SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Thursday, February 26, 2009

Awasi Anggaran Beasiswa

Caleg-Mahasiswa Debat Terbuka di STISIPOL

TANJUNGPINANG,TRIBUN- Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya perlu dilakukan melalui pembangunan fisik sekolah, tetapi juga peningkatan mutu tenaga pendidik serta pengawasan terhadap anggaran beasiswa.

Demikian topik yang dibicarakan dalam Debat Terbuka yang digelar STISIPOL Raja Haji, Rabu (25/2). Dalam debat tersebut, panitia mengundang caleg DPRD Kepri dari Dapil Kota Tanjungpinang.

Turut hadir yaitu, Syahniar Usman, Lis Darmansyah, Yulius Baka, dan Berry Bachtiar. Mereka diundang untuk menyampaikan program pendidikan yang dapat mereka perjuangkan bila kelak terpilih menjadi anggota dewan.

“Apa yang akan dilakukan oleh para caleg ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, saya juga berharap nantinya dapat melakukan pengawasan terhadap anggaran beasiswa, karena selama ini tidak transparan,” ujar seorang mahasiswa bernama Destiandra.

Pertanyaan Destiandra ditanggapi beragam para caleg tersebut. Lia mengatakan, memang perlu dilakukan pengawasan terhadap anggaran beasiswa, selain selama ini kurang transparan tetapi beasiswa rata-rata hanya diberikan kepada pelajar yang berprestasi di bidang olahraga dan akademik.

“Selama ini kami tidak tahu, siapa saja teman kami yang kurang mampu yang memperoleh beasiswa, itu karena kurangnya transparansi. Beasiswa seharusnya tidak hanya diberikan kepada yang berprestasi akademik, tetapi moralnya baik juga perlu diberi beasiswa,” kata Lis.

Sedangkan Berry mengungkapkan agar kualitas pendidikan baik, kesejahteraan guru juga perlu diperhatikan. Tidak secara ekonomi saja, tetapi juga tingkat intelektual guru perlu ditingkatkan.

Mereka juga sepakat perlu aturan yang menjabarkan secara jelas anggaran pendidikan 20 persen tersebut untuk apa, karena selama ini rata-rata anggaran tersebut untuk mendirikan bangunan baru.
Sementara dipandang perlu peningkatan mutu pendidikan melalui seminar dan tugas belajar.

Ketua panitia, Siswandi mengatakan ada beberapa sasaran debat tentang peningkatan mutu pendidikan ini yaitu untuk menghindari golput di kalakangan mahasiswa. Juga dipandang perlu mencari solusi mengenai peningkatan mutu pendidikan di Kepri.

“Sesuai dengan STISIPOL yang mengedepankan pendidikan, karenanya kami merasa perlu mengambil tema ini,” jelas Siswandi. Ia menambahkan, sebenarnya panitia mengundang delapan orang caleg, namun yang menyanggupi hanya empat orang tersebut.(opi)
(sumber : Tribun Batam, Kamis 26 Februari 2009)

Ismeth Utus Rektor Temui Dirjen

  • Bahas Status Umrah Jadi PTN

BINTAN, TRIBUN-Gubernur Kepri Ismeth Abdullah mengutus Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Profesor Dr Maswardi M Amin bersama tiga dosen lainnya untuk berangkat ke Jakarta, menemui Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Kemarin, Selasa (24/2), Gubernur menemui para dosen Fisipol UMRAH untuk membahas keluhan mereka.

“Ya saya sedang di Jakarta menemui Pak Dirjen. Tapi hasil pembicaraannya belum bisa saya sampaikan, harus saya konsultasikan dulu dengan Pak Gubernur,” kata Rektor UMRAH Profesor Dr Maswardi M Amin saat dikonfirmasi, Rabu (25/2) seusai menemui Dirjen Dikti.

Maswardi hanya menjelaskan, rencana kedatangan tim dari Dirjen Dikti dipercepat. Awalnya akan dilakukan 3 Maret mendatang, kini dipercepat menjadi 1 Maret. “Kedatangannya dalam rangka menilai semua persyaratan Umrah menjadi universitas negeri,” kata Maswardi.

Sementara itu, pada pertemuan Selasa (23/2) petang dengan Gubernur Kepri, para dosen dari Fisipol UMRAH tetap menyampaikan keberatan mereka menandatangani surat pernyataan bersedia tidak diangkat sebagai PNS bila UMRAH menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Senin (23/2), para dosen Fisipol UMRAH menggelar konferensi pers terbuka. Isinya seputar penolakan mereka terhadap surat pernyataan tersebut.

“Kami semua sudah sepakat untuk menolak menandatanganinya,” kata Edward Mandala, seorang dosen di Fisipol UMRAH, Senin (23/2). Pernyataan yang sama juga diberikan dosen lainnya, Suhardi Mukhlis dan Rumzy Samin. Sejumlah 13 dosen membubuhkan tandatangan untuk mendukung pernyataan ini.

Lantas mengapa menolak? Alasan penolakan tersebut menurut Edward dan dosen lainnya, tak lain karena mereka merasa ada sejarah yang dilupakan. Dulu proses pembentukan UMRAH tak lain merupakan pengembangan dari dua kampus, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Ali Haji dan Politekhnik Batam. Dengan bergabungnya kedua perguruan tinggi inilah, pada akhirnya bisa dibentuk Umrah.

Dalam proses penggabungan itu, sebenarnya sudah ada rapat antara pengurus Yayasan Raja Ali Haji, tempat di mana Stisipol bernaung, dengan perwakilan dari Pemprov Kepri. Isi rapat itu adalah komitmen Stisipol untuk mendukung lahirnya universitas negeri di Kepri.

Namun ada persyaratannya. Semua milik Stisipol harus ikut masuk ke dalam UMRAH, termasuk dosen, pegawai, maupun mahasiswa. Otomatis, bila nanti UMRAH mengalami status dari universitas swasta menjadi negeri, maka dengan sendirinya seluruh dosen maupun pegawai Stisipol juga harus berstatus pegawai negeri, tanpa terkecuali.

Selain itu, bila ditandatangani lembar pernyataan tersebut, sudah pasti sejumlah dosen dan pegawai akan terganjal menjadi PNS. Sebab syarat usia maksimal 35 tahun tak bisa dipenuhi. Sejumlah dosen dan pegawai usianya sudah di atas itu.

“Kenapa setelah kapal ini diambil, orangnya ditinggalkan,” kata Edward Mandala, memberikan kiasan. Edward dan dosen lainnya memberikan penegasan bahwa para dosen di Fisipol tak bisa mendapat perlakuan sama.

“Kalau dosen baru, saya pikir silahkan. Tapi kalau dosen dan pegawai di Stisipol dan Politekhnik, saya pikir tak perlu harus menandatangani lembar pernyataan seperti itu,” kata Edward lagi, seraya menegaskan bahwa ini adalah solusi yang mereka tawarkan.

Kalau ternyata tetap saja solusi ini tidak diindahkan, maka Edward mengatakan, para dosen dan pegawai Stisipol kini sudah mempertimbangkan untuk keluar dari Umrah, dan kembali lagi ke bentuk lamanya, Stisipol Raja Haji. “Selama ini manajemen keuangan kita sehat kok,” paparnya. (aji)
(sumber : Tribun Batam, Kamis, 26 Februari 2009)

BEM Poltek segera adakan Sosialisasi Pemilu

Pemilu yang tinggal beberapa hari lagi akan diselenggarakan menjadi perhatian banyak pihak. Gelaran yang akan menentukan nasib bangsa kedepannya ini, sudah pasti haruslah disukseskan. Karena baik buruknya Indonesia 5 tahun ke depan ditentukan oleh pemimpin-pemimpin hasil pemilu 9 April 2009 ini.

Hal ini pula yang mendorong BEM politeknik Batam untuk mengadakan sosialisasi Pemilu kepada mahasiswa. Melihat banyaknya mahasiswa yang merupakan pemilih pemula dan masih belum tahu dengan mekanisme pemilu yang baru maka dalam waktu dekat ini BEM politeknik Batam akan segera mengadakan kegiatan sosialisasi tersebut.

“Insya Allah, masuk kuliah nanti kita akan mengadakan sosialisasi pemilu kepada mahasiswa” ujar Andres, presiden BEM Politeknik Batam yang lewat smsnya.

Kegiatan sosialisasi pemilu ini sduah digagas sejak lama dengan KPU Batam dan sudah dibicarakan dengan Wadir I Politeknik Batam Bidang Akademik untuk menentukan jadwalnya. “Yang pasti segera setelah kita mendapatkan jadwal dari Wadir I, kegiatan ini akan langsung kita selenggarakan.” Kata Andres.

Kegiatan ini sangat penting karena mahasiswa selaku pemilih pemula merupakan suar yang cukup potensial. Sangat disayangkan kalau Mahasiswa selaku pemuda yang tercerdaskan harus golput karena ketidaktahuannya. (tvx)

Lomba Mengarang Cerita Detektif

Menyambut HUT ke-36 Majalah Bobo

Syarat Lomba :
  1. Lomb a ini terbuka untuk umum.
  2. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran atau ide dari karya yang sudah ada.
  4. Tema bebas. Sesuai untuk anak-anak.
  5. Naskah belum pernah diterbitkan di media massa (cetak maupun elektronik) dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
  6. Redaksi berhak menerbitkan karya yang menang di majalah Bobo dan/atau dalam bentuk buku.
  7. Redaksi berhak menerbitkan karya yang tidak menang lomba, tetapi memenuhi syarat, di majalah Bobo dan/atau dalam bentuk buku. Penulis akan mendapatkan honor atas pemuatan karya tersebut.
  8. Karya yang masuk menjadi hak redaksi dan tidak dikembalikan.
  9. Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.
  10. Hadiah untuk pemenang sudah termasuk honorarium pemuatan di majalah dan buku.
Ketentuan Teknis :

Setiap peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah.
Naskah diketik di kertas berukuran folio dengan jarak 2 spasi. Panjang tulisan maksimal 3 halaman.
Di setiap naskah dilampirkan biografi singkat penulis, alamat, nomor telepon, nomor handphone, fotokopi KTP, nomor rekening bank dan pasfoto berwarna terbaru ukuran kartu pos (3R).
Naskah dimasukkan ke dalam amplop tertutup. Tempelkan “kupon lomba mengarang cerita detektif” di sudut kiri atas amplop.
Naskah dikirim ke : Panitia Lomba Mengarang Cerita Detektif 2009, Redaksi majalah Bobo, Jl. Panjang 8 A, Jakarta 11530.
Naskah harus diterima panitia paling lambat tanggal 26 Maret 2009.

Hadiah :

Juara I : Rp. 4.500.000,-
Juara II : Rp. 3.000.000,-
Juara III : Rp. 1.500.000,-
10 pemenang Harapan, masing-masing berhadiah Rp. 500.000,-