Thursday, February 26, 2009

Awasi Anggaran Beasiswa

Caleg-Mahasiswa Debat Terbuka di STISIPOL

TANJUNGPINANG,TRIBUN- Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya perlu dilakukan melalui pembangunan fisik sekolah, tetapi juga peningkatan mutu tenaga pendidik serta pengawasan terhadap anggaran beasiswa.

Demikian topik yang dibicarakan dalam Debat Terbuka yang digelar STISIPOL Raja Haji, Rabu (25/2). Dalam debat tersebut, panitia mengundang caleg DPRD Kepri dari Dapil Kota Tanjungpinang.

Turut hadir yaitu, Syahniar Usman, Lis Darmansyah, Yulius Baka, dan Berry Bachtiar. Mereka diundang untuk menyampaikan program pendidikan yang dapat mereka perjuangkan bila kelak terpilih menjadi anggota dewan.

“Apa yang akan dilakukan oleh para caleg ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, saya juga berharap nantinya dapat melakukan pengawasan terhadap anggaran beasiswa, karena selama ini tidak transparan,” ujar seorang mahasiswa bernama Destiandra.

Pertanyaan Destiandra ditanggapi beragam para caleg tersebut. Lia mengatakan, memang perlu dilakukan pengawasan terhadap anggaran beasiswa, selain selama ini kurang transparan tetapi beasiswa rata-rata hanya diberikan kepada pelajar yang berprestasi di bidang olahraga dan akademik.

“Selama ini kami tidak tahu, siapa saja teman kami yang kurang mampu yang memperoleh beasiswa, itu karena kurangnya transparansi. Beasiswa seharusnya tidak hanya diberikan kepada yang berprestasi akademik, tetapi moralnya baik juga perlu diberi beasiswa,” kata Lis.

Sedangkan Berry mengungkapkan agar kualitas pendidikan baik, kesejahteraan guru juga perlu diperhatikan. Tidak secara ekonomi saja, tetapi juga tingkat intelektual guru perlu ditingkatkan.

Mereka juga sepakat perlu aturan yang menjabarkan secara jelas anggaran pendidikan 20 persen tersebut untuk apa, karena selama ini rata-rata anggaran tersebut untuk mendirikan bangunan baru.
Sementara dipandang perlu peningkatan mutu pendidikan melalui seminar dan tugas belajar.

Ketua panitia, Siswandi mengatakan ada beberapa sasaran debat tentang peningkatan mutu pendidikan ini yaitu untuk menghindari golput di kalakangan mahasiswa. Juga dipandang perlu mencari solusi mengenai peningkatan mutu pendidikan di Kepri.

“Sesuai dengan STISIPOL yang mengedepankan pendidikan, karenanya kami merasa perlu mengambil tema ini,” jelas Siswandi. Ia menambahkan, sebenarnya panitia mengundang delapan orang caleg, namun yang menyanggupi hanya empat orang tersebut.(opi)
(sumber : Tribun Batam, Kamis 26 Februari 2009)

0 komentar:

Post a Comment