketika esokharinya akan ujian. Jadi ketika ada ujian mendadak, mereka akan serentakmengatakan, “Tidakkkkk!”, atau “Yahh, Ibu/Bapak, tundalah Bu/Pak ujiannya,belum belajar ni Bu/Pak!”.

Hal-hal diatas adalah fakta yang terjadi ditengah kehidupan mahasiswaIndonesia saat ini. Tentunya tidak semua mahasiswa Indonesia yang bertindak danberfikir seperti itu, tetapi mahasiswa pada umumnya saat ini. Jika mahasiswasaat ini tidak berlaku dan bertindak seperti itu, berarti dia adalah mahasiswayang tidak pada umumnya, yaitu Mahasiswa Luar Biasa.

Hal ini berakibat mahasiswa saat inikurang kreatif dan tidak mandiri. Mereka rata-rata hanya menunggu materi daridosen dan enggan untuk mengembangkannya dengan mencari referensi lain diluarjam kuliah.

Sebenarnya Mahasiswa sekarang rugi ketika dosen tidak bisa mengajar ataupundosen telat mengajar, karena mendapat pelajaran dari dosen adalah hak semua mahasiswa.Anehnya mahasiswa sekarang senang jika haknya tidak terpenuhi. Padahal merekasudah memenuhi kewajiban mereka yang salah satunya membayar uang kuliah.

Realita ini harus kita renungkan bersama, khususnya kita sebagai seorang mahasiswa.Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, takutnya akan menjadi budaya turunanbagi mahasiswa generasi masa depan. Jika hal itu terjadi, mau dibawa kemananegara ini jika mahasiswa yang notabene sebagai agent of change saja bertindak seperti itu. Jadi, ayo teman-teman mahasiswa,rubah budaya yang tidak baik ini dan jadilah mahasiswa yang dapat menjadi agent of change untuk negara yang lebihbaik. (jsc)

Pelantikan Akbar ORMAWA Polbat

Komisi Pemilihan Raya (K-PIRA) Politeknik Negeri Batammengadakan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan akbar Organisasi Mahasiswa(ORMAWA), Kamis (3/5). Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan inidilaksanakan di ruang audirorium A Politeknik Negeri Batam pukul 16.30 WIB.
Acara yang diadakan K-PIRA ini bertemakan"Integritas gerakan mahasiswa, mewujudkan mahasiswa yang berani,konstruktif dan solutif”. Pada kesempatan ini, K-PIRA turut mengundang WakilWalikota Batam dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam.
Ormawa yang pertama kali dilantik adalah organisasitertinggi di Politeknik Negeri Batam yaitu Badan Legislatif Mahasiswa (BLM).Sumpah jabatan dibacakan oleh Direktur Politeknik Negeri Batam, Dr. Priyono EkoSanyoto yang juga didampingi oleh Pembantu Direktur (Pudir) III bidang Kemahasiswaan,M. Zaenuddin, M.Sc.
Pelantikan selanjutnya dilakukan kepada seluruh ormawa,yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), seluruh Himpunan Mahasiswa (HIMA)Politeknik Negeri Batam, yaitu Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis (HMMB),Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM), Himpunan Mahasiswa Teknologi Informatika (HMTI)dan Himpunan Mahasiswa Elektronika (HME), serta seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) Politeknik Negeri Batam yang berjumlah 9 ormawa,termasuk salah satunya LPM Paradigma.
Pudir III bidang Kemahasiswaan, M. Zaenuddin, M.Sc.dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya komunikasi dalam berorganisasi. “Komunikasi itu kuncinya, harus bisa memberikan contoh, dan harus dari hati. Tidakdibuat-buat. Apapun masalahnya harus dikomunikasikan dan saling percaya. Manfaatkanlahdiskusi informal,” ucapnya.
Acarayang berlangsung dari pukul 16.30hingga kurang lebih pukul 19.30 WIB ini ditutup denganpembacaan doa oleh salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Batam, Muhammad Ali. (puspa)

Sunday, May 6, 2012

Tim Robot Politeknik Negeri Batam Melaju Ke Tingkat Nasional

Tim Robot Politeknik Negeri Batam Meraih 4 piala
Sabtu 5 Mei 2012, Tim Robot Politeknik Negeri Batam menyabet 4 piala di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) tingkat regional 1 di medan. Tim Barelang 5.2 KRI mendapat 2 piala, juara 1 dan Best Design. lalu Tim Barelang 4.2 KRCI Battle "humanoid" mendapat piala juara 1. Sedangkan Tim Barelang 2.2 KRCI berkaki berhasil menyabet piala Best Inovation.

Berhasil menjuarai KRI dan KRCI, Tentu saja dengan prestasi yang luar biasa ini membawa TIM Barelang 5.2 KRI dan TIM Barelang 4.2 KRCI Battle "Humanoid" untuk menginjakkan kakinya di Bandung mengikuti KRI dan KRCI tingkat nasional.

4 Tim barelang 'merantau' selama 7 hari di kota medan, untuk mengikuti KRI dan KRCI tingkat regional 1 di STMIK Potensi Utama kota Medan. "hari jum'at (4 mei) kami running test simulasi lomba, lalu besoknya (sabtu 5 mei) kontes dimulai", jelas aidil Radhyan.

Pada Divisi KRCI Humanoid Soccer oleh tim Barelang 4.2, usaha keras terbayar dengan berhasil mencetak satu-satunya gol pada kontes KRCI tingkat regional 1 medan ini.

KRCI Humanoid Soccer

ketegangan terjadi Di Divisi KRI oleh Tim Barelang 5.2, yang hampir kalah melawan tangguhnya Tim KRI dari Universitas Sriwijaya saat semifinal berlangsung, Tim Barelang 5.2 KRI berhasil menjuarai KRI dengan catatan waktu terbaiknya 1 menit 56 detik. sayangnya rekor ini belum menjadi yang terbaik, karena saat ini rekor catatan waktu tertinggi masih di pegang oleh tim KRI dari Universitas Gajah mada yang berhasil mencatat waktu 1 menit 35 detik pada kontes KRI regional 3.

Tentu saja ini menjadi 'pekerjaan rumah' untuk Tim Barelang 5.2 untuk menghadapi tantangan yang sulit di KRI nasional nanti

M. Taufik H,, Driver KRI Politeknik Negeri Batam

"Alhamdulillah sudah satu langkah berhasil kami lewati, namun saat ini kami masih harus berusaha untuk memperbaiki mekanik dan catatan waktu, ditambah lagi kami juga harus membuat robot kolektor lebih ringan, agar lebih cepat saat mengangkatnya nanti" Muhammad Taufik Hidayatullah - driver robot manual.

kontes robot KRI dan KRCI tingkat nasional yang akan diadakan pada tanggal 24 juni 2012 ini, mengharuskan Tim robot untuk lebih giat lagi dalam pengerjaan robot mereka.

Bagian yang paling mengharukan adalah ketika Tim barelang 5.2 KRI berhasil memenangkan kompetisi, seluruh mahasiswa dan dosen dari politeknik negeri batam tumpah ruah memenuhi area pertandingan membentangkan kain hitam untuk mengenang almarhum Ronny Hendra, driver robot manual yang kini digantikan oleh Muhammad Taufik Hidayatullah. (rip)



Sumber: