Friday, November 14, 2008

Aktivis, Why Not ??

Judul buku : Agar Ngampus Tak Sekedar Status
Penulis : Robi’ah Al-Adawiyah dan Hatta Syamsuddin
Editor : Nurul M.F
Tahun terbit : Rabiul Awal 1429 H/Maret 2008
Penerbit : Indiva Publishing, Surakarta
Jumlah halaman : 216 hlm

Diresensi Oleh : Desy Oktafia

Agar ngampus tak sekedar status adalah sebuah buku yang mengupas tentang dunia mahasiswa dan persoalan yang sering terjadi di dunia perkuliahan. Dalam buku ini, juga terdapat beberapa tips dan trik kuliah ke luar negeri.

Rabi’ah al-Adawiyah dan suaminya, Hatta Syamsuddin memapar hal-hal yang sering menjadi persolan dan kadang membuat dilema mahasiswa baru. Tidak hanya itu, penulis buku best seller “Kenapa Harus Pacaran” ini juga memuat masa transisi dari anak sekolahan menjadi seorang mahasiswa yang penuh dengan kenangan yang kadang membuat seorang siswa sulit beradaptasi dengan lingkungan kampus. Rabi’ah al-Adawiyah yang juga mantan seorang aktivis kampus, berbagi pengalaman mengenai dunia organisasi yang kadang tidak terlalu diminati oleh sebagian mahasiswa.

Dalam buku ini, pengarang berusaha memprovokasi dan mengubah pandangan mahasiswa terhadap suatu organisasi. Dan memotivasi bagi mahasiswa yang telah mendeklarasikankan diri sebagai aktivis untuk terus tetap berjuang dan melakukan perubahan agar bukan hanya sekedar “mahasiswa” tetapi “mahasiswa yang tercerahkan”.

Persiapan menjadi mahasiswa, pemilihan kos-kos yang baik agar tidak salah pilih, sampai Ospek yang kadang menjadi ketakutan tersendiri bagi mahasiswa baru pun tak luput dari pengamatan Rabi’ah al-Adawiyah. Bahkan ibu dari Kuni Maura Ahna (2 tahun) dan Salma Haniyya (4 bulan ) ini memberikan pandangan bagaimana seharusnya Ospek yang efisien dan efektif bagi mahasiswa baru agar tak sekedar Ospek yang hanya meninggalkan ketakutan bagi mahasiswa baru.

Sejak SMA Rabi’ah telah aktif berorganisasi, bahkan pernah menjadi ketua PII-wati wilayah Surakarta sehingga pengalaman dalam hal organisasi dan aktivis di kampus tak lagi diragukan. Tak heran jika ia mengusai betul hal-hal yang kadang menjadi kendala bagi mahasiswa baru yang baru aktif di dunia organisasi. Kecemasan orang tua akibat sibuk menjadi aktivis, nilai IP yang menurun bahkan persoalan teman-teman di kampus di paparkan secara gamblang. Dan semua hal yang berbau aktivis serta pemilihan aktivitas sukses di jelaskan oleh wanita yang lahir pada 15 Mei 1981.

Gaya bahasa yang ringan dan mudah dimengerti memberikan nilai plus dari buku ini. Sehingga para pembaca seolah-olah tidak sedang membaca buku tetapi ngobrol langsung dengan istri Hatta Syamsuddin ini. Tidak heran karena buku ini lahir dari seorang suami yang pekerjaannya sebagai WTS (Writer, trainer and speaker) mengerti betul kondisi jiwa para pembaca yang rata-rata mahasiswa baru. Sehingga setelah membaca buku ini pembaca akan merubah pandangan tentang seorang aktivis.

Buku ini sangat cocok untuk kalangan remaja baik yang masih SMA maupun yang telah kuliah. Karena dalam buku ini pembahasan mengenai dunia perkuliahan di dipaparkan secara apik oleh penulisnya.

Desy Oktafia
Mahasiswi UMRAH S-1
jurusan Akuntansi 2008

0 komentar:

Post a Comment